Showing posts with label apple. Show all posts
Showing posts with label apple. Show all posts

Sunday, December 3, 2017

Review Memakai Airpods Selama 2 Bulan

Airpods beserta Charging Case-nya
Pertama kali melihatnya mungkin kesan aneh yang pertama kali muncul. Ya wireless earphone besutan Apple ini memang tampil begitu ekstrim berbeda dengan produk sejenis lainnya. Airpods di awal-awal kemunculannya banyak yang meragukannya bahkan menganggapnya overprice, tapi..... Semua pandangan skeptis itu terterpis sudah. Dua kata buat Airpods, 'LUAR BIASA'!

Nggak berlebihan memang aku menyebut airpods luar biasa, bukan karena aku seorang fanboy, tapi ya memang keren abis sih. Coba aja googling di berbagai situs reviewer gadget ternama, sebagian besar menempatkan Airpods sebagai yang teratas diantara produk-produk sejenis.

Sudah sekitar 2 bulan ini aku menggunakan Airpods. Selama ini aku merasa puas, ok coba kita review satu per satu:

Pertama,  kualitas suara yang dihasilkan jernih banget. bass-nya, treeble-nya pas gitu setelannya. Performa stereonya mantap jiwa. Nggak perlu lagi diragukan lah kualitasnya. Pantas saja di awal-awal kemunculannya di pasaran, sering sekali stoknya kosong.

Kedua, Airpods dijual beserta charging case-nya yang berfungsi selain sebagai kotak penyimpanan juga sebagai baterai cadangan. Memang benar-benar produk yang dirancang untuk mobile. Selama ini jarang banget aku nge-charge karena awet banget baterai gadget ini. Aku tidak pernah ngitung persis berapa lama daya tahannya, yang aku tahu aku jarang-jarang nge-charge. Gimana nggak jarang, lha wong abis pakai langsung dimasukkan kotaknya otomatis nge-charge. Nggak pernah sekalipun aku pernah kehabisan baterai saat sedang asik mendengarkan musik. Lebih spesifiknya bisa googling review tentang baterainya yang mumpuni. Oiya satu lagi, nge-chargenya cepat banget, nggak perlu berjam-jam udah penuh!

Ketiga, Soal konektivitas nggak perlu diragukan lagi untuk gadget yang satu ini. Begitu dibuka kotaknya di dekat iPhone, iPad, ataupun MacBook langsung nyambung, aha.... nggak perlu repot-repot pairing manual. Namun, kalau kita tidak pakai gadget Apple bisa juga kok nyambung ke android, meskipun pairingnya tidak otomatis, tapi cukup cepat juga nyambungnya. Cuma kalau kita pakai Android kita tidak bisa menikmati fitur-fitur airpods lainnya seperti otomatis lagunya di-pause ketika airpods lepas dari telinga dan nyambung lagi ketika dimasukkan ke telinga lagi.

Keempat, untuk fiturnya seperti tap dua kali di airpods untuk memanggil siri ataupun untuk memutar lagu berikutnya atau pause/stop, putar lagu sebelumnya memang luar biasa canggih. Namun, aku sendiri jarang memakainya, mungkin karena selama ini menurutku dua kali tap di airpods kurang begitu responsif menurutku, kadangkala airpods tidak meresponnya meskipun frekuensinya masih banyak berhasilnya.

Kelima, Karena wireless jadi kita tidak perlu repot-repot membawa gadget kita kemana-mana ketika ingin mendengarkan musik di suatu ruangan misalnya di rumah. Untuk rumahku yang kecil, aku bisa leluasa kmana-mana baik itu di ruang tamu, di dapur, di kamar, bahkan di kamar mandi dengan pintu tertutup pun aku masih bisa asik mendengarkan musik dari Airpods tanpa terputus. Namun, kalau rumahnya besar ya ada batasan daya jangkau bluetooth-nya.

Keenam, asik buat nonton film. Maksudnya saat kita nonton film dari macbook yang kita hubungkan dengan TV kita tetap bisa menggunakan Airpods untuk mendengarkan audionya, jadi nggak ngganggu tetangga jika kita pengen denger suara yang kencang dari film yang kita tonton.

