Sunday, November 30, 2014

Pengalaman Promo e-Cash Mandiri di Super Indo

Ternyata hobi-ku cari gratisan belum juga berkurang sampai dengan sekarang. Setelah dapat voucher Pertamax 500k, voucher zalora 200rb, e-cash 200rb yang kesemuanya hasil dari nuker fiesta poin Mandiri, sekarang aku lagi gandrung dengan diskon dan gratisan dari e-cash Mandiri.

Kemarin sudah beberapa kali kumanfaatkan e-cash untuk nonton Interstellar, Big Hero 6, dan Mockingjay di XXI e-Walk Balikpapan dengan diskon 50%, akhirnya sekarang aku bisa pakai promo gratisan lainnya. Ahay.... Gratis 1 Liter Minyak Goreng Filma di Super Indo setiap belanja 100rb s.d. 31 Desember 2014. Tapi buat apa minyak goreng, toh aku jarang dan paling males memasak sendiri. Nggak papa lah, yang penting 'nimbun' minyak dulu.....

Kebetulan sejak 2 hari lalu aku balik ke Jakarta (coret) alias Tangerang Selatan. Seminggu ke depan aku akan mengikuti pelatihan trainer, ya lumayan lah bisa sekalian nengok rumah. Nah mumpung di Tangsel, bisa lah kumanfaatkan promo ecash di Super Indo, kan di Balikpapan nggak ada Super Indo. Dasar kayak emak-emak yang paling demen kalau supermarket ada promo.

Langsung lah kemarin aku ngacir ke Super Indo di Pamulang II Tangsel. Sampailah giliranku bayar di kasir

"Mbak di sini bisa pakai e-cash Mandiri ya? Gratis Filma 1 Liter kan?", konfirmasiku ke mbak kasir soal promo itu.

"Betul Mas", jawab mbaknya singkat.

Sambil dia ngitung belanjaanku yang ternyata habis lebih dari 230rb, aku tanya kembali ke mbaknya,

"Mbak gratis Filma-nya berlaku kelipatan nggak?"

"Sebentar ya Mas, kutanyakan dulu."' jawabnya langsung kemudian berlari menghampiri teman kasir seniornya.

Setelah konfirmasi ke temannya ternyata promonya nggak berlaku untuk kelipatan. Wah tahu gitu aku belanjanya 100rb lebih dikit aja, terus besoknya lagi aja.... Dasar akunya yang memang nggak pengen rugi plus serakah hadiah, haha....

Akhirnya dapat juga Filma 1 Liter. Ternyata ceritanya nggak habis sampai di situ. Di rumah kebetulan ada kakakku, kuceritain promo e-cash dia agak tertarik. Dan setelah tahu kalau di Super Indo ada promo Biore isi ulang 450 ml seharga Rp 13.990, lebih murah dari harga normalnya Rp20ribuan. Langsung saja dia berkeinginan untuk punya rekening ecash buat beli sabun murah itu sekaligus pengen dapat minyak 1 liter.

Jadilah kami tadi sore ke Super Indo yang sama. Ada kejadian lucu, ketika dia sudah sampai di kasir dan si mbaknya menghitung jumlah belanjaannya, ternyata tidak sama dengan hitungannya. Dia sempat komplain, ternyata promo sabun mandi isi ulang itu hanya berlaku untuk maksimal 2 buah untuk varian yang sama, sedangkan yang dia beli 8 buah dengan 2 varian, jadinya masing-masing varian ada 4 buah, jadilah yang didiskon cuma 4 buah dari 8 buah yang dibeli. Akhirnya ia tidak jadi membelinya. Akhirnya dia nitip aku beberapa sabun, ku pun beli juga sabun yang sama, dapat 6 buah dengan 4 varian, jadinya bisa kediskon semua, dan untuk bisa dapat filma 1 liter kutambahi belanjaanku dengan teh kotak dan mie instan sampai lebih dari 100rb. Akhirnya bonus Filma kedua kudapatkan. Dasar tetep nggak mau rugi.... Lumayan lah buat masak istriku, nanti pertengahan Desember kan mau libran ke Tangsel bersama Jagoanku Manggala... 3 Minggu lagi! Nggak sabar nih...

Gara-gara promo bikin kalap mata, tapi karena nggak teliti baca persyaratannya, malu sendiri di kasir, haha... Kakakku memang punya hobi yang aneh, alias hobi nimbun barang promo dari supermarket, padahal dia belum merit lho, tapi aku salut dengan kengiritannya meskipun gajinya bisa dibilang nggak kecil bahkan lebih besar dariku.

Tuesday, November 25, 2014

Bagaimana Etika Berkelana di Dunia Maya?

Karena internetlah blog ini bisa dibaca banyak orang di mana pun mereka berada. Karena internet pula kita merasa dekat dengan keluarga di seberang lautan melalui media sosial. Internet telah membawa kita ke dunia informasi tanpa batas.

Sekarang kegiatan berbagi informasi di internet selain melalui blog, juga lebih mudah dengan media sosial semacam Twitter maupun Facebook. Berbagi Foto melalui Instagram ataupun Path. Ngobrol, nggosip, ataupun berjualan melalui whatsapp, Line, sampai dengan Blackberry Messenger alias BBM.

Nah, ketika kita mengunggah suatu pernyataan sampai dengan artikel rasanya sangat mudah sekali, tinggal klik, langsung lah bisa diakses di seluruh dunia. Tapi apakah kemudian kemudahan itu mengesampingkan etika yang ada dalam hal ini etika berinternet.

Kebebasan seseorang dibatasi oleh hak orang lain, begitu pula dalam dunia maya. Jadi kita sebagai pengguna harus bagaimana dong?

Pertama,
Santun Dalam Berkomentar

Kita seringkali dibuat heran, tak jarang ada seseorang yang di kehidupan nyata merupakan sosok yang pemalu dan introvert tapi saat dia berekspresi di dunia maya, dia menjadi sosok yang kritis, terbuka, dan terkesan cerewet. Hal itu tidak menjadi masalah senyampang orang tersebut tidak kelewatan dalam berekspresi dengan menyerang pribadi seseorang dengan kata-kata yang tidak pantas , menebar kebencian tanpa sumber yang meyakinkan.

Masih ingat nggak berbagai kasus yang menjerat para artis, tokoh politik, sampai dengan rakyat biasa yang berkaitan dengan postingan mereka di Facebook maupun Twitter? Jelas semua dikarenakan kebebasan berekspresi di internet yang kebablasan tanpa menyadari bahwa tulisan, gambar, ataupun video yang mereka share menyinggung bahkan mencemarkan nama baik seseorang dalam kata lain karena postingan yang tak beretika.

So, bagaimana membuat postingan yang beretika?

Coba kita lihat komentar-komentar di media massa online saat ini. Wuih... sungguh mengerikan perang kata-kata antar netizen. Dalam komentar-komentar itu sungguh tidak mencerminkan bangsa Indonesia yang santun dalam berbahasa. Komentar-komentar negatif yang ada seringkali menebar kebencian dan permusuhan.

