Showing posts with label kartu kredit. Show all posts
Showing posts with label kartu kredit. Show all posts

Friday, August 16, 2019

Menikmati Concordia Lounge Bandara Ahmad Yani Semarang dengan Kartu BNI Visa Platinum Garuda

Ornamen Meja Saji Ciri Khas Concordia
Jarang-jarang saya terbang dari bandara Ahmad Yani Semarang, seingatku aku terbang dari Semarang kira-kira tahun 2012 lalu, ketika Manggala masih bayi. Bandara Ahmad Yani Semarang tentunya sudah banyak berubah tidak seperti dulu lagi. Terminalnya baru dan jauh lebih besar dari terminal lama, begitu pun fasilitas penunjangnya yang super lengkap saat ini.

Sekitar habis maghrib aku pun sampai di Bandara Ahmad Yani Semarang. Usai nge-print boarding pass, aku pun langsung bertanya ke petugas dimana letak Concordia Lounge. Lokasinya kalau nggak salah di lantai 2 atau 3 ya saya agak lupa, hehe..... Yang saya ingat ketika saya diantar petugas bandara ke pintu menuju lounge di lantai 1, kemudian disambut oleh petugas lounge dan didampingi naik ke atas melalui lift khusus sampai di depan lounge.

Sesampainya di resepsionis lounge langsung kucoba kartu BNI Garuda yang baru kuterima beberapa hari sebelumnya. Eh, ternyata bisa gratis, hehe.... dasar pemburu gratisan. Ya beginilah kalau belum jadi orang kaya beneran, ya ngorek-ngorek yang gratisan, haha.....!
Meja Bar untuk menikmati aneka kopi

Masuk Lounge langsung kumenuju mushola, kesan pertam
anya musholanya seingat saya lebih luas daripada yang di Concordia Terminal 2 Juanda Surabaya. Usai sholat langsung saja saya masuk ke ruang utamanya. Dan "Wah gede banget loungenya, kupikir yang di Surabaya itu sudah yang paling gede!", gumamku dalam hati.
Nampak lengang suasananya

Untuk makanan, minuman, ataupun camilan kue-kue mirip dengan yang di Surabaya, perbedaan satu-satunya yang paling mencolok adalah ruangannya yang lebih luas dan lega dan terkesan lebih mewah.      Tapi dari semua itu yang penting gratis dan bisa makan kenyang sebelum terbang, hehe......

Thursday, August 8, 2019

Asik Gratis Lounge dengan Kartu Kredit BNI Garuda Visa Platinum

Dulu setelah mendapat akses gratis Lounge bertahun-tahun dengan Kartu Kredit SKYZ Mandiri, kemudian pakai Kartu BNI JCB Platinum, dan yang terbaru sekarang ini saya memakai Kartu Kredit BNI Visa Platinum yang bekerja sama dengan Garuda Indonesia.

Lumayan banyak lounge yang bisa diakses dengan kartu ini, diantaranya adalah:

  1. Concordia Lounge Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya
  2. Concordia Lounge Terminal A Bandara Adi Sucipto Yogyakarta
  3. Concordia Lounge Terminal Bandara Ahmad Yani Semarang
  4. Concordia Lounge Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai Denpasar
  5. Concordia Lounge Terminal Domestik Bandara Sultan Hasanudin Makasar
  6. Concordia Lounge Bandara Syamsuddin Noor Banjarmasin
  7. Blue Sky Lounge Bandara Sepinggan Balikpapan
  8. Saphire Blue Sky Lounge Bandara Kualanamu Medan
  9. Saphire Lounge Terminal 3 Domestik Bandara Sukarno Hatta Jakarta
  10. Minangkabau Lounge Bandara Minangkabau padang
  11. Lembayung Lounge Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru
  12. Sentani Lounge Bandara Sentani Jayapura
  13. Juwata Lounge Bandara Juwata Tarakan
Sebenarnya aku tidak mengajukan secara langsung untuk apply kartu kredit BNI co branding garuda, tapi mungkin karena track record-ku dalam bertransaksi menggunakan kartu BNI JCB lumayan bagus maka aku ditawari untuk apply. Sebenarnya aku tidak mau menambah kartu baru lagi, lha wong kartu BNI JCB Platinumku saat itu kan udah gratis lounge di beberapa terminal bandara domestik, tapi setelah kupikir-pikir nggak ada salahnya aku apply toh setahun gratis iuran tahunan dan untuk tahun selanjutnya tinggal menghubungi CS-nya untuk dihapus iuran tahunannya. 

Ternyata kartu kredit BNI Garuda ini lebih 'ampuh' dalam masuk lounge daripada kartu sebelumnya, dalam artian lebih banyak lounge yang bisa diakses gratis dengan kartu ini. Selain itu setiap pembelanjaan kelipatan tertentu akan mendapatkan miles garuda, yang nanti bisa kukonversi menjadi tiket garuda kalau sudah mencapai nominal tertentu.

Saran saya kalau ambil kartu kredit yang bebas iuran tahunan dan syukur-syukur bisa memberikan fasilitas tambahan semacam free lounge yang ditawarkan kartu kredit BNI Visa Platinum co branding Garuda ini. Lumayan kan ke bandara nggak usah nyari restoran buat ngisi perut atau sekedar nongkrong nunggu boarding pesawat, haha.....!

Friday, January 19, 2018

Apply Kartu Kredit BCA Dapat Voucher Blibli Rp500 ribu!

Beberapa hari lalu aku mendapat SMS dari BCA yang berisikan kode voucher belanja di Blibli.com dengan nilai yang lumayan gede, Rp500 ribu! Sebenarnya aku tidak terlalu terkejut dapat voucher itu, karena aku sebelumnya dapat informasi tentang bonus voucher tersebut ketika pengajuan kartu kredit BCA.

Ketika aku mengajukan kartu kredit BCA secara online, kulihat ada iming-iming yang tercantum di halaman yang berisikan pilihan kartu berupa voucher Rp500 ribu bagi pengajuan kartu yang diterima sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 dengan syarat telah melakukan transaksi minimal 1 kali dalam satu bulan. Nah, ketika pengajuanku disetujui dan telah dikirimkan kartu kreditnya ke alamatku, aku segera mengaktivasi kartu kreditnya dengan menelpon CS BCA. Dalam kesempatan itu pula, aku coba bertanya tentang promo voucher tersebut. Namun jawaban yang kudapatkan, si CS nggak tahu program tersebut. Anehnya, ketika kedua kalinya aku telepon CS untuk mengaktivasi kartu keduaku, kutanyakan hal serupa, dengan harapan CS yang berbeda akan memberikan jawaban yang berbeda, tetapi hasilnya juga nihil, sama-sama nggak tahu program itu.

Pada bulan Desember 2017, aku melakukan banyak transaksi dengan kartu kredit BCA-ku dengan harapan akan mendapatkan voucher tersebut, eh ternyata sampai awal tahun nggak dapat-dapat. Ya sudahlah, mungkin program bonus voucher itu ada syarat-syarat tertentu lagi. Sudah tidak berharap, eh malah tiba-tiba beberapa saat setelah saya melakukan transaksi pembelian tiket pesawat dengan kartu kredit BCA VISA Batman, ada sms masuk yang ternyata berisikan voucher Blibli.com yang bisa digunakan sampai tanggal 4 November 2018, asyiikkkkk....! Nggak kuduga sama sekali.

Biasanya voucher-voucher semacam itu ada syarat ketentuannya yang seringkali mempersulit kita. Namun, setelah kugoogling, voucher Blibli dari kartu kredit BCA ternyata bisa digunakan untuk belanja minimal Rp550 ribu dengan menggunakan kartu kredit BCA. Akhirnya barusan tadi siang kupakai voucher itu untuk beli Office 365 Personal, refill pisau cukur Gillete, dan pepsodent dengan nominal Rp550 ribu lebih dikit. KUmasukkan voucher itu, dan ternyata benar bisa, dan aku pun hanya membayar senilai Rp50 ribu lebih dikit. Super Lumayan......!

Baca juga: Lika-Liku Pengajuan Kartu Kredit BCA

Thursday, January 11, 2018

Lika-Liku Pengajuan Kartu Kredit BCA

Sudah punya banyak kartu kredit kok masih aja pengen ngajuin kartu kredit baru! hal itulah yang kulakukan. Saat ini aku punya empat kartu kredit yang aktif dari Mandiri, CIMB Niaga, dan BNI. Nah, beberapa bulan lalu aku mengajukan kartu kredit BCA, belum afdol kayaknya kalau belum punya kartu kredit BCA, haha......

Aku sudah pernah beberapa kali mengajukan kartu kredit BCA, tapi semuanya berakhir tanpa kejelasan status, alias gagal. Entahlah kenapa, padahal sudah kulengkapi semua persyaratan, BI checking-ku juga bersih, pendapatan juga Alhamdulillah tidak masalah, aku juga sudah lama punya rekening BCA. Aku sempat berpikir, "Ada calon nasabah potensial kok disia-siakan, aneh BCA ini!"

