Dulu kita sering terburu-buru ke bandara agar tidak terlambat cek in. Namun, sekarang kita semakin dimudahkan dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh maskapai, salah satunya adalah web cek in yang bisa kita lakukan darimana pun asal ada akses internet.
Seperti halnya maskapai lain, citilink punya juga fasilitas web cek in. Mirip dengan maskapai lainnya, mungkin hanya dibeberapaprosedur dan kebijakan saja yang berbeda. Misalnya Citilink menerapkan bahwa web cek in baru bisa diakses 48 jam sampai dengan 2 jam 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Lumayan lah cukup memadai rentang waktunya, kebanyakan maskapai membuka web cek in 24 jam sebelum keberangkatan.
Oiya kita bisa melakukan web cek in Citilink melalui laman Web Cek In Citilink atau bisa juga melalui aplikasi mobile yang bisa didownload di Appstore Apple atau Playstore Android. Pilih saja menu Web Cek in di aplikasinya, dan ikuti saja langkah selanjutnya. Hal pertama yang dilakukan adalah memasukkan kode booking dan nama belakang kita.
Tidak seperti web cek ini di Garuda ataupun Lion Air yang membebaskan kita untuk memilih tempat duduk, Citilink tidak menerapkan kebijakan serupa. Citilink mengenakan charge yang bervariasi untuk masing-masing posisi tempat duduk jika kita ingin memilihnya, tapi gratis jika kita tidak memilih tempat duduk alias dipilihkan otomatis oleh sistem Citilink, padahal beberapa waktu lalu sudah pernah digratiskan lho untuk memilih kursi, eh sekarang dikomersilkan lagi, haha.....
Kalau aku sendiri tidak pernah memilih tempat duduk kalau dikenakan charge seperti itu, lain halnya jika gratis. Kalau Anda berencana memilih kursi ketika web cek in, saya sarankan untuk mengaksesnya melalui komputer agar lebih nyaman navigasinya dibandingkan melalui aplikasi mobile.
Terakhir ketika kita sudah yakin dengan kursi yang kita pilih atau tidak memilih kursi, kita bisa melanjutkan untuk proses finalisasi web cek in. Kemudian akan muncul keterangan kalau kita sudah cek in dan boarding pass kita sudah bisa di print. Sayangnya tidak ada opsi untuk mengirim boarding pass ke email kita. Dulu setahuku ketika web cek in citilink, boarding pass akan langsung dikirimkan ke email kita, sesuai email yang kita cantumkan saat kita beli tiket di website citilink langsung. Namun, sekarang karena aku belum pernah lagi beli tiket ke website citilink langsung, dan seringnya lewat travel agent online seperti Traveloka, tiket.com dan lainnya, maka ketika web cek in citilink boarding passnya tidak terkirim otomatis ke emailku, mungkin terkirim ke email travel agent. Fitur ini sepertinya sepele, tapi sangat membantu ketika tersedia opsi untuk mengirimkan boarding pass melalui email ataupun via SMS seperti yang disediakan maskapai lain.
Sesampainya bandara, meskipun kita sudah web cek in, kalau kita bawa bagasi harus tetap ke counter. Namun, kalau kita tidak perlu bagasi kita bisa juga tidak mampir counter dengan berbekal boardingpass yang sudah kita pegang sebelumnya, tapi saya menyarankan untuk ke counter untuk mengetahui informasi mengenai gate mana yang harus dituju, atau mungkin ada informasi delay, dan bisa juga cetak ulang boarding pass yang sudah dilengkapi dengan keterangan Gate berapanya.
Showing posts with label web check in. Show all posts
Showing posts with label web check in. Show all posts
Sunday, November 12, 2017
Wednesday, March 30, 2016
Cara Mendapatkan Kursi di Pintu Darurat Pesawat Garuda Indonesia
Setiap kali aku naik pesawat, aku punya tempat favorit duduk yaitu di kursi di pintu darurat khususnya di samping jendela. Bukannya malah kesannya menakutkan? Nggak bagiku, malah menyenangkan karena kakiku yang panjang ini bisa selonjor bebas ke depan.
