Showing posts with label Blackberry. Show all posts
Showing posts with label Blackberry. Show all posts

Sunday, January 10, 2016

Install Aplikasi Android di Blackberry OS 10

Mobomarket untuk aplikasi android
Baru-baru ini Blackberry meluncurkan Blackberry Priv dengan sistem operasi Android, bukan Blackberry OS 10. Nah, bagi kita-kita yang masih punya handset dengan Blackberry OS 10 seperti Blackberry Z10, Z3 (Blackberry Jakarta), Z30, Q5, Q10, Q20 (Blackberry Classic), Blackberry Passport, ataupun Blackberry Porsche bisa menginstall aplikasi Android dengan mudah karena kompatibel dengan tipe file apk.

Banyak cara untuk menginstall aplikasi android dalam bentuk file apk dalam handset blackberry, salah satunya melalui Mobomarket. Mirip dengan Play Store Google, Mobomarket ini juga merupakan toko aplikasi android yang menyediakan berbagai aplikasi android mulai dari game, messaging, social networking, ataupun aplikasi-aplikasi populer lainnya. Aplikasi Mobomarket ini merupakan buatan Baidu, raksasa internet pesaing google di China yang di Indonesia bisa didownload dengan mengakses www.mobomarket.co.id.

Aku 'terpaksa' mendownload Mobomarket karena Blackberry World ataupun Amazon Appstore yang sudah terinstall secara default di Blackberry OS 10 tidak mengakomodir beberapa aplikasi populer. Bayangkan ketiadaan Instagram, Line, Google Maps sampai dengan Uber maupun Gojek tidak ada yang khusus dibuat untuk BB OS 10, so terpaksa harus install aplikasi android.

Menginstall Mobomarket lebih mudah daripada menginstall Playstore di handset Blackberry. Mobomarket juga menyediakan notifikasi update aplikasi android yang terinstall dan menyediakan opsi untuk langsung menghapus file aplikasi begitu selesai diinstal sehingga tidak memberatkan memori.

So untuk mencicipi Blackberry rasa android nggak harus membeli Blackberry Priv yang harganya masihlebih tinggi daripada Blackberry Passport Silver Edition, cukup install Mobomarket dan download sepuasnya aplikasi android yang kamu suka.



Wednesday, November 18, 2015

Mengapa Kupilih Blackberry Classic

Akhirnya BlackBerry Classic pesananku sampai juga di tangan. Enam hari sejak kupesan di Blibli.com tanggal 11 kemarin, sempat was-was juga kalau sampai lama.
BB classic ini sebagai pengganti Nokia E61-ku yang usianya sudah lebih dari 8 tahun yang sudah saatnya dipensiunkan haha....

Dulu Saat orang kebanyakan memakai HP candybar, eh aku malah pakai HP QWERTY alias Nokia E61. Selanjutnya tahun 2010 Saat jaya-jayanya Blackberry, aku malah beli HP touchscreen yang belum lumrah pada saat itu alias iPhone. Dan sekarang pada saat orang-orang lagi tergila-gila dengan iPhone berlayar besar dan android, eh aku malah beli Blackberry classic dengan keyboard QWERTY-nya. 

Aku memang tidak suka mengikuti arus, aku beli HP bukan karena sekedar ikut-ikutan melainkan karena fungsionalitasnya. Seperti saat aku pengen HP yang enak kupakai mengetik bisa internetan sehingga aku bisa mengupdatew blogku dengan cepat dan mobile dimanapun maka kubelilah nokia E61 saat itu. Ketika aku penasaran dan ingin sekali mencoba HP touchscreen dari Apple yang revolusioner, kubelilah iPhone 3GS saat itu seharga lebih dari 7 juta, nominal yang cukup besar saat itu.

Ketika orang-orang sudah mulai meninggalkan HP QWERTY dan Blacberry yang sudah meredup, karena aku ingin HP yang bisa kugunakan mengetik cepat dan nyaman, maka kupilihkan BlackBerry Classic, yang bisa kugunakan untuk menggantikan HP E61-ku yang sudah ngedrop banget baterainya.