Menurut beberapa temanku memang mengajukan kartu kredit BCA tidak semudah mengajukan kartu kredit lain. Nah, akhirnya beberapa bulan lalu aku iseng-iseng mengajukan aplikasi online melalui situs resmi layanan aplikasi kartu kredit BCA di eform.klikbca.com/applycc. Kulengkapi kolom isian, kulampirkan secara online beberapa dokumen yang diperlukan, dan terakhir aku diminta mencetak sebuah form untuk kutandatangani dan dikirimkan balik ke BCA.

Progress pengajuan kartu kredit juga bisa kita pantau di situs tersebut. Dalam proses verifikasinya aku ditelpon oleh petugas BCA untuk mengkonfirmasi beberapa dataku. Beberapa minggu kemudian, aku ditelpon lagi oleh pihak kartu kredit BCA, bahwa akan ada kurir yang membawa form yang harus kutandatangani, mungkin karena form yang kucetak yang seharusnya kutandatangani dan  kukirim balik ke BCA tidak kunjung kukirim, akhirnya mereka berinisiatif untuk mengirimkan kurir untuk langsung mendatangiku. Diinfokan pula, aku diminta untuk melampirkan pula surat keterangan penghasilan. Namun, karena aku tidak punya surat keterangan penghasilan, dan males minta ke bagian keuangan, aku pun hanya melampirkan screenshoot mutasi transaksi di rekening bankku terkait dengan payroll-ku yang menunjukkan gaji dan tunjangan bulanan yang aku terima, dan ternyata mereka mau menerimanya.

Beberapa minggu kemudian aku mendapatkan SMS bahwa pengajuan kartu kreditku diterima, dan kartuku akan segera dikirimkan maksimal dalam 7 hari kerja. Tidak sampai 7 hari kerja, kartu kredit BCA sudah kuterima. Aku apply untuk dua jenis kartu kredit yaitu BCA Everyday card dan BCA VISA Batman. Kartu ternyata tidak dikirimkan bersamaan. Yang dikirimkan terlebih dahulu adalah kartu BCA Everyday, dan yang VISA Batman dikirimkan beberapa hari kemudian. Hal itu sempat membuatku resah, jangan-jangan yang kartu VISA Batman tercecer entah dimana, atau pihak BCA lupa mengirimkannya. Namun, setelah kukonfirmasi ke Halo BCA ternyata memang VISA Batman akan dikirimkan terpisah beberapa hari kemudian.

Oiya, untuk satu tahun pertama ternyata ada promo gratis biaya tahunan. Namun, untuk tahun-tahun selanjutnya kalau kita ingin dihapuskan biaya tahunannya, kita perlu menelpon ke costumer service kartu kredit BCA.

Baca juga: Apply Kartu Kredit BCA Dapat Voucher Blibli Rp500 ribu!

Wednesday, November 22, 2017

Tidak Semua Jenis Kartu Kredit disupport di Semua Merchant Online

Pernahkah kalian ketika melakukan pembayaran menggunakan kartu kredit di toko online tapi mengalami kegagalan? Bisa jadi karena koneksi internetnya tidak stabil, sistem di toko online-nya mungkin lagi error dan sebab-sebab lainnya. Namun, ada satu penyebab lagi yang membuat kita jengkel, yaitu ternyata jenis kartu kredit yang kita miliki tidak di-support merchant online tersebut.

Saya punya kartu kredit jenis JCB dari salah satu bank ternama di negeri ini. Jenisnya platinum, limitnya juga cukup besar dan bisa kugunakan untuk gratis masuk lounge di berbagai bandara di Indonesia. Cukup menyenangkan sebetulnya, tapi ada satu kelemahannya, yaitu tidak semua merchant online mendukung pembayaran dengan kartu kredit jenis JCB. Sebagian besar Merchant online yang ada hanya mensupport pembayaran dengan jenis kartu kredit VISA atau MasterCard yang memang keberadaannya lebih banyak dan familier di masyarakat.

Beberapa merchant online besar yang tidak support semisal Traveloka, Tiket.com, Lazada, Zalora ataupun yang lainnya sangat disayangkan tidak mesupportnya, padahal mungkin saja pemegang kartu kredit JCB lebih royal dalam belanja online, haha..... Untungnya sku sendiri punya kartu kredit lainnya yaitu MasterCard ataupun kartu debit VISA yang bisa digunakan layaknya kartu kredit, so nggak masalah buatku, tapi sayang kan kalau kartu kredit JCB-ku itu nggak kugunakan.....

Aku kurang tahu apakah inisiatif kerja sama antara merchant online dengan penyedia platform kartu kredit itu biasanya datang dari si pemilik merchant atau dari penyedia platform-nya semacam VISA, Mastercard dan JCB yang menginisiasi? Saya pikir kok dari merchant-nya ya, mungkin situs semacam Tiket.com dan Traveloka menganggap bekerja sama dengan JCB kurang menguntungkan karena masih sedikitnya pemegang kartu kredit JCB di Indonesia. Entahlah..... semoga pihak JCB juga proaktif menawarkan platform pembayarannya ke merchant-merchant online besar itu, agar pemilik kartu kredit JCB lebih fleksibel dalam menggunakan kartunya, masak limit sudah besar dianggurin, sayang kan, hehe.....

Tetaplah Bijak dan Cerdas dalam Belanja Online!


Thursday, October 12, 2017

Bayar Tagihan Kartu Kredit melalui Aplikasi Digibank

Iklan Digibank
Digibank by DBS memang benar-benar digital banking yang cukup lengkap fiturnya. Sangat membantu sekali. Sudah gratis transfer, tarik tunai, dan berbagai promo cashback selama Oktober ini, ternyata dengan aplikasi Digibank, bisa membayar tagihan kartu kredit dengan gratis pula meskipun lintas bank.

Saat awal-awal menggunakan aplikasi Digibank, aku pikir tidak ada fitur pembayaran tagihan kartu kredit melalui aplikasi ini, padahal kalau kita menggunakan internet banking dari berbagai bank, ada fitur pembayaran tagihan kartu kredit. di Fitur pembayaran di aplikasi Digibank hanya ada pilihan pembayaran tagihan beberapa provider TV Kabel/Internet, telepon, ataupun PAM. Belum ada menu pembayaran kartu kredit.

Karena penasaran, kutanyakan terntang menu pembayran kartu kredit melalui Live Chat dengan Agen DBS di Aplikasi Digibank. Semula si Agen menjawab memang tidak ada fitur pembayaran tagihan kartu kredit, tapi beberapa saat kemudian dia mengoreksi bahwa pembayaran kartu kredit melalui Digibank bisa dilakukan dengan cara mirip transfer online. Asiikkk......

Kita cukup memilih menu transfer. Kemudian kita pilih bank penerbit kartu kredit kita. Setelah itu masukkan 16 digit nomor kartu kredit kita ke kolom nomor rekening. Masukkan nominal yang mau dibayar, pilih RTOL (transfer online), akan muncul nama penerima (dalam hal ini nama sesuai pemilik kartu kredit). Setelah kita memastikan kebenaran datanya langsung saja kita masukkan password, mudah sekali dan yang paling penting gratis-tis-tis tis.......!

Tuesday, October 10, 2017

Kartu Debit Digibank by DBS Layaknya Kartu Kredit

Hampir sekitar satu bulan ini aku membuka rekening tabungan Digibank. Layanan perbankan digital yang merupakan produk dari DBS, salah satu bank terbesar di Asia Tenggara. Selain tertarik dengan gimmick bebas biaya transfer antar bank ataupun gratis tarik tunai di ATM manapun (berlogo ATM Bersama atau Alto), aku juga tertarik dengan fitur kartu debitnya yang layaknya seperti kartu kredit. Meskipun aku sudah punya beberapa kartu kredit, aku jadi penasaran untuk mencoba fitur yang satu ini.

Kebetulan dalam promonya, Digibank menggelar promo cashback 50% (maksimal Rp50 ribu per minggu) jika kita belanja online di Bukalapak menggunakan kartu debit DBS. Siapa yang tertarik coba, misal beli token listrik prabayar senilai Rp100 ribu, dapat cashback Rp50 ribu, haha..... jadinya kumanfaatkan benar-benar promo itu yang hanya berlangsung sampai akhir oktober ini dengan membeli token listrik nominal 100ribu per minggunya, jadi per minggu aku bisa dapat cashback Rp50ribu yang langsung dikreditkan ke rekening digibankku pada minggu berikutnya.

Bagaimana sih menggunakan kartu debit Digibank saat belanja online, kan di metode pembayaran toko online tidak ada pilihan memakai kartu digibank. Ternyata cukup mudah, dengan promosinya yang mengatakan kartu debit DBS layaknya sebagai kartu kredit, maka ketika kita memilih opsi metode pembayaran, kita pilih saja pembayaran menggunakan kartu kredit, dengan memasukkan nomor Kartu, tanggal expired, CVV dan nama kita. Kemudian kita akan diarahkan ke halaman otorisasi dimana kita wajib memasukkan OTP yang dikirimkan via sms ke nomor HP kita yang sudah terdaftar di DIgibank sebelumnya.

