Monday, November 17, 2014

Pengalaman Berbelanja di Tokopedia (Part 3)

Screenshot Dashboard Account Tokopedia (www.tokopedia.com)

"Kamu coba liat dulu di Tokopedia Cinta.....!, saran mesraku kepada Istriku yang berniat membeli sebuah blender obat.  Memang bukan barang umum yang lazim dijual di toko-toko online, jarang aku menemui toko online bereputasi yang menjual barang beginian. Tapi kalau urusan barang yang 'aneh-aneh' memang Tokopedia juaranya, karena beberapa kali barang ├íneh'yang kucari kutemukan di tokopedia.

"Iya ini kebetulan sudah di tokopedia, harganya Rp175rb!", serunya di ujung telepon yang terpaut ribuan km dari Balikpapan. "Ok, kirim aja linknya ke email, ntar kubuka, dan kubelikan.", jawabku dengan mantap. "Terima Kasih ya sayang....", balas istriku yang membuatku semakin melayang, ha ha....

Aku memang sudah kenal tokopedia kira-kira sejak lima tahun terakhir ini, dan aku percaya dengan kredibilitasnya, paling tidak dari sistem pembayarannya, kalau soal kualitas barang sih tergantung penjualnya. Tokopedia bukanlah penjual, melainkan semacam mall online yang menyediakan wadah toko-toko online dan menjembatani pembayaran antara pembeli dengan toko online anggotanya dengan sistem transaksi yang aman dan terpercaya. Lihat ulasanku sebelumnya tentang tokopedia di sini dan di sini.
Email Invoice dari Tokopedia (dok.pribadi)

"Cinta, ini ternyata ada penjual di tokopedia yang jual barang yang sama dengan harga Rp165rb"seruku kepadanya,ternyata ada lebih murah daripada penjual pertama yang ditemukan istriku. Memang di tokopedia harus pintar-pintar mencari pembeli yang menawarkan harga paling menarik dan bisa dipercaya. Setelah kulihat profil toko penjualnya, ternyata reputasinya tidak kalah dari penjual yang menjual blender obat seharga Rp175ribu. Lumayanlah selisihnya bisa buat nambahin ongkos kirim sejumlah Rp22.000, dimana posisi penjual di Bekasi sedangkan istriku di Tulungagung.

Langsung saja kubayar dengan clickpay mandiri, dan ternyata sekarang ada opsi lain membayar pakai e-cash mandiri (lihat ulasanku mengenai e-cash mandiri di sini). Begitu selesai transaksi  langsung kuterima email invoice dari tokopedia.  Beberapa waktu kemudian kuterima kembali email dari tokopedia yang menyatakan bahwa barang pesananku sudah diproses oleh penjual. Beberapa jam kemudian juga kuterima lagi email dari tokopedia yang menyatakan bahwa barang pesananku sudah dikirim oleh penjual dan dilanpirkan pula nomor resi pengiriman melalaui JNE yang bisa kutracking melalui website JNE. Akhirnya beberapa hari kemudian, barang pesananku sudah diterima oleh istri tercinta.



Email Konfirmasi dari Tokopedia bahwa pesanan sudah diproses dan konfirmasi terima barang (dok. pribadi)

Dashboard account kita di Tokopedia sebenarnya sudah menyediakan informasi (menu notifikasi) bahwa ketika kita melakukan sebuah transaksi sudah ada semua pemberitahuannya seperti yang diemail oleh Tokopedia, sampai dengan status diterima. Nah, ketika barang sudah aku terima seharusnya aku melakukan konfirmasi penerimaan barang pada account-ku di  tokopedia, namun berhubung aku lupa konfirmasi maka tokopedia mengirimiku satu email lagi yang menyatakan bahwa barang pesananku sudah diterima sampai tujuan, dan jika aku sudah benar-benar menerimanya, di email tersebut ada tombol konfirmasi terima barang. Hal tersebut tentunya dilakukan tokopedia untuk memastikan barang pesanan sampai tujuan dan tokopedia bisa segera mentransfer uang penjualan ke penjualnya. Jadi sistem ini mencegah penjual abal-abal yang berupaya untuk menipu.

Update : Pengalaman Terbaru Belanja di Tokopedia

No comments:

Post a Comment