Sempat kemarin tergoda untuk membeli BlackBerry Passport Silver Edition, namun aku masih ragu dengan kemampuan keyboardnya yang cukup sederhana tanpa keybord angka, tapi pernah kucoba dengan keempukan yang pas dan kelihatan kokoh daripada BlackBerry Classic. Yang membuatku lebih penasaran ternyata keyboard blackberry passport bisa berfungsi layaknya touchpad, scroll ke atas bawah ataupun samping kanan kiri.
Setelah kupikir-pikir sayang kayaknya kalau uang sebanyak itu hanya buat beli handphone meski serius kuakui desain blackberry passport silver edition memang keren abis keliatan berkelas tidak seperti BlackBerry Pasport original.

Masih dengan agak bimbang akhirnya kuputuskan untuk membeli BlackBerry Classic di Blibli yang saat itu sedang diskon 11% all item. Dan sekarang BlackBerry Classic-ku sedang kupakai untuk menulis artikel ini.
Semoga keberadaan BlackBerry Classic ini bisa menambah produktivitasku dalam menulis.

Saturday, October 31, 2015

Jalan-Jalan ke Indocomtech 2015

Suasana di salah satu Hall Pameran Indocomtech 2015 di JCC Senayan (dok. pribadi)
Gembar-gembor penyelenggaraan Indocomtech 2015 tahun ini sangat masif. Kebetulan seminggu ini aku ada acara di Jakarta, jadilah aku bisa mampir ke Indocomtech, pameran komputer dan mobile technology terbesar di Indonesia. Penyelenggaraannya dari tanggal 28 Oktober s.d. 1 November 2015 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

Rabu pagi sekitar pukul 10 pagi, aku meluncur dari rumahku di Sarua, Tangerang Selatan menuju JCC Senayan. Sekitar 1 jam perjalananku menuju venue pameran terbesar di penghujung tahun ini. Sesampainya di komplek Gelora Bung Karno, masuk melalui pintu utara kubayar ongkos parkir sebesar Rp5000,- tanpa karcis! Mendekati JCC di kuparkirkan motorku di tempat parkir yang dikelola oleh individu, entah preman atau apa dengan membayar Rp5000,-, sungguh kacau dan tumpah tindih dan sangat tidak profesional pengelolaan parkir di kompleks Gelora Bung Karno ini. Jarak dari parkiran Motor ke JCC sejauh kira-kira 150 m, lumayan juga sih, itung-itung olahraga.

Tiket Indocomtech 2015 (dok. pribadi)
Sebelum masuk tentunya harus beli tiket masuk seharga Rp15ribu untuk weekdays dan Rp20ribu untuk weekend. Pagi itu karena hari pertama usai pembukaan masih banyak stand-stand pameran yang belum siap 100%. Sekedar informasi di Hall A berisikan pameran dari pabrikan-pabrikan telepon seluler, toko online Blibli, Lazada, iBox, dll. Hall B berisikan pabrikan-pabrikan komputer yang nampaknya lebih sepi daripada Hall A, maklum sekarang lagi masanya smart phone bukan PC seperti beberapa tahun yang lalu. Hall C lebih dominan diisi oleh beberapa operator seluler semacam Telkomsel, Smart, Bolt yang saling berlomba menawarkan paket internetnya.

Tujuan utamaku ke Indocomtech sebenarnya mau ke gerai Erafone atau gerai penjual Blackberry Classic, karena aku butuh gadget pengganti Nokia E61 ku yang sudah lebih dari 8 tahun menemaniku untuk browsing dan menulis blog. Aku sudah lama mengincarnya, kali aja ada diskon banyak, haha... Ternyata gerai-gerai besar distributor ponsel semacam Erafone dan Telesindo berada di Main Lobby. di Telesindo stok blackberry classic sedang kosong, dan akhirnya aku menemukan blackberry classic yang dipajang bersanding diapit oleh blackberry passport dan blackberry passport silver edition. Blackbery Classic di situ dijual dengan harga seingatku Rp4,7juta untuk cash dan Rp5 juta untuk cicilan kartu kredit. Setelah kupegang-pegang, kubolak-balik berkali-kali, kupencet-pencet keyboar QWERTY-nya, ternyata aku kurang sreg dengan  keyboardnya yang menurutku terlalu empuk dan terkesan ringkih, berbeda jauh dengan keyboard blackberry passport silver edition yang empuknya pas dan terkesan kokoh. Karena aku masih ragu dan waktuku sangat terbatas, kuputuskan untuk menunda pembelian blackberry classic saat itu.

