Tuesday, June 4, 2013

Parung Panjang Deritamu Kini

Peta Parung Panjang di apple maps (dok. pribadi)
Parung Panjang, bukan Parung lho ya..... namun keduanya sama-sama berada di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nah, yang mau kubahas disini adalah tentang Parung Panjang, lebih tepatnya perjalananku ke Parung Panjang.

Parung Panjang adalah sebuah kecamatan di ujung Barat Laut Kabupaten Bogor, berbatasan langsung dengan kabupaten Tangerang, Banten. Ngapain aku iseng maen kesana? karena aku nganterin kakakku yang ingin melihat tawaran rumah murah yang dibuat Perumnas di sana.

Dengan iming-iming dekat stasiun yang sudah disambangi beberapa kali dalam sehari KRL Commuter Line dan harga yang jauh lebih murah dari kawasan Jabosetabek lainnya, maka berangkatlah kami Sabtu pagi, 1 Juni 2013 ke Parung Panjang, daerah yang sama sekali belum pernah kami sambangi. Sekitar pukul 08.30 kami berangkat dari rumahku di kawasan Sarua menyusuri jalan Ciater Raya, lanjut ke Boulevard Timur BSD, nyambung ke Boulevard barat BSD, sampailah di kawasan Cisauk, pinggiran BSD. Pertigaan sebelum stasiun Cisauk, kami pun belok ke kanan ke arah Tigaraksa Kabupaten Tangerang.

Jalan rusak di Parung Panjang (dok. pribadi)
Tidak jauh dari pertigaan, kami sudah disambut dengan perbaikan jalan. nampak pengecoran salah satu sisi jalan, yang mengakibatkan lalu lintas diatur secara bergantian oleh warga setempat yang tentunya mengharapkan recehan dari kendaraan yang lewat. Tidak hanya satu, namun ada beberapa titik pengecoran jalan yang mengakibatkan natrean panjang, terutama kendaraan berat. aku dan kakakku yang hanya naik motor pun cuma kebagian debu yang dengan bebas merdeka berterbangan menerpa wajah kami. Behhh.... sial betul lewat sini. Karena kami belum pernah ke Parung Panjang, setiap kali ada pertigaan besar kami bertanya dengan pedagang kaki lima yang mangkal di dekat pertigaan. Tak lupa GPS di iPhone-ku always on.

Di sepanjang jalan menuju Parung Panjang kami bertemu dengan puluhan truk-truk bertonase besar pengangkut material tambang galian C yang lalu lalang tanpa merasa bersalah menebarkan debu ke pengguna jalan lainnya beserta rumah-rumah di pinggir jalan yang sudah tak kentara jelas warna cat rumah-nya karena penuh terlapisi debu coklat. Sudah dapat ditebak akibat yang ditimbulkannya, jalan rusak parah berkilo-kilo meter, padahal sebelumnya jalan tersebut sudah dibeton.

Jarak yang jauh sebenarnya tidak masalah, namun untuk akses ke Parung Panjang semua hal paling buruk yang sangat dibenci oleh pengguna jalan ada semua di ruas jalan menuju Parung Panjang. Jalan yang rusak parah, berdebu, macet parah karena ratusan truk besar yang melintas sungguh membuat melintasi jalan itu bagaikan melintasi jalan menuju neraka. Ku lihat juga ada truk yang hampir terguling karena kelebihan muatan plus mungkin juga karena as roda-nya patah akibat dari jalan yang rusak parah.

Truk-truk berat penyebab jalan rusak (dok. pribadi)
Setelah berjibaku dengan macet, debu, dan jalanan yang rusak parah hampir selama kurang lebih 1,5 jam, kami pun sampai di Perumnas Bumi Parung Panjang. Ternyata Perumnasnya masih tergolong sepi, padahal perumnas ini termasuk sudah lama berdiri. Lahannya masih cukup luas. Kesan pertama kami memasuki kawasan perumnas ini adalah jalannya yang rusak berat dan penuh kubangan lumpur, namun ada juga jalan yang baru dibeton karena areanya akan dikembangkan untuk tahap 3. Karena sampai jalan yang rusak berat, berkali-kali aku turun dari motor agar kakakku mudah melewati jalanan penuh kubangan itu.