Saya menduga kondisi seperti itu bisa terjadi karena jika di dunia nyata indentitas kita mudah ditelusuri, jadi kita berusaha mengeluarkan kata-kata yang cocok dan mencegah keseleo lidah yang berpotensi untuk menyinggung orang lain. Sedangkan di dunia maya kita bebas menuliskan identitas kita, jadi kita lebih berani berpendapat meskipun menyerang pribadi orang tersebut. Intinya di dunia nyata maupun maya, hukum bisa diberlakukan, mengingat Indonesia juga sudah mempunyai UU ITE, jadi memposting artikel ataupun komentar yang menebar kebencian sudah seharusnya tidak dilakukan lagi, bisa-bisa saat tidur nyenyak malam hari, tiba-tiba kita dicokok kepolisian hanya karena ada orang yang melaporkan artikel ataupun pernyataan kita di media sosial yang membuatnya tersinggung. Mulai biasakan bertutur kata yang santun meskipun hanya di internet. Awalnya memang sulit, namun ketika kita memaksa dan mendisiplinkan kebiasaan itu, berangsur-angsur kita sudah memprogram otak kita untuk enjoy menulis dengan santun, dan jika hal itu sudah terjadi, maka kebiasaan itu sangat mudah dilakukan.

Kedua,
Stop Budaya Jiplak Menjiplak!

Tidak seperti menulis di kertas, kegiatan menulis artikel di internet memungkinkan untuk terjadinya aksi copy paste dengan sangat mudah dalam arti lain menyuburkan plagiarisme. Menjiplak karya tulis orang lain, meskipun bukan karya tulis ilmiah tetaplah tindakan yang tidak dibenarkan sekalipun di dunia maya. Seringkali hanya karena alasan praktis untuk tetap memposting artikel di blog, dipilih jalur pintas meng-copy paste artikel milik orang lain, bahkan tak jarang pula yang menjiplak full 100% dari artikel yang diposting orang lain. Jika hal ini dibiarkan saja dan kita cuek saja, maka akan menjadi kebiasaan yang pada akhirnya melahirkan generasi-generasi instan yang tidak mempedulikan/menghargai bagaimana proses sebuah karya tulis dihasilkan melalui proses berpikir ataupun ide dari pembuatnya.

Jika hal ini terjadi berlarut-larut dan sudah menjadi 'kelumrahan' maka tamatlah SDM Indonesia yang berkualitas. Lalu bagaimana dong caranya agar tidak terjadi budaya copy paste di masyarakat kita?

Kita tidak boleh cuek begitu saja, dimulai dari diri kita sendiri yang membiasakan untuk membuat artikel yang orisinil ataupun mencantumkan referensi yang jelas, kita juga punya kewajiban moral untuk menyebarluaskan budaya anti plagiarisme ini kepada keluarga, teman-teman, ataupun anak didik kita. Kita jangan bosan meyakinkan mereka agar senantiasa bangga dengan tulisan yang orisinil karya mereka sendiri, tidak menghalalkan segala cara comot sana-sini artikel orang hanya karena malas berpikir dan menulis serta sekedar menaikkan traffic kunjungan ke website/blog mereka secara instan.

Tidak hanya tulisan, yang sering dijiplak/diambil tanpa izin di internet adalah foto. Foto juga merupakan hasil karya seseorang, sudah sepantasnya pula kita menghargainya. Jika pun kita menggunakan foto karya orang lain, kita sebutkan jelas sumbernya atau minta izin terlebih dahulu kepada yang punya untuk bisa menggunakan foto tersebut dalam website/blog kita.

Ketiga,
Stop Bullying!

Remaja zaman sekarang sulit dilepaskan dari aktivitas di media sosial, mulai dari Facebook, Twitter, Path, sampai dengan Instagram. Dari mata masih kriyip-kriyip baru bangun tidur sampai dengan mata sudah 5 watt ngantuk mau tidur, tangannya susah sekali dilepaskan dengan gadget. Dari aktivitas mandi, makan, tidur, belanja, plesiran, sampai putus dengan pacar semua diunggah ke media sosial. Tidak cukup dengan kata-kata, foto dan video pun dengan mudah disebarkan lewat internet.

Nah, aktivitas ini pada sebagian anak muda dianggap sebagai peluang untuk bisa mem-bully anak lain yang mereka target atau anak yang menjadi sasaran empuk ejekan di sekolahan mereka tambah lagi dengan ejekan di media sosial. Efeknya banyak kita dengar berita di televisi, ada remaja yang bunuh diri hanya gara-gara dibully di media sosial. Oh tragisnya.... Ini sebenarnya tanggung jawab siapa? Jelas ini tanggung jawab kita bersama. Orang Tua, Guru, teman, atau siapa pun punya tanggung jawab untuk menanamkan etika berinternet dan saling mengingatkan. Internet bukan lagi dunia maya, internet juga bagian dari dunia riil dimana di situ juga mencerminkan perilaku kita, kita tidak sedang berakting ketika berinternet ria, ada hukum yang mengaturnya juga.

Seringkali anak-anak pelaku bullying di internet tidak sadar apa yang mereka lakukan, karena mereka tidak menghadapi subjek langsung target mereka, tidak seperti di dunia nyata. Mereka seakan-akan menganggap hal itu sebagai sebuah lelucon, padahal efeknya luar biasa. Ada yang merasa dipermalukan, tidak punya mental kuat, akhirnya bunuh diri.

Tidak hanya remaja ABG yang seirng mem-bully lewat media sosial, baru -baru ini di Indonesia juga dikagetkan dengan bullying terhadap Presiden yang dilakukan oleh seorang tukang tusuk sate. Kasusnya pun mencuat sampai ranah pidana, untungnya dimaafkan oleh Presiden dan bisa bebas.

Yang sering tidak kita sadari bahwa berselancar di internet sebenarnya meninggalkan jejak yang jelas dan bisa dilacak dengan mudah oleh penegak hukum. Bayangan sebagian besar masyarakat kalau melakukan tindakan yang tidak beretika di internet akan susah dilacak itu salah besar. Hal itu perlu diketahui semua pihak dari anak-anak, remaja, sampai dengan orang tua agar berperilaku di dunia maya sudah seharusnya tetap menjunjung etika seperti halnya yang harus kita lakukan di dunia nyata.

Keempat
Stop Pornoaksi dan Pornografi!

Banyak dari anak-anak maupun remaja Indonesia yang akhirnya menjadi korban dalam kasus ini. Mereka dengan mudahnya percaya dengan orang asing yang dikenalnya di medsos. Mereka pun nggak sungkan-sungkan untuk memberikan foto bugilnya ataupun diajak live interaction melalui web cam dengan telanjang. Yang pada akhirnya gambar-gambar maupun video aksi remaja ini beredar luas di internet.