Entah mengapa aku kurang tertarik dengan smartphone lainnya, tapi aku sempat tertarik sih dengan Lenovo Phablet Plus dengan harga miringnya dan Lenovo Vibe Shot yang elegan. tapi karena aku sudah punya iPad Mini 2 dan kamera mirrorless Olympus Pen, jadinya ketertarikan sesaatku itu cepat menguap. Namun, bagi kalian yang ingin mencari gadget-gadget, terutama gadget android maupun iOS banyak diskon yang diumbar di Indocomtech ini. Sayang rasanya kalau melewatkannya kalau memang sudah berniat untuk ganti smartphone. Tapi ingat ya, tetap bijak dan cerdas ...dalam belanja

Oiya, saat di Indocomtech aku sempat apply kartu kredit BRI Touch yang katanya gratis iuran tahunan seumur hidup, kali aja disetujui, kan lumayan, haha......

Sunday, June 21, 2015

Pengalaman Menggunakan BBM Money

Screenshot aplikasi BBM Money (dok. pribadi)
BBM Money semacam E-cash Mandiri ataupun Rekening Ponsel CIMB Niaga. Patform pembayaran BBM Money memang belum terlalu terdengar gaungnya dibandingkan dengan produk serupa dari Bank-bank ternama negeri ini.

BBM Money sendiri merupakan kerjasama antara Blackberry dengan Permata Bank. Jadi ketika kita mendaftar BBM Money pertama kali kita akan mendapatkan 16 digit nomor account BBM Money yang merupakan virtual account dari Bank Permata.

Nah bagaimana untuk top up BBM Money? Kebetulan aku tidak punya account Bank Permata, jadilah aku mentransfer sejumlah uang melalui internet banking Mandiri dengan memilih transfer Online antar Bank. Aku pilih tranfer ke bank permata dan kumasukkan 16 digit nomor account BBM Money sebagai nomor rekening tujuan, dan tentunya kena biaya charge Rp6500'-

Top Up juga bisa dilakukan melalui ATM. Bank permata mempunyai kode 013 yang perlu kita input sebelum menginput nomor BBM Money di ATM, biayanya juga Rp6500,-

Jika sudah top up, kita bisa menggunakan saldo di BBM Money untuk membeli pulsa handphone, pulsa listrik, tarik tunai di ATM Bank Permata, transfer ke contact BBM, maupun yang terbaru adalah membayar di e-commerce yang telah bekerja sama dengan BBM Money.

Fungsi terakhir itulah yang membuatku tergoda kemarin untuk top up pertama kali BBM Money-ku karena diiming-imingi dengan diskon cukup besar untuk gadget-gadget tertentu di beberapa toko online yang telah bekerja sama dengan Blackberry. Coba bayangkan siapa yang nggak tergoda dengan harga iPhone terbaru dengan haya membayar Rp100rb dan banyak gadget lainnya dengan harga sama. Namun setelah kuubek-ubek tokonya ternyata stoknya sudah habis, mungkin yang dijual dengan harga promo itu cuma satu buah, untuk sekedar gimmick saja. Aku bayangkan berapa orang yang tertarik gimmick itu dan 'terpaksa' mengaktifkan BBM Money, dan sekarang sudah jarang lagi gimmick yang menarik, akhirnya siang tadi sebagian saldonya kupakai untuk beli pulsa, haha....

BBM Money cocok untuk nasabah Permata Bank, tapi tidak untuk nasabah Bank lain, karena ada biaya charge transfer online jika di top up dari rekening bank lain. Coba kalau BBM Money, Ecash Mandiri, Rekening Ponsel dan berbagai produk sejenis tidak ada biaya transfer online untuk top up, pasti platform pembayaran mobile akan semakin marak di masyarakat, dan cita-cita pemerintah untuk menciptakan electronic payment society akan segera terwujud.

Tuesday, March 10, 2015

Review: Aplikasi Blackberry Blend Menurutku

Tampilan Blackberry Blend di Desktop (dok. pribadi)
Blackberry Blend, salah satu fitur unggulan BB OS 10.3 yang memungkinkan para pengguna blackberry untuk menyinkronkan antara Blackberry dengan komputer. Kita bisa mengontrol menu Contact, SMS, Blackberry Hub, Email, Kalender, Manajer File, dan tentunya yang paling penting adalah Blackberry Message (BBM).