Setelah 15 menit berkeliling kawasan Perumnas, sampailah kami ke kantor pemasaran Perumnas Bumi Parung Panjang. Kebetulan hari itu hari sabtu sehingga para karyawannya libur, hanya tinggal dijaga oleh satpamnya. Kami pun memperoleh brosur perumahan dari si satpam yang ternyata rumahnya memang murah-murah, berkisar antara 95jt s.d. 135 jutaan. Kami pun ditunjukkan kawasan yang mau dikembangkan untuk tahap 3 seperti yang tertera di brosur. Kami pun bergegas melihat lokasinya, ternyata setelah sampai di lokasi, kualitas bangunannya terkesan seadanya, terutama kualitas dinding rumahnya. kami pun masuk ke rumah contoh yang baru 75% jadi. Dindingnya sudah banyak yang retak dan mengelupas. aku pun coba mengeruk dindingnya memakai kuku jariku dan ternyata empuk sekali seperti roti, ha ha......( mungkin semennya hanya 1 sak untuk mengaci seluruh rumah). Dindingnya pun tipis sekali, seperti tidak ada batu batanya, mungkin saja kutendang robohlah rumah itu. Tidak heran jika di kawasan perumnas banyak rumah kosong yang hampir roboh.
Jalan di Kompleks Perumnas Bumi Parung Panjang (dok. pribadi)
Rumah yang belum jadi di Kompleks Perumnas Bumi Parung Panjang (dok. pribadi)
Rumah belum jadi di kompleks Bumi Parung Panjang (dok. pribadi)

Setelah kira-kira 45 menit berada di kawasan Perumnas, kami pun memutuskan untuk pulang. Sebelum pulang aku mampir ke indomaret untuk sekedar membeli minuman dingin sambil berdiskusi dengan kakakku mau lewat rute mana pulangnya. kami pun memutuskan untuk melalui rute arah Kota Tangerang untuk menghindari jalan yang sedang dicor. Namun kami harus melewati kembali jalan Parung Panjang dengan segala kemacetannya.

Ternyata perjalanan pulang lebih menyiksa. Kemacetan akibat turk-truk besar semakin menggila. Di pusat kota kecamatan parung panjang alias di depan Pasar Parung Panjang kemacetan sungguh luar biasa. Sepanjang perjalanan aku dalam hati menghujat para pembuat kebijakan di Kabupaten Bogor yang membolehkan truk-truk pengangkut material melewati jalan ini. Aku merasa kasihan sekali dengan masyarakat sekitar Parung Panjang yang dirugikan baik kesehatan karena debu, sulitnya aksesibilitas ke kota lain, dan waktu yang terbuang percuma akibat macet berkepanjangan sepanjang tahun.

Aku tidak bisa membayangkan jika hujan tiba, pasti genangan air dimana-mana dan akan menutupi jalan berlubang yang cukup besar sehingga bisa menjebak dan membahayakan pengendara yang melewatinya. Aku sangat mengutuk ketidakpedulian pemerintah setempat yang membiarkan kondisi seperti itu terjadi bertahun-tahun. Apa sih untungnya dari retribusi galian C yang tidak seberapa itu, dengan mengorbankan kesehatan dan kenyamanan hidup masyarakat ditambah rusaknya jalan yang membutuhkan biaya perbaikan yang jauh lebih tinggi dari nilai retribusi yang diterima pemerintah setempat. SUNGGUH TERLALU!
Jalan lebar mulus yang penghubung Summarecon dan BSD (dok. pribadi)


Akhirnya, sebelum mencapai kawasan Lippo Karawaci ternyata ada jalan tembus Boulevard Summarecon Serpong yang menghubungkan dengan kawasan BSD, dengan kondisi jalan yang sangat lebar dan mulus, seolah menjadi pelepas penat bermacet-macet ria di jalanan Parung Panjang. Kondisi yang sangat kontras terjadi di negeri ini, yang mempertontonkan secara nyata jika duit berkuasa. Golongan kaya bisa mendapatkan segalanya termasuk jalan yang lebar mulus di kawasan perumahannya, sedangkan si miskin dibiarkan dengan fasilitas jalan yang rusak dan rawan kecelakaan plus dikasih 'bonus' debu.

