Sunday, June 9, 2013

Token Fisik vs Token Virtual

BCA Key dan Token Mandiri-ku (dok. pribadi)

Token, kata ini sungguh asing di telingaku satu dekade yang lalu. Pertama kali aku melihat token kalau tidak salah di koran yang mengiklankan fasilitas internet banking BCA. Warna biru, sebesar kalkulator mini yang mempunyai tombol-tombol angka 0 s.d. 9, dan tombol enter ataupun tombol berwarna merah yang multifungsi.

Beberapa tahun aku melihat token itu hanya di koran dan iklan di TV yang menayangkan eksekutif muda dengan menekan-nekan tombol token untuk bertransaksi dan terlihat begitu elegan dan berkelas. Aku jadi berangan-angan "kapan ya aku bisa seperti eksekutif muda itu?". Aku penasaran bagaimana sih cara kerja si token itu, apa ada semacam simcard seperti HP, atau bagaimana ya? Rasa penasaran itu akhirnya terjawab pada tahun 2009, saat untuk pertama kalinya aku mempunyai token.

Token alat pengacak PIN yang digunakan untuk otentifikasi transaksi melalui internet banking sekarang ini sudah menjadi hal yang awam di masyarakat. Seiring semakin banyaknya perbankan nasional yang menggelar layanan internet bankingnya, maka lambat laun token mulai dikenal masyarakat.

Pada awalnya token berupa sebuah alat kecil kalkulator. Token seperti ini bisa kita sebut sebagai token fisik. Untuk mendapatkan token jenis ini biasanya kita mendaftar dulu melalui ATM dan mengambilnya di kantor cabang Bank yang bersangkutan. Token yang semula identik dengan warna biru, sekarang warnanya macam-macam ada yang ungu, merah muda, bahkan transparan seperti yang diterbitkan oleh Bank Mandiri. BCA tetap konsisten dengan token berwarna birunya yang disebut Key BCA. Namun token BCA ini sekarang bentuknya persegi panjang pipih tidak seperti model terdahulunya yang berbentuk lengkung seperti kebanyakan token yang diterbitkan bank lain. BNI mengeluarkan token berwarna oranye yang mencolok. Aku mempunyai ketiga token ini, namun token BNI-ku sudah tidak pernah kupakai lagi sejak kututup rekening BNI-ku lebih dari setahun yang lalu.

Selain memakai fasilitas internet banking dari Bank Mandiri dan BCA, aku juga menggunakan fasilitas internet banking dari BRI dan CIMB Niaga. Berbeda dengan Mandiri, BNI, ataupun BCA yang mempunyai token fisik, BRI dan CIMB Niaga menggunakan token virtual yang dikirimkan melalui sms ke HP user saat akan melakukan otorisasi transaksinya melalui internet banking. Kelebihan token virtual ini adalah kepraktisannya. Kita tidak perlu mengambil/membeli token fisik di bank melainkan hanya perlu meregistrasi nomor HP kita yang bisa dilakukan melalui ATM. Kemungkinan kita lupa membawa token saat berpergian juga akan semakin kecil karena kita lebih sering ingat membawa HP daripada benda kecil semacam token yang seringkali terlewat dari list bawaan kita saat mobile. Cara memakainya pun jauh lebih praktis dibandingkan token fisik. Jika dengan token fisik kita perlu memasukkan rangkaian prosedur yang menurut sebagian orang cukup ribet, karena jika beda jenis transaksi, kemungkinan pengoperasiannya juga beda. Sedangkan token virtual yang berupa kombinasi angka yang dikirim lewat sms tinggal mengetikkannya ke layar komputer dan langsung klik sudah otomatis terotorisasi.

Meskipun mempunyai beberapa kelemahan, token fisik juga mempunyai banyak kelebihan. Dengan sistem yang unik yang hanya mengenali satu user per token, token fisik memberikan angka kombinasi sekali pakai yang relatif aman dan kecil risikonya. Kalaupun token kita berpindah tangan, kalau si pencuri token kita tidak tahu password token tetap tidak bisa menggunakannya. Berbeda jika HP kita yang hilang dan kita belum sempat memblokir nomornya, dan orang yang mencuri menggunakannya untuk internet banking, maka jika si pencuri tahu username dan password internet banking kita, dia akan dengan mudah untuk meminta sistem mengirimkan token virtual berupa sms ke nomor HP kita yang hilang tadi.

Namun, secara sistem keamanannya baik token fisik dan virtual sudah sangat bagus, tinggal bagaimana cara kita mematuhi prosedur yang telah ditetapkan bank untuk mencegah pembobolan rekening kita.

So, nggak perlu takut melakukan aktivitas internet banking. Asal kita tahu prosedurnya dan tidak teledordalam merahasiakan username dan password, maka internet banking akan sangat membantu kita terutama lebih efisien dalam hal waktu, tenaga, dan biaya.

No comments:

Post a Comment