Ketujuh, selain bisa menerima telepon, airpods juga bisa kita gunakan untuk merekam suara kita. Sudah pernah kucoba saat aku buat video tutorial dengan screen recording plus kuiringi dengan rekaman suaraku melalui airpods. Hasilnya lumayan bagus, meskipun aku kurang begitu puas dengan  intensitas suaranya yang menurutku agak lemah. Namun, bagusnya noise yang sering muncul di sekitar kita dapat terminimalisir ketika merekam menggunakan airpods ini.

Mungkin itu dulu yang kuingat selama dua bulan ini menggunakan Airpods. Highly recommended to buy, tapi kusarankan ketika beli pas ada promo ya, kemarin aku beli pas ada promo jadinya sekitar 1,9 jt.

Wednesday, November 22, 2017

Gimana Beli iTunes Gifts Langsung dari iTunes Store?

Punya gadget Apple memang perlu 'modal'. Nggak hanya pas beli gadgetnya saja, tapi juga buat ngisi iPhone, iPad, Mac dengan lagu, film, games, ataupun aplikasi berbayar kita butuh 'modal'. iTunes Store dan App Store menyediakan berbagai lagu, games, film, video, dan aplikasi yang jumlahnya luar biasa banyak. Semuanya itu bisa kita beli dengan kartu kredit. Kalau kita tidak punya kartu kredit, kita bisa beli iTunes Gifts semacam voucher digital ya semacam saldo uang elektronik lah, tapi khusus untuk transaksi di iTunes Store dan Appstore Apple.

Kita bisa beli iTunes Gift yang banyak ditawarkan di berbagai marketplace online semacam Tokopedia dan Bukalapak, tapi biasanya harganya relatif lebih mahal, misalkan iTunes Gifts dengan nominal Rp150 ribu dijual dengan harga Rp160 ribu bahkan Rp170ribu. Nah, kalau tidak pengen kena harga mahal seperti yang kulakukan adalah beli langsung iTunes Gifts di iTunes Store menggunakan kartu kredit.

Kenapa aku tidak langsung menggunakan kartu kredit jika beli berbagai item di iTunes Store atau Appstore. Alasannya adalah keamanan, jika aku menggunakan langsung kartu kredit sebagai alat pembayarannya, maka aku harus selalu menyimpan nomor kartu kredit berikut CVV dan expired date-nya di database Apple. Meskipun menurut Apple dijamin keamanannya, tapi aku kok nggak sreg ya, hehe.... Jadilah mending aku beli iTunes Gifts saja, sehingga jika aku beli item-item di iTunes atau Appstore, saldo iTunes Gift-ku yang langsung kedebet.

Untuk membeli iTunes Gift menggunakan kartu kredit, aku perlu mengatur metode pembayaran di akunku. Apple menerima pembayaran kartu kredit VISA, MasterCard, dan American Express. Kucantumkan data kartu kreditku, kusimpan dan baru bisa kugunakan untuk beli iTunes Gifts. Kita tinggal memilih nominal berapa yang akan kita beli, kita kirim ke alamat email kita atau orang lain. Nanti kode voucher iTunes Gift dikirimkan ke email yang kita tuliskan tadi. Bisa langsung kita redeem dengan memasukkan kode vouchernya di menu redeem iTunes Store atau jika kita buka emailnya di gadget yang terhubung dengan akun Apple kita maka kita tinggal klik "Redeem" yang ada di email berisikan kode voucher tadi, langsung saldo iTunes Gift kita bertambah, bisa kita lihat di pojok kanan atas dari iTunes Store. Di tagihan kartu kredit kita nantinya cuma sebesar persis nominal iTunes Gifts yang kita beli, jadi nggak ada biaya tambahan.

Setelah sukses redeem dan Saldo iTunes Gifts-ku bertambah, langsung kuubah kembali metode pembayaran di akunku menjadi "None", alias tidak ada agar data kartu kreditku tidak selalu standby di database Apple. Ya untuk jaga-jaga aja, karena yang terbaru ada kabar di berita bahwa data sekitar 57 juta pengguna UBER sudah terkena hack, padahal aku menyimpan data kartu kreditku di akun UBER, semoga saja tidak terjadi apa-apa dengan akun UBER-ku.