Bagaimana cara menggunakan Blackberry Blend? Sebelum menggunakan pastikan kita sudah mengunduk software Blackberry untuk desktop di website resmi blackberry. Software itu berisikan aplikasi Blackberry Blen, Blackberry Link, dan Device Manager. Nah, kita akan ulas yang Blackberry Blend.

Setelah kita menginstalnya, kita buka aplikasi Blackberry Blend di desktop. nanti ada pilihan menyambungkan pakai Kabel USB (kabel data), atau menggunakan koneksi WIFI. Jika menggunakan koneksi WIFI antara desktop dan handset Blackberry 10.3 harus terkoneksi pada jaringan yang sama. Aku sendiri lebih memilih koneksi dengan kabel USB lebih stabil dan praktis. Saat mengkoneksikan pertama kali antara BB dan desktop akan ada otorisasi berupa kode tertentu yang harus kita accept (klik/sentuh pilihan Ya) pada BB ataupun Komputer yang sama-sama menampilkan kode yang sama, dan Blackberry Blend pun sudah aktif.

Nah, asiknya ketika BB kita terhubung dengan komputer dan kita sedang melakukan aktifitas multitasking pada komputer kita, saat ada BBM atau email masuk kita bisa langsung bisa membukanya di komputer, sekaligus membalasnya dari komputer tidak perlu memegang BB, apalagi sampai membukanya. Jadi BBM -an bisa kita lakukan melalui komputer dengan sangat mudah dan lancar. Fitur lama yang baru-baru ini diadopsi kembali oleh Whatsapp dan dipopulerkan lagi oleh Telegram yang mengembalikan kejayaan chat melalui Komputer seperti saat zamannya MIRC, YM ataupun Gtalk.

Selain membalas emaail dan BBM, kita juga bisa mengontrol kontak ataupun kalender yang ada di handset BB. Manajer File-pun dapat mudah kita lakukan melalui dekstop dengan aplikasi ini. Keberadaan aplikasi Blackberry Blend ini sebenarnya bukan sesuatu yang benar-benar baru. Aplikasi ini mengupgrade fitur sinkronisasi dengan desktop menjadi lebih hidup melalui BBM dan Email yang 'LIVE' bisa terus digunakan langsung dari komputer. Saya akui BB cerdas mengusung membuat fresh fitur sinkronisasi yang selama ini sekedar pada fungsi manajer file.

Baca juga: Fitur, Performa, dan Tampilan BB Z3 Update OS 10.3.1.1565

Friday, March 6, 2015

Solusi Masalah Update Blackberry OS 10.3.1.1565 di BB Z3

Ketika ada notifikasi di BB Z3-ku, bahwa sudah tersedia update OS Blackberry 10.3.1.1565 jadi seneng banget, nggak sabar untuk update OS-nya. Tapi ternyata di pemberitahuan perlu ada ruang kosong sebesar 980 MB di memory phone (bukan di micro SD Card). Memori internal sebesar 8 GB yang ada di Z3-ku pun hampir penuh saat itu. Segera kupindah gambar dan videonya, serta kuhapus beberapa aplikasi sampai tersisa ruang kosong sekitar 1 GB.

Langsung saja kudownload via OTA dengan jaringan Tri yang terbukti sukses untuk update-update sebelumnya baik untuk BB maupun iPad dan iPhone-ku. Bangunlah aku tengah malam agar bisa pakai paket internet Kenyang Download yang murah banget dari Tri. Kutinggal tidur dan ternyata pagi hari belum selesai juga. Ternyata setelah berhasil mendownload data sekitar 980 MB, dan selesai proses install, eh kok malah kembali download file lagi sebesar kira-kira 1.2 GB. Berhasil download, dan menginstal ada beberapa kali peringatan bahwa memori phone hampir penuh. Saat kutinggal sebentar, eh saat kembali ternyata proses install-nya gagal.

Kucoba menghubungkan dengan Blackberry Link di komputer, siapa tahu update software terbaru via PC lebih lancar dan mudah. Ternyata Blackberry link tidak berhasil mengenali BB Z3-ku. Alhasil jalan satu-satunya tetap update via OTA. Kendala Muncul lagi, ketika mau kuulang proses update via OTA, selalu muncul keterangan memori internal kurang, jadi proses tidak bisa dilanjutkan, padahal sudah kutransfer semua file foto video, kuhapus semua aplikasi pihak ketiga dan terlihat memori internal terpakai cuma sekitar 5,3 GB dan secara teori masih ada space tersisa 2,7 GB, . Kubersihkan semua cache dan cookies maupun history, eh masih kagak mau juga.

