Monday, March 2, 2015

Akhirnya Aku Kecewa Dengan Pelayanan Bank Mandiri (Part 1)

Mengapa kesalahan sistem perbankan selalu saja yang pertama kali dirugikan adalah nasabah. Masih ingatkah kita dengan pemblokiran tiba-tiba ATM para nasabah yang bertransaksi di merchant bodyshop menggunakan kartu debit mandiri beberapa waktu lalu dikarenakan ada upaya pembobolan dari pihak tertentu. Karena sistem Mandiri yang 'rapuh' akhirnya untuk mengamankan rekening nasabah dalam waktu singkat sambil memperbaiki bug sistem agar tidak bisa diretas akhirnya pemblokiran pun dianggap cara yang praktis, nasabah pun yang jadi kerepotan. Nasabah tiba-tiba saja tidak bisa menggunakan kartu ATM-nya karena tiba-tiba diblokir, dan harus direpotkan dengan menelpon call center 14000 ataupun mendatangi kantor cabang Bank Mandiri, karena kesalahan yang tidak mereka perbuat. Meskipun alasannya untuk melindungi nasabah, tapi cara membuka blokir yang merepotkan dan menyita waktu dan biaya (paling tidak tarif telepon ataupun ongkos transport ke cabang terdekat)
sungguh pengalaman yang tidak mengenakkan.


Nah, saat heboh kasus bodyshop, aku sih cuma nonton di berita TV dan fine-fine aja, karena kartuku nggak ikutan keblokir. Nah, hampir sama dengan kasus ATM diblokir, kali ini giliranku yang mendapat pengalaman nggak enak dengan Mandiri.

Sekitar seminggu kemarin, aku berniat nonton di XXI dengan ecash masndiri, lumayan diskon 50%. Kucek dulu saldoku, sekiranya kalau kurang kan bisa ku top up. Eh, bukannya mendapat informasi saldo malahan dapat informasi kalau rekening ecash mandiriku diblokir! Buset dah..... Padahal aku tidak salah memasukan PIN ecash mandiri. "Huh, lagi-lagi harus berurusan dengan mandiri call 14000!" gerutuku saat itu.

Kutelponlah call center Mandiri 14000, panjang lebar kujelaskan, dan hasilnya NIHIL! Aku harus tetap ke cabang Mandiri terdekat. "Sungguh merepotkan, lha wong aku nggak salah kok, aku yang direpotkan, bakalan nyita waktu dan tenaga nih!", pikirku. Kujelaskan pula dulu rekening ecashku pernah keblokir karena salah memasukkan password sampai 3 kali, diawal-awal aku memakai ecash, dan bisa langsung dibuka blokirnya melalui call center mandiri, eh ini kok malah nggak bisa! Benar-benar nggak costumer satisfied orientation. Malah downgrade pelayanannya, gitu kok ngajarin Service Level Agreement kmana-kmana, penerapan internal saja masih acak kadut!

Belum sempat ke kantor cabang Mandiri, hari ini aku sangat dikecewakan lagi oleh Mandiri. Aku akhir-akhir ini sudah jarang tarik tunai di ATM, berhubung saat ini aku lagi butuh uang tunai buat bayar kos, kusempatkanlah siang tadi ke ATM Mandiri Balikpapan Baru. Hari Senin, tanggal muda pasti antreannya mengular. Benar ternyata ramai sekali di bilik-bilik ATM pelataran parkir ruko Balikpapan Baru. Ternyata beberapa mesin ATM sedang eror nggak bisa diakses.

Setelah antre cukup lama, tiba giliranku mengambil uang tunai. Aku sudah mulai curiga karena seorang Bapak di depanku tidak berhasil mengambil uang dan prosesnya lama sekali, dia pun berpindah ke mesin lainnya. Aku sempat ragu mau memasukkan kartuku, dan ternyata keraguanku terbukti. Proses keluarnya uang lama sekali, dan sampai ada tulisan waktu transaksi telah melewati batas, dan uang pun tidak keluar sama sekali. Tapi aneh bin tidak ajaib, rekeningku didebet 1juta dan transaksiku dinyatakan berhasil. Aku pun menginformasikan ke orang-orang yang antre di belakangku kalau ATM eror bahkan malah kedebet rekeningku. Salah satu ibu-ibu yang antre di antrean pun nyeletuk "nggak papa mas, nanti juga dibalikin lagi melalui sms banking.". "Ibu nggak telpon 14000?", tanyaku. "Nggak tuh!", jawabnya spontan.