Saturday, October 14, 2017

Review Airpods Indonesia

Kemarin, airpods pesananku sampai juga. Wireless headset dari Apple ini memang produk yang luar biasa di kelasnya. Bersamaan dengan dilaunching-nya iPhone 7 setahun yang lalu, dilaunching pula Airpods, karena iPhone 7 sudah tidak lagi menyematkan port 3,5 mm untuk colokan headset dan menyarankan pelanggannya untuk pakai wireless headset, dan Airpods sebagai salah satu alternatif solusinya.

Melihat Airpods untuk pertama kalinya memang keren banget cara kerjanya. Didesain khusus agar mudah tersambung dengan perangkat Apple. Memanfaatkan teknologi Bluetooth, Airpods juga bisa disambungkan dengan perangkat android, meskipun beberapa fitur ajaibnya tidak bisa digunakan.

Usai ku-unboxing langsung saja kucoba dengan mendekatkanAirpods dengan iPad dalam jarak sekitar 5 cm. Kubuka kotak chargernya, dan voila....langsung muncul pop up gambar di iPad tentang kondisi baterai airpods dan kotaknya serta ada menu connect. Langsung kutekan tombol connect dan kupasangkan airpods di kedua telingaku.

Kucoba putar lagu dan suaranya jernih banget, bass-nya kerasa mantap. Ketika salah satu airpod kucopot dari telinga, otomatis lagu yang sedang diputar akan berhenti. Saat kupsangkan kembali ke telinga, lagu pun kembali berputar melanjutkan lirik yang sempat terputus tadi.

Ada kecanggihan lainnya juga, ketika kita melakukan double tap pada airpods, seketika bisa memanggil SIRI ataupun fungsi-fungsi lain seperti next track, previous track, play/pause, ataupun off yang semuanya bisa kita atur melalui opsi pengaturan bluetooth airpods di iPhone, iPad, ataupun Mac. Kalau dulu sebelum update OS 11 ataupun High Sierra, fungsi double tap di Airpods hanya untuk memanggil Siri, sekarang kita bisa mengaturnya untuk fungsi yang berbeda-beda bahkan antara airpod yang kiri dan yang kanan. Bisa saja kita atur, yang kiri ketika double tap bisa memanggil Siri sedangkan yang kanan ketika double tap bisa memutar lagu berikutnya, ataupun berbagai macam kombinasi fungsi lainnya, tergantung preferensi kita.

Ketika Airpods kita gunakan sebagai perekam suara juga bisa kita atur airpod bagian mana yang akan merekam suara, bisa yang kiri atau yang kanan, atau malahan kita bisa pilih opsi otomatis dimana airpods secara otomatis bisa berubah-ubah untuk bagian mana yang merekam suara. Namun, saya setelah kucoba-coba lebih baik kita mengatur untuk salah satu bagian airpods saja yang berfungsi merekam, jangan memilih opsi keduanya.

Untuk Double Tap sendiri terkadang mengalami lag, bahkan berkali kali tidak merespon, entah karena posisinya di telingaku, atau mungkin software-nya perlu diupdate, entahlah..... Nggak begitu maslah toh, aku jarang memakai fitur double tap, fitur itu menurutku untuk keren-kerenan saja.

Yang paling menarik dari Airpods ini sendiri adalah kotak chargernya. Kotak chargernya begitu mungil seperti kotak permen, tetapi sangat canggih. Begitu dibuka dan didekatkan dengan perangkat Apple yang kompatibel (iPhone/iPad dengan OS 10 ke atas) atau Mac dengan Mac OS Sierra ke atas akan langsung konek, kecuali saat pertama kali mencoba untuk mengkoneksikan, cukup mudah dan praktis. Padahal kendala headset ataupun speaker bluetooth adalah agak sulitnya melakukan pairing/koneksi, kadang perlu diulang berkali-kali sampai berhasil terhubung, dan itu tidak terjadi di Airpods!