Aku mulai putus asa, sempat berpikir "Mau update saja kok susah banget, tahu gitu nggak usah update saja tadi, palingan nggak signifikan perubahannya!" Namun aku nggak mau nyerah gitu saja, sudah kepalang tanggung, akhirnya cara terakhir yaitu kupilih opsi Penghapusan Keamanan yang akan menghapus semua data di BB dan membuatnya seperti baru. Kumasuk di setting (setelan sistem), kupilih Keamanan dan Privasi, Kemudian kupilih menu Penghapusan Keamanan. Setelah kuinput text "blackberry'dan ku pilih 'Hapus Data'. Penghapusan Data pun dimulai. Prosesnya lumayan lama, tapi nggak sampai satu jam kok.

Nah, setelah BB direset ulang total, dan seperti HP baru. Update software via OTA baru bisa kita lakukan. Tetap kupakai jaringan Tri. Sebelumnya sudah ku top up paket datanya dengan inject paket kuota 4GB seharga 46 ribu yang kubeli di Bukalapak, lumayan lebih murah dari beli reguler. Download dan proses instal kira-kira memakan waktu satu jam. Dan eng-ing-eng, BB Z3-ku pun jadi HP 'Baru' lagi. Tampilan, Fitur, dan Performanyanya berubah signifikan lebih bagus. Nggak sia-sia deh pokoknya update BB OS 10.3.1.1565 ini.

Tips update:
1. Pastikan koneksi internet lancar dan stabil
2. Pastikan baterai BB tetap diatas 20%, jadi lebih baik tetap terhubung dengan sumber daya
3. Jika update via OTA pastikan paket data mencukupi
4. Backup semua data, dan untuk jaga-jaga paling nggak ada space 4GB memori internal yang kosong saat update
5. dan tentunya harus sabar, karena perlu waktu update yang lumayan lama

Selamat Mencoba!

Baca juga artikel saya tentang Fitur, Performa, dan Tampilan BB Z3 Update OS 10.3.1.1565

Tuesday, May 20, 2014

Review : Pengalaman Memakai Blackberry Z3 Jakarta


BB Z3 masih terbungkus rapi (dok. pribadi)
BB 'murah' itu sampai juga di kantorku. Preorder tanggal 5 Mei, setelah launching resmi tanggal 13 Mei, pesananku dikirim keesokan harinya oleh Lazada melalui jasa ekspedisi First Logistics. Jumat Sore sekitar jam 5 sore saat jam pulang kantor, akhirnya pesananku yang kutunggu datang juga, tak sabar aku mengopreknya. Ternyata cepat juga pengirimannya, padahal ketika aku mencoba melihat posisi barang yang dikirim melalui website firstlogistic, status terakhirnya sudah diberangkatkan dari sort facilities Jakarta, dan belum ada keterangan sampai di Balikpapan. 


Packaging yang kokoh (dok. pribadi)
Sebenarnya aku tidak ada niatan beli Blackberry Z3 alias BB Jakarta. Kebetulan saat asik di dunia maya kulihat iklan promo preorder BB Z3 di Lazada yang menawarkan diskon lumayan. Namun bukan itu alasan utamaku, alasan utamaku adalah bentuk BB Z3 yang kotak persegi, dengan garis yang tegas, bentuk kamera belakang dan flasnya yang kotak sehingga matching dan nggak norak. Selebihnya aku pengen nyoba aja BB karena selama ini aku fanatic dengan produk apple. Oiya, satu lagi alasannya kenapa aku berani coba-coba dengan BB yang satu ini, yaitu MURAH dan bisa dicicil 12 bulan 0%, hi hi hi.....

Dikirim oleh First Logistic (dok. pribadi)
Sesampainya di kos, langsung saja kubuka paketanku yang dikemas dengan kardus coklat oleh lazada dan ditambah karton super keras di setiap sudut kardusnya, maklum barang dalam kategori 'fragile'ini harus ada safety ekstranya terlebih kalau dikirim jarak jauh seperti ke Balikpapan lokasiku sekarang.

