Thursday, September 19, 2019

Cara Mudah Menanam Matoa dan Cepat Berbuah

Seringkali kita menanam sebuah pohon dari bibit hasil cangkokan atau sambungan (okulasi) agar pohonnya cepat besar dan cepat berbuah. Namun, berbeda halnya dengan menanam Matoa. Menanam Matoa selama ini lebih banyak menggunakan perbanyakan biji daripada metode lainnya. Saya sendiri belum pernah menggunakan metode perbanyakan lainnya selain dengan biji. Mengapa demikian? jawabannya:

  1. Matoa termasuk fast growing species yang cepat tumbuh besar dan dewasa. Dalam usia sekitar 3 tahun sejak penanaman dari biji, Matoa biasanya sudah bisa menghasilkan buah.
  2. Matoa gampang sekali ditanam di berbagai lahan. Jenis tanaman ini membutuhkan syarat tumbuh utama yaitu ditanam di lingkungan yang terkena sinar matahari langsung secara penuh. Tidak boleh ternaung pohon lainnya. Syarat tumbuh lainnya yang utama adalah ketersediaan air. Apalagi pada musim kemarau, karena Matoa termasuk tanaman yang rakus air dan butuh banyak sinar matahari. Jika terlambat menyiram atau kekurangan air pada musim kemarau, buah yang dihasilkannya tidak bisa terlalu besar, dan rentan pecah kulit buahnya. Dengan syarat tumbuh utama yang terpenuhi, maka bibit matoa yang berasal dari biji pun bisa tumbuh sangat cepat.
  3. Untuk melakukan okulasi/penyambungan pada matoa relatif sulit dilakukan karena batangnya yang termasuk besar dan tidak mudah ditemukan mata tunas di sepanjang batang/ranting. Demikian pula ketika mencangkok membutuhkan waktu yang relatif lama dan perakarannya nanti ketika ditanam kurang kuat karena tidak punya akar tunggang. 
  4. Menanam biji matoa pun sangat mudah. Tinggal dimasukkan bijinhya ke tanah yang sudah dibasahi air, beberapa hari kemudian sudah berkecambah bijinya. Ketika sudah muncul daun beberapa lembar, bisa dipindah ke tempat yang terkena sinar matahari langsung untuk mempercepat pertumbuhannya. Jika ingin memindahkannya ke bidang tanam, tunggulah sampai matoa kira-kira ketinggiannya 40 cm dan punya beberapa daun yang sudah mulai melebar. Ketika memindahkannya usahakan pucuk bibit tidak dalam keadaan memunculkan daun baru, karena nanti rentan kering pucuknya. Usahakan bibit yang pucuknya masih dalam keadaan belum keluar daun mudanya.
  5. Matoa sebaiknya disiram setiap hari sekali, karena matoa termasuk tanaman  berdaun lebar yang evaporasinya/penguapannya tinggi. Jika kekurangan air matoa bisa rentan mati, meskipun usianya sudah dewasa.
  6. Matoa tidak perlu banyak pupuk, bahkan yang tidak dipupuk pun seperti matoa saya di kampung juga selalu berbuah banyak. Namun memang akan lebih jauhproduktif kalau dipupuk.
Jika syarat tumbuhnya tercukupi maka matoa akan tumbuh optimal dan dalam umur 3 tahun rata-rata sudah berbuah.

Matoa jarang  punya penyakit seperti pohon lainnya. Namun, musuh utama pembudidayaan matoa adalah serangan  kelelawar buah terhadap buah matoa yang sudah matang, sehingga banyak yang rontok/jatuh ke tanah. Solusinya adalah dengan membungkus tandan buah dengan jaring-jaring maka buah yang bisa dipanen bisa diselamatkan dari kelelawar buah (codot).



1 comment:

  1. It’s a bit like a swarm of wasps building a nest, into whatever little nook they arrive across, but on the wing. Even in technical disciplines such as engineering, could be} much we jewelry will to} nonetheless learn from nature. After all, the countless experimentation and trials of life give rise to a number of the} most elegant options to problems. With that in thoughts, a big team of researchers took inspiration from the humble wasp, specifically its nest-building skills.

    ReplyDelete