Begitu pula banyak kasus perkosaan yang terjadi diawali perkenalan di media sosial, dilanjutkan dengan pertemuan nyata (kopi darat). Hal ini tentu sangat tragis. Lalu bagaimana cara mencegahnya?

Sosialisasi tentang ber-sosial media yang baik dan benar harusnya gencar dilakukan mulai dari tingkat keluarga, SD, SMP, SMA, sampai dengan Perguruan Tinggi, agar generasi muda kita menjadi generasi yang cerdas dalam menyikapi perkembangan teknologi internet yang ada dan tidak menjadi korban pelecehan seksual.

Kelima
Tahu Tempat dan Waktu

Seringkali kita galau tengah malam. Terus kita posting status kita pada pukul 12 malam. Kita mungkin nggak sadar kegiatan itu bisa mengganggu teman kita di media sosial karena bunyi yang ditimbulkan notifikasi memposting sesuatu entah itu status, foto ataupun video bisa mengganggu mereka yang sudah tidur.

Begitu pula saat misalnya rapat, pelajaran di kelas banyak yang posting ataupun melihat-lihat media sosial. Tindakan ini jelas bisa mengganggu peserta rapat lainnya, ataupun teman sekelas kita, bahkan mungkin ada yang tersinggung dengan tindakan kita karena seolah-olah mengabaikannya, misalnya pimpinan rapat ataupun guru yang tersinggung oleh ulah kita karena sibuk dengan gadget kita.

Etika tidak hanya berlaku di dunia nyata, di dunia maya pun segala aktivitasnya dituntut beretika. Sekali kita tidak beretika di internet, citra diri kita akan hancur dan tidak tertutup kemungkinan akan menghadapi gugatan pidana maupun perdata. Sekali kita mengunggah sesuatu ke internet, maka seluruh dunia bisa tahu. Jadi berpikirlah sebelum asal njeplak di internet.

Jika di dunia nyata kita mengenal istilah Mulutmu Harimaumu, maka di dunia maya kita mengenal istilah Postinganmu Harimaumu, jika apa yang kita posting bisa menimbulkan keresahan, kebencian, ataupun membuat orang lain tersinggung.

Berekspresi dan berpendapat merupakan hak semua orang, namun tetaplah santun dalam memposting sesuatu atau berkomentar di internet. Jadilah Pengguna Internet yang Cerdas dan Beretika.

Monday, November 24, 2014

Pengalaman Mengesankan Bersama Garuda Indonesia

"Kamu mudik naik Apa?", tanya si A kepada si B

Si B pun dengan mantap menjawab, "Naik Garuda dong....!"

Percakapan seperti itu seringkali kita dengar baik antara kita dengan teman, antar kolega kita, bahkan dalam keluarga besar kita sendiri. Aku pun sering menjadi seperti si B, setidaknya naik Garuda Indonesia seolah-olah statusku ikutan naik kelas, ha ha.....

Sumber: emarketing@email.edm-garuda-indonesia.com

Tidak hanya kesan eksklusif, melainkan juga rasa nyaman, aman dan on time itulah yang sudah menjadi mind set kita saat mendengar kata Garuda Indonesia. Pelayanan yang ramah oleh pramugari-pramugari cantik merupakan competitive advantage yang sering ditonjolkan oleh Garuda Indonesia. Wajar saja kalau Garuda Indonesia diganjar menjadi The World's Best Airline Cabin Crew Tahun 2014 versi Skytrax mengalahkan Cathay Pasific dan Singapore Airlines di peringkat kedua dan ketiga.

Garuda Frequent Flyer Saya (dok. pribadi)
Ngomong-ngomong soal pengalaman dengan Garuda Indonesia, aku sudah lebih dari lima tahun ini mondar-mandir naik Garuda Indonesia. Sudah nggak kehitung berapa kali, yang pasti aku belum pernah setahun lebih dari 30 kali, soalnya kelihatan dari kartu Garuda Frequent Flyer-ku yang warna masih setia Silver belum berubah jadi Gold, hehe....

Ketika aku memutuskan untuk membeli tiket pesawat pastinya pertimbangan nomor satu adalah faktor keamanannya. Untuk yang satu ini aku sangat percaya dengan Garuda Indonesia dimana GMF Aero Asia yang sangat berkompeten untuk melayani jasa perawatan pesawat terbang dengan standar yang tinggi menjadi salah satu anak perusahaannya. Pastinya kita nggak mau dong pakai pesawat dengan ban vulkanisir ataupun kita dengar di berita bahwa ada pesawat maskapai lokal yang bagian kecil sayapnya jatuh di perkampungan penduduk, Oh amit-amit, jangan sampai itu terjadi dengan Garuda Indonesia.

Pertimbangan Kedua adalah harga tiket. Harga tiket penerbangan saat ini tidak jauh berbeda antara maskapai yang satu dengan yang lainnya. Garuda Indonesia sebagai Maskapai Terbaik Indonesia selama ini mempunyai kesan maskapai eksklusif dengan harga tiket yang terkenal mahal. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, penawaran Tiket Pesawat Murah oleh Garuda Indonesia sering diadakan. Misalnya di Event Garuda Indonesia Travel Fair yang biasa digelar di Kota-kota besar Indonesia seperti yang kemarin baru digelar adalah Garuda Indonesia Travel Fair di Samarinda yang menawarkan berbagai promo diskon menarik, cashback ataupun cicilan 0% menggunakan kartu kredit Bank Mandiri dan berbagai promo menarik lainnya. Bahkan jika kita berlangganan e-mail penawaran promo dari Garuda kita sering dikirimi email pemberitahuan jika ada tiket promo, diskon, harga early bird ataupun event-event travel fair dimana banyak diskon tiket Garuda Indonesia untuk berbagai tujuan di Tanah Air maupun Mancanegara.
Iklan Garuda Indonesia Travel Fair di Samarinda (sumber: emarketing@email.edm-garuda-indonesia.com)

Aku seringkali mendapat tiket murah untuk Garuda Indonesia, bahkan lebih murah dari tiket maskapai penerbangan dalam negeri lainnya,  ekstremnya lagi malah GRATIS! Khusus tiket gratis itu, karena aku menukarkan sejumlah poin dari Garuda Frequent Flyer (GFF) dengan tiket Garuda Indonesia. Ketika itu aku menukarkannya di Kantor Perwakilan Garuda Balikpapan dengan tiket jurusan Balikpapan-Surabaya untuk penerbangan pas liburan panjang akhir Mei yang lalu. Lumayan, pas kantong cekak, pas ada tiket gratisan....... Nah untuk tiket pulangnya dari Surabaya ke Balikpapan saat itu aku mendapatkan harga promo plus tambahan diskon 10% karena aku melakukan transaksi dengan Kartu Kredit Mandiri SKYZ. Sudah dapat harga promo, dapat diskon tambahan pula... Oh senangnya.... 

