Friday, December 15, 2017

Nyobain Bebek Dower Plaza Bintaro


HarWerNas alias Hari Dower Nasional (klaim sepihak) dari Restoran Bebek Dower yang menjual berabeka macam masakan bebek. Nah, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-6 restoran ini yang jatuh pada tanggal 15 Desember ini, Resto Bebek Dower memberikan promo Bebek Dower dengan harga 'cuma' Rp15 ribu per porsinya.

Promo Ultah ke-6 Bebek Dower
Jenis masakan bebek yang promo pada hari ini adalah bebek goreng, dengan lalapan dan khas sambel dower-nya, tapi ingat tanpa nasi lho. So kalau kamu mau nambah nasi, kamu harus nambah Rp7000 per porsi nasinya. Kebetulan hari ini aku tahu promo itu dari temanku, karena aku penyuka masakan bebek, jadilah aku penasaran dengan promonya.

Jam 10 lebih kami meluncur ke Bintaro Plaza, ke salah satu cabang Resto Bebek Dower yang ada di Jabodetabek. Sesampainya di sana, kami kira restonya masih tutup, eh ternyata sudah ada pelanggan yang pesan bebek dower promo itu dan bebek telur asin dengan harga normal.

Usai membayar pesanan, kami piun keliling sebentar di Bintaro Plaza karena katanya pesanan bebeknya baru ready sekitar 15 menit kemudian. sekitar 10 menit putar-putar Bintaro Plaza, kami pun balik ke resto. Ternyata belum jadi juga, dan kami pun masih menunggu kurang lebih 15 menit lagi. Jadi kalau ditotal sekitar 30 menit kami harus menunggu. Lumayan lama..... tapi nggak papa lah, maklum harga promo.

Untuk urusan rasa sebenarnya tidak ada yang spesial. Sambalnya juga menurutku nggak terlalu pedas juga, entah mungkin untuk orang lain sudah pedas kali ya sampai bisa bikin bibir dower, hehe... Lalapannya berisikan selada dan ketimun potong, sayang tidak ada kemanginya. Untuk bebeknya sendiri, yang diolah ada bebek muda dengan ukuran setengah ekor. Jangan dibayangkan setengah ekor itu besar lho ya, karena ini bebek muda atau malah tepatnya bebek bayi kali ya, haha....


Porsi setengah ekor Bebek Dower Madura

Untuk makanan seharga Rp22 ribu lumayan worth it lah, karena bebek-bebek di luar rata-rata harganya lebih dari Rp35 ribu. Untuk restonya sendiri cukup nyaman dan representatif. Silakan mencoba jika penasaran......
Resto Bebek Dower Plaza Bintaro



Oiya ketika pulang aku melihat ada SMS masuk di HP, ternyata ada SMS Promo dari Bebek Dower Plaza Bintaro yang menawarkan promo diskon spesial 40% Nasi Bebek Dower Madura 1/2 ekor plus Es Teh Manis hanya bayar Rp30ribu.


Tuesday, December 12, 2017

Lezatnya Surimi Wrap Pizza Hut


Kotak kemasan Surimi Wrap PHD
Bingung mau makan apa, siang-siang tapi nggak pengen makan berat. Akhirnya kuputuskan untuk beli makanan di Pizza Hut Delivery (PHD). Bukan Pizza, melainkan cuma snack. Ada banyak pilihan snack di PHD, ada Beef Sausage alias sosis sapi, Chicken sticks, Pepchiz, Menchi Balls, Surimi Wrap, dan lainnya. Pilihanku jatuh ke Surimi Wrap.

Surimi Wrap terbuat dari kulit tahu berisikan gilingan ikan, udang, ayam. Ada juga potongan kecil wortel yang nggak terlihat jelas. Sepertinya kulit tahu itu digoreng dengan baluran telor ayam kocok jadi tambah gurih.

Soal rasanya, menurutku ini adalah yang terenak diantara snack-snack buatan Pizza Hut lainnya. Rasa gurih, lembut, empuk, kekenyalannya terasa pas. Setelah kupikir-pikir, rasanya mirip otak-otak ikan, tapi dengan tekstur yang lebih lembut.

10 potong surimi wrap plus saus hotmix
Dalam satu paket Surimi Wrap berisikan 10 potong dengan pelengkap saus tomat atau saus hotmix (kita bisa pilih salah satu). Kebetulan saat itu aku pesan melalui aplikasi PHD di iOS, dan kupilih metode pembayaran cash rencananya kuambil di gerai PHD dekat rumah alias Takeaway. Untuk satu paket Surimi Wrap dibanderol dengan harga Rp35 ribu, sama dengan harga Paket My Box berisikan Pizza ukuran kecil, ada snacknya dan seringkali ada tambahan jus kemasan.

Sekitar 10 menit setelah pesan aku langsung meluncur ke PHD Sarua Ciater. Sesampainya di situ, aku langsung menuju kasir dan sudah melihat bungkus surimi wrap-ku sudah siap. Wow cepat sekali, 15 menit sudah siap.

Soal rasa memang luar biasa enak. Sepuluh potong Surimi Wrap kurasakan sangat kurang, mungkin 20 biji baru puas, haha...... Saat itu aku pilih saus Hotmix, yang ternyata agak asam dengan sedikit rasa pedas. Lumayan lah buat ngemil siang-siang.

Thursday, December 7, 2017

Kupat Tahu Magelang Bintaro

Satu Porsi Kupat Tahu Magelang Spesial komplit dengan Telur Bebek Dadar
Kuliner yang satu ini mungkin tidak asing di telinga kita. Ya bahan utama pasti sesuai dengan namanya yaitu Tahu dan Ketupat. Makanan yang populer di Jawa Tengah ini, disajikan dengan kuah kacang encer dengan tingkatan rasa pedas sesuai selera kita. Selain Tahu dan ketupat, tentunya ada taoge (kecambah) yang tidak pernah absen dalam penyajian standar makanan ini.

Rasa segar dari irisan daun jeruk dengan kuah kacang kecap manis encer plus taburan daun seledri itulah yang membuat makanan ini terasa ringan, tidak eneg dan tidak terlalu mengenyangkan, pas lah pokoknya.... potongan bakwan dan telur bebek dadar semakin menggugah selera untuk segera melahapnya.

Jika Anda berdomisili di Bintaro dan sekitarnya dan kangen akan kuliner kupat tahu yang satu ini, patut mencoba di ramah makan kupat tahu magelang yang letaknya di jalan Tegal Rotan, tepat di pertigaan seberang jalan masuk ke Mal Bintaro Xchange. Kalau datang dari arah selatan (dari arah ciputat atau Kampung Sawah) letaknya berada di kiri jalan setelah pom bensin berdekatan dengan sebuah masjid.

Mantapnya Kupat Tahu magelang di rumah makan ini adalah rasanya yang nendang, mantap, nggak ngirit bumbu. Tahu dan telur dadar juga baru digoreng fresh ketika kita pesan. Untuk harganya jika dilengkapi dengan telur dadar satu porsinya seharga Rp22.500,- Cukup worth it lah dengan rasa maknyuss yang didapatkan.

Sunday, December 3, 2017

Review Memakai Airpods Selama 2 Bulan

Airpods beserta Charging Case-nya
Pertama kali melihatnya mungkin kesan aneh yang pertama kali muncul. Ya wireless earphone besutan Apple ini memang tampil begitu ekstrim berbeda dengan produk sejenis lainnya. Airpods di awal-awal kemunculannya banyak yang meragukannya bahkan menganggapnya overprice, tapi..... Semua pandangan skeptis itu terterpis sudah. Dua kata buat Airpods, 'LUAR BIASA'!

Nggak berlebihan memang aku menyebut airpods luar biasa, bukan karena aku seorang fanboy, tapi ya memang keren abis sih. Coba aja googling di berbagai situs reviewer gadget ternama, sebagian besar menempatkan Airpods sebagai yang teratas diantara produk-produk sejenis.

Sudah sekitar 2 bulan ini aku menggunakan Airpods. Selama ini aku merasa puas, ok coba kita review satu per satu:

Pertama,  kualitas suara yang dihasilkan jernih banget. bass-nya, treeble-nya pas gitu setelannya. Performa stereonya mantap jiwa. Nggak perlu lagi diragukan lah kualitasnya. Pantas saja di awal-awal kemunculannya di pasaran, sering sekali stoknya kosong.

Kedua, Airpods dijual beserta charging case-nya yang berfungsi selain sebagai kotak penyimpanan juga sebagai baterai cadangan. Memang benar-benar produk yang dirancang untuk mobile. Selama ini jarang banget aku nge-charge karena awet banget baterai gadget ini. Aku tidak pernah ngitung persis berapa lama daya tahannya, yang aku tahu aku jarang-jarang nge-charge. Gimana nggak jarang, lha wong abis pakai langsung dimasukkan kotaknya otomatis nge-charge. Nggak pernah sekalipun aku pernah kehabisan baterai saat sedang asik mendengarkan musik. Lebih spesifiknya bisa googling review tentang baterainya yang mumpuni. Oiya satu lagi, nge-chargenya cepat banget, nggak perlu berjam-jam udah penuh!

Ketiga, Soal konektivitas nggak perlu diragukan lagi untuk gadget yang satu ini. Begitu dibuka kotaknya di dekat iPhone, iPad, ataupun MacBook langsung nyambung, aha.... nggak perlu repot-repot pairing manual. Namun, kalau kita tidak pakai gadget Apple bisa juga kok nyambung ke android, meskipun pairingnya tidak otomatis, tapi cukup cepat juga nyambungnya. Cuma kalau kita pakai Android kita tidak bisa menikmati fitur-fitur airpods lainnya seperti otomatis lagunya di-pause ketika airpods lepas dari telinga dan nyambung lagi ketika dimasukkan ke telinga lagi.

Keempat, untuk fiturnya seperti tap dua kali di airpods untuk memanggil siri ataupun untuk memutar lagu berikutnya atau pause/stop, putar lagu sebelumnya memang luar biasa canggih. Namun, aku sendiri jarang memakainya, mungkin karena selama ini menurutku dua kali tap di airpods kurang begitu responsif menurutku, kadangkala airpods tidak meresponnya meskipun frekuensinya masih banyak berhasilnya.

Kelima, Karena wireless jadi kita tidak perlu repot-repot membawa gadget kita kemana-mana ketika ingin mendengarkan musik di suatu ruangan misalnya di rumah. Untuk rumahku yang kecil, aku bisa leluasa kmana-mana baik itu di ruang tamu, di dapur, di kamar, bahkan di kamar mandi dengan pintu tertutup pun aku masih bisa asik mendengarkan musik dari Airpods tanpa terputus. Namun, kalau rumahnya besar ya ada batasan daya jangkau bluetooth-nya.

Keenam, asik buat nonton film. Maksudnya saat kita nonton film dari macbook yang kita hubungkan dengan TV kita tetap bisa menggunakan Airpods untuk mendengarkan audionya, jadi nggak ngganggu tetangga jika kita pengen denger suara yang kencang dari film yang kita tonton.

Ketujuh, selain bisa menerima telepon, airpods juga bisa kita gunakan untuk merekam suara kita. Sudah pernah kucoba saat aku buat video tutorial dengan screen recording plus kuiringi dengan rekaman suaraku melalui airpods. Hasilnya lumayan bagus, meskipun aku kurang begitu puas dengan  intensitas suaranya yang menurutku agak lemah. Namun, bagusnya noise yang sering muncul di sekitar kita dapat terminimalisir ketika merekam menggunakan airpods ini.

Mungkin itu dulu yang kuingat selama dua bulan ini menggunakan Airpods. Highly recommended to buy, tapi kusarankan ketika beli pas ada promo ya, kemarin aku beli pas ada promo jadinya sekitar 1,9 jt.