Aku biasanya check in melalui fasilitas web check in Garuda di websitenya, nah kan bisa milih kursi tuh, tapi setiap kali check ini pasti slot di kursi darurat tandanya silang yang berarti sudah terisi. Tapi ternyata tanda silang itu bukan menunjukkan keterisian melainkan memang dikosongkan untuk check in secara online, yang berarti kita tidak bakal bisa memilih pintu darurat jika check in secara online.
Mengapa hal itu dilakukan? Ya lagi-lagi karena urusan safety, jadi yang menentukan penumpang di pintu darurat haruslah petugas counter check in di bandara dengan pertimbangan bisa melihat secara fisik langsung siapa nanti calon penumpang yang akan duduk di kursi darurat yang harus memenuhi kualifikasi tertentu seperti cukup dewasa dan sehat secara fisik. Coba bayangkan kalau yang duduk di kursi darurat adalah seorang anak-anak, bisa-bisa dia main-main dengan gagang pintu darurat dan tidak sengaja membukanya, bisa berabe ntar.... atau penyandang disabilitas yang sekiranya kesulitan jika bergerak cepat dan membuka pintu darurat.
OK, so bagaimana caranya agar dapat duduk di kursi pintu darurat tapi ingin tetap web check in dengan alasan agar tenang tidak terburu-buru mengejar waktu check in di bandara? Kalau aku sih tetap saja melakukan web check in dan memilih kursi sembarang yang sekiranya masih kosong sesuai preferensiku, nah saat aku di bandara langsung saja menuju ke counter check in, dan bilang saja sudah web check in dan kita ingin pindah di kursi darurat. Biasanya kita diizinkan jika memang memenuhi kriteria fisik penumpang yang bisa duduk di pintu darurat. DI Boarding pass kita juga akan tertera keterangan special request.
Meskipun secara ruang kaki (leg space)-nya luas, ada beberapa kekurangan jika kita duduk di pintu darurat:
- Kita tidak bisa menaruh barang bawaan di bawah kaki, karena dianggap bisa menghalangi jalan ketika suatu keadaan darurat terjadi, so kita wajib memangkunya atau ditaruh di bagasi kabin.
- Ketika makanan berat dibagikan, biasanya penumpang yang duduk di pintu darurat akan mendapatkan makanan paling akhir alias lama menunggu. Coba kalau pas lagi laper banget, ngiler tuh liat penumpang di depan sudah makan duluan. Untungnya biasanya aku ke lounge 'gratisan' dulu sebelum boarding, so nggak laper-laper banget, hehe....
- Jika penumpang lainnya meja makannya ada di sandaran belakang kursi di depannya, maka di pintu darurat meja makan itu dikunci, jadi sebagai gantinya, ada meja makan lipat yang terselip di sandaran tangan di kursi, yang agak ribet kita membukanya apalagi jika penumpang sebelah kita badannya besar, harus permisi-permisi dulu.....
Tapi kekurangan-kekurangan itu nggak masalah bagiku, senyampang ruang kakinya luas, hehe....
Tuesday, April 29, 2014
Mobile Apps Citilink : Mobile Check in dan Mobile Ticket Reservation
![]() |
| Homepage Aplikasi Citilink di iOS (dok. pribadi) |
Kebetulan saya menggunakan handset IOS, dan merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Aplikasi ini sangat praktis dan cepat serta hanya membutuhkan koneksi internet yang standar. Berbeda manakala membuka website Citilink untuk check in yang jika dilakukan di ponsel agak berat dan lambat dengan koneksi yang biasa.