Jadilah perjalananku hari itu berakhir dengan pengalaman tak terlupakan dengan yang namanya Parung Panjang. Semoga Pemerintah setempat peka dengan penderitaan masyarakat Parung Panjang yang dirugikan akibat lalu lalang truk-truk bertonase besar. Melihat kondisi yang ada, kakakku akhirnya mengurungkan niatnya untuk membeli rumah di Perumnas Bumi Parung Panjang, karena meskipun dekat dengan stasiun namun jika akan kemana-mana sangat susah sekali.

84 comments:

  1. Saya juga udah pernah survey ke Perumnas 3 nya mas, tapi gak pake kendaraan, naek CommuterLine dari tanah abang 1 jam, kalo dari palmerah 45 menit, enak memang kalo naek KRL. Kalo pake kendaraan pribadi yah gitu deh pahitnya, hehe...
    Kalo soal bangunan sih saya kurang paham kualitasnya, tapi kalo soal naek KRL-nya ke Jakarta-PrPanjang saya ngerasa puas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kalau pakai KRL lah satu-satunya transportasi yang nyaman menuju Parungpanjang. Tapi masak kita terus-terusan nggak bisa naik kendaraan pribadi dengan nyaman ke Parungpanjang sih. Semoga Pemda setempat segera memperbaiki kondisi jalan yang ada, dan membuat aturan yang jelas mengenai lalu lintas kendaraan berat yang melintasi Parungpanjang.

      Delete
  2. Ahay parung panjang saya masih berharap pada rencana pemekaran bogor barat mudah" an setelah di putuskannya pemekaran bogor barat pemerintahannya bisa lebih peka lagi sama warga dan keadaan daerah tersebut,, dan dicarikan solusi jalur khusus truk besar tidak lewat jalan yg sama dengan warga beraktifitas

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sudah saatnya dibentuk kabupaten Bogor Barat agar pembangunan tidak timpang hanya Bogor bagian Timur yang dibangun terus, mengingat sangat luasnya kabupaten Bogor ini.

      Delete
  3. rumah ibu saya di perumnas 2. setiap pulkam ke parung panjang tidak ada kesan yg baik. untuk nyaman tinggal disana memang harus "kreatif", rumah sedikit direnovasi trus tanam pohon peneduh di muka rumah. klo transportasi memang KRL yg diandalkan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas, harus kreatif membuat lingkungan rumah menjadi nyaman untuk betah tinggal di Parungpanjang.

      Delete
  4. Anonymous9:54 AM GMT+7

    memang parah daerah parungpanjang. selama ini hanya ada perbaikan jalan yang tidak lama akan rusak kembali dan bukan mengatasi sumber masalah atau penyakit bagi warga parungpanjang yaitu truck2 yang makin tak terkendali baik dari jumlah,kelayakan dan muatan yang over.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang sudah waktunya galian C di Parungpanjang ditutup total. Pendapatan Pemda dari adanya galian C nggak sepadan dengan kerusakan lingkungan dan biaya perbaikan jalan.

      Delete
  5. Saya tinggal di daerah parungpanjang memang keadaan di daerah parung sangat memprihatinkan banyak kendaraan truck bermuatan berat melintas seenaknya tanpa memperdulikan ke adaan warga disanah.. mungkin ini salah pemimpin kah apa warga memang yang sudah kebal dengan ke adaan ini... padahal parungpanjang ada tempat yang paling indah kira kira lebih dari 1 abad yang lalu hhhe... moga ada perubahan besar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, dulu Zaman Belanda Parungpanjang katanya salah satu perlintasan yang ramai untuk pengangkutan hasil bumi. Stasiunnya saja katanya dulu bisa dikatakan lebih besar dari Tanah Abang.