Promo Beli 2, Harga Lebih Hemat (Sumber: www.garuda-indonesia.com)
Lebih nyamannya lagi saat saya menukarkan poin dengan tiket, mbak-mbak customer service di Kantor Perwakilan Garuda Balikpapan melayani dengan sabar dan ramah meskipun saya termasuk pelanggan yang banyak tanya sana sini alias cerewet. Yang membuatku senang lagi, ternyata si mbaknya secara proaktif memberikan informasi promo-promo terbaru dari Garuda yang kebetulan saat itu ada diskon untuk transaksi menggunakan kartu kredit Mandiri. Aku yang tidak tahu promo itu, jelas merasa diuntungkan. Si Mbak bisa saja cuek tidak memberikan info promo terbaru dan aku membayar dengan harga normal, namun hal itu tidak terjadi. Ternyata tidak hanya prima pelayanannya di udara, melainkan di darat pun tak kalah prima.

Yang kusuka setiap perjalananku dengan Garuda adalah:

Pertama
Hampir seluruh penerbanganku dengan Garuda Indonesia, proses check in kulakukan melalui web check in. Selain bisa mencetak boarding pass sendiri, kita tidak perlu antre di check in counter bandara, dan tidak perlu terburu-buru ke bandara. Dengan web check in kita juga bisa memilih kursi sendiri, mau di dekat jendela ataupun di lorong. Praktis banget!

Kedua
On Time! Maskapai Terbaik Indonesia ini sudah lekat dalam ingatan masyarakat tentang ketepatan waktunya. Citra suatu maskapai yang paling utama ditentukan oleh ketepatan waktunya, apalagi buat penumpang dengan tipe sepertiku yang sangat tidak sabar jika disuruh menunggu boarding apalagi sampai delay berjam-jam.

Ketiga
Cover Majalah Colours Edisi Maret 2014
(sumber: www.garuda-indonesia.com)
Layanan Kabinnya sangat memuaskan. Pertama kali kita masuk di pintu pesawat sudah tersedia beberapa jenis koran lokal maupun nasional yang bisa kita ambil untuk bacaan selama perjalanan. Sesampainya di tempat duduk, kita juga disuguhi majalah bulanan Colours Garuda yang menyajikan eksotisme alam Indonesia dan liputan perjalanan di tempat-tempat wisata dunia.

Dengan ruang kaki yang lebih lebar dari rata-rata maskapai nasional, menjadikan duduk dalam waktu berjam-jam masih tetap nyaman. Untuk rute jarak menengah seperti Balikpapan - Jakarta yang sering kujalani, Garuda menyajikan menu makan besar. Menunya sendiri terdiri dari dua jenis berbeda. Misalnya Nasi Daging atau Pasta Ikan, Nasi Ikan atau Pasta Ayam, dan banyak lagi menu variasi lainnya. Semuanya disajikan dalam kondisi hangat, yang menurutku tetap terasa lezat, padahal berdasarkan penelitian indra perasa manusia kurang peka terhadap rasa makanan saat dalam penerbangan di ketinggian ribuan meter dari permukaan tanah. Dengan kata lain, kualitas dan citarasa makanan yang disajikan Garuda mempunyai standar yang tinggi sehingga dapat mengantisipasi permasalahan tersebut. Menurut salah satu teman kantorku yang paling membuatnya berkesan terbang dengan Garuda adalah makanannya, dia pernah berkata,"Makanan di Garuda itu meskipun porsinya sedikit tapi Ueeenak Tenan yo Mas,.......!",  jelas aku sependapat dengannya. Selain itu, di dalam kotak makanan yang dibagikan ada menu dessert-nya juga, biasanya berupa roti lembut, atau dulu pernah juga kujumpai berupa es krim ataupun potongan buah segar. Komplit lah....

Untuk minumannya tersedia mulai dari air mineral, minuman bersoda, teh dan kopi hangat, susu, jus apel, jeruk, dan jambu biji.


"Mau minum apa Pak?", dengan ramah si Pramugari menyapaku.

"Jambu pakai es ya...", pintaku dengan otomatis karena aku jarang memesan minuman jenis lain selain jus jambu biji dingin.

Ketika sudah selesai makan pun, Mbak-mbak pramugari seringkali menawari, "Mau nambah minum Pak?"

"Terima Kasih, sudah cukup.", balasku. 
Sebenarnya dalam hati aku pengen nambah, tapi berhubung aku termasuk orang yang gampang kebelet buang air kecil, aku pun membatasi asupan minumanku.

Rute-Rute Baru Garuda di Kalimantan (sumber: emarketing@email.edm-garuda-indonesia.com)
Berbeda dengan rute jarak menengah ataupun jauh yang pasti mendapatkan jatah makan besar, untuk rute pendek yang kira-kira satu jam-an waktu tempuhnya, semisal rute Balikpapan-Surabaya, atau Surabaya-Jakarta yang sering kunaiki tidak diberikan makan besar melainkan snack dan minuman, mengingat penyajian makanan berat yang tidak memungkinkan jika penerbangan hanya berkisar satu jam-an. Tapi hal itu nggak masalah bagiku.

Berikutnya adalah entertainment flight. Naik Garuda Indonesia sekarang nggak perlu takut mati gaya sekalipun di kelas ekonomi. Kita dengan mudah menikmati hiburan dari layar LCD di depan kursi kita masing-masing yang berisikan berbagai macam tayangan, mulai dari film-film Box Office, film terkini, film-film Jepang, Korea, Cina, ataupun film-film lokal. Tayangan komedi sampai dengan liputan daerah-daerah wisata ada semuanya di layar sentuh yang kira-kira selebar 8 inch. Perjalanan yang membosankan selama kira-kira 2 jam dari Balikpapan ke Jakarta pun tidak terasa, tahu-tahu pramugari mengumumkan kalau pesawat sudah siap mendarat.

Entertainment Flight di Kelas Ekonomi Garuda Indonesia (Sumber: www.garuda-indonesia.com)

Sepanjang perjalanan, aku jarang tidur di kabin. Selain membaca majalah ataupun nonton film, aku punya hobi mengamati gerak-gerik sang pramugari. Bukan karena mataku yang hobi jelalatan, tapi ingin membuktikan kalau keramahan dan pelayanan pramugari Garuda Indonesia memang jawaranya di dunia penerbangan. Ternyata dugaannku sama dengan kebanyakan orang yang biasa menggunakan jasa Garuda Indonesia untuk perjalanannya. Dimulai dari senyum ramah mengembang ketika penumpang memasuki pintu pesawat, gesit membantu penumpang yang kesulitan menaikkan tasnya di bagasi kabin, dan tanggap dengan memberikan mainan kepada penumpang anak-anak ataupun selimut kepada ibu-ibu yang kedinginan.  Ketika menyajikan makanan pun sekiranya ada penumpang yang tertidur, mbak pramugari berusaha membangunkan dengan suara yang halus, kalau pun terpaksa si penumpang tidak bangun maka meja kecil di sandaran kursi di depan si penumpang dibukakan dan diletakkannya makanannya di situ. Dalam menyajikan makanan dan minuman, para pramugari tersebut lumayan cepat dalam menyajikan, sehingga penumpang tidak terlalu lama untuk menunggu. Dan yang menarik dari pramugari Garuda Indonesia adalah pakaiannya yang elegan dan bernuansa Indonesia banget. Rambut mereka pun ditata dengan disanggul modern simpel sehingga uraian rambut mereka tidak mengganggu dalam menyajikan makanan dan meminimalisir potensi rambut mengenai wajah penumpang.