Bagian Belakang BB Z3 (dok. pribadi)
Akhirnya kudapatkan kotak mungil semacam kotak iPhone yang simple dan minimalis.. Penataan BB Z3 didalamnya pun mirip-mirip dengan packaging iPhone. Cuma kalau iPhone antara tutup dan wadahnya terpisah, sedangkan wadah si BB Z3 ini tidak terpisah, takut kalau dianggap nyontek Apple kelesss.... Di dalam kotak hanya terdapat handset BB Z3, charger plus kabel data, dan headset untuk dengerin musik, serta manual singkat. Kesan pertama melihat dan menggenggam handset ini adalah elegan dan mantap. Penampilannya nggak mengesankan murahan, digenggam terasa mantap. Cover belakang handset yang bertekstur seperti lapisan karet membuatnya tidak licin dan tidak panas saat digenggam. Oiya, di cover belakan bagian kanan atas ada tulisan JAKARTA, yang katanya BB Z3 dengan tulisan ini hanya dibuat terbatas sebanyak 25.000 unit dan tidak diproduksi lagi. Layar BB Z3 sebesar 5 inchi ini memang terlihat cukup bongsor dengan tingkat resolusi layar yang sudah cukup bagus dan jernih menurutku.

Berbeda dengan iPhone dengan tombol power di bagian atas kanan, si BB Z3 ini tombol powernya berada di sisi kiri atas. Kutekan beberapa detik, munculah ikon si buah berry hitam di layar. Kebetulan BB Z3 yang kubeli ini bundling dengan kartu mentari dengan bonus 10GB dan gratis BBM selama 6 bulan. Berhasil registrasi ke 4444 kulanjutkan dengan aktivasi paket bundlingnya dengan mengetik sms SuperBBMfree90K kirim ke 990. Namun, yang terjadi berkali-kali ku-sms ke 990, hasilnya nihil, tidak ada respon sama sekali. Kutelpon customer service mentari, jawabannya baru ada gangguan untuk aktivasi layanan blackberry indosat. Kutunggu keesokan harinya, tetap saja tidak bisa.

BB Z3 dibuka dari kotaknya (dok. pribadi)
Nggak sabar nunggu respon tidak lanjut dari indosat, aku langsung saja beli paket internet indosat seharga Rp29.900 dengan 8GB data untuk sebulan. Akhirnya bisa leluasa mencoba fitur-fitur di BB yang sebagian besar tentunya butuh koneksi internet. Ternyata, respon tindak lanjut dari indosat baru datang kemarin sore tgl 19 Mei, menginfokan melalui sms kalau keluhan saya sudah ditindaklanjuti dan diminta mencoba lagi aktivasi paket bundlingnya. namun, ketika kucoba sms lagi ke 990, keterangannya ""Simcard anda sedang active paket data". Wah payah, aku sudah terlanjur langganan paket data, baru datang nih pesan! Huh, harus nunggu satu bulan lagi baru bisa aktivasi...!

Udahlah persetan dengan paket bundling gratisan, yang penting BB baruku lancar koneksinya. Saatnya mencoba fitur-fitur BB 'murah' yang katanya nggak murahan ini. Fitur pertama yang kubuka adalah Blackberry world yang berisikan aplikasi-aplikasi BB. Segera kudownload aplikasi Kereta Api Indonesia. Adanya aplikasi ini juga lah yang menarikku membeli BB, karena PT KAI cuma menyediakan aplikasi ticketing kereta api ini khusus buat Blackberry, bukan untuk iOS ataupun Android yang jelas-jelas lebih populer. banyak testimoni saat ticketing kereta api lebaran di website KAI susah diakses, melalui aplikasi kereta api di BB ini gampang mengakses server PT KAI dan berhasil mendapatkan tiket lebaran.

Di BB Z3 ini touch screen-nya sudah cukup bagus. Tidak ada lag dalam membuka aplikasi ataupun perpindahan antar halaman layar, smooth abis udah kayak iPhone. Tidak sepereti iphone yang ada tombol home-nya baik itu fisik maupun virtual, di BB Z3 tidak ada satu pun tombol fisik di layar. Namun untuk menutup aplikasi yang sedang berjalan juga mudah, cukup menyapukan jari dari bawah layar ke atas.