Mobile check in dibuka mulai 14 hari sebelum jadwal terbang dan ditutup 2 jam sebelum jam terbang. Nah, ada pengecualian bahwa untuk penumpang hamil, yang membawa bayi, orang dengan pergerakan terbatas (cacat), anak di bawah usia 16 tahun, ataupun untuk penumpang dengan jumlah tiket lebih dari 9 dalam satu order. Kita hanya perlu memasukkan kode booking dan nama belakang kita. Selanjutnya muncul keterangan jadwal penerbangan kita, identitas penumpang, dan ada kolom dialog yang perlu kita centang (check list) jika data kita sudah siap untuk check in. Setelah kita tekan tombol check in maka jika berhasil akan muncul keterangan check in finished, otomatis boarding pass terkirim dalam email kita. Berbeda dengan web check in yang bisa memilih nomor kursi (dengan biaya tambahan), Mobile check in akan otomatis memberikan nomor kursi, tanpa memberi kesempatan kita untuk memilih nomor kursi.
Selain untuk Mobile check in, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memesan tiket. Cukup mudah dan cepat prosesnya seperti halnya memesan via website resmi Citilink, bahkan lebih praktis.
Selama ini maskapai di Indonesia yang punya aplikasi Mobile selain Citilink ada Garuda Indonesia, Air Asia, dan Tiger Airways ( Mandala). Lion Air kapan ya???
update: terakhir kali saat saya melakukan mobile check in dengan aplikasi ini mendapat kursi nomor 12A untuk berangkat dan 14D untuk kembali, yang ternyata dua-duanya berada di deretan pintu darurat, jadi lebih longgar ruang kakinya.
![]() |
| Term of Use aplikasi Cilitink (dok. pribadi) |
![]() |
| Find Flight di aplikasi Citilink iOS (dok. pribadi) |
Selain untuk Mobile check in, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memesan tiket. Cukup mudah dan cepat prosesnya seperti halnya memesan via website resmi Citilink, bahkan lebih praktis.
Selama ini maskapai di Indonesia yang punya aplikasi Mobile selain Citilink ada Garuda Indonesia, Air Asia, dan Tiger Airways ( Mandala). Lion Air kapan ya???
update: terakhir kali saat saya melakukan mobile check in dengan aplikasi ini mendapat kursi nomor 12A untuk berangkat dan 14D untuk kembali, yang ternyata dua-duanya berada di deretan pintu darurat, jadi lebih longgar ruang kakinya.
Friday, December 28, 2012
Web Check In Garuda Indonesia, Citilink, Air Asia, Lion Air
Internet memang sudah sangat sulit dipisahkan dari rutinitas masyarakat modern. Salah satunya adalah kemudahan untuk melakukan check in penerbangan melalui web atau yang populer disebut Web Check In. Beberapa penerbangan yang pernah kurasakan kemudahannya dalam memberikan pelayanan web check in diantaranya Garuda Indonesia, Citilink, Air Asia, dan Lion Air.
Biasanya web check in akan dibuka mulai 24 jam sebelum jadwal penerbangan, kecuali Air Asia yang sudah membukanya sejak 14 hari sebelum jadwal penerbangan.
1. Garuda Indonesia
Untuk bisa check in melalui web, diperlukan daftar kota keberangkatan dan kode booking. Selanjutnya diperlukan empat angka terakhir yang tercantum dalam nomor tiket dan kita bisa memilih tempat duduk (gratis), dan mencantumkan nomor GFF (kalau punya). Tinggal klik, muncullah boarding pass kita. Ada opsi untuk mendownload file boarding pass-nya dalam bentuk pdf, kemudian siap untuk dicetak.
File boarding pass-nya yang bisa kita simpan sangat membantu jika boarding pass kita hilang, padahal perjalanan kita dibiayai oleh institusi yang harus menunjukkan boarding pass maka kita bisa mencetakknya kembali, coba kalau kita check in di counter bandara, sekali hilang yang susah mengurusnya. Oh iya, untuk garuda web check in ditutup 4 jam sebelum jadwal penerbangan.