Selain kugunakan untuk beli token listrik di Bukalapak, barusan (malam ini) aku baru bertransaksi di Blibli.com karena saat ini tanggal 10-10-'17 Blibli menggelar diskon yang lumayan untuk berbagai produknya. Aku tertarik untuk membeli suatu barang  seharga hampir Rp500 ribu.

Dalam metode pembayaran yang ada di blibli, tidak ada metode bayar menggunakan kartu kredit atau debit DBS, padahal bank-bank lain sangat spesifik disebut dalam metode pembayaran itu. namun, ada opsi terakhir yaitu bayar pakai kartu kredit/debit semua bank. Sama seperti pembayaran menggunakan kartu DBS di Bukalapak, di Blibli juga mengharuskan kita mencantumkan 16 digit nomor kartu, tanggal kadaluwarsa, serta CVV ditambah dengan mencantumkan nama pemegang kartu dan alamat penagihan. Ketika kuklik bayar, seketika itu halaman website diarahkan ke halaman verifikasi yang mewajibkan kita memasukkan OTP yang dikirimkan ke nomor HP kita. Klik-klik-klik, berhasil sudah transaksinya, tinggal nunggu barangnya saja dikirim.

Oiya meskipun kartu DBS mirip dengan kartu kredit, tentu saja ada yang beda. Ketika pembayaran menggunakan metode kartu kredit, maka opsi yang ada hanya pembayaran penuh (bukan cicilan) dan saldo di rekening kita akan langsung didebet sebesar nilai transaksi. Berbeda halnya dengan kartu kredit yang mana kita bisa ngutang dulu, bayar bulan depan, hehe.....Digi

Wednesday, July 19, 2017

Cara Praktis Bayar Tagihan First Media

Setiap tanggal 15 tagihan baru langganan internetku di First Media (FM) pasti akan muncul di aplikasi My FirstMedia di iPadku. Kita juga bisa mendapatkan detail tagihan yang secara rutin dikirimkan ke email kita, meskipun tidak tepat setiap tanggal 15, untuk bulan ini malahan baru hari ini tanggal 19 Juli aku mendapatkan tagihan baru di emailku.

Yang agak surprise, tagihanku bulan ini lebih sedikit dibandingkan bulan lalu, padahal paketnya tetap sama. Nggak besar sih selisihnya cuma Rp5000,-

"Pasti ini ada kaitannya dengan metode pembayaran tagihan yang kulakukan!", pikirku saat itu.

Ternyata, setelah kubaca di detail tagihanku yang dikirimkan lewat email, untuk bulan ini tidak ada item 'Payment Charge" sebesar Rp5000,-. Lho kok bisa? Usut punya usut, bulan lalu aku bayar tagihan melalui aplikasi My First Media, dan memilih pembayaran menggunakan kartu kredit. Ternyata pilihanku tepat, pembayaran menggunakan kartu kredit langsung di aplikasi My FirstMedia tidak dikenakan biaya administrasi, lain halnya kalau kita melakukan pembayaran melalui ATm, mobile banking ataupun internet banking. Sebelum-sebelumnya aku bayar tagihan FM melalui fasilitas internet banking.

Untuk membayar melalui Aplikasi First Media, sebelumnya harus:

  1. mendownload aplikasi My FirstMedia untuk iOS ataupun android. 
  2. Kemudian klik menu "Pay Now"
  3. Muncul Pay Bill
  4. Kemudian Klik Next
  5. Pilih Metode pembayaran yang muncul, ada Visa, Mastercard, Mandiri Clickpay, DOKU Wallet, Debit Online, BNI debit online, dan OVO.
Pilihan Metode Pembayaran di Aplikasi My FirstMedia
Kebetulan aku membayar menggunakan kartu kredit Mandiri Mastercard, jadi kupilih Master Card. Selanjutnya kita diminta memilih antara DOKU dan Credit Card. Aku pilih Credit Card dan diminta untuk memasukkan nomor kartu kredit, Expiry date, dan CVV.

Jika sudah lengkap, kita klik "Pay" di bagian bawah. Pembayarannya cukup aman karena diverifikasi otomatis dengan sistem pembayaran DOKU yang akan mengirimkan OTP ke nomor ponsel kita yang terdaftar pada layanan First Media. Setelah dapat OTP, kita masukkan OTP itu ke halaman pembayaran, dan transaksi kita akan dinyatakan berhasil dan selesai. Cukup Praktis dan Aman.

Kita tidak perlu mengetikkan jumlah tagihan ataupun mencari-cari pilihan providernya (First Media)  seperti yang kita lakukan jika kita membayar tagihannya melalui ATM ataupun Internet Banking. Gratis pula biaya transaksinya. Dan Sssttt.....!!! yang penting bisa ngutang bayarnya pakai kartu kredit, hehe.....

Saturday, March 4, 2017

Menikmati Concordia Lounge Terminal 2 Juanda Surabaya

Ruang Utama Concordia Lounge Terminal 2 Juanda Surabaya (dok. pribadi)


Kartu SKYZ-ku sekarang sudah tidak gratis lagi masuk Lounge Bandara. Untung aku punya pengganti lainnya, haha...... Kartu sakti itu bernama Kartu Kredit BNI Platinum JCB. Nah, salah satu benefit kartu ini ya free lounge di beberapa bandara di Indonesia. Nah, kartu ini di Bandara Juanda bisa digunakan gratis di Concordia Lounge Terminal 2. Kebetulan saat mau balik ke Jakarta, maskapai yang kunaiki Air Asia yang ber-homebase di Terminal 2 Juanda bersama Garuda Indonesia.

Sesampainya di Area Check In Terminal 2 Juanda, aku langsung menuju Air Asia Check In Counter. Sama seperti di Jakarta, karena aku sudah web check in dan nge-print boarding pass sendiri, aku pun diminta langsung menuju ke ruang tunggu di Gate I.

Aku tidak langsung menuju Gate I, karena tujuanku ke Concordia Lounge. Kebetulan ada konter informasi, langsung lah kutanya ke mbak-mbak penjaga konter informasi itu,

"Mbak kalau Concordia Lounge ada dimana ya?"

"Ada di lantai 2 Pak, Bapak terbangnya pakai apa ya?" tanyanya balik

"Pakai Air Asia", jawabku singkat.

"O nggak papa Pak, nanti izin saja mau ke Lounge." jawab si Mbak

Aku jadi bertanya-tanya lho kok pakai izin segala ya, jangan-jangan Lounge-nya berada di area ruang tunggu Garuda Indonesia di Lantai 2. Tadi sebelum aku bertanya ke bagian informasi, aku sempat bertanya ke petugas air asia kalau Lounge cuma ada satu di raung tunggu internasional yang ternyata juga berada di lantai 2.

Aku pun langsung menuju lantai 2. Sbelumnya kusempatkan untuk ke mushola di Lantai 2. Usai sholat, langsung aku menuju ke ruang tunggu Garuda Indonesia. Sesampainya di area pemeriksaan bagasi kabin sebelum masuk ruang tunggu, aku bertanya ke petugas pemeriksaan,

"Mas, Concordia Lounge dimana ya?"

"O, di belakang ruang ini!" jawabnya

"Saya kebetulan terbang pakai air asia, apa boleh masuk?"

"Boleh Pak, tapi nanti tidak ada pemberitahuan boarding ya, mohon diingat-ingat waktu boardingnya", jawab si petugas dengan sopan.

Setelah sukses melalui area pemeriksaan bagasi kabin, bergegaslah aku masuk ke ruang tunggu Garuda Indonesia sambil pandangan mataku menyapu area sekelilingnya mencari-cari dimana gerangan si Lounge yang bikin aku penasaran ini. Berjalan sebentar kutemui Lounge Garuda, aku terus berjalan sampai di ujung ruang tunggu, dan voila.... ketemukanlah si Concordia Lounge. Langsung kubertanya ke Mbak Resepsionis, apakah bisa masuk gratis pakai BNI JCB, dan ternyata bisa, haha.....

Usai gesek kartu, aku diarahkan untuk naik ke lantai atas alias lantai 3. ada tangga berkarpet merah dan disampingnya ada eskalator yang saatitu sedang tidak berfungsi, jadilah aku naik tangga yang lumayan tinggi itu. Sesampainya di ruang Lounge, kesan pertama yang muncul adalah luas, eksklusif, elegas, berkelas, dan nyaman tentunya.

Toilet Concordia Lounge
Suasana malam hari sekitar pukul 8 malam itu lumayan sepi, membuat lounge seluas itu terkesan dingin meskipun cahaya temaram dari lampu Lounge berusaha menghangatkannya. banyak sofa kosang saat itu, aku pun memilih untuk duduk di sofa tengah lounge. Tanpa basa-basi aku pun langsung mengambil minuman dan makanan berat yang cukup variatif dan enak pula tentunya. Kue-keu tradisionalnya juga enak. Ada pula spot yang menyajikan nasi goreng fresh from the oven langsung dimasak dihadapan pengunjung.