      Delete
  6. ini dia :
    https://www.facebook.com/pages/Gerakan-1000000-Dukunganmenolak-Truk-Raksasa-Melintas-Di-Parungpanjang/231237576972761?ref=hl

    ReplyDelete
  7. Anonymous7:41 PM GMT+7

    Saya tak sengaja lewat jalur Jasingan-Parung panjang pada 24 Maret setelah melihat Ponpes La Tansa, Cipanas, Lebak. Saya sungguh-sungguh menyesal mengapa tidak googling dulu tentang kondisi jalan. Hanya dengan asumsi jalur tersebut lebih cepat ke arah Serpong ketimbang lewat Bogor, saya memutuskan lewat jalur dengan kanan kiri perkebunan sawit yang gelap-gulita, jalan yang rusak-rusak-rusak parah (Saya beri penekanan karena saya pasti di luar persepsi tentang definisi kerusakan yang dialami siapapun). Beruntung masih ketemu truk-truk fuso yang menguasai jalur mendekati parung panjang. Sepanjang jalan, istri dan anak saya suruh baca doa biar ban mobil tidak pecah di jalan (karena juga tidak akan bisa tidur). Alhamdulillah, ban bocor setelah sampe BSD. Rasa deg-degan akibat stres, frustrasi, takut dll selama 2,5 jam perjalanan masih terasa sampe rumah hingga tidur pun tidak nyenyak. Bagi yang tidak percaya, monggo dipun coba

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah 'petualangannya' seru juga Mas.....

      Delete
  8. Iya nih min jalananya parah. Kemarin ane habis pulang dari bogor mau ke tangerang. Awalnya sih ane kira jalannya mulus, halus, sepi agar nyampe ke tangerang nya cepat gtu hehe, eh ternyata perkiraan ane salah. Jalanya rusak parah dari awal ane masuk ke parung sampe ane keluar area parung(legok) jalananya gak ada yang benar. udah gtu Banyak truk besar yg lalu lalang lg. Seharusnya truk itu jgn lewat stu agar tidak menambah rusak jalan. Seharusnya juga ini pemerintah setempat sadar dong masak ada jalan rusak parah gtu gak di benerin

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul, padahal letaknya nggak jauh dari Ibukota, sungguh ironis.....

      Delete
  9. Anonymous2:32 PM GMT+7

    Pimpinan daerah nya aja yg dah ga peduli sama masyarakat parung panjang, makanya ngapain masyarakatnya harus peduli dengan pemerintah daerahnya dah pake hukum rimba aja blokir jalan nya supaya truck2 pembuat penyakit itu tidak bisa lewa jalan parung panjang

    ReplyDelete
  10. Anonymous6:01 PM GMT+7

    Parung panjang sereeeeeeeeem segala-galanya akh parah bener

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi harga rumahnya nggak serem mas....masih murah bingits...

      Delete
  11. Anonymous7:18 PM GMT+7

    pemimpin siapa sih tuh,, pecat aja,, ngga becus,, cuma mentingin kantong pribadi,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pak Bupati harus sering-sering blusukan ke Parungpanjang nih..... Ayo Pak Bupati revitalisasi infrastruktur Parungpanjang, terutama kondisi jalannya....

      Delete
  12. kenapa jalanan yg dr legok ke arah parung panjang tidak dibuat sekelas jalan tol sih.. biar gak tambal sulam terus. apa mungkin anggarannya sdh turun tp di "sunat" dulu.. jadi jalannya tambal sulam terus dech

    ReplyDelete
  13. Memang parung panjang salah satu daerah termiskin di Jawa Barat, seperti tanah tak bertuan, tidak ada yang peduli. Masyarakat kebanyakan juga memilih apatis, tidak peduli dan seperti menikmati keadaan yang memprihatinkan terus berlangsung.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya padahal potensi daerah ini cukup baik, cuma salah kelola saja. Ternyata letaknya yang dekat dengan Ibukota negara ini, tidak menjamin pembangunan infrastruktur jadi lebih baik.