Senyum Ramah Pramugari Garuda Indonesia (Sumber: www.garuda-indonesia.com)
Pengalaman saya yang sangat berkesan dengan pelayanan Pramugari Garuda Indonesia adalah ketika saya dari Jakarta menuju Balikpapan membawa TV LED 19 inch yang saya bawa masuk ke kabin. Ada kekhawatiran saya, "Jangan-jangan TV ini tidak diperbolehkan masuk kabin. Jangan-jangan TV ini nanti tergencet dengan barang-barang penumpang lain di bagasi kabin..." Ternyata segala kekhawatiranku itu hilang seketika, saat tiba-tiba seorang Pramugari menyapaku,

"Maaf pak, barang yang dibawa itu monitor ya?"

"Iya betul Mbak!', jawabku lugas

Langsung saja saya masukkan ke bagasi kabin, dan si mbak pramugari dengan sigap langsung menutup bagasi itu yang di dalamnya hanya ada TV dan tas bawaanku saja, sehingga tidak tergencet dengan barang-bawaan penumpang lainnya. Aku merasa terkejut  dan tentunya sangat puas saat itu. Ternyata sang pramugari juga peduli dengan barang bawaan penumpangnya. Ini salah satu bukti bahwa Garuda Indonesia telah menerapkan service excellent dengan sangat baik, tidak sekedar keramahan ataupun pelayanan  standar yang bisa diprediksi melainkan sudah sampai tahap surprising bahkan unbelievable (tahapan tertinggi dalam tangga kepuasan konsumen), yang mana si pelanggan merasa terkejut dan tidak pernah membayangkan sebelumnya mendapatkan pelayanan  sebaik  itu. Wow!

Garuda Indonesia, dengan pencapaianmu kini dan pelayananmu yang senantiasa prima, aku yakin tahun depan kamu bisa jadi The World's Best Airline.

Sumber Gambar:
1. Foto Dokumentasi Pribadi
2. www.garuda-indonesia.com
3. E-mail dari Marketing Garuda Indonesia (emarketing@email.edm-garuda-indonesia.com)


Monday, November 17, 2014

Pengalaman Berbelanja di Tokopedia (Part 3)

Screenshot Dashboard Account Tokopedia (www.tokopedia.com)

"Kamu coba liat dulu di Tokopedia Cinta.....!, saran mesraku kepada Istriku yang berniat membeli sebuah blender obat.  Memang bukan barang umum yang lazim dijual di toko-toko online, jarang aku menemui toko online bereputasi yang menjual barang beginian. Tapi kalau urusan barang yang 'aneh-aneh' memang Tokopedia juaranya, karena beberapa kali barang ├íneh'yang kucari kutemukan di tokopedia.

"Iya ini kebetulan sudah di tokopedia, harganya Rp175rb!", serunya di ujung telepon yang terpaut ribuan km dari Balikpapan. "Ok, kirim aja linknya ke email, ntar kubuka, dan kubelikan.", jawabku dengan mantap. "Terima Kasih ya sayang....", balas istriku yang membuatku semakin melayang, ha ha....

Aku memang sudah kenal tokopedia kira-kira sejak lima tahun terakhir ini, dan aku percaya dengan kredibilitasnya, paling tidak dari sistem pembayarannya, kalau soal kualitas barang sih tergantung penjualnya. Tokopedia bukanlah penjual, melainkan semacam mall online yang menyediakan wadah toko-toko online dan menjembatani pembayaran antara pembeli dengan toko online anggotanya dengan sistem transaksi yang aman dan terpercaya. Lihat ulasanku sebelumnya tentang tokopedia di sini dan di sini.
Email Invoice dari Tokopedia (dok.pribadi)

"Cinta, ini ternyata ada penjual di tokopedia yang jual barang yang sama dengan harga Rp165rb"seruku kepadanya,ternyata ada lebih murah daripada penjual pertama yang ditemukan istriku. Memang di tokopedia harus pintar-pintar mencari pembeli yang menawarkan harga paling menarik dan bisa dipercaya. Setelah kulihat profil toko penjualnya, ternyata reputasinya tidak kalah dari penjual yang menjual blender obat seharga Rp175ribu. Lumayanlah selisihnya bisa buat nambahin ongkos kirim sejumlah Rp22.000, dimana posisi penjual di Bekasi sedangkan istriku di Tulungagung.

Langsung saja kubayar dengan clickpay mandiri, dan ternyata sekarang ada opsi lain membayar pakai e-cash mandiri (lihat ulasanku mengenai e-cash mandiri di sini). Begitu selesai transaksi  langsung kuterima email invoice dari tokopedia.  Beberapa waktu kemudian kuterima kembali email dari tokopedia yang menyatakan bahwa barang pesananku sudah diproses oleh penjual. Beberapa jam kemudian juga kuterima lagi email dari tokopedia yang menyatakan bahwa barang pesananku sudah dikirim oleh penjual dan dilanpirkan pula nomor resi pengiriman melalaui JNE yang bisa kutracking melalui website JNE. Akhirnya beberapa hari kemudian, barang pesananku sudah diterima oleh istri tercinta.



Email Konfirmasi dari Tokopedia bahwa pesanan sudah diproses dan konfirmasi terima barang (dok. pribadi)

Dashboard account kita di Tokopedia sebenarnya sudah menyediakan informasi (menu notifikasi) bahwa ketika kita melakukan sebuah transaksi sudah ada semua pemberitahuannya seperti yang diemail oleh Tokopedia, sampai dengan status diterima. Nah, ketika barang sudah aku terima seharusnya aku melakukan konfirmasi penerimaan barang pada account-ku di  tokopedia, namun berhubung aku lupa konfirmasi maka tokopedia mengirimiku satu email lagi yang menyatakan bahwa barang pesananku sudah diterima sampai tujuan, dan jika aku sudah benar-benar menerimanya, di email tersebut ada tombol konfirmasi terima barang. Hal tersebut tentunya dilakukan tokopedia untuk memastikan barang pesanan sampai tujuan dan tokopedia bisa segera mentransfer uang penjualan ke penjualnya. Jadi sistem ini mencegah penjual abal-abal yang berupaya untuk menipu.

Update : Pengalaman Terbaru Belanja di Tokopedia

Sunday, November 16, 2014

Pengalaman Beli Tiket Pesawat di Traveloka

Homepage mobile Traveloka (www.traveloka.com)
"Halah paling-paling kayak agen tiket online lainnya....!", pikirku skeptis melihat iklan Traveloka di televisi. Beberapa bulan berlalu tanpa sedikit pun aku berfikir untuk membeli tiket ke Traveloka. Aku masih lebih percaya kalau beli tiket di website resmi maskapai penerbangan pasti lebih murah, praktis, aman, dan terpercaya.