2. Citilink
Nomor Konfirmasi, nama belakang, dan email yang digunakan saat pembelian tiket diperlukan untuk mengisi form web check in. Di sini kita tidak bisa memilih posisi tempat duduk, karena sebagai penerbangan murah posisi kursi penumpang mereka jual saat proses pembelian tiket, jadi kita untung-untungan mendapat posisi tempat duduknya. Seringkali aku sendiri mendapat tempat duduk di barisan depan dengan Abjad 'B' yang berarti diapit kedua penumpang di kanan kirinya. Sebelum proses selesai web check in, akan ditampilkan opsi Anda ingin membeli makanan atau tidak. Aku selalu meng-cancel opsi ini. Baru kemudian muncul boarding pass, dan siap dicetak.Citilink juga menerapkan 4 jam sebelum jadwal penerbangan untuk penutupan fasilitas web check in.
3. Air Asia
Air Asia sedikit berbeda memberlakukan aturan web check in-nya. 14 hari merupakan waktu yang relatif panjang dan fleksibel untuk melakukan web check in. Penutupannya juga sampai 1 jam sebelum penerbangan berlangsung. daftar Kota keberangkatan, nomor booking, dan nama terakhir pemesan pelu dicantumkan dalam form web check in-nya. Web Check In untuk air asia ini sangatlah bermanfaat, karena jika melakukan check in di counter bandara akan dikenakan charge sekitar Rp 30ribu (kalau nggak salah lho...). Sama dengan Citilink, pemilihan kursi saat web check in tidak diperkenankan dan sudah given by system, karena penumpang hanya bisa memilih dengan membayarkan biaya tambahan saat pembelian tiket melalui internet.
4. Lion Air
Aturan waktu buka tutupnya web check in seperti halnya Garuda, dan juga bisa memilih kursi tanpa dikenai biaya tambahan. Kode Booking dan nama depan atau nama belakang (pilih salah satunya) diperlukan untuk mengisi form web check in.
Beberapa penerbangan domestik belum memberikan fasilitas web check in, mungkin belum siap secara IT-nya. Namun, bagaimana pun juga web check in sangat membantu jika kita terburu-buru atau mepet dengan jadwal. Terlebih penumpang dari Jakarta yang tidak bisa memperkirakan kemacetan yang terjadi untuk menuju Cengkareng. Apalagi jika saat liburan atau weekend yang seringkali terjadi antrean yang panjang di counter check in membuat ketidaknyamanan tersendiri, namun bisa teratasi jika kita sudah check in melalui website maskapai dengan catatan kita tidak membawa bagasi (kalau membawa bagasi, mau tidak mau harus ke counter check in juga). Namun ada yang patut disayangkan seperti yang pernah aku alami di Bandara Juanda Surabaya tidak terdapat counter airport tax yang terpisah, sehingga walaupun sudah web check in masih harus ke counter check in maskapai untuk membeli airport tax dan terpaksa harus menyodok langsung ke barisan terdepan untuk membeli karcis airport tax ke petugas counter kalau sudah begini apa gunanya melakukan web check in jika ujung-ujungnya harus ke counter check in bandara hanya sekedar untuk membeli airport tax. Akan lebih mudah lagi jika maskapai mengintegrasikan airport tax ke dalam harga tiket seperti yang baru-baru ini sudah diberlakukan oleh Garuda (2 jempol buat Garuda).
Biasanya web check in akan dibuka mulai 24 jam sebelum jadwal penerbangan, kecuali Air Asia yang sudah membukanya sejak 14 hari sebelum jadwal penerbangan.
1. Garuda Indonesia
Untuk bisa check in melalui web, diperlukan daftar kota keberangkatan dan kode booking. Selanjutnya diperlukan empat angka terakhir yang tercantum dalam nomor tiket dan kita bisa memilih tempat duduk (gratis), dan mencantumkan nomor GFF (kalau punya). Tinggal klik, muncullah boarding pass kita. Ada opsi untuk mendownload file boarding pass-nya dalam bentuk pdf, kemudian siap untuk dicetak.