Mushola Concordia Lounge
Puas bersantap dan bersantai di Concordia Lounge, aku pun memutuskan untuk bergegas ke ruang tunggu. Sebelum benar-benar meninggalkan Lounge, aku sempat ke toilet. Ternyata toiletnya sangat bersih dan berkelas, begitupula dengan musholanya yang tertata apik, elegan dengan pencahayaan yang hangat. Dekat dengan toilet kulihat ada lift, dan aku pun bertanya ke salah satu pegawai lounge yang kebetulan ada di dekat situ,

"Mas, turun lewat lift ini bisa ya?"

"Bisa Pak!", jawabnya dengan sopan sambil mengantarku sampai depan lift. Sebenarnya dia menawarkan untuk menunggu saja di Lounge nanti akan diberitahu saat boarding. Tapi aku menolaknya karena takut kalau kelupaan diberitahu dan lebih baik menunggu di ruang tunggu. AKu pun sempat bertanya jam operasional Lounge ini mulai jam berapa sampai jam berapa. Si Masnya menjawab dari pukul 4 pagi sampai tutup saat penerbangan terakhir. Wow keren juga ya, hampir 24 jam, haha.....

Ternyata Air Asianya delay hampir 2 jam sampai pukul 11 malam, arghh...... tahu gitu nunggu di Lounge saja, bener juga kata masnya ya.... kualat menolaknya, hehe......

JCB Lounge di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta


Jumat akhir pekan lalu kebetulan aku melakukan perjalanan ke Surabaya dengan pesawat Air Asia paling malam. Seperti biasa selepas tet tot kantor jam 17.00 WIB dari kawasan Bintaro, Tangsel aku langsung meluncur naik UBER ke Bandara Soetta Terminal 2F.

Dulu ketika terminal 2F masih jadi homebase-nya Garuda, aku seringkali mampir ke Mandiri Lounge untuk sekedar makan gratisan, hehe...... Tapi sekarang Lounge-lounge di terminal 2F sebagian besar tutup ataupun pindah ke Terminal 3 Markas garuda saat ini.

Karena aku sudah nge-print sendiri boarding pass dan nggak ada bagasi (sehingga nggak perlu cetak boarding pass lagi di check in counter, langsung saja aku menuju ke ruang tunggu. Sebelum ke ruang tunggu aku berniat mengambil uang di ATM Bank Mandiri di dekat bekas Mandiri Lounge dulu yang nampaknya masih aktif dari kejauhan. Nah, saat mendekati ATM Mandiri, entah mengapa mataku tertuju ke Lounge yang berjarang beberapa meter dari bekas Mandiri Lounge dan ternyata setelah kudekati tulisannya JCB Lounge.

"Wah aad JCB Lounge ternyata, kali aja bisa gratisan di sini, kan aku punya Kartu BNI Platinum JCB!" seruku dalam hati. Langsung saja aku menuju ke Lounge kecil itu dan menanyakan ke Mbak-mbak resepsionisnya apakah bisa menggunakan CC BNI JCB dengan gratis. Ternyata benar gratis, hehe..... syukur-syukur nggak perlu beli makan malam, dasar gratisan maniak.

Masuklah aku ke JCB Lounge dan kesan sempit, sepi segera menyergapku. Kalau nggak salah hanya ada sepasang suami istri (mungkin), satu orang perempuan, dan satu orang Bapak-bapak yang lagi asik menelpon, dan beberapa pegawai Lounge yang mondar-mandir. Segera kuletakkan tasku di sofa di pojok ruangan. Ada minuman jus, dan hanya ada dua jenis makanan berat saat itu, semacam bubur ayam dan ayam yang dimasak semacam opor serta sayur kacang panjang, ada pula beberapa bungkusan roti. Segera saja kuambil jus, nasi putih dan sayur kacang plus ayam opor, dan beberapa bungkus roti kecil. Langsung kududuk di pojok sambil mengamati ruangan lounge yang terasa aneh bagiku.

Aku tidak berniat berlama-lama di Lounge itu meskipun waktu boarding masih relatif lama. Aku buru-buru menghabiskan makananku yang terasa agak hambar karena sayur kacangnya yang seolah tanpa rasa, apa lidahku yang lagi nggak beres ya, hehe..... Dalam benakku, "Mungkin sebentar lagi lounge ini tutup ya, lha sepi kayak gini, sempit pula, plus makanan yang 'ala kadarnya', hiks!" Tapi aku masih bersyukur, dapat makanan dan minuman gratis, Terima Kasih JCB...... (pengalaman berbeda 180 derajat kurasakan di Concordia Lounge Juanda Surabaya yang jauh lebih bagus meski sama-sama dapat gratisan dari kartu BNI JCB.)

Begitu makanan di piring sudah habis (gitu kok katanya nggak enak, haha.... karena lapar apapun jadi enak, hiks) aku langsung bergegas ke ruang tunggu. Nggak sampai 15 menit kuhabiskan waktuku di Lounge bandara terkecil dan terminimalis (dalam arti sebenarnya) yang pernah kukunjungi selama ini. Positifnya perutku lumayan kenyang, haha...... Oiya dulunya JCB Lounge ini namanya Sunda Kelapa Lounge.

Sunday, November 13, 2016

Pengalaman Program Cash Plus CIMB Niaga Syariah

Rabu kemarin, tanggal 9 November 2016 aku ke Bank CIMB Niaga Cabang Bintaro Sektor 1 Jakarta Selatan bermaksud untuk mencairkan Tabungan Mapan-ku yang sebenarnya baru jatuh tempo sekitar 4 tahun lagi. Nah, saat lagi antre menunggu dilayani Customer Service, tiba-tiba HP-ku berdering, ternyata dari telemarketer CIMB Niaga. Biasanya kalau ada telemarketer CIMB Niaga seringnya menawarkan asuransi dan sebagainya, dan biasanya selang beberapa detik langsung kumatikan, tapi berbeda yang terjadi saat itu.

Entah kenapa tidak segera kuakhiri pembicaraanku dengan telemarketer CIMB Niaga saat itu, dan ternyata dia menawarkan pinjaman dana tunai berdasarkan plafon kartu kredit CIMB Niaga Syariah yang aku miliki. Nama program pinjaman itu adalah Cash Plus, dan si telemarketer yang mengenalkan dirinya bernama Tyas menawarkan bunga 0% untuk dana sebesar Rp14juta, separuh dari plafon kartu kreditku, dicicil selama 6 bulan, dan hanya dikenai dana bagi hasil satu kali ditambahkan di  cicilan awal sebesar Rp275ribu.

Awalnya aku menolak, tapi aku langsung inget pembicaraan dengan kakakku beberapa hari sebelumnya bahwa dia juga pinjam cash plus dari CIMB Niaga, dan katanya bunganya murah banget, sayang apabila nggak diambil, apalagi dalam kasusku ini malah bunganya 0% karena kartu kreditku syariah. Akhirnya aku setuju dengan program cash plus, dan mbak Tyas berjani bisa mencaikan dananya maksimal 3 hari kerja, atau paling lambat hari Senin tanggal 14 November. Aku malah minta kalau bisa di full-kan plafonnya sebesar 28 juta, aku malah lebih senang, ternyata nggak bisa, haha.....

Eh ngomong-ngomong kenapa aku harus pinjam uang lagi toh sebentar lagi aku mendapat dana segar dari pencairan tabungan mapanku sebanyak 48 juta ++ (dikurangi penalti Rp4,4juta), buat apa lagi????? Tentunya bukan untuk kegiatan konsumtif, aku berniat memasukkan dana pencairan tabungan mapan dan pinjamanku itu ke pasar saham, Lumayan kan, bisa nambah portofolio saham, he he.... Utang buat kegiatan produktif nggak ada salahnya kan.....!

Keesokan harinya aku mencoba ngecek rekeningku melaui CIMB Clicks, dan ternyata cicilan cash plusku sudah tercatat di current balance dan tentunya akan segera tercatat di tagihan tanggal 20 mendatang. "Namun, kok danaku yang 14 juta belum masuk ya.....?", tanyaku dalam hati. Mungkin baru diproses, kan janjinya 3 hari kerja. Eh, ternyata saat kucek siang harinya, pinjaman cash plus sebesar 14 juta sudah dikreditkan ke rekening Tabungan CIMB Niaga Syariah-ku. Wow cepet banget.....! Semoga keputusanku untuk meminjam dana cash plus ini adalah hal yang tepat dan nanti bisa menjadi berkah. Amin.

Thursday, October 30, 2014

Review: Kartu Kredit CIMB Niaga

CC CIMB Niaga (Dok. Pribadi)
Masih ingat dengan Film Warkop DKI dimana si Kasino lagi akting jadi pengemis terus ditangkap satpol PP. Nggak mau ditangkap begitu saja, dia ngeluarin dompetnya yang penuh dengan berbagai macam kartu. "Bapak lihat baik-baik, ini kartu Anti Miskin, kalau saya pengemis nggak mungkin punya kartu ini!", gertak kasino. Akhirnya si petugas satpol PP-pun melepaskannya, percaya kalau kasino bukan pengemis hanya karena menunjukkan kartu 'anti miskin'-nya itu.

