Saturday, November 1, 2014

Kuliner Balikpapan : Angkringan Lek Jon

Menu Nasi Kucing (dok. pribadi)
Angkringan, atau warung 'nasi kucing' sangat populer di Jogja, Solo, dan sekitarnya sejak awal tahun 2000-an. Nasi yang cuma sekepalan seperti porsinya makan kucing itu biasanya dilengkapi dengan sambal goreng teri atau oseng kering tempe seharga 500 perak per bungkusnya.

Nah, sekarang aku bertugas di Balikpapan, dan ternyata di sini ada Angkringan! Ada beberapa angkringan di kota minyak ini. Dan aku baru mencoba satu angkringan dekat kantorku dan tidak berminat mencoba angkringan lain yang tersebar di berbagai titik kota. Namanya angkringan Lek Jon, baru buka beberapa bulan yang lalu. Persis sama seperti angkringan di Jogja atau di kota lainnya. Selain ada nasi kucingnya (nasi bungkus) juga lengkap dengan lauk-lauk tambahan seperti sate telur, tempe bacem, tahu bacem, mendoan, bakwan, sate usus, sate kerang, cakar ayam, kepala ayam, dan masih banyak lainnya. Gerobak angkringannya pun mirip, ada anglo di salah satu sisinya yang berfungsi untuk merebus air sekaligus untuk membakar lauk pauk (by request). Minuman andalanya jelas Wedang Jahe geprek gula jawa.

Ada yang spesial di angkringan ini berupa nasi uduk yang dibungkus daun pisang muda. Biasanya selain memesan nasi kucing teri, aku juga suka nasi uduknya. Agar lebih afdol aku minta lauk pauk seperti sate telur, bakwan, mendoan dibakar sebentar, begitu pula dengan nasi uduknya. Aroma sangit arang dan daun pisang menambah gurih nasi uduknya. Biasanya aku memesan es teh, karena es teh angkringan ini yang menurutku es teh paling enak se-Balikpapan. Pahit tehnya terasa, dan aroma melatinya juga sedap plus manis gulanya pun pas di lidah. Aku pernah mencoba wedang jahenya, lumayan enak tapi aku kurang cocok dengan rasa gula merahnya, aku lebih cocok membuat wedang jahe sendiri di kos dengan gula merah asli dari nira kelapa.

Sekarang soal harga. Jelas berbeda harga nasi kucing di Jogja dengan di Balikpapan. Kalau di Jogja dengan budget 10ribu saja sudah kenyang dan puas menikmati berbagai macam lauk tambahan beserta minumannya, namun di sini 10rb baru dapat nasinya saja. Harga untuk sebungkus nasi kucing biasa Rp4000, untuk yang nasi uduk Rp5000. Sate telur (berisi 4 telur puyuh) seharga Rp4000, tempe mendoan Rp1000, Bakwan (menurutku spesial dan enak rasanya) dibanderol Rp2000, sedangkan es teh juaranya seharga Rp4000, jadi biasanya aku makan habis +- Rp20ribu. Kalau orang Jawa yang baca artikel ini pasti bilang WOW kok mahal juga ya... Kalau orang Balikpapan sini menganggap relatif lumrah dengan harga segitu.

Angkringan Lek Jon ini berada di tepi Jalan MT Haryono, samping gang Aren, di seberang Hotel Sejati. Tempatnya cukup lapang dan tersedia lesehan lengkap dengan meja-meja kecilnya tergelar di depan halaman ruko. Lumayan asik untuk nongkrong, plus suguhan musik yang diputar agak keras.

Pelanggannya tidak seperti di Jogja yang di dominasi oleh mahasiswa, di sini pelanggannya kebanyakan para pekerja kantoran yang baru pulang kerja. Mungkin mereka pernah kuliah di Jogja atau Solo dan melihat ada angkringan di sini, mereka serasa bernostalgia masa-masa kuliahnya. Kalau pelanggan anak muda sepertinya aku belum pernah ketemu langsung, mungkin karena mereka belum familiar dengan menu-menu angkringan.

Lumayan lah keberadaan angkringan ini buat variasi pilihan makan malam, apalagi buat anak kos sepertiku, meskipun menurutku masih relatif mahal, hiks...

2 comments:

  1. gimna dengan free wifi nya mas Sony, sudah nyobain?

    ReplyDelete