File boarding pass-nya yang bisa kita simpan sangat membantu jika boarding pass kita hilang, padahal perjalanan kita dibiayai oleh institusi yang harus menunjukkan boarding pass maka kita bisa mencetakknya kembali, coba kalau kita check in di counter bandara, sekali hilang yang susah mengurusnya. Oh iya, untuk garuda web check in ditutup 4 jam sebelum jadwal penerbangan.
2. Citilink
Nomor Konfirmasi, nama belakang, dan email yang digunakan saat pembelian tiket diperlukan untuk mengisi form web check in. Di sini kita tidak bisa memilih posisi tempat duduk, karena sebagai penerbangan murah posisi kursi penumpang mereka jual saat proses pembelian tiket, jadi kita untung-untungan mendapat posisi tempat duduknya. Seringkali aku sendiri mendapat tempat duduk di barisan depan dengan Abjad 'B' yang berarti diapit kedua penumpang di kanan kirinya. Sebelum proses selesai web check in, akan ditampilkan opsi Anda ingin membeli makanan atau tidak. Aku selalu meng-cancel opsi ini. Baru kemudian muncul boarding pass, dan siap dicetak.Citilink juga menerapkan 4 jam sebelum jadwal penerbangan untuk penutupan fasilitas web check in.
3. Air Asia
Air Asia sedikit berbeda memberlakukan aturan web check in-nya. 14 hari merupakan waktu yang relatif panjang dan fleksibel untuk melakukan web check in. Penutupannya juga sampai 1 jam sebelum penerbangan berlangsung. daftar Kota keberangkatan, nomor booking, dan nama terakhir pemesan pelu dicantumkan dalam form web check in-nya. Web Check In untuk air asia ini sangatlah bermanfaat, karena jika melakukan check in di counter bandara akan dikenakan charge sekitar Rp 30ribu (kalau nggak salah lho...). Sama dengan Citilink, pemilihan kursi saat web check in tidak diperkenankan dan sudah given by system, karena penumpang hanya bisa memilih dengan membayarkan biaya tambahan saat pembelian tiket melalui internet.
4. Lion Air
Aturan waktu buka tutupnya web check in seperti halnya Garuda, dan juga bisa memilih kursi tanpa dikenai biaya tambahan. Kode Booking dan nama depan atau nama belakang (pilih salah satunya) diperlukan untuk mengisi form web check in.
Beberapa penerbangan domestik belum memberikan fasilitas web check in, mungkin belum siap secara IT-nya. Namun, bagaimana pun juga web check in sangat membantu jika kita terburu-buru atau mepet dengan jadwal. Terlebih penumpang dari Jakarta yang tidak bisa memperkirakan kemacetan yang terjadi untuk menuju Cengkareng. Apalagi jika saat liburan atau weekend yang seringkali terjadi antrean yang panjang di counter check in membuat ketidaknyamanan tersendiri, namun bisa teratasi jika kita sudah check in melalui website maskapai dengan catatan kita tidak membawa bagasi (kalau membawa bagasi, mau tidak mau harus ke counter check in juga). Namun ada yang patut disayangkan seperti yang pernah aku alami di Bandara Juanda Surabaya tidak terdapat counter airport tax yang terpisah, sehingga walaupun sudah web check in masih harus ke counter check in maskapai untuk membeli airport tax dan terpaksa harus menyodok langsung ke barisan terdepan untuk membeli karcis airport tax ke petugas counter kalau sudah begini apa gunanya melakukan web check in jika ujung-ujungnya harus ke counter check in bandara hanya sekedar untuk membeli airport tax. Akan lebih mudah lagi jika maskapai mengintegrasikan airport tax ke dalam harga tiket seperti yang baru-baru ini sudah diberlakukan oleh Garuda (2 jempol buat Garuda).
Subscribe to:
Posts (Atom)