Saturday, December 2, 2017

Penasaran Rasa Indomie Kemasan Vintage 1972



Tas Kain berisi 10 indomie kemasan vintage
Akhirnya aku jadi beli juga Indomie Kemasan Vintage di JD.id yang beberapa waktu lalu cuma dibanderol Rp25ribu padahal harga aslinya lebih dari Rp30 ribu. Dikemas dengan bungkus indomie seperti kemasan tahun 1972, indomie kemasan vintage edisi ulang tahun indomie ke-45 ini dijual dalam paket Tas Kain berisikan 10 bungkus indomie. Rinciannya ada 4 buah indomie goreng, 3 buah indomie rasa kaldu ayam, dan 3 buah indomie rasa kari ayam.

Rasa penasarankulah yang membuatku untuk membelinya. Akhirnya beberapa waktu lalu kucoba untuk memasaknya. Yang pertama kali kucoba adalah indomie gorengnya. Ternyata tidak hanya kemasannya yang berbeda, isinya pun sedikit berbeda. Di dalam kemasannya selain ada mie instan, tentu ada bumbu-bumbunya. Nah, bumbunya disini ada bumbu bubuknya, kemudian cabe bubuk, kecap, dan minyak. Berbeda dengan isi indomie goreng yang sekarang yang ada tambahan bawang goreng dan saus sambalnya (bukan cabe bubuk). Untuk urusan rasa, menurutku jelas enak indomie goreng yang masa kini, lebih mantap rasanya. Yang kemsan vintage ini rasanya kurang nendang gitu, kayak nanggung bumbunya. Namun, yang signifikan berbeda adalah derajat kekenyalan mie-nya. Ternyata mie-nya setelah dimasak tidak mudah lengket datui sama lainnya dan lebih kenyal. Secara pribadi aku kurang suka jenis mie yang seperti ini, karena kayak ada lilinnya meskipun sebenarnya tidak ada. Setelah dimasak sepertinya kuantitas mie-nya lebih banyak daripada yang indomie goreng masa kini. Overall untuk yang Indomie goreng kemasan vintage ini menurutku rasanya kurang nendang, dan kekenyalan mie-nya secara pribadi malah menjadikan rasa mie secara keseluruhan agak aneh.

Untuk mie rebusnya yang kucoba pertama kali adalah yang rasa kaldu ayam. Lagi-lagi tekstur mienya sama dengan yang jenis indomie goreng kemasan vintage, kenyallll! Untuk bumbunya minimalis sekali, yaitu cuma ada bumbu bubuk dan cabe bubuk saja, nggak pakai minyak bawang dan sebagainya. Untuk rasa, tetap enak yang kemasan masa kini. Tapi kubaca beberapa review mengenai indomie kemasan vintage ini kok bagus ya untuk urusan rasanya, apa lidahku yang perlu dikalibrasi, haha.....

10 bungkus indomie kemasan vintage dengan 3 varian
Terakhir, baru malam ini kucoba rasa yang ketiga yaitu, indomie rebus rasa kari ayam. Tekstur mie-nya masih sama kenyalnya dengan dua varian sebelumnya. Untuk bumbunya selain bumbu bubuk dan cabe bubuk, dilengkapi pula dengan minyak berbumbu kari ayam, yang menurutku seperti bumbu rasa indomie soto yang sekarang, hehe..... Untuk yang satu ini rasanya lumayanlah dari kedua varian sebelumnya.

Untuk menambah citarasa ketiga jenis varian indomie kemasan vintage itu, aku tambahkan taburan bawang merah goreng so lumayan berasa lah... Review saya ini cukup subjektif, karena citarasa sebuah makanan sangatlah subjektif, mungkin yang lain bisa jadi menurut mereka indomie kemasan vintage ini lebih enak daripada yang indomie masa kini.

Wednesday, November 29, 2017

Beli Token Listrik Prabayar via Tcash Banyak Bonusnya!

Beli token listrik prabayar sekarang banyak pilihannya. Kalau dulu pertama-tama aku sering beli lewat internet banking mandiri ataupun CIMB Niaga. Nah, sekarang sudah semakin banyak platform online yang jualan token listrik. Mulai dari Tokopedia, Bukalapak, Blibli, sampai dengan Gojek pun sekarang ikut-ikutan jualan token listrik. Luar Biasa! Namun, ada satu lagi bukan toko online melainkan platform uang elektronik, yaitu Tcash besutan Telkomsel. Melalui aplikasi Twallet kita bisa menggunakan Tcash untuk membeli token listrik.

Asiknya lagi kalau biasanya kita harus membayar biaya admin untuk beli token listrik, saat ini sampai akhir desember nanti, Tcash membebaskan biaya admin, jadi kalau kita beli token nominal Rp100 ribu ya kita juga cukup membayarnya Rp100 ribu. Bahkan seringkali Tcash memberikan berbagai macam bonus. Dulu ada beli token nominal Rp20 ribu, dapat cashback Rp10 ribu, lumayan sama dengan diskon 50%. Saat artikel ini ditulis pun sedang ada promo, beli token listrik minimal Rp50 ribu, dapat cashback Rp10 ribu, lumayan lah sama dengan diskon 20%. Seringkali kalau ada promo seperti itu, kita sebagai pengguna Tcash akan mendapatkan notifikasi via SMS, jadi tidak melewatkan promo-promo yang worth it semacam itu.

Untuk membeli token listrik juga cukup mudah, kita tinggal masukkan nomor KWH meter ataupun ID Pelanggan PLN kita, pilih nominal token listriknya, lalu masukkan 6 digit PIN Tcash, selesai sudah transaksinya. Begitu transaksi selesai, 20 digit token listrik kita dikirimkan via SMS.

Tadi siang kebetulan aku beli token listrik memakai Tcash via aplikasi Twallet karena tertarik dengan promo yang beli token Rp50 ribu cashback Rp10 ribu. Nah, setelah kumasukkan PIN ternyata prosesnya nggak selesai-selesai dan akhirnya ada keterangan bahwa gagal tersambungkan dengan server, padahal saldo Tcash sudah terpotong. Namun, kekhawatiranku sirna, ketika aku melihat ada SMS dari Tcash yang berisikan 20 digit nomor token. Syukurlah, nggak jadi repot-repot komplain.

Oiya untuk mendapatkan cashback atau gratis biaya admin, pada saat pembayaran memang tidak langsung memotong, kita masih harus membayar sebesar nominal token plus biaya adminnya. Namun, begitu transaksi sukses dan token sudah diterima, kita akan langsung mendapatkan cashback yang Rp10 ribu dan cashback biaya admin, langsung dikreditkan ke saldo Tcash kita. Asyikkk....... So nggak perlu khawatir lah.

Sunday, November 26, 2017

Belanja Pakai Voucher Belanja Elektronik Indomaret

Lebih dari seminggu yang lalu ketika Blibli menggelar flash sale, aku beli voucher belanja elektronik (VBE) Indomaret. Kubeli voucher nominal Rp20 ribu seharga Rp11.000. Sebenarnya iseng-iseng saja saja waktu itu, kan lumaya to, diskon hampir 50%, haha....

Transaksi saat itu kubayar dengan Sakuku BCA. Sesaat setelah transaksi dinyatakan sukses, aku mendapat email dari blibli berisikan 16 digit kode VBE Indomaret yang berlaku sampai dengan tanggal 7 Maret 2018. VBE ini bisa digunakan di semua gerai indomaret dan ceriamart.

Nah, VBE Indomaret yang kudapat itu baru kugunakan siang tadi di gerai indomaret dekat rumah. Kugunakan sekarang biar nggak lupa, sayang kan kalau terlupa dan kadaluwarsa. Sebelum belanja aku memastikan dulu ke si kasir,

"Mas, di sini bisa pakai voucher belanja elektronik?"

"Bisa Mas!', jawabnya singkat.

Jadilah kubelanja Es Krim Magnum, Nu Green Tea, dan Twisco dengan total nominal Rp22.300. Sesampainya di kasir, si mas-nya menghitung dan agak sedikit bingung, dia pun bertanya kepada temannya, mungkin yang lebih senior bagaimana cara memasukkan VBE indomaret di sistem. Akhirnya, temannya tadi yang menggantikannya di kasir dan memproses transaksiku. Karena voucher belanja elektronikku cuma nominal Rp20.000, maka aku harus masih membayar tunai Rp2.300,-

Melihat masih kikuknya kasir indomaret menggunakan VBE indomaret, kesimpulanku bahwa masih jarang pembeli di indomaret yang menggunakan VBE, keberadaannya juga belum sepopuler voucher-voucher belanja department store atau hypermarket semacam MAP ataupun voucher Carrefour.

Friday, November 24, 2017

Praktis Beli Token Listrik Pakai Go Bills by Gojek

Menu Go Bills Gojek
Beberapa hari lalu, Gojek resmi meluncurkan fitur terbarunya yaitu, Go Bills. Semula kupikir fitur baru Gojek ini diperuntukkan untuk memfasilitasi pembayaran tagihan pelanggan prabayar PLN, BPJS, ataupun tagihan-tagihan lainnya. Eh, ternyata dugaanku salah. Go Bills juga bisa dipakai untuk beli Token Listrik Prabayar! Asikkk...... Kalau gini kan kepakai juga saldo Gopayku yang lumayan banyak itu.

Bagaimana saldo gopayku nggak banyak, lha wong tiap minggu selama promo dari Digibank cashback 50% jika top up GoPay, jadilah tiap minggu ku-top up Rp100 ribu saldo GoPay-ku via Digibank. Lumayan beli Rp100 ribu, dapat cashback Rp50 ribu. Mumpung masih promo, nimbun saldo GoPay, hehe.....

Bingung mau kuapain saldo GoPay-ku, karena aku juga jarang-jarang juga pakai GoJek, jarang pula beli pulsa via Go Pulsa, pesan Go Food juga jarang-jarang. Eh, akhirnya sekarang GoPay bisa buat beli token listrik, jadilah sekarang nimbun listrik, haha.....

Dari menu Go Bills kita akan dihadapkan pada 2 pilihan, yaitu PLN atau BPJS. Nah, ketika kita pilih PLN, akan muncul pilihan Prabayar, Pascabayar, dan Non-Taglis. Kupilih Prabayar, dan kita diminta memasukkan nomor KWH meter atau ID Pelanggan kita. Ada pilihan nominal token yaitu 20.000, 50.000, 100.000, 200.000, 500.000, dan 1.000.000. Kupilihlah nominal Rp100 ribu, dikenakan biaya admin Rp1.500,-, jadi total yang harus kubayar Rp101.500,-. Begitu transaksi sukses, 20 digit nomor token langsung muncul dan siap kita inputkan ke KWH Meter. Cukup Praktis dan realtime! Good Job Gojek!

20 Digit Token Listrik Otomatis Muncul ketika Traksaksi Sukses
Pilihan Nominal Token Listrik Prabayar

Wednesday, November 22, 2017

Gimana Beli iTunes Gifts Langsung dari iTunes Store?

Punya gadget Apple memang perlu 'modal'. Nggak hanya pas beli gadgetnya saja, tapi juga buat ngisi iPhone, iPad, Mac dengan lagu, film, games, ataupun aplikasi berbayar kita butuh 'modal'. iTunes Store dan App Store menyediakan berbagai lagu, games, film, video, dan aplikasi yang jumlahnya luar biasa banyak. Semuanya itu bisa kita beli dengan kartu kredit. Kalau kita tidak punya kartu kredit, kita bisa beli iTunes Gifts semacam voucher digital ya semacam saldo uang elektronik lah, tapi khusus untuk transaksi di iTunes Store dan Appstore Apple.

Kita bisa beli iTunes Gift yang banyak ditawarkan di berbagai marketplace online semacam Tokopedia dan Bukalapak, tapi biasanya harganya relatif lebih mahal, misalkan iTunes Gifts dengan nominal Rp150 ribu dijual dengan harga Rp160 ribu bahkan Rp170ribu. Nah, kalau tidak pengen kena harga mahal seperti yang kulakukan adalah beli langsung iTunes Gifts di iTunes Store menggunakan kartu kredit.