Kartu 'anti miskin' alias kartu kredit, saat zaman film warkop DKI itu belum banyak masyarakat Indonesia yang punya, pantas saja si petugas satpol PP di film itu juga mati gaya dibuatnya. Bagaimana dengan kondisinya sekarang? Kartu kredit sekarang ini bukan lagi penunjuk status kelas atas seperti beberapa dekade lalu. Bahkan anak-anak sekolah pun sudah banyak yang bawa kartu kredit, dibuatkan oleh orang tuanya dari kartu utama. Kartu kredit ini punya sebutan macam-macam, ada yang bilang kartu sakti, kartu dewa, bahkan ada yang menyebutnya kartu setan.

Nah, kali ini aku ingin berbagi pengalaman menggunakan kartu kredit, khususnya kartu kredit yang dikeluarkan oleh Bank CIMB Niaga, Bank yang sebagian besar sahamnya dikuasai oleh Malaysia! Ada yang salah jika kita punya kartu kredit dari bank negeri jiran? Kalau menurutku sih, nggak papa lah....

Ada sukanya adapula kecewanya, namun sampai saat ini masih banyak sukanya sih punya kartu kredit CIMB Niaga. Ayo coba kita daftar satu per satu suka dukanya:

1. Free Iuran Tahunan Seumur Hidup
Nah ini yang jadi pertimbangan utamaku mengajukan kartu kredit CIMB Niaga. Bagaimana tidak, lumayan kan nggak perlu mbayar iuran tahunan/bulanan seumur hidup meskipun kartu nggak dipakai.

2. Banyak Promo
CIMB Niaga adalah salah satu penerbit kartu kredit yang paling sering memberikan promo disamping kartu kredit BCA. Bekerjasama dengan merchant-merchant ternama, membuat kita lebih banyak pilihan dengan harga atau cicilan yang menarik. Misal saja cicilan 0 % di toko-toko elektronik ataupun HP dengan tenor 12 bulan, ataupun diskon tambahan di hypermarket tertentu, ataupun kerja sama dengan toko online ternama dengan diskon yang menggiurkan untuk pembelian promo suatu produk smartphone. Aku sendiri pernah dapat tambahan diskon 200rb saat membeli smartphone promo menggunakan CC CIMB Niaga.

3. Beli Tiket Blitz Online
Bagi orang yang gemar nonton di bioskop sepertiku, CC ini cocok sekali. Meskipun baru bekerjasama dengan Blitz Megaplex, keberadaan CC ini sangat membantu. Kita bisa membeli tiket online dengan memilih kursinya sendiri dan kita tinggal datang ke bioskop untuk mencetak tiketnya sendiri beberapa saat sebelum filmnya diputar. So kita tidak perlu antre. Apalagi saat penayangan perdana film ternama, pastinya antreannya sangat panjang, dan sesuatu banget kita bisa beli tiketnya tanpa antre melalui internet karena punya CC ini. Suka Banget.....! Serasa beda dengan yang laen, coz nggak perlu antre!

4. Kejutan Tak Terduga
Sekitar 2 bulan yang lalu, aku mendapat email dari CIMB Niaga memberitahukan jika kita sebagai pemegang CC CIMB Niaga melakukan update data pribadi, untuk 1000 nasabah (kalau gk salah) peng-update pertama akan mendapat cash back 30% dari total tagihan terakhir bulan berikutnya atau maksimal sebesar 300 ribu. Mengetahui info seperti itu, instingku yang kuat untuk mengikuti kuis atau semacamnyanya langsung bereaksi. Segera kukumpulkan berkas yang diperlukan, ku-scan berkasnya, dan langsung ku-email ke CIMB Niaga. Aku pikir gagal mendapatkannya, ternyata dugaanku salah. Pada tagihanku bulan Oktober ternyata mendapat cash back 300rb, karena tagihanku bulan sebelumnya lebih dari 1juta. Alhamdulillah!

5. Pelayanan costumer care
Tidak semua pengalamanku mempunyai CC CIMB Niaga berjalan dengan mulus dan menyenangkan. Beberapa bulan yang lalu, aku pernah kaget dengan tagihan berjalan yang nominalnya tidak seharusnya. Hal itu disebabkan saat aku bertransaksi membeli tiket blitz, transaksinya gagal namun tercatat debit oleh CC CIMB Niaga. Baru setelah aku komplain 3 kali dan mengancam menutup kartunya, baru ditindaklanjuti dan dihapus transaksi yang gagal itu. Yang nggak aku habis pikir malah aku disarankan untuk menghubungi pihak Blitz sendiri. Lha ini kan karena kesalahan sistem antara CIMB Niaga dan BLITZ, jelas jawaban costumer care itu membuatku tambah naik pitam, dasar akunya memang orangnya gk sabaran. Tapi untuk keluhan-keluhan yang lain sudah direspon cukup baik.

Memang CC bisa jadi kartu setan atau kartu sakti tergantung kita sendiri sebagai 'dalang'-nya. Mau bikin kartunya bermanfaat buat kita dengan penggunaan yang bijak atau membuat kartunya bisa mencekik kita dengan tagihan yang terus membengkak karena kecerobohan kita dalam memuaskan hawa nafsu belanja yang membabi buta?

Wednesday, August 13, 2014

Pengalaman Beli Tiket Blitz Online dengan Kartu Kredit CIMB NIAGA


Antre Tiket di Bioskop? Jadi ingat dulu pernah antre tiket pengen nonton Film Laskar Pelangi di Amplaz Jogja sampai kurang lebih satu jam lamanya kaki ini menahan badan yang untungnya dulu masih kurus, he he.... Yang parahnya lagi sewaktu heboh rilis film 2012 tahun 2009 yang saat itu aku antre sampai hampir tengah malam di Pejaten Village, ternyata udah hampir sampai depan, eh abis tiketnya, sial!
Good Bye antrean keparat....! Sudah lama memang Bioskop jaringan 21/XXI punya program pembelian secara online dengan M-Tix-nya yang terkenal sangat ribet dan tidak user friendly. Blitz MEgaplex sebagai saingannya juga mengeluarkan Blitz Card yang bisa digunakan untuk membeli secara online ataupun di Blitz Machine. Si Blitz Card ini menurutku lebih simpel dari sistem M-Tix-nya Bioskop 21, namun menurutku belum efisien juga. Untungnya Blitz memberikan opsi lain untuk pengguna kartu kredit untuk membeli tiket secara online di website Blitz tentunya dengan biaya tambahan (aku lupa nominalnya) yang pasti di bawah Rp10.000,-. 

Ada lagi yang spesial dari Blitz ini, khusus pembelian dengan kartu kredit CIMB Niaga di halaman website CIMB Niaga khusus order tiket Blitz tidak dikenakan biaya tambahan sepeser pun, malahan jika kamu punya kartu kredit CIMB Niaga jenis Mastercard World / Platinum ataupun Visa Infinite / Platinum akan dapat diskon 25% dari harga normal.

Pertama kita masuk di websitenya, kita langsung disodori pilihan film, kemudian pilihan teater, tanggal dan jam. Setelah kita tekan tombol next ke halaman berikutnya, berisikan halaman sinopsis film dan pilihan tempat duduk. Dalam satu kali transaksi maksimal kita bisa membeli 4 tiket dan asiknya bisa memilih tempat duduk sesuka kita.

Pada halaman berikutnya kita diminta menulis alamat email kita ataupun Nomor HP (saya sarankan/ wajibkan untuk mengisi alamat email dengan benar dan seksama) untuk pengiriman kode booking dan passkey-nya. 

Setelah itu kita diarahkan untuk mengisi nomor kartu kredit CIMB Niaga kita, Masa berlaku kartu dan Nomor CVV (3 nomor paling belakang di balik kartu). Setelah semua data kita input, segera klik tombol Pay. Sistem pembayaran pun akan mulai bekerja. 

Jika data kartu kredit kita valid, akan segera dikirimi kode nomor verifikasi pembayaran ke HP kita yang terdaftar di sistem Bank CIMB Niaga yang akan kita masukkan ke website sebagai verifikasi validitas pembayaran kita melalui kartu kredit.

Setelah kode pembayaran kita masukkan dan di-approve oleh sistem pembayaran CIMB Niaga maka kita akan langsung mendapatkan Kode Booking dan Passkey yang juga dikirimkan ke alamat email ataupun Nomor HP kita (saat ini untuk pengiriman kode booking ke nomor HP selalu tidak ada, maka saya sangat menyarankan untuk mencantumkan alamat email dengan benar).