      Delete
  14. Anonymous8:01 PM GMT+7

    Memang sungguh ironis tinggal d parung panjang,pemerintahannya mentingin kantong pribadi,gak mentingin warganya ,GENERASI SAKIT,,,,,PRIHATIN sekali buat pemerintahan parung panjang,KOTA HUJAN jd KOTA HUJAN DEBU

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga Pemda setempat membaca tulisan ini dan tergerak untuk membenahi kondisi jalan di Parungpanjang.

      Delete
  15. untung nya di review,, jadi da Gambaran Lokasi dan kualitas rumah yang ingin di survey

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mau beli rumah di Parung Panjang ya Mas. Memang akses terbaik ke Parungpanjang dengan KRL, kalau transportasi darat lainnya nggak bisa diharapkan dalam waktu dekat ini.

      Terima kasih telah berkunjung.....

      Delete
  16. sekarang parung panjang sudah maju.
    jalan utama sudah di beton
    di jalan dago rumah dijual 385 juta dan sold 300 unit
    dan rukonya yang 1m sudah laku

    sekarang orang bsd pada cari rumah murah di parung panjang loh...
    jadi reviewnys sekarang sudah gak valid.
    silahkan ke lokasi bwat reviewnya.

    ReplyDelete
  17. ya bagus kalau memang sudah jauh lebih baik jalannya. besok kalau lewat Parung Panjang, coba saya review ulang. Terima Kasih infonya.....!

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1 LAGI.
      jalan perum memang belum diperbaiki.
      Silahkan mampir ke perum 2 dan perum 3.
      Semua rumah baru dibangun dengan harga 100-200 juta.
      Dan kemungkinan dihuni akhir tahun 2015. (termasuk saya) :D

      sebentar lagi semua penghuninya sudah pekerja dari jakarta
      70% pengguna KRL. (setengahnya punya motor)
      15% memiliki mobil

      jadi tinggal tunggu roda ekonomi bergulir dan merata ke sekeliling wilayah
      dan semoga pemasukan kas daerah bertambah dengan hadirnya para penghuni parung panjang.

      o iya, coba tengok ke jalan dago mas.
      Disana jalannya masih belum berubah
      Tapi sudah laku 300 unit rumah di serpong kencana.
      Tau berapa harganya ? 300 juta dengan lokasi yang ....... sedang berkembang.

      Katanya lokasi sunrise loh mas.
      Harga rumah naik terus tiap bulan.

      Delete
    2. perumahan serpong kencana ternyata blm memiliki ijin namun sudah membangun
      http://sub.metropolitan.id/2015/01/serpong-kencana-bodong-komisi-i-ngamuk/

      Delete
    3. apakah benar MALL SUMARECON akan di bangun di Belakang ST. Parung Panjang ?
      mohon info nya gan

      tq ..

      Delete
    4. saya malah belum dengar kabar tersebut. Tapi jika melihat kondisi lapangan sekarang sepertinya belum memungkinkan untuk membuat pusat perbelanjaan skala besar di sekitar parung panjang mengingat infrastruktur dan kondisi sosio ekonomi masyarakatnya.

      Delete
    5. Ke depannya akan dibangun kota mandiri baru oleh Hanson International tbk dengan nama Millenium City. Sekarang tanah seluas 800 ha sudah dibebaskan dari sepanjang jalan Dago sampai Stasiun Cicayur. Cek master plannya di http://www.hanson.co.id/millennium1.html. Klo mau beli properti di Parung Panjang saat ini adalah waktu yang tepat. 5 tahun lagi sudah semahal BSD, Alam Sutra, atau Summarecon.

      Delete
  18. Anonymous5:29 PM GMT+7

    ada yg tau lokasi perumahan puri harmoni 8 daerah parung juga mas? pls info nya. thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Maaf saya kurang tahu lokasi perumahan yang Anda tanyakan. Mungkin ada pembaca lain yang bisa memberikan informasi..... Tks

      Delete
    2. boleeh minta emailny untuk share puri harmoni 8, saya rencana juga disana

      Delete
    3. jl raya cibunar.. sblum rel kereta.. ke kanan.. kalo dari arah polsek parung panjang..