Kenapa aku tidak langsung menggunakan kartu kredit jika beli berbagai item di iTunes Store atau Appstore. Alasannya adalah keamanan, jika aku menggunakan langsung kartu kredit sebagai alat pembayarannya, maka aku harus selalu menyimpan nomor kartu kredit berikut CVV dan expired date-nya di database Apple. Meskipun menurut Apple dijamin keamanannya, tapi aku kok nggak sreg ya, hehe.... Jadilah mending aku beli iTunes Gifts saja, sehingga jika aku beli item-item di iTunes atau Appstore, saldo iTunes Gift-ku yang langsung kedebet.

Untuk membeli iTunes Gift menggunakan kartu kredit, aku perlu mengatur metode pembayaran di akunku. Apple menerima pembayaran kartu kredit VISA, MasterCard, dan American Express. Kucantumkan data kartu kreditku, kusimpan dan baru bisa kugunakan untuk beli iTunes Gifts. Kita tinggal memilih nominal berapa yang akan kita beli, kita kirim ke alamat email kita atau orang lain. Nanti kode voucher iTunes Gift dikirimkan ke email yang kita tuliskan tadi. Bisa langsung kita redeem dengan memasukkan kode vouchernya di menu redeem iTunes Store atau jika kita buka emailnya di gadget yang terhubung dengan akun Apple kita maka kita tinggal klik "Redeem" yang ada di email berisikan kode voucher tadi, langsung saldo iTunes Gift kita bertambah, bisa kita lihat di pojok kanan atas dari iTunes Store. Di tagihan kartu kredit kita nantinya cuma sebesar persis nominal iTunes Gifts yang kita beli, jadi nggak ada biaya tambahan.

Setelah sukses redeem dan Saldo iTunes Gifts-ku bertambah, langsung kuubah kembali metode pembayaran di akunku menjadi "None", alias tidak ada agar data kartu kreditku tidak selalu standby di database Apple. Ya untuk jaga-jaga aja, karena yang terbaru ada kabar di berita bahwa data sekitar 57 juta pengguna UBER sudah terkena hack, padahal aku menyimpan data kartu kreditku di akun UBER, semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan akun UBER-ku.


Tidak Semua Jenis Kartu Kredit disupport di Semua Merchant Online

Pernahkah kalian ketika melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit di toko online tapi mengalami kegagalan? Bisa jadi karena koneksi internetnya tidak stabil, sistem di toko online-nya mungkin lagi error dan sebab-sebab lainnya. Namun, ada satu penyebab lagi yang membuat kita jengkel, yaitu ternyata jenis kartu kredit yang kita miliki tidak di-support merchant online tersebut.

Saya punya kartu kredit jenis JCB dari salah satu bank ternama di negeri ini. Jenisnya platinum, limitnya juga cukup besar dan bisa kugunakan untuk gratis masuk lounge di berbagai bandara di Indonesia. Cukup menyenangkan sebetulnya, tapi ada satu kelemahannya, yaitu tidak semua merchant online mendukung pembayaran dengan kartu kredit jenis JCB. Sebagian besar Merchant online yang ada hanya mensupport pembayaran dengan jenis kartu kredit VISA atau MasterCard yang memang keberadaannya lebih banyak dan familier di masyarakat.

Beberapa merchant online besar yang tidak support semisal Traveloka, Tiket.com, Lazada, Zalora ataupun yang lainnya sangat disayangkan tidak mesupportnya, padahal mungkin saja pemegang kartu kredit JCB lebih royal dalam belanja online, haha..... Untungnya sku sendiri punya kartu kredit lainnya yaitu MasterCard ataupun kartu debit VISA yang bisa digunakan layaknya kartu kredit, so nggak masalah buatku, tapi sayang kan kalau kartu kredit JCB-ku itu nggak kugunakan.....

Aku kurang tahu apakah inisiatif kerja sama antara merchant online dengan penyedia platform kartu kredit itu biasanya datang dari si pemilik merchant atau dari penyedia platform-nya semacam VISA, Mastercard dan JCB yang menginisiasi? Saya pikir kok dari merchant-nya ya, mungkin situs semacam Tiket.com dan Traveloka menganggap bekerja sama dengan JCB kurang menguntungkan karena masih sedikitnya pemegang kartu kredit JCB di Indonesia. Entahlah..... semoga pihak JCB juga proaktif menawarkan platform pembayarannya ke merchant-merchant online besar itu, agar pemilik kartu kredit JCB lebih fleksibel dalam menggunakan kartunya, masak limit sudah besar dianggurin, sayang kan, hehe.....

Tetaplah Bijak dan Cerdas dalam Belanja Online!


Sunday, November 19, 2017

Nyobain Nonton IMAX terbaru di The Breeze BSD

XXI dan IMAX The Breeze BSD
Rabu, 15 November 2017 kemarin, XXI group membuka bioskop terbarunya di kompleks The Breeze BSD. The Breeze BSD selama ini dikenal sebagai tempat nongkrong yang asik dengan berbagai gerai food and beverage dengan suasana nyaman, terbuka, dengan pemandangan danau buatan di tepi Sungai Cisadane. Dengan keberadaan bioskop di area ini, semakin membuat betah muda-mudi yang nongki-nongki asik di sana.

Tidak hanya hanya membuka studio XXI, IMAX terbaru juga dibuka di sini. Meskipun layar IMAX-nya tidak sebesar dengan IMAX di mal-mal lainnya, tapi lumayan lah bagi warga BSD dan sekitarnya tidak perlu jauh-jauh pergi ke Sumarecon Serpong atau Gandaria City untuk sekedar nonton IMAX.
Suasana Hari Pertama Pembukaan IMAX The Breeze BSD


Tarif masuk di studio XXI dan IMAX di The Breeze ini termasuk urah untuk standar Jabodetabek, mungkin masih tarif promosi kali ya. UNtuk Studio XXI hari biasa (senin s.d. kamis) hanya Rp 25 ribu, Jumat Rp30 ribu, dan Sabtu Minggu Rp35 ribu. Sedikit lebih mahal, IMAX mengenakan tarif Rp35 ribu untuk hari biasa, Jumat Rp40 ribu, dan Sabtu Minggu Rp50 ribu. Lumayan murah..... cocok untuk kantong mahasiswa.

Karena penasaran  nonton di hari pertama pembukaan IMAX di The Breeze BSD, kubela-belain sepulang kantor aku berangkat ke BSD, untungnya jarak rumahku ke BSD cukup dekat, nggak sampai 15 menit aku sudah sampai the Breeze. Saat itu adalah hari perdana pula pemutaran film Superhero DC Comics yaitu Justice League. Jadilah aku beli tiket IMAX dan ternyata hampir semua kursi yang tersedia terisi penuh tinggal barisan kursi yang depan-depan. Untungnya aku datang sendiri jadi masih ada bangku kosong di pojok paling atas dan di baris keenam dari bawah. Kupilih yang bawah biar lebih dapet efek 3D-nya, karena kalau kejauhan kadang sensasinya kurang, apalagi di pojok.

Studionya cukup kecil, kalau nggak salah cuma mampu menampung 294 orang. Layarnya nggak terlalu lebar, tapi sudah cukuplah untuk studio sebesar itu. Menurutku teater IMAX-nya agak terlalu dipaksakan mengingat XXI dan IMAX ini berada di lantai dasar Green Office Park BSD yang sepengetahuanku tidak dirancang khusus untuk keberadaan cinema di lantai dasarnya, jadi ya itu sudah maksimal penyesuaian sana-sini. Tapi overall memuaskan baik itu kualitas 3D-nya, Sound-nya, ataupun kenyamanan kursinya. Baguslah, semakin banyak pilihan kalau mau nonton karena selama ini kalau nggak ke AEON Mall ya ke Bintaro Xchange atau Lottemall Bintaro yang semuanya tidak dilengkapi IMAX.

Saturday, November 18, 2017

Apa Pekerjaan Rumah yang Paling Menjengkelkan?

Jawabanya buka nyuci piring, ngepel lantai, ataupun nyuci pakaian melainkan Menyetrika! ya betul, pekerjaan rumah yang satu ini sangat menguras energi dan kesabaran. Panas, bikin pegal, dan tentunya boros listrik, kecuali kalau kalian masih pakai setrika arang listrik!

Mengapa bisa sangat membosankan dan menjengkelkan, alasannya sebagai berikut:

  1. Menyetrika cenderung bikin hawa di sekitarnya jadi panas, sehingga tak jarang pula peluh kita bercucuran ketika menyetrika, sesuatu yang sangat tidak nyaman tentunya.
  2. Posisi berdiri atau duduk yang relatif lama saat menyetrika dengan gerakan yang monoton dapat dengan sukses membuat tubuh kita pegal-pegal.
  3. Butuh kesabaran untuk menyetrika, karena tak jarang kita menjumpai baju yang sulit sekali disetrika meski sudah mengatur seting panas maksimal. Atau mungkin karena kepanasan tak jarang ada pakaian kita yang menempel di setrika karena bahannya yang merupakan campuran plastik. Pantas saja banyan keluarga meskipun mereka nggak nge-laundry, tapi tetap menyerahkan urusan setrika menyetrika ke orang lain/tentangga yang membuka jasa penyetrikaan.
  4. Belum tentu setrikaan kita bisa licin tanpa ada lecek di baju atau celana. Apalagi kalau kita tidak mempunyai trik cepat dalam menyetrika pastinya akan menyedot listrik yang besar, karena setrika termasuk elektronik yang nyedot listrik dalam jumlah yang besar, bisa setara mesin pompa air ataupun AC.
  5. Membutuhkan waktu yang cukup lama dalam menyetrika. Satu kemeja saja jika benar-benar licin bisa memakan waktu 3-5 menit. Bagaimana kalau kita buru-buru mau nggunain baju itu ya....
Lha terus biar menyetrika tidak menjengkelkan lagi apa yang harus kita lakukan?
  1. Kita serahkan saja pekerjaan menyetrika ke orang yang membuka jasa setrikaan, toh nggak terlalu mahal. Keluar sedikit uang, tapi kita kan tidak capek, dan yang penting tidak boros listrik!
  2. Beli setrika uap, karena menggunakan setrika uap membuat pakaian cepat licin, tanpa perlu berulang-ulang menyetrikanya dengan tekanan yang kuat sehingga kita menguras energi.  Cukup gosok satu atau dua kali biasanya langsaung licin. Kalau menganggap setrika uap yang biasa tidak cukup praktis, kita bisa beli setrika uang yang punay semacam pipa kayak vakum cleaner, dima baju kita gantung dan cukup kita uapi bajunya langsung licin, seperti yang dipakai di department store, baju-baju yang lecek karena dipilah pilih oleh pembeli bisa kembali licin seketika dengan setrika upa modern model ini. Harganya memang agak mahal, biasanya lebih dari Rp1 juta.
  3. Jangan menimbun terlalu banyak pakaian yang belum disetrika, karena nanti butuh extra effort untuk menyetrikanya.Luangkan waktu paling tidak seminggu dua kali untuk menyetrika agar tidak menumpuk di akhir pekan. Namun, nggak perlu tiap hari menyetrika karena disamping akan membosankan meski sedikit yang disetrika tapi juga akan boros listrik.
Selamat menyetrika dengan enjoy, mimpi kali........!

Friday, November 17, 2017

Nyobain Es Krim Haagen Dazs di Bintaro Xchange

Haagen Dazs di Bintaro XChange
Es Krim, salah satu makanan favoritku sejak kecil. Sampai segede ini masih saja hobi makan es krim. Masih untung aku suka makan es krim, daripada aku suka ngisep rokok hayooo.....