Nah, Kode Booking dan Passkey itulah yang akan kita inputkan ke Blitz Machine yang khusus untuk mencetak tiket dari pemesanan melalui kartu kredit.
Ada beberapa kendala yang sering muncul saat order online melalui website CIMB Niaga, diantaranya:
  1. Saat memilih Jam nonton tidak tertera waktu mana saja yang menampilkan film 2D ataupun 3D. Solusinya, sebelum kita order, sebaiknya kita lihat dulu jadwal filnya di website Blitz Megaplex untuk memastikan jam tayang mana yang menampilkan 2D atau 3D.
  2. Kadang koneksi internet terputus ataupun pembayaran gagal, maka kita seringkali mengulangi proses pembeliannya. Tapi tempat duduk yang kita pesan tadi statusnya not available dan tidak bisa kita pilih kembali. Namun, nggak perlu kecewa, ternyata itu hanya karena masih adanya bug di sitem ordernya. Kita tunggu saja 2 - 5 menit, kursi tersebut akan segera menjadi available.
  3. Seringkali konfirmasi kode booking dan passkey ke HP kita tidak ada. oleh karenanya, kita juga harus menginput email kita secara benar agar menerima konfirmasinya.
  4. Akhir-akhir ini setelah pembayaran di-approve oleh sistem, namun di halaman selanjutnya muncul keterangan terjadi kesalahan. Jangan terburu-buru menyimpulkan terjadi kesalahan, karena biasanya pembayaran yang sudah sukses otomatis mengirimkan kode booking dan passkey ke email kita. Ada jeda waktu kurang lebih 1-3 menit setelah pembayaran sukses, kita baru mendapatkan email konfirmasi dari Blitz Megaplex.
  5. Ada kejadian yang tidak pernah saya lupakan. Karena koneksi internet saya agak lemot saat itu, saat pembayaran saya sukses diterima oleh sistem, namun saya tidak mendapatkan email konfirmasi. Anehnya transaksinya di kartu kredit saya tetap tercatat sukses. Akhirnya saya komplain sampai 3 kali ke costumer care kartu kredit CIMB Niaga agar menghapus transaksi itu karena gagal. Solusinya saat koneksi internet kita lemot, sebaiknya kita tidak usah  order tiket online. Dan jika terjadi kejadian seperti saya itu, tidak perlu takut ataupun ragu untuk komplain ke Costumer care CIMB Niaga.
Beberapa kelebihan Order Online Tiket Blitz dengan Kartu Kredit CIMB Niaga:
1. Tidak perlu repot  registrasi kartu kredit kita.
2. Tidak terkena tambahan biaya, bahkan diskon untuk beberapa kartu tertentu.
3.  Tidak perlu Top Up (mengisi saldo seperti yang dilakukan pada Blitzcard ataupun M-Tix)

Saran saya untuk pengelola jaringan bioskop di Indonesia, jika ingin memenangkan persaingan di era mobile saat ini, salah satu caranya adalah semakin memperbanyak dan mempermudah alternatif pembelian tiket. Intinya mudah diakses dimana saja, tidak ribet, dan tentunya lebih efisien. Harus antre di loket bioskop sudah tidak zamannya lagi sekarang ini karena kesibukan masyarakat yang semakin tinggi dari tahun ke tahun. Sangat sayang menghabiskan waktu berlama-lama hanya untuk antre tiket. Aplikasi Mobile di Smartphone harus segera dibuat, tidak hanya sekedar menampilkan jadwal tetapi menyediakan metode pembelian tiket yang simpel dan efektif.

Baca juga: Review Kartu Kredit CIMB Niaga

Sumber Gambar: Screenshot halaman order Tiket Blitz di Situs CIMB Niaga (dok. pribadi)

Wednesday, July 16, 2014

Akhirnya Kena Denda Kartu Kredit Mandiri

Kartu Mandiri SKYZ Titanium (dok. pribadi)

4 Juli 2014 malam, bertepatan dengan Independence Day USA (nggak penting banget dibahas...) aku mendapat sms 'CINTA' dari Bank mandiri. Bukan SMS dari 3355 yang biasanya membuat hatiku gembira, namun ternyata sms tagihan kartu kredit. seumur-umur aku nggak pernah dapat sms tagihan kartu kredit apalagi yang menyatakan kalau aku belum membayar tagihan bulan Juni 2014. Hah..... kok Bisa??? Dalam sejarah aku memiliki kartu kredit, tidak pernah satu kali pun aku terlambat membayar, malahan aku sering membayar lunas sebelum tagihannya keluar. Apa yang salah ya...?

Selama ini baik itu kartu kredit Mandiri ataupun CIMB Niaga-ku, tagihannya selalu dikirim via email. Untuk tagihan kartu kredit mandiriku seringkali dikirim antara tanggal 12 - 15 setiap bulannya. Nah, kebetulan tagihan bulan Juni setelah kucek kembali dikirim tanggal 13 Juni. Dalam tagihannya tertera tanggal pencetakan tagihan yaitu tanggal 10 Juni dan jatuh tempo pembayaran tanggal 30 Juni 2014. 

Begitu aku mendapat sms dari Bank Mandiri langsung kucek semua mutasi rekeningku selama bulan Juni 2014 via internet banking mandiri, dan eng-ing-eng...... ternyata betul aku belum membayar tagihannya!!! Langsung saja kubayar semua tagihannya plus denda keterlambatan bayar (meski cuma 4 hari) sekaligus tagihan berjalan bulan Juli yang belum tercetak tagihannya, aku lunasi semua.

Selama ini aku begitu PeDe untuk selalu disiplin dalam membayar tagihan kartu kredit. tapi namanya saja manusia, kadang kala ada lupanya. Memang dari pertengahan Juni sampai dengan akhir Juni aktivitasku sibuk sekali sampai-sampai sabtu minggu juga padat jadwalku, dan ternyata aku lupa akan satu kewajibanku! Huh apessss......!

Tanggal 14 Juli ketika tagihanku bulan Juli dikirim aku tambah terkejut. Tagihan bulan Juli yang semula kuanggap minus, karena sudah kubayar dengan nominal yang lebih dari tagihan berjalan yang tertera di internet banking mandiri, ternyata prediksiku salah besar. Masih ada tagihan sebesar Rp30.429,-. Hah dari  mana angka segitu....? Ternyata selain mendapat denda keterlambatan bayar sebesar Rp18.928,- ada lagi bunga yang harus kubayar sebesar Rp31.668,-. Huh apesss lagi......!

Aku sebelumnya memang nggak pernah terkena denda ataupun bunga dari pemakaianku terhadap kartu kredit selama ini, karena aku dari awal berkomitmen agar tidak terkena dua komponen tersebut, sehingga aku nggak ngeh terhadap besaran denda ataupun bunganya. Ternyata besaran denda keterlambatan bayar sebesar 3% dari total tagihan atau maksimal 150rb. Sedangkan bunga yang dikenakan karena membayar setelah jatuh tempo adalah 2,95% perbulan atau 35,40% pertahun. Wow gede juga ya.....!

Ini adalah pengalaman yang berharga bagiku, artinya jangan sampai lalai lagi membayar tagihan lewat jatuh tempo apapun itu alasannya. Namun, aku juga punya saran bagi pihak bank, meskipun sudah mengirimkan tagihan alangkah baiknya mengirimkan sms notifikasi 3 sampai dengan 1 hari sebelum jatuh tempo, sekedar mengingatkan nasabahnya agar segera membayar, seperti yang sering diterapkan oleh berbagai operator telepon seluler yang senantiasa aktif mengingatkan melalui sms notifikasi tentang berakhirnya masa aktif kartu, masa tenggang kartu, jumlah pulsa atau paket internet yang tersisa karena seringkali pelanggan sangat sibuk dan akhirnya lupa. Bukan hanya mengirim sms pemberitahuan setelah jatuh tempo yang seolah-olah (jika kita berfikiran negatif) disengaja oleh Bank agar mendapat tambahan uang denda dan bunga dari nasabahnya. Bank sebagai lembaga jasa keuangan sudah semestinya mengedepankan sisi pelayanan nasabah bukan hanya sisi profitnya saja, terlebih di tengah ketatnya bisnis perbankan saat ini. Coba kalau nasabah di sms kembali 3 s.d. 1 hari menjelang jatuh tempo, pastinya si nasabah merasa terbantu sekali dan terkesan dengan pelayanan pihak bank karena diingatkan dan bisa terhindar dari denda dan bunga yang tidak diinginkan, karena banyak sekali dari nasabah itu yang ingin bayar tepat waktu sebelum jatuh tempo namun seringkali lupa karena kesibukannya. Berbeda jika sudah diingatkan berkali-kali menjelang jatuh tempo tetap saja belum membayar, ya denda dan bunga itu risiko untuk nasabah yang bersangkutan. Dengan mengerti akan kondisi dan kemauan nasabah (dalam artian masih dalam tingkat kewajaran), tentunya loyalitas nasabah terhadap bank tersebut akan tetap terjaga.

Thursday, May 15, 2014

Pengalaman Berbelanja di Lazada (part 4)

Screenshot Lazada versi mobile (dok. pribadi)
Gembar-gembor launching Blackberry Z3 alias Blackberry Jakarta ternyata ampuh membuatku terpikat. Diskon besar-besar plus iming-iming bonus tambahan cukup menggoda untuk melirik produk BB yang paling up to date ini.

BB Z3 resmi diluncurkan untuk pertama kali di dunia pada tanggal 13 Mei 2014. Nah, kebetulan Jakarta mendapat kehormatan untuk tempat peluncurannya sekaligus BB ini diberi nama BB Jakarta. Sekitar setengah bulan sebelumnya bekerjasama dengan XL dan Indosat dan beberapa toko online membuka preorder dengan iming-iming diskon yang menggiurkan.