Suatu hari beberapa bulan yang lalu tiba-tiba temen kantor yang duduk bersebelahan denganku yang punya hobi traveling ngomong sama aku' "Eh kalau beli tiket di Traveloka ternyata lebih murah lho daripada tiket di website maskapainya...".

"Masak sih,...?", tanyaku dengan sinis.

Obrolan pun berlalu begitu saja, aku pun tak berpikir untuk membuktikan omongan temanku itu.

Tiba-tiba pertengahan Oktober lalu, aku mendadak mendapat tugas ke Jakarta. Kok kebetulan saat itu aku kepikiran omongan temanku soal Traveloka. Langsung saja kucoba untuk membuka situsnya.



Daftar Pilihan Penerbangan (www.traveloka.com)
"Wow, proses loadingnya dan waktu untuk memunculkan daftar penerbangan yang kucari dari beberapa maskapai ternyata cukup cepat. Kupilihlah untuk keberangkatan aku menggunakan maskapai Garuda Indonesia, dan baliknya menggunakan Citilink. Ternyata benar lebih murah beberapa puluh ribu dari harga resmi yang tertera di website resmi maskapainya (aku lupa berapa pasti nominal selisihnya). Pada saat yang sama aku membuka website resmi maskapainya.

"Loh, kok bisa ya?", tanyaku dalam hati dengan penuh rasa heran. "ah, masa bodoh ah... Yang penting aku dapat tiket lebih murah, lumayan selisihnya bisa nambah ongkos taksi!"

Dan yang lebih OK lagi ternyata untuk pembayarannya tidak dikenai fee apapun, termasuk penggunaan kartu kredit, padahal untuk transaksi menggunakan kartu kredit di citilink contohnya sekarang dikenakan biaya lebih 3% dari total pembelian (padahal beberapa waktu lalu masih gratis). Di beberapa website maskapai masih tetap tidak dikenakan biaya tambahan meskipun menggunakan kartu kredit.

Pembelian di Traveloka juga sangat mudah, bahkan lebih mudah dan praktis daripada membeli di website resmi maskapai. Bagaimana nggak mudah, lha wong kita nggak perlu sign up ataupun mengisi biodata yang sangat banyak, melainkan cuma mengisi Nama (sesuai kartu identitas), Nomor HP dan Email. Itu aja, sangat praktis dan hemat waktu kan.... Kita nggak perlu repot2 membuka dompet untuk mencari nomor KTP ataupun menulis alamat rumah yang biasanya tidak cukup satu baris.


Harga Resmi di website Citilink yang nampak lebih mahal (www.citilink.co.id)

Form Data Pemesan (www.traveloka.com)
Aku pun saat itu membayar melalui Kartu Kredit, maklum lah tengah bulan sudah mengempis uang di tabungan. Sangat lancar dan begitu transaksi berhasil diproses dan diterima, email dari Traveloka berisikan invoice dan e-ticket pun segera meluncur ke inbox kita.

Pengalaman pertama menggunakan Traveloka cukup mengesankan, sepertinya besok-besok kalau pesan tiket lagi, Traveloka menjadi pertimbangan utama untuk kukunjungi....

O iya aplikasi mobile Traveloka saat ini sudah tersedia di apps store Apple dan Play store Android. Sayangnya aplikasi ini tidak bisa ku-install di iPhone jadulku yang nggak support iOS 7, ya sudahlah....


Referensi:
www.citilink.co.id
www.traveloka.com

Ribetnya Transfer di Klik BCA

Homepage Klik BCA (www.klikbca.com)
"Kok ribet gini sih, nggak user friendly sama sekali!", itulah keluhan yang selalu muncul dari mulut manisku (?) ini ketika menggunakan layanan transfer melalui internet banking BCA alias Klik BCA.

Ribetnya, jadulnya itu lho yang nggak ketulungan. Bagaimana tidak, mau transfer saja perlu beberapa tahap yang memakan banyak waktu dan butuh informasi tetek bengek yang seringkali kita nggak tahu.

Maksudnya???

Kebetulan aku punya 5 rekening bank yang berbeda dimana 4 diantaranya mempunyai layanan internet banking, sedangkan yang satu cuma punya layanan sms banking. BCA adalah salah satu bank yang punya layanan internet banking (klik BCA).

Ngomong-ngomong soal Klik BCA, aku jarang banget nggunain layanannya? Lho emangnya ada apa dengan BCA, bukannya BCA adalah salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, pastinya semua layanannya OK punya dong! Nah, itu yang bikin aku heran, kenapa fitur Klik BCA nggak se-OK yang lainnya bahkan sama fitur serupa bank kompetitornya saja kalah telak.

Lah kok bisa? Itupula yang bikin aku tambah heran, bagaimana bisa, bank pioner dalam fasilitas internet banking di Indonesia ini malah keok dengan fitur i-banking kompetitornya yang notabene sebagai 'followernya'.

Fitur Transfer Dana (www.klikbca.com)
Seperti halnya internet banking bank lain, tentu ada fitur Transfer di Klik BCA. Fitur ini adalah fitur wajib bagi sebuah layanan mobile banking baik itu internet banking ataupun SMS Banking. Nah ada yang unik dan berbeda yang ada dalam fitur Transfer Klik BCA ini, yang ternyata 'keunikannya' itu yang menjadi titik lemahnya.

Yang paling menjengkelkan dari fitur ini adalah ketika kita akan mentransfer tidak bisa langsung memasukkan nomor rekening tujuan kita, sekalipun sama-sama rekening BCA. Kita harus mendaftarkan rekening tujuan kita dalam menu tersendiri. Bahkan untuk mentransfer ke rekening bank dalam negeri lainnya hanya ada melalui proses LLG alias Kliring dan RTGS (yang relatif mahal). Tidak ada transfer online layaknya di fasilitas internet banking bank lainnya yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama.


Ketika kita milih transfer melalui Kliring karena lebih murah daripada RTGS, ternyata muncul kesulitan lain. Ternyata kita tidak hanya memasukkan nama bank dan nomor rekeningnya, melainkan juga memilih dari cabang mana rekening tujuan kita itu. WHATTTT....! Coba bayangkan, sebagian besar toko online saat ini hanya mencantumkan nama bank dan nomor rekening untuk alamat transfernya dan jarang sekali yang mencantumkan cabang dari mana rekeningnya itu. Begitu pula yang lainnya, karena prosedur mencantumkan cabang dari bank tujuan sudah tidak diperlukan saat melakukan transfer di ATM melalui jaringan ATM Bersama ataupun melalui Transfer Online di internet banking maupun di SMS banking. Pencantuman cabank bank tujuan memang diperlukan untuk transfer melalui kliring baik langsung di teller bank ataupun melalui internet banking. Tapi bukannya user dari internet banking adalah orang yang ingin lebih praktis tidak perlu ke teller bank untuk sekedar transfer, masak disodori fasilitas kliring yang tidak realtime.