Ngomong-ngomong soal es krim, kalau dulu waktu kecil es krim yang populer ada Mirota, Campina, Indo es krim Meiji, dan Walls. Ternyata karena sudah punya gaji sendiri, jadinya pengen nyoba es krim yang lebih elit alias mihillll.....!

Es Krim Double Scoop Haagen Dazs
Ada 2 gerai besar es krim yang bersaing di kota-kota besar Indonesia. Ada Baskin Robbins dan Haagen Dazs. Pertama aku nyobain Baskin Robbins, dan ternyata enak buanget es krimnya yang rasa Caramel, ehhmmmmm lezat manis ada gurih rasa kacang dan lelehan caramel. Aku pun ketagihan dengan varian Caramel dari Baskin Robbins itu. Kalau beli es krim di Baskin Robbins, ak pasti memilih rasa caramel.

Tak puas pensaran dengan rasanya Baskin Robbins, aku pun nyobain es krim di Haagen Dazs. Siang tadi kebetulan aku mampir ke Bintaro Xchange untuk nukerin voucher Haagen Dazs yang kubeli di JD.id dari harga Rp300 ribu menjadi hanya Rp139 ribu. Kebetulan aku juga punya voucher es krim yang kuperoleh saat daftar aplikasi Haagen Dazs dan satunya lagi kubeli dengan uang elektronik Sakuku BCA Rp1,-. Jadi aku tadi siang selain  nukerin voucer untuk dimasukkan saldonya ke Super Premium Card Haagen Dazs juga redeem voucher se krim single scoop. Lumayan..... jadinya aku dapat 2 scoop dari dua voucher berbeda. Kebetulan yang voucher karena download aplikasi hanya bisa ditukarkan dengan es krim varian strawberry, sedangkan satunya bebas maka kupilih rasa Caramel Biskuit. Perpaduan rasa Caramel dan Biskuit.

Sekilas nampak, varian caramel biskuit tidak se-eye catching es krim caramel miliknya Baskin Robbins. Setelah kucoba ternyata enak juga, meskipun kurang terasa lelehan caramelnya atau krenyes-krenyes semacam kacang arab manis. Ada rasa semacam biskuit tumbuk yang memang rasanya masih kalah dominan dengan karamelnya.

Untuk Es krim yang varian strawberry berwarna pink, dengan semacam gumpalan-gumplan kecil seperti saus strawberry beku. Rasanya agak asam khas rasa strawberry.

Asik buat nongkrong para pecinta es krim

Kursinya nyaman
Suasana di Haagen Dazs Bintaro cukup nyaman. Kita bisa bersantai layaknya di cafe. Meja kursi dan dekorasinya juga eye catching. Besok-besok lagilah ke Haagen Dazs, bisa ke Haagen Dazs dekat rumah di AEON Mall, ntar mau ngajak Manggala yang memang dia suka banget es krim! Toh saldo Super Premium Card-ku masih Rp400 ribu alias masih utuh sejak aku top up pertama kali, haha..... Aku masih penasaran dengan rasa es krim Haagen Dazs yang bentuknya kaya magnum Walls, kayaknya di gambar enak banget ada caramelnya di dalamnya, ehhhmmmmmm....

Wednesday, November 15, 2017

Cek In Air Asia di Juanda Surabaya

Tidak seperti maskapai lainnya yang membuka cek in-nya sekitar 1-2 hari sebelum keberangkatan, Air Asia membuka layanan web cek in 14 hari sebelum keberangkatan sampai dengan 4 jam sebelum keberangkatan. Layanan web cek in-nya bisa diakses di sini.

Air Asia juga menerapkan kebijakan serupa dengan citilink yaitu menjual nomor kursi jika mau memilih kursi. Kalau pengen gratis berarti kita harus menerima nomor kursi yang sudah dipilihkan oleh sistem. Yah namanya saja maskapai Low Budget, masih untung bisa terbang murah dan aman, hehe.....

Menurutku sistem web check in di Air Asia lebih bagus daripada kepunyaan citilink. MEskipun sama-sama bisa diakses melalui website juga dapat diakses melalui aplikasi mobile. Namun, ketika kita menyelesaikan proses check in, ada opsi untuk mengirimkan boarding pass ke email kita, sehingga kalaupun nggak sempat ngeprint saat itu, bisa kapan-kapan toh sudah tersimpan di email. Adapula opsi mengirim notifikasi boarding pass ke SMS.

Sebenarnya dengan aplikasi mobile Air Asia kita tidak perlu mencetak boarding pass, melainkan bisa menggunakan e-boarding pass yang hanya bisa diperoleh jika kita check in melalui aplikasi. Namun, e-boarding pass ini setahuku belum berlaku di semua bandara, kalau tidak salah hanya berlaku di Soetta saja. jadi, kita perlu tetap nge-print boading pass.

Ketika di Juanda, saat aku mau nge-print boarding pass di mesin cek in mandiri (semacam mesin atm), ternyata setelah berkali-kali kucoba tetap nggak bisa, dan aku harus tetap ke counter, padahal saat itu counter belum buka dan sudah banyak penumpang yang antre di depan counter dengan bawaan bagasi mereka bertroli-troli. "Wah bisa lama nih, antrenya...!" gerutuku saat itu. bagaimana nggak menggerutu, karena aku nggak bawa bagasi dan harusnya bisa cepat cek innya tanpa harus antre dengan penumpang yang bawa banyak bagasi. Yo wis lah, berlatih sabar, hehe.....

Sesampainya di counter cek in, kutanyakan ke petugasnya mengapa nggak bisa digunakan mesin cek in mandiri sebanyak itu. Jawabannya cukup sederhana, lagi error sistemnya, wah wah wah......

Tapi Aku cukup puas dengan pelayanan Air Asia saat itu yang cukup on time. Mungkin lain kali aku perlu mencetak dulu boarding passnya di rumah biar gk antre lagi....


Sunday, November 12, 2017

Lebih Tenang dengan Web Cek In Citilink

Dulu kita sering terburu-buru ke bandara agar tidak terlambat cek in. Namun, sekarang kita semakin dimudahkan dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh maskapai, salah satunya adalah web cek in yang bisa kita lakukan darimana pun asal ada akses internet.

Seperti halnya maskapai lain, citilink punya juga fasilitas web cek in. Mirip dengan maskapai lainnya, mungkin hanya dibeberapaprosedur dan kebijakan saja yang berbeda. Misalnya Citilink menerapkan bahwa web cek in baru bisa diakses 48 jam sampai dengan 2 jam 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Lumayan lah cukup memadai rentang waktunya, kebanyakan maskapai membuka web cek in 24 jam sebelum keberangkatan.

Oiya kita bisa melakukan web cek in Citilink melalui laman Web Cek In Citilink atau bisa juga melalui aplikasi mobile yang bisa didownload di Appstore Apple atau Playstore Android. Pilih saja menu Web Cek in di aplikasinya, dan ikuti saja langkah selanjutnya. Hal pertama yang dilakukan adalah memasukkan kode booking dan nama belakang kita.

Tidak seperti web cek ini di Garuda ataupun Lion Air yang membebaskan kita untuk memilih tempat duduk, Citilink tidak menerapkan kebijakan serupa. Citilink mengenakan charge yang bervariasi untuk masing-masing posisi tempat duduk jika kita ingin memilihnya, tapi gratis jika kita tidak memilih tempat duduk alias dipilihkan otomatis oleh sistem Citilink, padahal beberapa waktu lalu sudah pernah digratiskan lho untuk memilih kursi, eh sekarang dikomersilkan lagi, haha.....

Kalau aku sendiri tidak pernah memilih tempat duduk kalau dikenakan charge seperti itu, lain halnya jika gratis. Kalau Anda berencana memilih kursi ketika web cek in, saya sarankan untuk mengaksesnya melalui komputer agar lebih nyaman navigasinya dibandingkan melalui aplikasi mobile.

Terakhir ketika kita sudah yakin dengan kursi yang kita pilih atau tidak memilih kursi, kita bisa melanjutkan untuk proses finalisasi web cek in. Kemudian akan muncul keterangan kalau kita sudah cek in dan boarding pass kita sudah bisa di print. Sayangnya tidak ada opsi untuk mengirim boarding pass ke email kita. Dulu setahuku ketika web cek in citilink, boarding pass akan langsung dikirimkan ke email kita, sesuai email yang kita cantumkan saat kita beli tiket di website citilink langsung. Namun, sekarang karena aku  belum pernah lagi beli tiket ke website citilink langsung, dan seringnya lewat travel agent online seperti Traveloka, tiket.com dan lainnya, maka ketika web cek in citilink boarding passnya tidak terkirim otomatis ke emailku, mungkin terkirim ke email travel agent. Fitur ini sepertinya sepele, tapi sangat membantu ketika tersedia opsi untuk mengirimkan boarding pass melalui email ataupun via SMS seperti yang disediakan maskapai lain.

Sesampainya bandara, meskipun kita sudah web cek in, kalau kita bawa bagasi harus tetap ke counter. Namun, kalau kita tidak perlu bagasi kita bisa juga tidak mampir counter dengan berbekal boardingpass yang sudah kita pegang sebelumnya, tapi saya menyarankan untuk ke counter untuk mengetahui informasi mengenai gate mana yang harus dituju, atau mungkin ada informasi delay, dan bisa juga cetak ulang boarding pass yang sudah dilengkapi dengan keterangan Gate berapanya.

Friday, November 10, 2017

Review Printer Epson L485 WiFi Indonesia

Printer Epson L485 (dok. pribadi)
Sekitar puasa lalu sebelum lebaran, aku beli printer Epson yang menurutku performanya cukup baik dan konsisten. Kupilih jenis printer yang nirkabel (wireless), zaman now gitu loh.... mosok masih ribet urusan kabel.

Pilihanku jatuh ke printer Epson tipe L485 yang selain bisa untuk printer juga bisa untuk scan dan copy. Namun, fitur kunci yang kucari adalah bisa pakai WiFi. Kebetulan kubeli di JD.id dengan harga hampir 3 juta. Salah satu pertimbanganku juga adalah printer ini masih menggunakan tinta isi ulang, jadi tidak perlu gonta-ganti catridge yang terkenal mahal itu. Cukup beli tintanya saja, isi sendiri. Dalam paket pembeliannya juga sudah disertakan 4 botol tinta asli warna hitam, merah, biru, dan kuning.

Setelah kuiisi dan kusetel macem-macem, akhirnya kucoba atur fitur WiFi-nya. Kucoba koneksikan dengan tethering di HP dan ternyata bisa. Kita juga bisa mensetting, alamat email printer ini melalui situs epson, sehingga dari jauh pun, ataupun kota lain kita bisa nge-print asal printernya nyambung internet dengan memasukkan alamat email printer ini, jadi berfungsi mirip mesin Fax.

Khusus untuk fitur scan, masih harus nyambung dengan kabel. Hanya ngeprint saja yang bisa wireless. Untuk mencetak foto di kerta foto hasilnya juga cukup bagus tak kalah dengan kualitas cetak foto studio. Untuk meng-copy dokumen juga hasilnya sangat bagus. bisa copy hitam putih ataupun berwarna. Saat kucoba meng-copy dokumen berwarna, hasilnya cukup memuaskan.

Oiya ternyata printer ini dilengkapi juga oleh WiFi Direct sehingga printer ini bisa tetap nge-print tanpa perlu terkoneksi langsung dengan hotspot WiFi, tetapi perangkat laptop ataupun smartphone bisa langsung koneksi dengan WiFi Direct Printer ini. Praktis....! Untuk lebih memudahkan koneksi smartphone atau tablet kita bisa mengunduh aplikasi Epson iPrint untuk iOS atau Android, cukup simpel.

Secara keseluruhan aku puas dengan performa printer Epson L485 ini. Bentuknya kompak, terlihat kokoh dengan warna hitamnya, dan mudah perawatannya. Semoga Awet.....