Menyalakan pertama kali BB Z3(dok. pribadi)
Ini fitur yang menurutku paling krusial untuk handset touchscreen. Ketiaadaan keypad untuk mengetik mengharuskan kemampuan layar ketik virtual yang mumpuni agar si user tetap nyaman untuk mengetik. Nah, si BB Z3 ini setelah kugunakan beberapa hari, tetap saja ketika aku mengetik banyak terjadi kesalahan, tidak seperti jika aku mengetik di iPhone yang meskipun layarnya lebih kecil, tapi error pengetikannya rendah sekali. Tapi untungnya si BB Z3 mengimbangi potential error yang tinggi itu dengan menyuguhkan predictive text dalam Bahasa Indonesia yang bisa kita pilih sebelum kita sepenuhnya selesai mengetik suatu kata. Fitur Predictive text-nya BB Z3 ini juga sangat canggih, karena dia mampu belajar dan mengenali kata-kata yang sering kita ketikan, sehingga akan menjadi prioritas dimunculkan dalam predictive test. Penggunaannya sangat mudah ketika kita mengetik suatu kata, dan belum benar-benar selesai ada bermunculan banyak pilihan kata di sela-sela keyboard virtual yang diprediksi akan kita ketik. Nah, kita bisa langsung memilihnya dengan cara menyapukan jari kita dari bawah kata yang kita pilih ke atas.

Nah, satu lagi keunggulan BB Z3 ini adalah terletak pada kecepatan browser-nya. Kemarin aku test kecepatan browser safari di iPhone dengan browser BB Z3. Kubuka halaman website yang sama, dalam waktu yang sama, dengan menggunakan jaringan operator yang sama, hasilnya browser BB menang mutlak. bahkan ketika browser blackberry  kucoba satu detik lebih lambat dari safari di iPhone-pun tetap website-nya lebih cepat diakses dengan Browser BB Z3. Namun harus diakui untuk urusan navigasi browser di BB Z3 harus belajar lebih banyak dari kemudahan navigasi yang disajikan iPhone.

Saluran Radio FM (dok. pribadi)
Setelan cepat BB Z3 (dok. pribadi)
Adanya Radio FM di BB Z3 menurutku bisa menangkap sinyal cukup bagus, dengan kualitas suara yang jernih. Lumayan buat obat bengong dengerin musik plus celotehan penyiarnya. Nah, ada satu lagi fitur yang tidak kuprediksi sebelumnya, ternyata ada fitur lampu senternya. Lampu flash disamping kamera belakang bisa berfungsi sebagai senter juga dengan intensitas cahaya yang cukup terang dibanding fitur senter di ponsel lainnya. Jelas fitur ini sangat berguna, terlebih di Balikpapan yang terkenal 'hobi' mati lampu.

Notifikasi email baru maupun update atau chat dari social media mudah diketahui dengan adanya lampu led indikator berwarna merah di bagian atas layar yang akan berkedip jika ada notifikasi baru. Ini adalah salah satu ciri khas yang dimiliki BB, yang mengingatkanku pula pada Nokia E61-ku yang begitu ada email baru masuk lampu led indikator-nya yang berada di pojok kanan atas akan berkedip.

Fungsi Senter di BB Z3 (dok. pribadi)
BB Z3 juga sudah kompatibel dengan aplikasi android. Mengingat aplikasi BB yang kurang variatif  dan lebih sedikit daripada aplikasi android dan iOS, tentunya fitur ini sangat membantu. Namun, aku sendiri kurang suka untuk memasang aplikasi android di BB-ku, toh di iPhone-ku sudah ada, karena menurutku pastinya ketika suatu aplikasi di-develop tidak dikhususkan untuk suatu device (dalam hal ini Blackberry) pasti akan semakin besar potensi keberadaan bugs, lag saat menjalankan aplikasi, error, ataupun kemungkinan diretas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan dari pengalamanku menggunakan BB Z3 Jakarta selama beberapa hari ini cukup memuaskan. Dengan harga yang cukup murah dengan kualitas handset dan fitur yang tidak murahan, semoga awet nantinya seperti Nokia E61-ku yang sudah 7 tahun bulan Juni depan, ataupun iPhone 3GS-ku yang sudah lebih dari 4 tahun menemaiku sampai hari ini.

Update: Baca tulisan saya tentang: 
1. review setelah 8 bulan menggunakan BB Z3
2. Solusi Masalah Saat Update BB OS 10.3.1.1565
3. Fitur, Performa, Tampilan BB Z3 Update OS 10.3.1.1565
4. Review Aplikasi Blackberry Blend