Daya tahan baterainya menurutku cukup bagus, banyak yang telah mereview-nya internet. Cara nge-charge-nya pun unik. tinggal dimasukkan di kotaknya, akan otomatis nge-charge. Kotaknya berfungsi sebagai kotak penyimpanan sekaligus charger. Ketika masuk di kotak juga cukup keren, ada magnet yang menariknya sehingga tidak mudah terlepas dari kotak. Kotaknya sendiri bisa dicharge dengan kabel lightening yang disertakan pada paket penjualannya dan bisa dicolokkan ke power outlet melalui USB.

Untuk merekam menurutku suaranya cukup jelas dan tidak banyak noise yang masuk dari lingkungan sekitar, tetapi perasaanku kok hasil suaranya terdengar lebih rendah dibandingkan jika kita merekam suara kita di headset konvensional ataupun langsung menggunakan microphone internal macbook. Atau itu mungkin perasaanku saja ya, hehe.....

Secara keseluruhan aku puas dengan performa Airpods, cuma entah mengapa kalau agak lama memakainya, telingaku kok terasa kurang nyaman ya.... mungkin aku salah posisi ketika meletakkan ke dalam telinga atau mungkin belum terbiasa saja.

Oiya kalau mau melihat unboxing-nya bisa dilihat pada video di bawah ini.


Sunday, November 15, 2015

Pengalaman Sewa Film di iTunes Apple

Screenshot Halaman Rental Film di iTunes 
Bermula dari keinginanku memberikan hiburan gratis untuk mahasiswaku yang sebagian besar datang dari luar Pulau Kalimantan ini, aku akhirnya berkenalan dengan salah satu fitur di iTunes yaitu sewa film kualitas HD yang ketajaman gambar dan kualitas suaranya nggak perlu diragukan lagi.

Kubermaksud memberikan hiburan layar tancap buat anak-anak yang kesepian itu setiap akhir pekan. Kan nggak lucu kalau mau bikin acara nonton bareng kualitas gambarnya asal-asalan alias dari film bajakan, so kuputuskan untuk sewa film di iTunes saja, murah meriah......!   Berbagai macam film hollywood maupun dari berbagai belahan dunia termasuk film Indonesia disediakan oleh iTunes. Bisa dibeli ataupun disewa. Jika beli harganya kisaran Rp100-an ke atas, kalau sewa sekitar Rp25ribu s.d. Rp29ribu, atau bahkan ada yang lebih murah dari itu kalau nggak salah pernah kulihat ada film yang disewakan sehargaRp19ribu.

Harga sewa yang cukup murah, malah jauh lebih murah dari nonton di XXI di kotaku yang jika weekdays saja Rp40rb. Apalagi bisa dinikmati rame-rame dengan kualitas yang memuaskan lah pokoknya, meskipun layar yang kami pakai tidak selebar layar bioskop.

Ketika film kualitas HD kita nikmati sendiri di laptop atau komputer maka tak menjadi masalah. Namun ketika kita ingin menikmatinya rame-rame maka harus kita hubungkan dengan proyeltor LCD, nah di sini permasalahannya. Ketika kuhubungkan dengan kabel VGA biasa ternyata nggak mau keluar gambarnya di layar, dan selalu ada warning di layar laptop kalau LCD yang digunakan harus support HDCP alias High bandwidht Digital Content Protection yang ternyata setelah kugoogling solusinya harus minimal menggunakan kabel HDMI. Langsung saja kupesan kabel connector Miniport Display to HDMI untuk macbook air-ku. 

Setelah pesanan kabelku datang tak sabar langsung kucoba. Harap-harap cemas akhirnya  keluar juga gambarnya dan voila....... gambarnya tajam banget apalagi kuputar dengan proyektor LCD yang relatif bagus, dengan soundnya yang membuat bergetar jendela kelas, haha...... 

Oiya hampir lupa, untuk sewa waktunya dibatasi sampai 30 hari setelah proses download tuntas. Bukan berarti selama 30 hari itu kita bisa memainkannya setiap hari, melainkan kita hanya bisa memutarnya selama 48 jam dalam rentang waktu 30 hari. Jadi begitu kita memutar filmnya maka kita hanya bisa menontonya berulangkali hanya selama 48 jam sejak pertama kali diputar, setelah itu film otomatis akan hilang dari komputer kita.