Thursday, November 9, 2017

Proses Panjang Berliku Komplain Gagal Top Up Flazz BCA

Ini mungkin proses terpanjang, ternjlimet, teruwet, dan tercapek yang harus kujalani untuk komplain ke BCA terkait kegagalan saat Top Up Saldo Flazz. Untuk soal komplain mengkomplain mungkin aku sudah cukup terlatif, entah sudah berapa puluh kali aku komplain ke toko online, marketplace, ataupun Bank terkait pelayanan mereka, dan hampir semua berakhir dengan manis. Semoga yang satu ini tidak berakhir pahit.

Kronologi kejadian sampai dengan proses komplainnya adalah seperti ini:

  1. Tanggal 27 September 2017 sekitar pukul 11.35 WIB aku top up Flazz melalui EDC di kasir Gramedia Boulevard Bintaro dengan debit kartu ATM-ku. Transaksiku dinyatakan gagal saat itu karena saldo flazzku tidak bertambah banyak. Kutanyakan ke Kasirnya, katanya uangnya akan segera kembali sekitar 1-2 hari kerja. Nomor kartu flazzku juga dicatat dan katanya mau dibantu melaporkannya ke BCA. Entahlah, itu pernah dilakukan atau tidak sampai saat ini.
  2. Malam harinya, kucoba untukk menghubungi customer care BCA melalui telepon. Namun, jawabannya relatif sama dengan si mbak kasir, yaitu dikatakan oleh CS-nya bahwa benar terjadi kegagalan dalam hal top up flazz, dikarenakan koneksi mati. Dijanjikan oleh si Mas CS itu uangku akan dikreditkan kembali keesokan harinya.
  3. Beberapa hari tidak ada uang masuk ke rekening BCA, kutulislah email: halobca@bca.co.id mendapatkan jawaban bahwa aku harus datang ke cabang BCA terdekat.
  4. Karena aku tidak sempat ke BCA terdekat, maka ketika aku pulang ke Tulungagung, tanggal 3 Oktober 2017 kudatangi kantor BCA Tulungagung. Aku berbicara panjang lebar dengan CS-nya (mbak cantik yang kulupa namanya), dia pun dengan sabar dan melayaniku dengan ramah. Dalam kesempatan itu aku juga dihubungkan kembali dengan petugas halo BCA. Akhirnya aku dijanjikan sampai 5 hari kerja untuk pembalian dananya.
  5. Lama kutunggu sampai kira-kira sebulan ternyata nggak ada juga refund yang masuk ke rekening BCA-ku. Akhirnya hari selasa 7 November 2017 kemarin kulayangkan komplain 'keras' ke email halo bca, bahwa jika masalahku tidak terselesaikan sampai jumat 10 November, maka terpaksa kutulis di surat pembaca.
  6. Sore harinya aku dihubungi oleh Kepala Layanan BCA Tulungagung, Pak Toni. Melalui SMS Beliau meminta kapan kesediaanku untuk ditelpon, karena kulihat beberapa kali ada telepon masuk yang nggak kujawab, mungkin karena aku lagi sibuk saat itu. Beliau juga minta untuk men-scan kartu flazz-ku untuk melihat mutasi transaksinya. Kujelaskan bahwa aku tidak berada di Tulungagung, dan aku pun spontan punya ide, ku-scan sendiri kartu flazz-ku dengan aplikasi Mobile BCA di android, terlihat mutasi transaksinya dan akhirnya ku screenshot dan kukirimkan gambarnya ke Pak Toni. Beliau berkata langsung segera memprosesnya dan mengirimkan data tersebut ke pusat.
  7. Tanggal 8 November 2017 tidak ada kabar apapun mengenai progress komplainku.
  8. Tanggal 9 November 2017 sore hari ini sekitar pukul 5 lebih ada 3 panggilan tak terjawab di HP-ku. Dari nomornya kelihatan telepon dari Jakarta. "Mungkin itu pihak BCA mau mengabarkan progress komplainku?", pikirku saat itu. Aku segera saja mengecek mutasi di rekening BCA-ku melalui klikbca, dan ternyata ada kredit  dari BCA. Alhamdulillah.... aku tidak perlu menulis di surat pembaca esok hari. Ternyata mujarab juga ya kata 'Surat Pembaca'!
Akhirnya perjalanan panjang komplain ke BCA berakhir manis, meskipun telah menguras tenaga dan pikiran. Terima Kasih Pak Toni dan timnya yang telah membantu proses komplain saya.


Wednesday, November 8, 2017

Bunga Lidah Mertua Cocok untuk Tanaman Indoor

Lidah Mertua Mini cocok ditaruh di atas meja kerja (dok. pribadi)
Lidah Mertua, nama tanaman hias ini sangat unik dan menggelitik. Ciri khasnya dengan daun panjang, tebal, dan lancip/tajam di ujungnya seakan-akan merepresentasikan lidah sang mertua yang seringkali dikonotasikan negatif seperti cerewet, kata-katanya pedas, dan nyebelin, haha......

Meskipun bunga ini mempunyai nama yang 'kejam', tapi penampakan maupun manfaatnya cukup bagus. Tanaman dengan nama latinnya Sansevieria sp. ini secara fisik mempunyai bentuk daun yang meruncing, tebal dilapisi lapisan mirip lilin, dengan jenis yang bermacam-macam. Ada yang panjang, ada yang pendek, ada yang warnanya hija kelabu, hija belang-belang, hijau dengan pinggiran kuning, ada yang panjang adapula yang pendek, cukup variatif.

Lidah Mertua berwarna hijau agak kelabu (dok. pribadi)
Manfaat dari tanaman ini menurut berbagai macam sumber bisa menyaring udara kotor alias sebagai penyaring udara alami. Tanaman ini juga bandel dan mudah sekali perawatannya dan cocok untuk ditaruh di dalam ruangan karena:

  1. Tidak memakan banyak tempat, tumbuhnya cenderung ke atas ramping
  2. Mampu membersihkan udara di ruangan 
  3. Tidak perlu banyak sinar matahari
  4. Tidak butuh banyak air, cukup dua hari sekali saja menyiramnya.
  5. Tidak gampang busuk
  6. Tidak menggugurkan daun
  7. Bagus ditaruh di sudut-sudut ruangan, ataupun di meja (khusus yang jenisnya kecil)
  8. Tidak perlu perawatan yang intensif ataupun pemupukkan secara khusus.
Lidah MErtua Panjang cocok ditaruh di pojok ruang (dok. pribadi)
Perbanyakan tanaman lidah mertua ini juga cukup mudah. Tinggal kita potong rimpang (semacam batang di dalam tanah dan berakar) yang ada anakkannya, lemudian kita pindahkan ke pot yang sudah diberi media tanam tanah. Bisa pula dicampur dengan kompos, pupuk kandang ataupun sekam, tapi tetap komposisi tanahnya yang paling banyak. Penyiraman bisa dilakukan sehari atau dua hari sekali, karena tanaman ini tidak butuh banyak air, tapi menyimpan air.

Tuesday, November 7, 2017

Digibank Benar-benar Gratis Tarik Tunai di Semua ATM Bersama dan Alto

Salah satu gimmick yang memikatku ketika membuka rekening Digibank adalah gratis tarik tunai di ATM Bank 'manapun' disamping transfer gratis antar bank. Memang cuma gratis di ATM Bank lain yang ada logonya ATM Bersama ataupun Alto, tapi kan hampir semua Bank mempunyai logo ATM Bersama di ATM-nya, kalau logo Alto mungkin lebih sedikit.

AKu sudah mencobanya di ATM bank Mandiri yang berlogo ATM Bersama ternyata benar gratis ketika tarik tunai. Namun, aku pernah mencoba mengambil di ATM CIMB Niaga yang ada logo ATM Bersama-nya, ternyata ada tulisan di layar ATM bahwa tarik tunai yang akan kulakukan akan dikenakan biaya oleh Bank Penerbit Kartu. Aku jadi bertanya-tanya saat itu, kok bisa begini ya, aneh. Daripada kepotong kena biaya tarik tunai, kuurungkan niatku untuk tarik tunai via ATM CIMB Niaga. Namun, aku tetap penasaran, mungkin itu standar di ATM CIMB Niaga, begitu kartu dari bank lain mau ambil tunai via ATM CIMB Niaga, mesin akan mengeluarkan notifikasi seperti itu, yang mengingatkan kita kalau tarik tunainya dikenakan biaya.

Nah, karena DBS sudah membebaskan biaya tarik tunai, maka notifikasi yang ditayangkan mesin ATM CIMB Niaga saat itu mungkin tidak berlaku. Itu pemikiranku saat itu. Nah, barusan aku bersama temanku mencoba tarik tunai di mesin ATM menggunakan kartu debit Digibank. KEbetulan temanku baru buka rekening dan baru dikirimi kartu debit Digibank, serta dapat cash reward Rp50 ribu. Kami pun menuju galeri ATM di komplek Pasar Modern Bintaro. ATM Mandiri ada yang pakai, sehingga kami pun memilih ATM CIMB Niaga yang saat itu kosong, toh ada logo ATM Bersama-nya juga.

Kartu dimasukkan, dan ternyata sama masih ada notifikasi kalau tarik tunai akan dikenakan biaya. Temanku kuminta mengabaikan notifikasi tersebut dan menarik saldo Rp50 ribu yang ada di rekening, toh kalaupun ada biaya pasti gk keluar uangnya karena saldonya di rekening cuma Rp50 ribu dan minimal penarikan juga Rp50 ribu. Dan ternyata....Bisa! Selembar uang Rp50ribu dari mesin ATM keluar. Ternyata yang kupikirkan selama ini tentang  mesin ATM CIMB Niaga benar, DBS nggak bohong tentang gratis tarik tunai di semua jaringan ATM Bersama. Good Job!

Monday, November 6, 2017

Damri Jurusan Bandara Soetta - WTC Serpong

Kemarin malam kebetulan aku landing di Soetta dari Juanda Surabaya. Karena naik Air Asia, jadinya turunnya di Terminal 2F. Dulu terminal 2F ini, dikhususkan untuk Garuda Indonesia, tapi setelah Garuda pindah ke Terminal 3, trminal ini jadi basecamp maskapai Sriwijaya Airlines dan Air Asia Indonesia.

Kalau dulu di zaman awal-awal taksi online, begitu turun di bandara, sebelum keluar dari area bagasi, aku segera memesan taksi online, seringnya UBER kala itu. Cukup murah dan cepat dapatnya. Namun, akhir-akhir ini aku lebih sering naik DAMRI selain jauh lebih murah, naik taksi online di bandara Soetta menurutku tidak worth it lagi. Gimana tidak, tarifnya bisa gila-gilaan, bahkan bisa lebih mahal daripada taksi biasa. Kemarin malam saja iseng-iseng aku coba buka pakai Go Car tarifnya kena Rp200 ribuan tujuan ke rumahku di Tangsel. Alasan lainnya, seringkali orderku dibatalkan oleh si driver, karena mentang-mentang aku bayarnya pakai kartu kredit yang biasa kulakukan jijka aku naik UBER. Sangat memakan waktu dan menguras pikiran. Kembalilah aku ke transportasi bandara idolaku dulu, yaitu DAMRI!

Lokasi rumahku di Tangerang Selatan, dekat dengan Kantor Walikota Tangsel. Cukup dekat pula dengan kawasan Bumi Serpong Damai (BSD). Nah, untuk mencapai rumahku jika menggunakan transportasi umum bisa menggunakan travel Xtrans, nanti turun Giant BSD lanjut dengan ojek, atau dengan DAMRI nanti turun pas pemberhentian terakhir yaitu di WTC Serpong, sebelum memasuki kawasan BSD.