Beberapa penerbit kartu kredit pun tak mau kalah berlomba-lomba memberikan iming-iming cash back dan cicilan 0%. Dengan semua gimmick yang ada, bagaimana mungkin aku tidak tertarik ikutan preorder BB Jakarta, secara aku sudah lama nggak beli HP baru, toh harganya cukup murah apalagi setelah diskon, cashback, dan iming-iming voucher online shop.

Kucoba liat-liat di beberapa online shop yang menawarkan preorder BB Z3. Di jeruknipis.com ternyata barang yang promo sudah habis karena mungkin hanya tersedia beberapa ratus unit saja, yang tersisa hanya yang harga normal. Begitu pula di online shop lainnya. Nah, entah bagaimana aku membuka website lazada.co.id. Aku pun liat promo preorder Z3 dengan diskon 100rb dari harga normal Rp2.199.000,- namun ternyata setelah lebih detail kulihat promonya ada lagi khusus untuk pemegang kartu kredit cimb niaga ada tambahan diskon 200rb untuk 100 pembeli pertama yang akan dibuka preorder-nya tanggal 5 mei.

Sebelum pukul 01.00 WITA tgl 5 mei kusengaja bangun untuk bisa preorder BB Z3 dan menjadi 100 pembeli pertama yang bisa dapat diskon 200rb dan voucher 300rb di lazada. Kebetulan saat itu laptopku lagi rusak dan terpaksa lazada kuakses melalui iphone. Aku sengaja tidak menggunakan aplikasi lazada untuk mobile phone karena aku ingin mengaksesnya melalui versi dekstop website. Namun ternyata versi desktop lazada susah dan lambat diakses melalui iphone, kuputuskan untuk beralih ke versi mobile. Akhirnya transaksi kelar namun ada yang masih mengganjal di pikiranku, "kok aku gk bisa ngisi form cicilan ya?".

Transaksi total setelah dikurang diskon 200rb jadi Rp1.899.000,- ditambah ongkir ke Balikpapan sebesar Rp36.000, sehingga total yang harus kubayarkan adalah Rp1.935.000,-. Aku membayarnya dengan kartu kredit cimb niaga syariah dan ada sms notifikasi berhasil di HP-ku.

Yang aku herankan adalah biasanya setelah transaksi di Lazada aku mendapat email konfirmasi pesanan, namun malam itu aku tidak mendapatkannya. "Sudah nggak bisa ngisi cicilan, nggak dapat email konfirmasi, jangan-jangan orderku gagal!", pikirku.

Keesokan harinya kucoba cek lagi inbox emailku. Hasilnya pun nihil, tidak ada konfirmasi dari Lazada. Setelah kucek di status order, pesananku sudah masuk ke sistem lazada, namun yang kurang membuatku lega adalah aku tidak dapat email konfirmasi ataupun email yang berisikan kupon vouchere 300rb. Aku berpikiran jangan-jangan karena aku bertransaksi melalui website lazada versi mobile yang jadinya mungkin masih banyak error sehingga sistem lazada tidak mengirim secara otomatis konfirmasi pesanan ke emailku.

Kuhubungi customer care Lazada. Aku sedikit kebingungan, dengan instruksi mesin penjawab Lazada. Tidak ada pilihan untuk bicara langsung ke petugas costumer care!

Tak berhasil menghubungi petugas costumer care, tak habis akal kuemail di support@lazada.co.id. Untuk maslah pembayaran aku disaranin untuk menghubungi payment@lazada.co.id, dan terakhir dari payment@lazada.co.id untuk mengubah cicilan kartu kredit aku disarankan untuk mengajukan permintaan cicilan beserta mencantumkan ID Order ke cc@lazada.co.id. Kukirimlah email ke cc@lazada.co.id dengan mencantumkan ID Pesanan, Nomor kartu kredit, dan tenor cicilan. Setelah kukirim email ternyata belum mendapat respon.

Tidak mau tanpa kepastian, aku pun masih penasaran dengan opsi lain-lain yang ditawarkan di mesin penjawab costumer cara. Telpon costumer care lazada yang kedua kalinya kucoba opsi lain-lan itu, ternyata langsung terhubung ke petugas costumer care lazada. Kuutarakan maksudku tentang email konfirmasi dari Lazada yang tak kunjung datang. Si petugas berjanji akan meneruskan ke bagian terkait kemungkinan eror yang terjadi, mengenai voucher katanya juga biasanya terkirim melalui email. Aku juga menanyakan soal form cicilan yang tidak muncul di akhir transaksi. Si petugas pun menyarankan untuk mengisi form cicilan melalui lazada.co.id/cicilan

OK, masalah email konfirmasi dan voucher kuanggap beres, sekarang saatnya mengubah cicilan. Kubuka alamat lazada.co.ids/cicilan sebagaimana saran si petugas. Ternyata form cicilannya hanya berisikan pilihan 3 bulan, tidak ada pilihan 6 bulan atau 12 bulan seperti yang dipromokan lazada khusus untuk preorder BB Z3.

Aku pun berinisiatif menelpon costumer care CIMB Niaga di 14041 menanyakan mengubah menjadi cicilan. Setelah dicek ternyata transaksiku bisa diubah menjadi cicilan 12 bulan 0%. Namun saat itu aku tidak bisa langsung mengubahnya karena tagihan dari lazada belum dimasukkan ke CIMB Niaga. Beberapa hari kemudian aku pun menelpon kembali 14041 dan jawabannya berbeda. Ternyata untuk mengubah menjadi cicilan hanya bisa dilakukan atas permintaan dari Lazada.

Masih penasaran juga, aku pun menghubungi kembali pihal Lazada. Kali ini telponku diterima petugas bernama Firman. Mas Firman ini dari bahasanya yang meyakinkan sepertinya menguasai sekali tentang permasalahan yang kuhadapi, setelah kuceritakan detail permasalahanku, dia menjelaskan jika pesananku sudah masuk ke sistem. Mengenai cicilan 12 bulan 0% yang aku ajukan juga sudah masuk ke sistem lazada, dan akan segera diproses segera. Mengenai voucher 300rb akan dikirimkan, masih dipertimbangkan oleh lazada akan dikirim melalui email atau voucher fisik, masih dipilih mana yang paling aman.

Nah, kemarin dinboxku ternyata masuk konfirmasi pesanan dar lazada yang berisikan invoice, namun belum ada voucher 300rb. Ada pula email konfirmasi mengenai pesanannku yang sudah dikirim melalui firstlogistics.co.id. Barusan tadi pagi ku-track melalui website firstlogistics ternyata baru berangkat dari gudang penyortiran, mungkin lusa sudah sampai Balikpapan. Aku masih penasaran vouchernya apa include di box paket kirimannya nanti atau akan diemail setelah barang dipastikan kuterima? Update: Barang pesananku kuterima di kantor Jumat Sore selepas jam kerja tanggal 16 Mei 2014 dengan packaging yang cukup kuat dan aman untuk barang elektronik.

Ribet juga ikut-ikutan promo preorder di Lazada, tapi apakah benar demikian, atau aku sendiri yang berlebihan, terlalu khawatir yang berlebihan yang pada akhirnya membuatku repot sendiri? Yah begitulah 'seni' berbelanja di online shop, kita harus berani bertanya kalau kurang paham atau kurang sreg dengan pelayanannya.

Pastikan Bijak Dalam Berberlanja Online, khususnya menggunakan kartu kredit! (Aku sendiri masih gampang tergoda dengan bujuk rayu promo kartu kredit, hix...)

Baca juga: Akhirnya Aku Kecewa Dengan Pelayanan Lazada

Saturday, April 27, 2013

Asiknya Lounge Gratis di Bandara dengan Kartu SKYZ

Beberapa tahun yang lalu aku apply kartu kredit mandiri tidak berhasil disetujui. Ketika itu aku masih bertugas di Jakarta. Aku juga heran kala itu, kok bisa-bisanya nggak disetujui ya.... Padahal payroll-ku lewat Bank Mandiri, aku pun tidak punya pinjaman ke bank. Aneh..... Kali aja analis kartu kreditnya sedang 'khilaf' saat itu, he he.....

Selang beberapa tahun aku sudah melupakan hal itu. Dan sekarang aku bertugas di Balikpapan. Aku pun sudah punya kartu kredit CIMB Niaga yang sudah cukup membantu keperluanku. Namun dua bulan yang lalu tiba-tiba ada tawaran membuat kartu kredit Mandiri ke kantor dengan promo free annual fee 3 tahun pertama. Aku pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Ku apply kartu kredit mandiri tipe SKYZ yang memberi berbagai benefit bagi orang yangh sering melakukan perjalanan udara. Satu fiturnya yang paling menarik perhatianku adalah Lounge Free di berbagai Bandara di Indonesia.

Aku pun cuma melampirkan fotocopy name tag kantor dan form pendaftaran. Aku pun tak terlalu berharap banyak diapprove oleh Bank Mandiri. Tapi ternyata pertengahan bulan Maret 2013, aku dikirimi Kartu Kredit SKYZ Mandiri yang ternyata free annual fee for life, plus satu kartu kredit Visa Mandiri Gold yang sampai saat ini belum kuaktifkan.