Friday, July 10, 2015

Mengapa Aku Memilih iPad

Tanpa kusengaja ternyata sekarang ini aku menjadi seorang Fanboy, sebutan bagi penggila gadget-gadget keluaran Apple Inc. Ya sejak kubeli iPod Nano 2nd Generation Tahun 2006 lalu, sejak saat itulah aku percaya pada kualitas produk-produk perusahaan berlogo buah apel keroak itu.

Nah, sejak diluncurkannya iPad generasi pertama sekitar tahun 2010 aku mulai kepincut dengannya. Kubayangkan iPhone dalam bentuk besar yang mana pastinya akan puas banget berselancar di dunia maya dengan layar 9,7 inch. Tapi kuurungkan niatku saat itu untuk membelinya karena alasan ketiadaan kamera, dan aku masih kurang puas dengan spesifikasi generasi pertama iPad itu. Biasanya generasi pertama produk Apple itu untuk menguji respon pasar, dan ternyata saat itu meskipun pasar merespon cukup baik, tapi masih banyak yang kurang puas, bukan karena performanya, melainkan kurangnya fitur-fitur standar yang ada.

Tahun 2011, munculah iPad 2. Ada banyak peningkatan signifikan dari iPad generasi pertama, disamping prosesor yang lebih cepat, ada penambahan kamera belakang dan kamera depan untuk video call. Kubelilah satu unit iPad 2 saat itu di eStore Ratu Plaza yang seri 16GB Wifi+3G berwarna hitam, seharga kalau gk salah 5,9jt. Saat itu aku merasa beruntung mendapatkannya, karena ternyata aku membeli stok terakhir ipad yang Wifi+3G, yang ternyata lebih laris dari seri Wifi only karena bisa lebih mobile terkoneksi dengan internet dimana saja. Aku membelinya tidak lama setelah launching iPad 2 di Indonesia, dan beberapa minggu kemudian harganya melonjak signifikan karena habisnya stok iPad 2 terutama yang seri Wifi+3G di reseller-reseller produk Apple semacam iBox, eStore, Emax, Infinity, dll.

iPad 2 ini sengaja kubelikan untuk ibuku, dan ternyata sampai sekarang sudah 4 tahun performanya masih mumpuni dan masih bisa diupdate dengan sistem operasi terakhir iOS 8.4 dan nanti jika iOS 9 muncul juga masih bisa di-update. Coba bayangkan kalau aku dulu membeli Samsung Galaxy Tab yang bersistem operasi android, pasti sekarang sudah sangat ketinggalan zaman baik dari sisi hardware maupun software karena rata-rata produk android update firmware-nya tidak didukung berkelanjutan seperti Apple, paling hanya satu atau dua tahun saja, setelah itu ya sudah nggak bisa di-update lagi. (NB: Sebelum membeli iPad 2 aku pernah mengantre mau beli Samsung Galaxy Tab di Pasific Place, dan ternyata kehabisan. Tapi justru aku malah beruntung kehabisan Galaxy Tab saat itu).

Karena aku percaya dengan kualitas hardware dan user experience menakjubkan dari software Apple, maka tahun lalu ketika mau membeli tablet untuk istriku kubelikanlah dia iPad Mini, dan bulan lalu aku juga membeli iPad Mini Retina Display.

Tablet-tablet android memang menawarkanspesifikasi hardware yang mumpuni dengan harga yang cukup terjangkau, beda jauh dengan iPad. Namun, meskipun hardware iPad tidak seheboh produk-ptoduk android, tapi kombinasi hardware dan software cukup ciamik sehingga menawarkan pengalaman pengguna yang luar biasa, tidak nge-lag, awet banget baterainya, tidak cepat panas, dan tentunya awet bertahun-tahun dan tersedia update firmware-nya sampai bertahun-tahun kemudian, jadi tidak lekas usang. Kombinasi terbaik antara hardware dan software itulah yang sulit disaingi produk-produk android.

Jadi sudah tahu kan mengapa aku memilih iPad....

NB: Ada satu yang kusayangkan pada produk iPad, yaitu ada beberapa aplikasi populer yang tidak di-supportnya seperti halnya Whataspp (kecuali kalau dijaibreak ataupun diakali dengan instalasi yang tidak direkomendasikan oleh Apple).