      Delete
  19. http://vistalandgroup.com/index.php/our-projects
    puri harmoni 8.
    Kabupaten . Tangerang.
    klo saya gk salah sekitar koordinat ini :
    -6.329611, 106.564129
    link google map
    https://www.google.co.id/maps/dir//Jalan+Haji+Tabri+No.34,+Legok,+Tangerang,+Banten+15820/@-6.3271332,106.5660125,17z/data=!3m1!4b1!4m8!4m7!1m0!1m5!1m1!1s0x2e69e2c291290635:0x237f71d4cc5c0547!2m2!1d106.5683192!2d-6.3271385

    ReplyDelete
  20. ane termasuk yg nekat ambil rumah di parung panjang,kesan pertama jalan ke parung panjang emang agak serem jalananya,dan liat daerahnya kayanya sangat berdebu..kedepan memang katanya sih mau jd kota mandiri,maka sy berani spekulasi dan lokasi jg pas di blakang st parung panjang..jd buat jangka panjang kayanya prospek.kebetulan survey di dua perumahan serpong kencana dan sentra land paradise.,ngobrol2 dan liat konsep dan masterplan'nya memang keren.di serpong kencana jg bs di bilang rumah'nya tidak murahan.begitu jg di sentra land..semoga saja memang hanson intl.tbk akan bangun di sekitaran jl.Dago..smoga membantu.salam

    ReplyDelete
  21. SLENCO _
    maaf ambil rumah th berapa itu?
    apakah kondisi parung panjang th 2015 sudah lebih baik lai?
    Anonimous_
    puri harmoni 8 deket stasiun kok, anda disana kah? sejak kapan... mohon infonya
    rencana saya juga ada mau huni puri harmoni

    ReplyDelete
    Replies
    1. baru aja ambil pak,masih indent..sekarang masih hamparan tanah luas gitu di sentraland paradise...untuk puri harmoni kurang tau ya..sekarang baru mulai ramai,stasiun jg br di renov pak..

      Delete
    2. Hi Slenco, sy juga baru ambil Sentraland Paradise,
      rumah masih indent, tp kalo lihat besarnya lokasi dan masterplan dan sistem cluster, rasanya nanti pasti akan sangat berkembang..mudah2 an ya..hahhaa
      btw, ambil cluster dan tipe apa ?

      Delete
  22. hai jg pak wandi,iya mudah2an aja pak jgn cuma berkembang,tp optimis maju ky BSD.haha soalnya mepet Stasiun ni.saya ambil type paling murah sih,cluster monaco.incar yg paling deket stasiun pak,klo situ ambil cluster apa?

    ReplyDelete
    Replies
    1. sory kmrn agak sibuk pak hehe
      saya ambil type 39/72 di cluster Monaco juga..
      serah terima unit msh Juni 2017 hehe

      kira2 yg cluster pertama kpn jadi rumahnya ya?
      apakah bpk dpt info nya?

      Delete
    2. wah tetanggan brati kita pak,cluster pertama baru di bikin2 tembok gtu pak,sama drainase..penasaran mau lihat contoh yg udh jadi ya pak.ahahah. sama

      Delete
    3. Bakal jadi tetangga nih...
      Saya ambil di cluster Phuket, serah terima kunci Insha Allah Akhir Desember 2016..

      Delete
    4. Arief Fathulah

      Waow.. saya jg ambil di cluster Phuket.. tetanggaan dong kita.. sam kenal.. hehe

      Delete
  23. Wow.. membantu skali reviewnya..
    Di perumnas parung panjang ada penghuninya g y? Jgn2 masih sepi.. brrti kl rumah d tinggali g punya tetangga.. serem amat kl mlm.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anonymous3:37 PM GMT+7

      Sudah ramai pak.
      Sekarang Rusun Parung panjang juga sedang berbenah.
      Listrik sudah terpasang, pagar sedang dipasang, jalan sedang dibeton, nanti saya posting ke pasangmata.