Menu Daftar Rekening Tujuan (klikbca.com)
Keengganan BCA ikut dalam jaringan ATM bersama mungkin salah satu penyebabnya. Bank-bank besar di Indonesia seperti BRI, Mandiri, BNI'46, BTN, CIMB Niaga sudah masuk dalam jaringan ATM bersama maupun Prima, begitu pula sebagian besar Bank Daerah (BPD) maupun swasta Nasional. Tapi sepertinya itu bukan alasan, jika mereka sudah sama-sama terjalin dalam jaringan ATM Prima harusnya bisa dong diaplikasikan ke fitur transfer online internet banking BCA, seperti halnya transfer online yang disediakan oleh jaringan ATM Bersama pada fitur internet banking masing-masing anggotanya. Persoalannya ini masalahnya di jaringan ATM Prima yang nggak mau mengintegrasikan ke layanan internet banking anggotanya karena sudah didahului oleh ATM bersama, atau keengganan BCA merubah sistem internet bankingnya dan sudah merasa nyaman dengan kondisi saat ini? Padahal hal ini yang sering dikeluhkan nasabah BCA di forum-forum maya.

Pilihan Transfer Hanya LLG dan RTGS (www.klikbca.com)

Harus memasukkan pilihan kantor cabang
bank tujuan transfer (www.klikbca.com)
Ketiadaan fasilitas transfer online di Klik BCA tentunya sangat merugikan bagi nasabahnya ataupun BCA sendiri. Coba bayangkan ketika seorang nasabah BCA akan transfer ke rekening bank lain dan ditunggu si calon penerima transfer saat itu juga karena darurat, pasti si nasabah kemungkinan besar tidak menggunakan Klik BCA karena jika menggunakan kliring rata-rata baru sampai 2-3 hari kemudian, sedangkan jika menggunakan RTGS yang relatif mahal pun tidak bisa secepat transfer online, padahal biaya transfer online terbaru yang dipatok jaringan ATM bersama jauh lebih murah, saat ini cuma Rp6.500,00 (sebelumnya Rp5000,00). Memang jika transfer di BCA bisa transfer online melalui jaringan prima, namun di zaman serba online saat ini, transfer melalui ATM sudah dianggap tidak praktis dan membuang-buang waktu. Begitupula yang kurasakan saat ini, aku sudah jarang ke ATM, paling kalau kepepet butuh uang tunai, penggunaan uang tunai-ku pun sudah semakin berkurang karena aku lebih memilih menggunakan kartu kredit, kartu debit, ataupun uang-uang paperless lainnya semacam e-cash mandiri, rekening ponsel, flazz BCA (pernah punya dan sekarang sudah tidak aktif).

Kekurangan lainnya dari fitur transfer di Klik BCA adalah prosesnya yang perlu berkali-kali memasukkan token (kode verifikasi) dari Key BCA yang menurutku sungguh merepotkan, meskipun tujuannya untuk pengamanan berlapis. Berbeda dengan bank lainnya yang hanya butuh satu kali memasukkan token dan sukseslah transaksinya.

Yang terakhir adalah tidak adanya kolom email penerima transfer, dimana menurutku pencantuman email penerima cukup penting untuk memberi konfirmasi dan kepastian kepada penerima transfer bahwa kita sudah mentransfernya. Seringkali toko online, institusi, ataupun merchant-merchant lain mensyaratkan meng-email bukti transfer. Kalau ada fitur pencantuman email penerima, kita kan nggak perlu repot memforward bukti transfernya.

BCA, ayolah lekaslah bangun, Fitur Klik BCA-mu itu sudah jadul, sudah saatnya di-upgrade dengan sistem baru yang lebih lengkap, user friendly, dan mengakomodir kebutuhan nasabahmu.

Friday, November 7, 2014

Promo E-cash Mandiri Diskon 50% Nonton di XXI

Lobby XXI Ewalk Balikpapan (Dok. Pribadi)
"Wow ada promo Diskon 50 % untuk pembelian tiket nonton di XXI pakai e-cash Mandiri!", seruku pada teman-teman kantor. Mereka ternyata juga di-sms promosi serupa oleh Bank Mandiri. Menurutku ini cara cerdas Bank Mandiri menyasar pengguna e-cash dari anak-anak muda yang menjadikan nonton film di bioskop sudah sebagai gaya hidup. Tak tanggung-tanggung, Bank mandiri menggeber promo ini selama satu tahun penuh mulai dari 3 November 2014 s.d. 3 November 2015. Wow, siapa yang nggak tertarik kalau tiket nonton seharga Rp35 ribu jadi cuma Rp17.500, lumayan menggiurkan bagi penikmat film sepertiku, ha ha....

Kebetulan aku mempunyai rekening e-cash berupa nomor telepon selulerku. Di saldo e-cash-ku ada Rp200 ribu, 'hasil' dari cepet-cepetan nukerin poin mandiri fiesta bulan September lalu. Daripada mubazir nggak kupakai atau cuma buat beli pulsa doang, mending kugunain nonton film. Kebetulan tadi malam ada film bagus di XXI, Interstellar, yang rating IMDB-nya saat kutulis artikel ini masih bertengger di angka 9,2, "Gila tinggi  banget ratingnya, pasti bagus sekali!", pikirku.

Habis Maghrib langsung aku dan teman kantorku ngacir ke XXI Ewalk Balikpapan. Oiya, promo ini cuma berlaku setiap hari senin s.d. kamis untuk semua film dan hanya berlaku di XXI tertentu. Lebih lengkapnya tentang promonya dan di mana saja berlakunya, bisa klik di sini.

XXI Ewalk balikpapan (Dok. Pribadi)
Sebelumnya kami ngisi perut dulu ke Warung Pati di dekat Hotel Menara Bahtera. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 19 lebih dikit ketika kami selesai makan. Langsung saja kami buru-buru menuju Ewalk. Sesampainya di sana, kebetulan antrean di kasir tidak terlalu banyak, dan ketika kami sampai di kasir, aku bertanya, "Mbak, di sini kalau pakai e-cash Mandiri dapat diskon 50% ya?".
"Iya betul mas!", seru mbaknya yang memakai seragam putih hitam, sepertinya kasir baru yang sedang pelatihan.

"Terus caranya gimana Mbak", tanyaku.
Si Mbak kelihatan bingung, dan berusaha bertanya ke Mbak kasir senior di sebelahnya.
Si Mbak Kasir Senior pun menjawab, "Gini Mas, Mas sudah dapat OTP (One Time Password) dari Bank Mandiri?"

"Daftar gimana mbak, setahuku aku sudah daftar layanan e-cash", jawabku agak kebingungan. Aku pun memutuskan untuk keluar dari antrean dan berdiskusi dengan temanku.