Di Terminal 2F ada shelter khusus DAMRI yang dapat kita akses begitu keluar pintu kedatangan langsung belok kiri lurus ikuti petunjuk kira-kira 100 meter lah jalan kaki. Tempatnya sekarang lumayan nyaman, tempat duduknya juga banyak, adapula berbagai gerai makanan cepat saji yang berjejer rapi di ruang tunggu. Di situ ada loket DAMRI ataupun loket-loket travel terutama jurusan Bandung.

Sampai di shelter DAMRI sekitar pukul 19.30 WIB. Aku pun menunggu dengan sabar Bus DAMRI yang akan mengantarku ke WTC Serpong. DAMRI ini rutenya adalah Bandara kemudian masuk Tol Bandara, kemudian masuk tol JORR, lanjut ke Tol Tangerang, dan keluar pintu Tol Alam Sutra. Jadi untuk yang berdomisili di Alam Sutra juga bisa naik DAMRI ini. Tarifnya cukup murah sebesar Rp40 ribu, kita sudah tidak lagi bayar tol.

Waktu menunjukkan pukul 20.20 WIB, berarti sudah 45 menit aku menunggunya, dan belum tiba juga DAMRI yang  kutunggu. Aku pun bertanya ke petugas DAMRI yang biasanya meneriakkan jurusan bus DAMRI yang datang, dan memang bus jurusan WTC Serpong belum datang. Akhirnya penantian panjangku usai juga, sekitar pukul 20.40 Bus DAMRI jurusan WTC Serpong pun datang. Lega rasanya.....

Di dalam bus masih kosong, ternyata shelter di terminal 2F dihampiri DAMRI ini yang pertama kali. Kabar buruknya jelas, DAMRI ini nanti sebelum keluar bandara, nyari penumpang dulu ke Terminal 1A, 1B, 1C dan terakhir di Terminal 3. Kurang lebih 30 menit muter-muter dari terminal ke terminal. Ughh....

Waktu menunjukkan sekitar pukul 21.15 akhirnya Bus melaju keluar bandara menuju tol yang kondisinya lancar jaya. Namun, laju bus agak tersendat ketika memasuki Tol Tangerang. Kemacetan yang lumayan panjang, meskipun masih bisa terus jalan perlahan menyergap di bekas gerbang tol Karangtengah, sekitar 15 menit bus berjalan perlahan. Akhirnya sekitar pukul 22.10 kami pun sampai di WTC Serpong. Segera kupesan Gojek yang malam itu tarifnya cuma Rp11.000 kalau bayar pakai Go Pay atau Rp15.000 kalau bayar tunai. Untungnya langsung dapat dan sekitar 15 menit kemudian aku sudah sampai di rumah dengan selamat. Alhamdulillah.....

Dengan pengalamanku naik Bus DAMRI jurusan WTC Serpong yang susah dapatnya itu, aku jadi berpikir, pantesan bus ini setiap kali aku naik tidak pernah penuh, dan aku selalu duduk sendiri, mungkin warga Serpong dan sekitarnya malas pakai bus ini karena harus lama dan sabar menunggu. Bayangkan kemarin aku menunggu totalnya sampai keluar bandara lebih dari 1,5 jam. Meskipun murah, mungkin warga Serpong lebih memilih naik Xtrans atau Taksi. Mengapa aku tidak naik Xtrans dari bandara, karena jalur yang dilewatinya rawan macet, karena tidak masuk tol melainkan lewat Kota Tangerang.

Yo wis, yang penting selamat dan murah, haha..... Ono Rego Ono Rupo!



Wednesday, November 1, 2017

Tiket Pesawat Harga Jujur ya Beli di Traveloka

Salah satu promo di laman Traveloka
Sekitar Tahun 2014 aku baru mengenal Traveloka. Sebelum mengenal Traveloka, aku sering membeli tiket pesawat langsung ke situs resmi maskapai, tapi setelah mengenalnya, Traveloka menjadi pilihan utamaku ketika mau beli tiket pesawat. Selain menawarkan harga yang terbaik, nama 'Traveloka' itu gampang sekali diingat dan diucapkan, jadi secara tidak langsung gampang menancap di mindset para traveler.

Ketika baru kenal Traveloka, aku kebetulan masih bertugas di Balikpapan, tetapi aku tidak membawa serta merta anak istriku ke sana, sehingga secara berkala, rata-rata dua bulan sekali aku pulang ke Jawa. Perjalananku ke Jawa tentunya tidak mungkin kulakukan dengan kapal laut, mengingat waktu libur atau cuti yang mepet, sehingga jalan satu-satunya ya naik pesawat. Begitu pula saat aku pindah tugas di Pontianak, juga mengharuskanku naik si burung besi entah sebulan atau dua bulan sekali. Sampai saat ini pun aku bertugas di daerah Tangerang Selatan, rata-rata sebulan sekali aku pulang ke Jawa, tepatnya ke Tulungagung, Jawa Timur bolak-balik naik pesawat via Surabaya. Dengan kondisiku seperti itu, mau tak mau aku harus pandai-pandai mengatur budget, agar masih mampu beli tiket pesawat. Salah satunya dengan mencari tiket pesawat yang menawarkan harga terbaik.

Setelah mengenal Traveloka, aku lebih sering pesan tiket pesawat melalui situs ini karena harganya itu lho, bahkan bisa lebih murah dari harga di situs resmi maskapai. Tanpa embel-embel diskon saja, tiketnya sudah murah, apalagi kalau ditambah promo diskon yang sedang berlangsung, wah lumayan signifikan perbedaannya. Sudah nggak terhitung berapa kali aku pesan tiket pesawat di Traveloka. Sampai-sampai karena aku puas dengan fitur dan pelayanan Traveloka, tak segan-segan situs ini kurekomendasikan kepada teman-temanku jika mereka mau beli tiket pesawat.

Yang kusuka pesan tiket di Traveloka adalah, harga yang ditawarkan merupakan harga jujur. Harga yang terlihat di awal, ya harga itulah yang akan kita bayar nantinya. Juga tidak ada komponen biaya lainnya yang tersembunyi, bahkan untuk transaksi menggunakan kartu kredit pun tidak dikenakan biaya sepeser pun. Luar Biasa..... pantesan saja Traveloka dalam waktu singkat menjadi raja online travel agent di Indonesia.

Harga jujur dan terjangkau yang ditawarkan Traveloka memang sangat cocok bagi masyarakat Indonesia yang sebagaian besar merupakan kalangan Price Sensitive termasuk diriku. Siapa yang nggak mau dengan iming-iming harga miring, haha.... Untuk masalah harga memang Traveloka tidak perlu diragukan lagi. Soal harga, tak pernah sekalipun aku dikecewakan oleh Traveloka. Bersyukur sekali di saat aku harus sering bolak-balik naik pesawat demi anak istri tercinta di kampung, sekarang ada Traveloka yang memberi kemudahan bagiku untuk bertemu mereka.

Selain kita mendapatkan harga yang terbaik di Traveloka, yang kusuka dari traveloka adalah navigasi situsnya yang user friendly, cepat loading-nya, proses transaksi tidak berbelit-belit. Itulah first impression terhadap Traveloka yang sampai saat ini masih melekat di pola pikirku. Langkah-langkah yang harus dilalui dalam transaksi pun cukup singkat dan sederhana, cocok buat para traveler yang tidak punya waktu berlama-lama untuk mengisi form ini itu.

Begitu juga dengan pilihan metode pembayarannya. Traveloka menyediakan berbagai macam platform pembayaran, dari transfer bank, internet banking, kartu kredit/debit, bahkan sampai dengan memfasilitasi pembayaran melalui jaringan toko retail Alfamart dan Indomaret. Dari semua metode pembayaran yang tersedia, aku paling sering menggunakan pembayaran kartu kredit karena bisa ngutang dulu, cocok buatku ketika harus pulang akhir bulan tapi sudah terkena 'kanker' alias kantong kering.

Pernah suatu ketika, tiket pesawat yang kupesan jadwalnya diubah secara sepihak oleh maskapai, tentu saja itu membuatku kecewa karena harus cari tiket lain dan mengurus refund yang seringkali berbelit-belit dan butuh waktu lama. Namun, sekarang Traveloka mempunyai fitur Refund, sehingga kita tidak perlu repot-repot menelpon CS, tinggal klik-klik-klik, submit, tunggu beberapa hari uang kembali. Mudah sekali dan sangat membantu.

Semua itulah yang membuatku menjatuhkan pilihan pertama ke Traveloka ketika mau beli tiket pesawat. Semoga Traveloka terus berinovasi dan memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia. Mau Traveling, Cek Dulu Traveloka!

Gagal Daftar Ulang Kartu Prabayar

Pemerintah mewajibkan pendaftaran ulang bagi pengguna kartu prabayar dari operator seluler mulai 31 Oktober 2017 s.d. 28 Februari 2018. Kalau sampai dengan  batas waktu yang ditentukan jika tidak melakukan daftar ulang ke 4444 maka nomor telepon akan diblokir secara bertahap.

Kemarin sore selepas kantor, aku mencoba untuk daftar ulang kartu prabayarku nomor IM3 dan Simpati. Pertama kucoba nomor IM3. Kuketik SMS: ULANG(spasi)NIK#Nomor Kartu Keluarga# dan kukirim ke 4444. Aku segera mendapat sms balasan dari 4444, ternyata format sms yang kumasukkan salah, antara kata ulang dengan nomor NIK bukan dipisahkan dengan spasi melainkan tanda pagar (#). Kuulangi dengan format yang benar; ULANG#NIK#Nomor KK# kirim ke 4444.

Apa yang terjadi kemudian, aku mendapat balasan dari 4444 dengan jawaban sebagai berikut:

"Maaf Data yg Anda masukkan tidak sesuai dgn Data Kependudukan. Pastikan data yg Anda masukkan benar (sesuai eKTP dan Kartu Keluarga). Silakan coba lagi."

Aneh benar, padahal sudah kuinput nomor eKTP dan KK yang benar. Masak data kependudukan di server Kemendagri masih belum update, waduh...... Atau jangan-jangan dataku yang terekam masih data di KK yang lama ya??

Kucoba registrasi ulang lagi, kali ini menggunakan nomor KK yang lama, pakai nomor Simpati, ternyata mendapat jawaban yang kurang lebih sama:

"Maaf, saat ini permintaan Anda tidak dapat diproses. Silakan hubungi call centre 188 untuk informasi lebih lanjut."

Sebelumnya aku juga mendaftarkan ulang kartu Simpatiku dengan nomor KK-ku yang baru, tapi jawabannya juga sama, tidak dapat diproses. Wah bagaimana ini, kalau terus-terusan begini terpaksa nanti harus datang ke Grapari atau Gerai Indosat untuk registrasi ulang.

Sebagai informasi tambahan, untuk format SMS registrasi ulang kartu prabayar masing-masing provider ternyata berbeda-beda, dengan mengirim SMS ke 4444 dengan format sebagai berikut:

  1. Indosat, Tri, dan Smartfren: ketik: ULANG#NIK#No.KK#   
  2. XL : ketik: ULANG#NIK#No.KK
  3. Telkomsel: ULANG(spasi)NIK#No.KK#
Setelah kucoba dengan format masing-masing operator juga tidak bisa. Kucoba registrasi melalui website resmi operator juga tidak bisa. Yo wis lah....

Tuesday, October 31, 2017

Asik Dapat Cash Reward dari Program Member Get Member Digibank

Nggak penting banget sih judul di atas, kayak ekspresi anak SD yang tiba-tiba dapat angpao dari Pamannya, haha..... Memang ekspresi anak kecil itu ekspresi jujur yang luar biasa, yang semakin luntur seiring bertambahnya usia.