      Perumnas parung panjang masih tutup mata karena belum serah terima aset ke PEMDA BOGOR

      Delete
  24. Terimakasih buat review nya, kebetulan saya tertarik juga buat ambil perumnas disana
    Ada yang mau sy tanya, untuk kondisi air nya disana bagaimana yah?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau kondisi air saya belum tahu, mungkin pembaca lain yang sudah bertempat tinggal di parung panjang bisa share pengalamannya. Tks

      Delete
    2. Anonymous2:52 PM GMT+7

      air tanah tergantung lokasi mas,
      di beberapa titik hanya 5 meter, bahkan 1,5 meter.

      tapi diposisi tanah yang lebih berbukit bisa lebih dalam sampai 20 meter

      tapi sudah terhubung dengan jaringan air pdam kab. bogor.

      Delete
  25. terima kasih untuk reviewnya. tapi untuk ulasan perbedaan kondisi akses jalan, rasanya tidak bisa disamakan kondisinya, karena jalanan di parung panjang itu memang tanggung jawab dari pemerintah, jadi memang bergantung dengan action dari pemerintah itu sendiri, sedangkan jalan boulevard penghubung BSD dan Summarecon merupakan akses jalan yang dibuat oleh pihak developer yang biayanya sudah dibebankan dalam perhitungan harga rumah yang ditawarkan oleh developer tersebut, maka akses jalan tersebut pastinya akan lebih bagus karena bagian dari fasilitas yang ditawarkan oleh developer. jadi perbandingan kondisi kedua akses jalan tersebut tidak "apple to apple".
    demikian.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul Om Buyung..... Terima kasih telah berkunjung....

      Delete
  26. Anonymous3:46 PM GMT+7

    menarik reviewnya .. antara sentraland paradise dan serpong kencana kira kira mana yang lebih bagus ya. ada saran dari teman2 sekalian. ada rencana mau ambil rumah disana. Sempat terpikir citra maja raya juga tapi terlalu jauh rasanya .. mohon jawabannya. trmksh

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya pilih yang lebih dekat aksesnya ke Stasiun dengan alasan kemudahan mobilitasnya ke ibukota....

      Delete
  27. Replies
    1. Terima Kasih telah berkunjung.....

      Delete
  28. kondisi jalannya sekarang di thn 2016 gimana ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya belum pernah kesana lagi Om sejak tahun 2013.... mungkin sudah lebih bagus sekarang

      Delete
  29. Anonymous5:51 PM GMT+7

    lg perbaikan.
    cek twitter aja bang

    ReplyDelete
    Replies
    1. syukur kalau sudah perbaikan, semoga semakin bagus jalannya...

      Delete
  30. florencius8:38 PM GMT+7

    saya baru saja ambil indent di the river, yang baru akan jadi di 2018, waktu kesana naik mobil jalanan memang penuh truk dan ada penutupan jalan gantian. banyak lobang dan becek karena habis hujan. tapi kedepannya saya optimis karena ada stasiun kereta.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga pemda setempat segera melarang kendaraan pengangkut galian C untuk tidak lewat jalan utama parungpanjang lagi, biar masyarakat bisa nyaman menikmati jalanan yang bagus dan bebas dari debu.

      Delete
    2. sy juga baru ambil di the river. kita tetanggan berarti :D

      Delete
  31. Saya pengen ambil di serpong kencana cluster titanium sama ferrum ada review nya teman2...

    ReplyDelete
  32. Hello, pertama-tama trmksh atas semua info mengenai parung panjang, sy juga mo ambil rumah diparung panjang, rencananya sih the river, mohon info apa masih ada cluster selain itu, trmksh.

    ReplyDelete
  33. Hello, pertama-tama trmksh atas semua info mengenai parung panjang, sy juga mo ambil rumah diparung panjang, rencananya sih the river, mohon info apa masih ada cluster selain itu, trmksh.

    ReplyDelete
  34. Saya juga ambil di the river, kayaknya kedepan nya akan maju klo tol serpong balaraja uda jadi apalagi

    ReplyDelete
  35. Saya juga ambil di the river, kayaknya kedepan nya akan maju klo tol serpong balaraja uda jadi apalagi

    ReplyDelete
  36. wah byk jg yg ambil the river ya..moga parung panjang jd maju...