Dengan berat hati dan dongkol aku pun berpindah ke mesin ATM lainnya dengan nominal 100ribu. Akhirnya aku bisa ambil tunai sejumlah 1juta.

Sesampainya di kantor langasung kutelpon call center mandiri 14000. Ternyata menurut keterangan mbak call center, transaksiku itu berhasil, dan aku diharapkan ke cabang terdekat! "Huh lagi-lagi solusi yang sangat merepotkan! Lha wong dia (sistem bank mandiri) yang salah/eror kok aku yang kena getahnya! SIAL!" pikirku sangat jengkel dengan pelayanan mandiri.

Rencananya esok pagi aku akan ke cabang Mandiri Balikpapan baru sekaligus melaporkan tentang rekening ecashku yang terblokir. Cerita ini belum berakhir, besok akan kutulis lagi cerita sambungannya, apakah aku langsung berhasil atau ada cerita 'menarik' lagi yang bisa kujadikan tulisan panjang lebar dan kisah berseri, haha...

Update: Baca Akhirnya Aku Kecewa Dengan Pelayanan Bank Mandiri (Part 2)

7 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Pengalaman Yang serupa ternyata juga di alami oleh nasabah lain....Makasih mas keluhannya,ana jadi punya temen se-pengalan...He he he....

    ReplyDelete
    Replies
    1. punya teman senasib sepenanggunangan memang bikin lega.
      Terima Kasih telah berkunjung Mas Rohid....

      Delete
  3. Saya juga pernh mengalami hal serupa..memang parah tu pelayanan bank mandiri memang cacat..aku skarng klw mau nabung bgus di bank lain.gx ribet

    ReplyDelete
  4. Saya juga pernh mengalami hal serupa..memang parah tu pelayanan bank mandiri memang cacat..aku skarng klw mau nabung bgus di bank lain.gx ribet

    ReplyDelete
  5. ternyata sudah byk yang senasib
    lain hal nya dengan saya
    rekening saya diblokir lantaran saya melakukan transfer dari bang lain, katanya sih bank yang transfer nyuruh blokir rekening mandiri, keterangan tsb diperoleh setelah datang ke cabang, si cs bilang nanti di hubungi, dan sialnya setelah menunggu satu bulan lebih pihak bank gak pernah nelpon maupun email.. Kutip dari analisadaily.com terdapat tiga hal esensial (penting) yang perlu untuk mendapatkan perhatian bank terkait pemblokiran rekening nasabah, yaitu :
    1. Bank dilarang melakukan pemblokiran atas rekening seseorang oleh dan atas permintaan seseorang/pihak lain yang tidak sesuai dengan prosedur hukum. Semisal, karena ketiadaan surat permintaan pemblokiran dari pihak berwenang (Polisi, Jaksa, Hakim, dan lain-lain ).
    2. Mewajibkan bank untuk mengadministrasi dan memonitoring setiap pemblokiran nasabah secara tertib. Rekening-rekening pending nasabah mana yang sudah boleh dan atau belum boleh dibuka blokirannya. Bagi yang sudah boleh , bank memintakan pembukaan blokiran kepada pihak berwenang secara tertulis.
    3. Permintaan memblokir dan atau membuka blokiran hanya boleh dilakukan oleh seseorang/pihak tertentu kepada bank hanya untuk dan atau terhadap rekening milik sendiri , bukan rekening orang lain. Kecuali secara kasuistis dan atas inisiatif bank, karena pengkreditan sejumlah uang ke rekening nasabah diduga merupakan hasil kejahatan (cyber crime).
    .
    .
    Semoga setelah pengaduan hari ini yang sudah saya lakukan ke bank mandiri dengan membawa bukti transfer dari bank, photocopy ktp dan rekening koran, semoga rekening saya bisa digunakan kembali..
    Semoga

    ReplyDelete
  6. Kalau kasus saya, saya coba cek saldo tapi dalam layar atm tertera tulisan kalau saldo anda tidak cukup..tapi saya penasaran saya coba tarik tunai tapi tetap tulisan dalam layar " saldo tidak cukup" padahal saya baru dapat trasferan...ya allah benar merugikan

    ReplyDelete