Mungkin ekspresi seperti anak SD itulah yang kurasakan ketika mendapat cash reward dari Digibank. Cash Reward yang diberikan Digibank bukan nilai yang fantastis, melainkan sebesar Rp50 ribu, yang untuk sebagian dari kita, uang sebesar itu hanya kita tukarkan dengan secangkir kopi starbucks, tapi buat masyarakat lainnya uang segitu bisa untuk makan sekeluarga satu hari. Ohhh......

Bukan nominalnya yang membuatku cheers melainkan 'perjuangan' mendapatkan Rp50 ribu itu yang membuatku lebih menghargai uang. Selama ini gaji bulananku yang sudah cukup besar menurutku, seringkali menguap begitu saja, numpang lewat, hanya karena memenuhi nafsu sesaat. Dapat Rp50 ribu, ya Alhamdulillah......

Ngomong-ngomong soal cash reward Rp50 ribu, sebenarnya bukan tujuan utamaku mendapatkannya, aku menganggapnya sebagai bonus karena berbagi informasi menarik kepada teman-temanku. Ngomong-ngomong soal reward ini, aku peroleh dari Digibank karena aku iseng-iseng ikut program member get member. Jadi kita merekomendasikan teman kita untuk membuka rekening di Digibank, dan setiap yang berhasil membuka rekening kita dapat cash reward Rp50ribu, yang menurutku tidak perlu banyak effort, karena pada dasarnya aku senang bercerita, dan menurut teman-temanku, kalau aku sudah bercerita mereka seolah-olah hanyut dalam ceritaku karena begitu meyakinkan, haha.... kayak bakat tukang obat keliling! Aku bisa bercerita dengan sangat meyakinkan kalau cerita itu adalah sebuah fakta atau pengalaman pribadiku karena secara pribadi aku termasuk orang yang tidak pandai berbohong. Hix

Aku mau mengikuti program member get member ini karena aku puas dengan layanan Digibank, dan banyak mendapatkan benefit dari Digibank yang jarang kudapatkan dari bank lain. Namun, kalau aku memperoleh pengalaman buruk dari penggunaan aplikasi Digibank, tentunya aku tidak mau ikut program ini, gila aja tega-teganya menjerumuskan teman hanya karena iming-iming Rp50ribu. Tapi ternyata Digibank memberikan pengalaman bertransaksi yang luar biasa dan patut kurekomendasikan ke teman-temanku agar mereka juga mencicipi benefit yang kurasakan, terlepas nanti aku dapat cash reward atau tidak ketika mereka membuka rekening Digibank. Kalaupun nggak ada program member get member pun aku juga akan merekomendasikan aplikasi ini.

Sudah beberapa kali aku mendapatkan cash reward dari Digibank karena beberapa temanku bahkan kakakku sendiri buka rekening Digibank. Cash reward biasanya langsung dikreditkan ke rekening Digibank kita sehari setelah proses pembukaan rekening teman kita (yang kita rekomendasikan) dinyatakan berhasil. Lumayan.....

Oiya program member get member Digibank ini berlangsung sampai dengan 31 Desember 2017, masih ada kesempatan cari 'mangsa' baru nih, haha.......

Monday, October 30, 2017

Aplikasi Digibank Masih ada Masalah (Bug)

Hampir 2 bulan aku menggunakan aplikasi Digibank. Overall aku merasa cukup puas dengan aplikasi ini. Selain cukup mudah dan user friendly pengoperasiannya, fitur-fitur yang ada juga cukup membantu dalam aktivitas sehari-hari. Mulai fitur transfer antar bank, isi ulang pulsa, token listrik, ataupun uang elektronik, sampai dengan daftar promo yang sedang berlangsung juga bisa langsung diakses melalui aplikasi ini.

Di balik semua keunggulannya ternyata aplikasi Digibank masih ada beberapa bug, sementara ini paling tidak masalahnya masih muncul sampai artikel ini ditulis, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Transfer ke Rekening Bank Lain sangat mudah dilakukan melalui aplikasi ini, tapi ada satu bank yang tidak bisa kulakukan transfer melalui aplikasi ini, yaitu Transfer ke Bank Syariah Mandiri. Nggak tahu kenapa kok nggak bisa, aku sudah berkali-kali menuliskan keluhanku soal ini ke CS DBS, dan sudah berkali-kali dihubungi CS-nya, tapi ternyata sampai saat ini aku tidak bisa melakukan transfer ke Mandiri Syariah. Aneh....
  2. Ketika kita melakukan transfer dan akan menuliskan nomor rekening, ternyata tidak bisa langsung memasukkan nomor-nomor. Untuk mengatasi masalah itu, aku biasanya memancingnya dengan meng-klik Virtual Assistant "Ada yang bisa saya bantu?", tapi segera kututup kembali, dan mencoba kembali memasukkan nomor rekening, ternyata bisa. Aneh ya, atau kejadian itu hanya terjadi di aplikasi android saja, atau bahkan hanya terjadi di HP-ku saja? Entahlah.....
  3. Ketika kita melakukan Live Chat dengan CS Digibank, ketika kita mengetikkan pertanyaan atau keluhan, di layar HP tidak muncul huruf/kata/kalimat yang kita ketikkan sebelum kita menekan tombol send, sehingga ketika pesan terkirim kadangkala kata yang kita ketikkan salah, tapi kesalahan itu tidak bisa kita ketahui saat mengetiknya dan baru bisa diketahui setelah terkirim. Unik ya....
Baru tiga masalah di atas yang kutemukan selama aku menggunakan aplikasi Digibank selama hampir 2 bulan ini. Semoga DBS segera memperbaiki aplikasi Digibank, sehingga nasabah Digibank akan lebih nyaman dan puas dalam menggunakan aplikasi ini.


Sunday, October 29, 2017

Uniknya Transaksi menggunakan Sakuku BCA

Tidak seperti uang elektronik lainnya semacam eCash Mandiri ataupun Rekening Ponsel, Sakuku mempunyai cara yang unik untuk transaksi. Jika yang lain pakai OTP (One Time Password), Sakuku menggunakan otorisasi dengan cara men-scan QR Code yang tampil di halaman pembayaran. Kita perlu men-scan QR Code di layar komputer untuk dengan HP kita dan mengkonfirmasinya dengan memasukkan PIN Sakuku.

Unik memang, tapi agak merepotkan. Misalkan belanja di Blibli, pembayaran dengan Sakuku baru support untuk pembayaran melalui komputer desktop, belum bisa digunakan untuk membayar menggunakan aplikasi Blibli di HP. Aneh ya, pakai uang elektronik itu agar lebih mudah dan gampang diakses, eh ini malah agak ribet. Ini adalah PR besar untuk tim pengembang aplikasi Sakuku BCA, bagaimana mau populer sebagai metode pembayaran jika penggunaannya belum support semua platform, bahkan di Blibli sendiri yang notabene sama pemiliknya.

Scan QR Code juga menurutku kurang praktis, soalnya kita harus mengarahkan ke layar dan mencoba beberapa kali menggeser-geser posisi HP agar QR Code di layar komputer bisa ter-scan sempurna. Berbeda dengan uang elektronik lainnya seperti eCash Mandiri, yangmana kita hanya diminta memasukkan nomor HP dan password eCash Mandiri, kemudian kita mendapatkan OTP dan langsung memasukkannya ke halaman pembayaran. Kalau pakai Sakuku, kita perlu membuka dulu aplikasi Sakuku, memasukkan nomor HP di halaman pembayaran di desktop, kemudian kita buka menu bayar belanja dan men-scan kode QR yang muncul di layar, kemudian kita mengkonfirmasinya dengan memasukkan PIN Sakuku, baru selesai. Lebih banyak tahapan yang harus dilakukan.

Tapi dengan tahapan yang agak ribet itu, aku yakin keamanannya cukup bagus. Semoga tim pengembangan aplikasi Sakuku BCA terus berinovasi dan membuat transaksi dengan Sakuku lebih mudah dan praktis.

Baca juga : Pengalaman Belanja di Blibli Bayar Pakai Sakuku BCA

Saturday, October 28, 2017

PayPro Uang Elektronik Metamorfosis Indosat Dompetku

PayPro, aku baru mendengarnya beberapa bulan ini. Penasaran dengan PayPro, beberapa hari lalu kuunduh aplikasi dengan background warna janda ini, alias warna ungu. Usut punya usut ternyata PayPro ini adalah metamorfosis dari Indosat Dompetku, layanan uang elektronik yang diselenggarakan oleh operator seluler Indosat.

Sejak beberapa bulan lalu, Indosat Dompetku sudah dihentikan layanannya, tapi tidak benar-benar disuntuk mati melainkan bermetamorfosis menjadi PayPro. Saldo nasabah Dompetku dialihkan ke PayPro. Penyelenggaraan layanan uang elektronik PayPro jelas menggunakan lisensi Indosat Dompetku yang telah mengantongi izin dari regulator dalam hal ini Bank Indonesia, jadi termonitor oleh Bank Indonesia jadi lebih aman.

PayPro mempunyai keunikan yang tidak dimiliki oleh penyelenggara layanan uang elektronik lainnya semacam BCA Sakuku, Mandiri eCash, Tcash, XL Tunai, ataupun Rekening Ponsel CIMB Niaga. Mereka mengklaim bahwa mereka mempunyai izin sebagai penyelenggara uang elektronik yang lebih fleksibel, dalam artian tidak terbatas bisa digunakan oleh pengguna operator seluler tertentu atau nasabah bank tertentu. Namun, sekarang sepertinya penyelenggara uang elektronik lainnya akan atau ada yang sudah menuju kesana. Nanti para penyelenggara uang elektronik tersebut harus bersaing dalam hal kemudahan, kepraktisan, biaya layanan, ataupun promo menarik dengan merchant mitra.

PayPro bisa diisi ulang melalui jaringan Alfamart/Alfamidi/DanDan, Indomaret ataupun transfer Bank. Nah, kemarin kucoba mengisi ulang melalui transfer bank. Sebenarnya top up melalui transfer bank ini jauh lebih mahal daripda top up melalui alfamart ataupun indomaret, yaitu dikenakan biaya Rp6500, sekali transfer. Tapi aku bisa mendapatkannya gratis karena transfer lewat Digibank.

Untuk transfer cukup mudah, transfer ke Bank Lain dengan kode 789 diikuti nomor HP akun PayPro. Saat transfer menggunakan Digibank, aku tidak bisa memasukkan kode bank 789, tapi harus memilih nama bank-nya apa. Karena aku tidak tahu nama bank-nya, jadi kugoogling di internet, ternyata kode 789 dalam transfer online itu bukan nama bank tertentu melainkan namanya 'INDOSAT DOMPETKU', jadilah kupilih Indosat Dompetku baru kumasukkan nomor HP. Begitu transfer sukses, otomatis saldo PayPro bertambah dan siap digunakan. Nanti kita akan bahas lebih banyak lagi fitur-fitur PayPro dalam artikel selanjutnya.

Baca juga: Transfer dan Tarik Tunai Gratis pakai Digibank


Friday, October 27, 2017

Pengalaman 1 Bulan Menggunakan Kartu Debit Digibank by DBS

Sudah lebih dari sebualn ini aku menjadi nasabah Digibank, produk digital banking dari DBS. Seperti halnya bank-bank lainnya, nasabah Digibank juga mendapatkan kartu debit, yang katanya bisa digunakan layaknya kartu kredit, mungkin lebih tepatnya semacam kartu debit online.

Kartu Debit Digibank dikirimkan beberapa hari setelah kuberhasil membuka rekening Digibank. Kartu ATM yang dilengkapi chip ini  didominasi warna oranye, khas logo DBS dengan nama kita tertera di kartunya. Nah, seperti dalam promosi digibank, bahwa kartu debitnya itu bisa berfungsi layaknya kartu kredit dan tentunya fiturnya yang paling asik adalah bisa digunakan untuk tarik tunai di semua jaringan ATM Bersama maupun Alto. Gratis tis tis tis..... dan aku pun sudah berkali-kali membuktikannya.