Saturday, September 27, 2014

Kualitas Produk Apple Inc.

Akhir-akhir ini para penggemar berat iPhone dikejutkan dengan berita miring kalau iPhone 6 jika terlalu lama ditaruh di celana jadi bengkok. Benar atau tidaknya isu itu, aku punya pendapat sendiri tentang kualitas iPhone.

Orang yang belum pernah memiliki iPhone mungkin selama ini lebih tergiur dengan smartphone dengan spesifikasi hardware seperti kecepatan prosesornya, resolusi kameranya, memorinya, ataupun lebar layarnya. Nah, berbeda dengan smartphone kebanyakan. Apple adalah satu-satunya perusahaan teknologi yang berhasil memadukan hardware dan software-nya sendiri. Berbeda dengan pabrikan lain yang lebih mengandalkan software dari Google (saat ini). Dengan demikian, Apple tahu spesifikasi hardware yang bagaimana yang sesuai dengan software-nya ataupun sebaliknya. Jadi jangan heran dengan prosesor yang secara tertulis tertera kecepatannya lebih lambat daripada prosesor kompetitornya, namun di iPhone jarang terjadi nge-lag alias aplikasi berjalan dengan smooth. Begitu pula kamera iphone dengan megapiksel yang sama atau lebih rendah daripada kompetitornya, tak jarang kualitasnya jepretannya lebih bagus.

Hampir lima tahun yang lalu aku membeli iPhone 3GS saat launching di Plasa Senayan. Rp7,2 juta kutebus untuk sebuah HP layar sentuh yang tercanggih di zamannya itu. Bukan untuk gaya-gayaan, tapi aku memang tertarik dengan fiturnya yang memang benar-benar baru saat itu dan percaya akan kualitas produk Apple Inc.

Prosesornya tidak sampai 1GHz, RAM-nya jelas jauh dari smartphone zaman sekarang, Memorinya 16GB, kameranya 3 MP, layarnya 3,5 inch. Dengan spesifikasi yang seperti itu iPhone 3GS-ku masih berfungsi baik sampai sekarang ini.

Usia hampir 5 tahun untuk sebuah smartphone merupakan prestasi tersendiri. Apalagi sejak beli dari awal tahun 2010 sampai dengan sekarang tidak pernah terjadi masalah yang berarti dan tidak pernah opname di service center. Dalam kurun waktu tersebut mulai dari iOS 3 sampai dengan mengadopsi iOS 6 selalu ku-update sistem operasinya. Coba bandingkan dengan smartphone lain yang paling-paling hanya bisa di-update sistem operasinya satu versi di atasnya. Baru pada tahun 2013 saat launching iOS 7, si iPhone 3GS-ku sudah tidak bisa diupdate dengan sitem operasi yang baru. Tapi hal itu nggak masalah, toh tetap berjalan lancar dan smooth.

Performa baterainya pun masih cukup bagus sampai saat ini. Kualitas warna di layarnya pun masih prima. Padahal si iPhone juga sering banget berjam-jam kukantongi di celana yang seringkali suhunya terlalu panas untuk menyimpan smartphone.

Aku cukup puas dengan produk Apple sampai saat ini. Bahkan iPod nano 2nd generation yang kubeli tahun 2006 saat ini masih bisa muter musik dengan kualitas yang hampir tidak berubah, cuma baterainya saja yang sudah ngedrop. iPad 2 yang kubeli tahun 2011 juga performanya masih OK, tidak pernah ada masalah apalagi sampai ke service center. Begitu pula yang terakhir adalah iPad mini yang kubeli Bulan April kemarin sangat bagus performanya sampai saat ini.

Seringkali orang mencerca produk-produk Apple sebagai produk berspesifikasi biasa untuk gengsi semata yang dibanderol dengan harga selangit. Namun, aku melihatnya sebagai hal yang berbeda. Harga mahal sangat pantas untuk produk Apple, bukan hanya untuk kualitas hardware-nya, melainkan untuk keindahan desainnya dan tentunya yang utama adalah inovasinya. Pantas saja apapun cercaan terhadap produk Apple, para penggemar setianya tidak mempedulikan dan selalu penasaran dan menantikan produk-produk inovasi terbarunya.