"Eh Mat, sepertinya aku sudah daftar e-cash lho, saldonya juga ada", keluhku pada si Rahmat teman kantorku. Aku juga mencoba mencari informasi tentang penggunaan e-cash mandiri lewat internet, namun karena jaringannya lagi jelek saat itu, Mbah google pusing, nggak ketemu-ketemu jawabannya.

Penasaran dan dugaan salah paham dengan si Mbak Kasir, aku pun mendekatinya kembali.
"Mbak saya itu udah daftar dan saldonya juga ada!""
"Ok, sekarang Mas pengen nonton film apa?", jawab Mbaknya.

"├Ćnterstellar Mbak untuk 4 orang", seruku.

"Semuanya setelah diskon jadi Rp70 ribu Mas, sekarang nomor OTP-nya berapa Mas?", tanya Mbaknya lagi.

"OTP? maksudnya? Ya udah mbak, aku tak telpon Customer Care Mandiri dulu!", jawabku dengan muka kecut sambil menahan rasa penasaran.

"Silahkan Mas, tadi juga ada Ibu-ibu yang gagal memakai e-cash juga, kemarin dari Pihak Bank Mandirinya menjelaskan kepada kami juga kurang begitu jelas", jawab si Mbak yang berusaha tetap sabar melayani kami.

Aku pun menelpon customer care Mandiri 14000 dan akhirnya memperoleh jawabanya, setelah menguras beberapa ribu perak pulsaku.

"Jadi Setelah Bapak pencet *141*6#, Bapak pilih menu e-cash angka 7, kemudian Bapak pilih menu Bayar, terus bapak pilih menu Toko, masukkan nominal pembayaran, kemudian masukkan PIN e-cash, nanti Bapak akan mendapat sms nomor OTP dari 3355", si Mbak customer care menjelaskan dengan rinci dan jelas.

Tampilan aplikasi e-cash Mandiri di iOS
Buru-buru, langsung saja kucoba agar nggak kehabisan kursi, maklum saat itu sepertinya penayangan perdana Interstellar di jaringan Bioskop XXI. Aku pun mendapat sms OTP dari 3355 dan langsung kuberikan ke mbak kasir untuk diotorisasi di EDC Mandiri. Akhirnya berhasil, dan tercetaklah 4 tiket berwarna kuning muda khas XXI.

Huh, leganya bisa transaksi pakai e-cash Mandiri. Untung saat itu nggak ada antrean panjang, aku datang 30 menit lebih sebelum film diputar, dan tentunya si mbak-mbak kasir yang kooperatif.

Oiya, ternyata e-cash juga ada aplikasinya untuk smartphone. Bisa download di Apple App Store untuk pengguna iOS atau di Google Play Store untuk pengguna android. Lebih praktis nggak perlu Dial ke *141*6#.

Wah, bakalan sering nonton ke XXI nih, dasar Bank Mandiri, tahu aja yang kumau....huh!


Saturday, November 1, 2014

Kuliner Balikpapan : Angkringan Lek Jon

Menu Nasi Kucing (dok. pribadi)
Angkringan, atau warung 'nasi kucing' sangat populer di Jogja, Solo, dan sekitarnya sejak awal tahun 2000-an. Nasi yang cuma sekepalan seperti porsinya makan kucing itu biasanya dilengkapi dengan sambal goreng teri atau oseng kering tempe seharga 500 perak per bungkusnya.

Nah, sekarang aku bertugas di Balikpapan, dan ternyata di sini ada Angkringan! Ada beberapa angkringan di kota minyak ini. Dan aku baru mencoba satu angkringan dekat kantorku dan tidak berminat mencoba angkringan lain yang tersebar di berbagai titik kota. Namanya angkringan Lek Jon, baru buka beberapa bulan yang lalu. Persis sama seperti angkringan di Jogja atau di kota lainnya. Selain ada nasi kucingnya (nasi bungkus) juga lengkap dengan lauk-lauk tambahan seperti sate telur, tempe bacem, tahu bacem, mendoan, bakwan, sate usus, sate kerang, cakar ayam, kepala ayam, dan masih banyak lainnya. Gerobak angkringannya pun mirip, ada anglo di salah satu sisinya yang berfungsi untuk merebus air sekaligus untuk membakar lauk pauk (by request). Minuman andalanya jelas Wedang Jahe geprek gula jawa.

Ada yang spesial di angkringan ini berupa nasi uduk yang dibungkus daun pisang muda. Biasanya selain memesan nasi kucing teri, aku juga suka nasi uduknya. Agar lebih afdol aku minta lauk pauk seperti sate telur, bakwan, mendoan dibakar sebentar, begitu pula dengan nasi uduknya. Aroma sangit arang dan daun pisang menambah gurih nasi uduknya. Biasanya aku memesan es teh, karena es teh angkringan ini yang menurutku es teh paling enak se-Balikpapan. Pahit tehnya terasa, dan aroma melatinya juga sedap plus manis gulanya pun pas di lidah. Aku pernah mencoba wedang jahenya, lumayan enak tapi aku kurang cocok dengan rasa gula merahnya, aku lebih cocok membuat wedang jahe sendiri di kos dengan gula merah asli dari nira kelapa.

Sekarang soal harga. Jelas berbeda harga nasi kucing di Jogja dengan di Balikpapan. Kalau di Jogja dengan budget 10ribu saja sudah kenyang dan puas menikmati berbagai macam lauk tambahan beserta minumannya, namun di sini 10rb baru dapat nasinya saja. Harga untuk sebungkus nasi kucing biasa Rp4000, untuk yang nasi uduk Rp5000. Sate telur (berisi 4 telur puyuh) seharga Rp4000, tempe mendoan Rp1000, Bakwan (menurutku spesial dan enak rasanya) dibanderol Rp2000, sedangkan es teh juaranya seharga Rp4000, jadi biasanya aku makan habis +- Rp20ribu. Kalau orang Jawa yang baca artikel ini pasti bilang WOW kok mahal juga ya... Kalau orang Balikpapan sini menganggap relatif lumrah dengan harga segitu.

Angkringan Lek Jon ini berada di tepi Jalan MT Haryono, samping gang Aren, di seberang Hotel Sejati. Tempatnya cukup lapang dan tersedia lesehan lengkap dengan meja-meja kecilnya tergelar di depan halaman ruko. Lumayan asik untuk nongkrong, plus suguhan musik yang diputar agak keras.

Pelanggannya tidak seperti di Jogja yang di dominasi oleh mahasiswa, di sini pelanggannya kebanyakan para pekerja kantoran yang baru pulang kerja. Mungkin mereka pernah kuliah di Jogja atau Solo dan melihat ada angkringan di sini, mereka serasa bernostalgia masa-masa kuliahnya. Kalau pelanggan anak muda sepertinya aku belum pernah ketemu langsung, mungkin karena mereka belum familiar dengan menu-menu angkringan.

Lumayan lah keberadaan angkringan ini buat variasi pilihan makan malam, apalagi buat anak kos sepertiku, meskipun menurutku masih relatif mahal, hiks...