Ketika kupakai bertransaksi di merchant online juga bisa diperlakukan layaknya kartu kredit kecuali untuk pembayaran cicilan. Ketika kita akan menggunakan kartu debit DBS ini untuk pembayaran, maka kita pilih metode pembayaran kartu kredit, tinggalmemaeukkan nomor kartu debit digibank, tanggal kadaluwarsa dan CVV, seperti halnya kartu kredit. Kemudian kita akan mendapatkan OTP untuk otorisasi. Mudah, aman, dan praktis. Cocoklah untuk anak muda!

Overall aku cukup puas dengan kartu debit digibank ini, semoga nanti akan bertambah lagi fiturnya dan terus dijaga serta ditingkatkan keamanannya agar nasabah menjadi semakin tenang dalam bertransaksi.

Thursday, October 26, 2017

Mencoba Beli Pulsa Pakai Go Pay

Beberapa waktu lalu, tida-tiba ada notifikasi di HP, ada voucher Rp15.000 untuk pembelian pulsa melalui aplikasi Gojek di sub menu Go Pulsa, tentunya dengan pembayaran memakai Go Pay. Daripada vouchernya kulewatkan saja, jadilah kupakai untuk beli pulsa IM3 denominasi 25ribu. Untuk denominasi segitu, Go Pulsa meenjualnya dengan harga Rp26.000,- Nggak papa lah toh dapat diskon 15ribu, jadinya cuma bayar Rp11.000, daripada saldo Go Pay-nya nganggur ya mending dibeliin pulsa saja, hehe......

Sangat mudah membeli pulsa di Go Pulsa, tidak perlu lagi repot-repot transfer, ataupun klik-klik internet banking  dengan menggunakan token, cukup pakai Go Pay semua terasa mudah. Kita tinggal masukkan nomor telepon, otomatis Go Pulsa mendeteksi nomor kita termasuk operator mana. Ada dua pilihan jenis pembelian yang ada, yaitu Pulsa dan Paket Data. Tinggal kita pilih denominasi pulsa atau pilihan paket datanya. Sangat mudah, real time, dan tentunya praktis.

Go Pulsa tentunya harus bersaing dengan berbagai macam aplikasi uang elektronik yang ada seperti Mandiri eCash, Sakuku BCA, bahkan Tokopedia, Bukalapak, dan berbagai mal online  raksasa yang sekarang ini juga berlomba-lomba jualan pulsa dan paket data. Kasihan ya, penjual pulsa di pinggir jalan sekarang tentunya merosot tajam omzetnya karena pemain-pemain kelas kakap sudah masuk ke bisnis ini. tapi ya itulah teknologi, di satu sisi memudahkan kita, di sisi lain menggilas  atau meniadakan pekerjaan, bisnis yang kurang efisien.

Wednesday, October 25, 2017

Mencoba Tarik Tunai Sakuku di ATM BCA

Mungkin diantara pembaca pernah lihat semacam stiker di pojok kanan atas mesin ATM BCA yang disitu tertera, "Di sini bisa tarik tunai Sakuku". Mungkin dari nasabah BCA sendiri belum tahu apa itu Sakuku. Sakuku adalah uang elektronik yang dikeluarkan oleh BCA, seperti halnya Mandiri dengan eCash-nya, CIMB Niaga dengan Rekening Ponselnya, ataupun Telkomsel dengan Tcash-nya, dan masih banyak lagi lainnya.

Salah satu fitur dari Sakuku adalah bisa tarik tunai di ATM BCA. Karena penasaran bagaimana cara tarik tunai SAKUKU di ATM BCA tanpa menggunakan kartu ATM aku pun mencobanya. Saat itu kebetulan selesai belanja di Superindo di kawasan Pamulang II, di dekat kasir ada ATM BCA. Nah, pada awalnya aku bingung harus bagaimana karena tidak pakai kartu ATM. Setelah kulihat lebih seksama, ternyata di layar bagian kanan bawah ada menu Tarik Tunai Tanpa ATM, langsung saja kutekan tombol menunya.

Aku diminta memasukkan nomor HP ku yang terhubung dengan rekening Sakuku. Oiya sebelum pencet sana sini di mesin ATM, kubuka terlebih dahulu aplikasi Sakuku. Kupilih nominal yang akan kutarik tunai, minimal Rp50 ribu. Kemudian aku dapat dapat Kode, yang nantinya kuinputkan ke mesin ATM.

Setelah memasukkan nomor HP ke mesin ATM, aku pun diminta memasukkan kode yang kuperoleh dari aplikasi Sakuku. Tidak perlu menunggu lama, uang pun keluar sesuai nominal yang kupilih di aplikasi Sakuku. Lumayan, sangat membantu ketika kita kebetulan tidak bawa kartu ATM. Oiya layanan ini tidak dikenakan biaya karena hanya bisa dilakukan di ATM BCA.

Sebenarnya tarik tunai di ATM bukan kali ini saja kulakukan. Dulu beberapa tahun yang lalu saat masih awal-awalnya Rekening Ponsel CIMB Niaga, aku juga pernah melakukan hal serupa, caranya pun mirip. Mungkin nanti lama-kelamaan kartu ATM akan menjadi barang kuno juga ya....

Baca juga: Nyobain Sakuku: Uang Elektronik BCA

Tuesday, October 24, 2017

Mencoba Fitur Tcash Full Service

Perbedaan Fitur Layanan Tcash Basic Service vs Full Service
Uang elektronik besutan provider seluler terbesar di Indonesia ini memang termasuk yang paling moncer dan populer di masyarakat. Selain termasuk pioner di ranah uang elektronik, Tcash selama ini juga banyak menyelenggarakan promo-promo bekerja sama dengan berbagai merchant online maupun offline.

Sudah sekitar setahun ini aku menjadi pengguna Tcash Telkomsel. Dulu aku buka rekening Tcash, motif pertamaku adalah karena sempat ada promo diskon 50% untuk nonton di XXI jika bayar pakai Tcash setiap hari senin, sayang sekarang promo itu sudah lama berakhir.

Nah, tempo hari aku iseng-iseng buka-buka fitur Tcash di aplikasi Twallet Telkomsel, ternyata ada fitur KIRIM yang mana fitur ini merupakan fitur transfer saldo Tcash ke sesama nomor Tcash ataupun ke Rekening Bank. Untuk bisa menggunakan fitur ini, pengguna Tcash harus meng-upgrade dulu layanan Tcash Basic Service yang kumiliki menjadi Tcash Full Service. Dengan Tcash Full service ini, selain bisa transfr uang, saldo maksimal yang bisa mengendap juga bisa naik dari semula Rp1juta untuk pengguna Basic Service, menjadi Rp10 juta untuk pengguna Full Service.

Beberapa hari yang lalu kucoba untuk melakukan transfer saldo Tcash ke nomor Tcash lainnya, kebetulan kemarin ke nomor kakakku. Cukup mudah dan cepat prosesnya. Tinggal kita buka menu KIRIM (ikonnya berbentuk dompet), kemudian kita memilih tipe transfer apakah transfer ke nomor HP atau ke Rekening Bank. Kebetulan saat itu aku mau transfer ke nomor Tcash, jadi kupilih nomor HP. Kemudian kita inputkan nomor HP penerima atau kita bisa langsung mencari nomor HP yang akan kita inputkan di kontak HP. Tahap selanjutnya adalah mengisi nominal yang akan kita transfer. Minimal transfer ke nomor Tcash lainnya adalah Rp10.000,-. Tahap terakhir adalah mengisi PIN Tcash. Sukses! Untuk transfer ke nomor Tcash lainnya tentu saja tidak dikenakan biaya transfer, tetapi jika kita transfer ke rekening bank akan terkena biaya transfer Rp6.500,-

Tcash Full Service juga mempunyai fitur tarik tunai. Namun, fasilitas tarik tunai ini menurutku kurang flexibel, karena hanya bisa dilakukan di Grapari, Indomaret dan beberapa merchant partner lainnya. Tidak bisa dilakukan di ATM. Untuk tarik tunai di Grapari juga dilakukan secara manual dengan memberitahukan ke kasir sejumlah dana yang mau ditarik, tidak ada mesin semacam ATM tersendiri yang bisa melayani penarikan tunai secara mandiri. Tarik Tunai di Grapari tidak dikenakan biaya, hal ini berbeda jika tarik tunai dilakukan di Indomaret atau merchant mitra lainnya akan dikenakan biaya Rp5.000,- Lumayan besar juga ya, sayang juga biaya adminnya jika tarik tunainya dalam nominal yang kecil.

Untuk pelanggan kartu halo jika menjadi pengguna Tcash akan langsung mendapatkan layanan Tcash Full Service. Lain halnya jika pengguna Simpati atau Kartu AS, maka perlu datang ke Grapari terdekat untuk mengupgrade layanannya seperti yang  kulakukan beberapa hari lalu.

Monday, October 23, 2017

Mencoba Fitur Transfer Go Pay

Uang Elektronik milik Gojek ini memang sudah semakin familier di masyarakat, bahkan keberadaannya sudah menjadi rival berat dari uang elektronik yang dikeluarkan oleh perbankan ataupun operator seluler. Penggunaannya yang cukup masif karena sebagian besar pengguna Gojek menggunakan Go Pay sebagai alat pembayaran berbagai macam layanan yang disediakan oleh Gojek.

Nah, selain untuk alat pembayaran Go Ride, Go Food, dan Go Go yang lain, Go Pay juga mempunyai menu transfer, yaitu saldo Go Pay bisa ditransfer ke Saldo Go Pay orang lain. Tapi sebelum bisa menggunakan fitur transfer, ada beberapa langkah pendaftaran yang harus kita lalui.

Ketika kita masuk ke menu transfer di aplikasi Gojek, kita tidak bisa langsung mentransfer saldo GoPay melainkan kita harus registrasi dulu agar bisa memanfaatkan layanan itu. Kita langsung diarahkan untuk registrasi yaitu dengan mengupload foto wajah kita dan mengupload identitas kita bisa KTP, SIM ataupun Paspor.

Aku pun langsung mengupload foto selfie-ku saat itu juga. Kulanjutkan mengupload foto KTP yang masih dalam bentuk Surat Keterangan resmi dari Disdukcapil karena blangko e-KTP habis. Sesudah upload keduanya, kita diminta menunggu dalam waktu 2x24 jam untuk proses verifikasi apakah aplikasi kita ditolak atau diterima.

Setelah beberapa jam, ada notifikasi bahwa aplikasiku ditolak. Mungkin saja penolakan itu karena yang kuupload adalah surat keterangan pengganti KTP, meskipun legal punya status yang sama dengan KTP, tapi beberapa pihak masih belum bisa menerimanya, termasuk Gojek.

Tidak mau menunda-nunda, langsung kucoba yang kedua kalinya. Kali ini dengan mengupload SIM, dan keesokan harinya ternyata aplikasiku diterima dan aku pun bisa transfer saldo Go Pay. Lumayan, daripada saldoku kebanyakan dan jarang kupakai mending kutransfer ke istriku atau kugunakan untuk membayar patungan makan dengan mentransfer ke temanku yang tentunya punya akun Gojek.

Go Pay sudah bisa digunakan untuk membeli pulsa ataupun paket data. Ke depan sebentar lagi pasti akan banyak layanan yang bisa dibayar dengan Go Pay misalkan saja, token listrik, PDAM, BPJS, tiket pesawat/kereta api. ataupun bisa juga nanti Go Pay bisa transfer langsung ke rekening bank ataupun tarik tunai di ATM manapun.

Teruslah berinovasi Gojek, saya bangga kamu menjadi Unicorn asal Indonesia yang menjadi salah satu perusahaan yang mengubah dunia (peringkat 17) versi Majalah Fortune. Maju terus karya Anak Bangsa Indonesia!