    ReplyDelete
  37. Saya juga bru ambil the river bulan kmaren.dikarnakan akses jalan sudah cor semua.bgus.dan kedepannya truk2 besar sudah tidak boleh melintas.hal tersebut dibuktikan adanya portal di jmbatan sungai persis sebelum the river.

    ReplyDelete
  38. Saya juga bru ambil the river bulan kmaren.dikarnakan akses jalan sudah cor semua.bgus.dan kedepannya truk2 besar sudah tidak boleh melintas.hal tersebut dibuktikan adanya portal di jmbatan sungai persis sebelum the river.

    ReplyDelete
  39. Saya juga bru ambil the river bulan kmaren.dikarnakan akses jalan sudah cor semua.bgus.dan kedepannya truk2 besar sudah tidak boleh melintas.hal tersebut dibuktikan adanya portal di jmbatan sungai persis sebelum the river.

    ReplyDelete
  40. Saya juga bru ambil the river bulan kmaren.dikarnakan akses jalan sudah cor semua.bgus.dan kedepannya truk2 besar sudah tidak boleh melintas.hal tersebut dibuktikan adanya portal di jmbatan sungai persis sebelum the river.

    ReplyDelete
  41. good review..
    Perumahan baru di Launching Mei 2016.
    800 meter ke Stasiun Parung Panjang.
    Angsuran 837 ribu/bln.
    SAVANA ALAM SERPONG, Pengembang PT. TKP Land (Perumahan sebelumnya yg sudah selesai dan dihuni Savana Hijau Kalisuren Bogor).

    Bulan ini sudah terjual 100 unit-an, rencana ada 240 unit.
    Kontak Tio 085779440990 (Call/sms/wa)

    ReplyDelete
  42. Info dunk untuk akses dan kondisi air di jl.cibunar parung panjang?

    ReplyDelete
  43. Info dunk untuk akses dan kondisi air di jl.cibunar parung panjang?

    ReplyDelete
  44. Saya juga di The River,, katanya pertengahan 2017 udah serah terima,,semoga prospek ke depanya bagus yaa

    ReplyDelete

  45. Salam kenal,sy jg kebetulan bakal jd calon penduduk parung panjang.sy beli rmh di perumnas 3,memang isu nya daerah sana bakal ramai dgn adanya bnyk perumahan mulai menengah bawah sampai atas. Untuk akses dgn kendaraan sampai skrg msh ancur total krn msh di lintasi truk2 transformers/truk tanah yg merasa ga pny dosa bikin pengendara lain tersiksa debu dan macet.dan satu hal lg msh bnyk penduduk asal parung panjang yg msh kolot n tdk beraturan. Sy ingin ksh saran buat pemerintah setempat agar tdk buta mata klo ingin menjadikan daerah parung panjang mjadi kota mandiri,tolg diperbaiki akses jln n lalu lintas disana. Dan utk pengembang Perumnas selaku BUMN properti mhn kerja keras yg nyata,msh bnyk wilayah perumahan Bumi Parung Panjang 3 yg akses jalan msh rusak n kurang nya prasarana utk penghuni disana,apalg sisa tanah msh bnyk yg tdk dijadikan tempat fasos malah jd kebon dgn tumbuhan semak2 terbengkalai,dan satu lg yg sy temukan msh ada penghuni perumahan yg bukan miliknya dijadikan tempat tinggal bahkan instalasi listrik mencuri dr tiang milik PLN,apakah staff Perumnas tdk mengecek atau mengontrolnya ? Buat pak Dirut Perumnas mhn diliat ke lapangan/blusukan,agar proyek perumahan perumnas khususnya di parung panjang bisa lebih baik dan layak di tempati oleh penghuninya. Tp semoga 1-2 thn lg wilayah perumahan ini bisa lbh bagus n elit,ramai dan banyak prasarana mulai dr sekolah,minimarket,ruko serbaguna,taman,sarana olahraga. Akses ke ibukota sdh cukup bagus dgn KRL jabotabek,tp akses jalan kendaraan msh minim. Trm kasih








    ReplyDelete
  46. Ane beli di Serpong Kencana, mei 2017 baru beres rumahnya , sesuai perjanjiannya sih begitu

    ReplyDelete