Awal april kebetulan aku melakukan perjalanan ke Jakarta. Saat mau membayar airport tax, pandangan mataku tertuju pada tulisan Blue Sky Lounge di pojok kanan ruang check in Bandara Sepinggan Balikpapan. Kuberanikan diriku untuk sekedar mampir kesitu untuk mencoba fasilitas Lounge Gratis dari SKYZ card. Kutanyakan pada resepsionis Lounge, ternyata benar-benar gratis. Di slip tagihan hanya tertulis Rp 1,- yang menurutku hanya sekedar formalitas untuk bisa tercetak bill-nya. Lumayan bisa makan, ngemil, dan minum gratis plus bisa nge-charge HP dengan nyaman sambil menunggu boarding.

Saat akan kembali ke Balikpapan beberapa hari kemudian, aku juga mampir ke Mandiri Lounge di Terminal 2F Soeta. Kebetulan aku belum makan siang saat itu, dan lagi-lagi gratis aku makan disitu yang menunya hari itu adalah Gudeg Jogja dan berbagai kue-kue dan makanan kecil lainnya. Akses Wifi pun gratis di lounge ini.

Sudah gratis Lounge, dapat diskon jika beli tiket beberapa maskapai penerbangan, juga bisa dapat cicilan 0% selama 12 bulan di berbagai merchant. Beruntung rasanya dulu saat masih di Jakarta apply-ku tidak diapprove oleh Bank Mandiri. Saat aku mudik melalui bandara Juanda Surabaya aku juga mampir di Blue Sky Lounge yang berada di samping Garuda Lounge dekat dengan Gate 8. Malahan Lounge yang di Surabaya ini jauh lebih luas dan lebih komplit makanannya.

Kartu kredit memang perlu penanganan yang bijak dalam penggunaannya. Bayarlah penuh sejumlah tagihan sebelum jatuh tempo agar tidak terkena beban bunga yang relatif besar. Jangan menarik uang tunai di ATM dengan kartu kredit karena bunganya sangat besar, serta jangan kalap dalam berbelanja. Hitunglah kemampuan kita dalam membayar cicilan setiap bulannya sebelum memutuskan membeli barang. Jika tidak cermat, cerdas, dan bijak menggunakan kartu kredit, bersiap-siaplah untuk dikejar-kejar debt collector jika terlilit oleh hutang yang sedikit-sedikit menjadi bukit.

Friday, January 18, 2013

Menjinakkan Kartu Kredit yang Selalu Menggoda

Berkali-kali aku apply kartu kredit ke BCA dan Mandiri tak pernah sekali pun di-approve. Aku tak habis pikir, apa analis kreditnya goblok-goblok ya.... masak calon nasabah potensial sepertiku tak dilirik sedikitpun, atau mungkin analisnya terlalu pintar, jadi sudah tahu kalau profil nasabah sepertiku tidak akan menguntungkan bisnis mereka, ha ha....

Tidak bisa membuat kartu kredit sendiri tidak masalah bagiku. Kebetulan kakakku malah membuatkan kartu kredit tambahan untukku yang malahan free iuran bulanan/tahunan seumur hidup. CIMB Niaga Mastercard, itulah kartu kredit pertamaku, walaupun bukan kartu utama. Kemudian kakakku juga membuatkanku kartu tambahan dari Kartu Kredit BNI Hasanah yang bebas iuran juga.

Lama kiranya aku tak menggunakan kartu kredit yang dibuatkan kakakku, disamping aku masih gamang untuk menggunakannya karena banyaknya informasi di media kalau transaksi menggunakan kartu kredit sangat berisiko, juga karena aku belum terdesak dengan kebutuhan yang menuntutku untuk menggunakan kartu kredit alias uang simpananku masih banyak, he he....

Sampai lah saatnya sekitar pertengahan tahun 2011, saat aku berjalan-jalan di Gandaria City dan lewat toko Global Teleshop dan aku ingin mencoba menggunakan kartu kreditku. Jadilah kubeli HP Nokia seharga 800 ribu, kebetulan ada program cicilan 0% selama 12 x menggunakan kartu kredit CIMB Niaga. "Wah ringan sekali, pasti nggak terasa!", pikirku saat itu.

Memang seiring berjalannya waktu cicilannya tidak terasa sampai lunas, karena cuma sekitar 67ribu per bulan. Nah, aku baru benar-benar merasakan manfaat menggunakan kartu kredit saat aku mulai mengisi rumah baruku dengan perabot-perabot rumah tangga. Uang simpananku yang sudah terkuras untuk DP rumah dan proses Akad KPR, tak mungkin aku bisa membeli perabot, kecuali dengan Kartu 'Sakti' alias credit card.

Aku pun membeli Spring Bed, Kulkas, dan AC dengan kartu kredit. Untungnya untuk spring bed yang harganya lumayan mahal bisa dicicil 12 kali, sedangkan untuk barang elektroniknya hanya bisa dicicil 6 kali dengan bunga 0% tentunya. Baru tahu enaknya punya kartu kredit, bisa ngutang dulu dan nggak terlalu terasa bayar cicilannya, he he......

Manfaat kartu kredit semakin kurasakan saat aku harus pindah tugas ke Balikpapan. Paling tidak sebualan sekali atau saat ada cuti bersama aku pulang ke Jawa menemui anak istriku. Satu-satunya transport yang paling cepat tentu harus memakai jasa pesawat terbang. Dulu jika aku membeli tiket pesawat secara online lebih sering memakai kartu debit, namun sekarang aku lebih memilih memakai kartu kredit karena lebih praktis, tidak kena bunga jika tidak telat bayar, dan tentunya yang paling asik bisa ngutang, he he......

Akhirnya aku sekarang mempunyai kartu kredit atas namaku sendiri, karena pihak Bank CIMB Niaga menawariku untuk dibuatkan secara terpisah, tidak gabung lagi sebagai kartu tambahan dari kakakku. Malahan sekarang aku sekarang punya 2 kartu kredit dari CIMB Niaga, Mastercard Gold dan Syariah Mastercard yang keduanya gratis iuran seumur hidup.

                                                                            ******

Mempunyai kartu kredit haruslah bijak dan perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1. Pilihlah kartu kredit yang mempunyai banyak tawaran menguntungkan dan merupakan partnership tenant-tenant ternama.
  2. Lebih baik memilih kartu kredit yang membebaskan iuran bulanan/tahunan seumur hidup, jadi tidak merasa rugi jika tidak digunakan
  3. Bijaklah dalam membeli barang. Belilah barang yang benar-benar diperlukan dengan tetap memperhitungkan kemampuan membayar cicilannya.
  4. Bayarlah sebelum jatuh tempo, dan jangan membiasakan hanya membayar tagihan minimumnya karena akan semakin membengkak tagihan Anda karena bunga berbunganya.
  5. Pilihlah opsi e-billing melalui email agar tagihan lebih cepat sampai dan mudah terpantau jika kita memang sering mobile. Manfaat lainnya, biasanya kita tidak akan dikenakan charge biaya pencetakan billing.
  6. Rajinlah mengecek rincian tagihan kartu kredit kita, karena seringkali pihak Bank salah dalam melakukan pencatatan, sehingga kita bisa segera komplain ke bank. Misalnya jika ada promo untuk mengubah semua transaksi pembelian tunai menjadi cicilan selama beberapa bulan dengan bunga 0%, kita harus memastikan ke costumer service kartu kredit tersebut agar benar-benar diubah menjadi cicilan serta mengecek rincian di tagihan apa sudah benar diubah menjadi cicilan, karena banyak kasus walaupun nasabah sudah confirm, tapi di billing yang ditagihkan masih tercetak pembelian secara tunai, bukan cicilan.
  7. Manfaatkan pembelian barang-barang dari tenant-tenant yang memberikan cicilan 0%, syukur-syukur dengan tenor yang panjang.
  8. Jika tidak kepepet sekali, jangan menggunakan kartu kredit untuk menarik uang tunai di ATM, karena penarikan tunai akan dibebankan bunga yang relatif besar.
  9. Jika berbicara dengan costumer service, kita sebaiknya mencatat nama si operator, tanggal dan jam berapa waktu pembicaraan kita, untuk berjaga-jaga jika di kemudian hari ada sesuatu yang tidak sesuai dengan hasil pembicaraan bersama si operator.
  10. Jaga baik-baik kerahasiaan 3 nomor terakhir di belakang kartu kredit, karena biasanya untuk transaksi online, 3 nomor terakhir ini sebagai kunci verifikasinya.
  11. Jadilah nasabah yang baik dan disiplin, karena jika kita sekali saja terlambat membayar apalagi sampai default (gagal bayar) maka nama kita akan terekam jelek di database Bank Indonesia, yang akibatnya nantinya jika kita mengajukan kredit ke Bank semisal KPR ataupun kredit lainnya akan mengalami kesulitan.
Kartu Kredit memang menggoda, namun kita harus senantiasa bijak dalam menggunakannya. Namun kartu kredit adalah senjata pembunuh jika berada di tangan orang konsumtif yang tidak bisa mengendalikannya dengan cerdas.

Baca juga:

Cicilan KPR yang Mencekik