Showing posts with label E61. Show all posts
Showing posts with label E61. Show all posts

Wednesday, August 13, 2014

Pengalaman 7 Tahun Bersama Nokia E61


Nokia E61 (dok. pribadi)
"Hari gini masih pakai Nokia?" Mungkin itu yang sering kali kita dengar jika bicara tentang gadget-gadget terbaru dengan teman-teman kita. Pada umumnya sekarang mereka menenteng Samsung yang sudah jadi HP sejuta umat saat ini.

Kalau sekitar 4 tahun lalu masih ngehits dengan Blackberry atau bahkan satu dekade yang lalu dengan Nokia sebagai raja ponsel yang hampir tidak ada pesaing yang berarti, sekarang praktis hanya Apple yang head to head menguasai pasar ponsel global.

Nokia, sang Raja Ponsel masa silam yang terpuruk karena strategi ego-nya yang tidak peka terhadap pasar, sekarang mulai bangkit dengan jajaran Lumia dengan windows phone-nya. Namun ironisnya, Nokia bahkan sudah diakuisisi oleh Microsoft yang masih berambisi untuk menyaingi rival abadinya yaitu Apple Inc.

Kembali lagi ke statement di awal tulisan ini, siapa yang masih pakai Nokia saat ini? Jawabannya tegas, aku salah satunya. Bahkan artikel ini kutulis dengan Nokia E61 ku, HP Nokia QWERTY pertama yang berbentuk candybar. Aku cukup bangga masih memakai E61 yang sudah kumiliki lebih dari 7 tahun ini. HP yang cukup canggih di zamannya dan sering dipakai oleh para profesional muda. Keren lah pokoknya...!

Nokia seri E61 (dok. pribadi)
Umur pakai 7 tahun tentunya umur yang cukup tua untuk sebuah ponsel. Tentunya gerusan waktu tidak bisa dihindari oleh E61 sekalipun. HP-ku ini sekarang sudah ngedrop baterainya, tombol pengatur volume disamping kirinya pun sudah lapuk, mritili, dan pada akhirnya hilang tak berbekas. Tulisan Nokia di bagian atas juga telah terlepas. Casingnya pun, khususnya bagian belakang sudah sangat kusam dan catnya pun banyak yang mengelupas. Chargernya-pun sudah kuganti dengan yang baru kurang lebih setahun yang lalu. Namun anehnya bagian trackball yang sering di-review negatif karena paling cepat rusak, di E61-ku ini nggak bermasalah sampai saat ini. Dan yang paling mengagumkan adalah kualitas keypad-nya yang luar biasa bagusnya. Nyaris tak berubah sampai saat ini, padahal udah ribuan kali kugunakan untuk mengetik.

Nokia E61-ku ini juga termasuk HP yang bandel. Bagaimana tidak, sudah kecemplung di ember penuh air pun, tanpa ku 'opname' di service center, dia sembuh dengan sendirinya, cuma kujemur dan kumasukkan ke toples berisikan silica gel bekas dari kotak sepatu selama kurang lebih seminggu. Luar Biasa!

Menurut kabar yang ada di dunia maya, Nokia E61 dengan IMEI tertentu menunjukkan kalau E61 tersebut bukan buatan Cina melainkan buatan Perancis yang terkenal lebih bandel kualitasnya. Iseng-iseng ku-cek IMEI di HP-ku ini ternyata termasuk yang buatan Perancis dengan kode 00 pada digit ke 7 dan 8 dari 15 digit IMEI.

Nokia E61 ini telah menemaniku sejak masih mahasiswa sampai dengan sekarang. Dari liat informasi lowongan pekerjaan di internet melalui opera mini sampai dengan mengirim aplikasi lamaran ataupun melihat informasi kelulusan tes demi tes yang kulalui. Dari chatting dengan im+, nimbuzz, mig33, ebuddy dan aplikasi chat yang lainnya jauh sebelum era whatsapp dkk. Dari melihat informasi berita terkini dengan aplikasi Reuters mobile, Yahoo sampai dengan aplikasi push mail dari SEVEN. Entah berapa banyak aplikasi yang silih berganti ku-install dan ku-uninstall.

Aplikasi office yang sangat berguna di HP ini terutama untuk nge-blog dan adobe reader untuk membaca file-file PDF sungguh sangat membantuku. Aplikasi SMS Banking BTN juga cukup membantuku untuk menge-cek saldo di rekening BTN-ku, maklum jangan sampai kurang saat didebet untuk bayar cicilan KPR, ha ha....

Hanya satu yang kupikirkan tentang Nokia E61-ku ini, bukan cacat bodinya melainkan performa baterainya yang sudah jauh menurun, padahal dulu bisa sampai berhari-hari tidak perlu nge-charge. Sekarang kalau aku mau nelpon atau ditelpon harus buru-buru kusambung dengan kabel charger agar tidak terputus di tengah jalan. Aku mengetik artikel ini pun sambil kusambung dengan charger agar tulisanku ini tidak tiba-tiba lenyap saat aku asik mengetik.

Semoga saja segera kutemukan baterai original yang bisa memperpanjang usia E61 kesayanganku ini.

Tuesday, May 20, 2014

Review : Pengalaman Memakai Blackberry Z3 Jakarta


BB Z3 masih terbungkus rapi (dok. pribadi)
BB 'murah' itu sampai juga di kantorku. Preorder tanggal 5 Mei, setelah launching resmi tanggal 13 Mei, pesananku dikirim keesokan harinya oleh Lazada melalui jasa ekspedisi First Logistics. Jumat Sore sekitar jam 5 sore saat jam pulang kantor, akhirnya pesananku yang kutunggu datang juga, tak sabar aku mengopreknya. Ternyata cepat juga pengirimannya, padahal ketika aku mencoba melihat posisi barang yang dikirim melalui website firstlogistic, status terakhirnya sudah diberangkatkan dari sort facilities Jakarta, dan belum ada keterangan sampai di Balikpapan. 


Packaging yang kokoh (dok. pribadi)
Sebenarnya aku tidak ada niatan beli Blackberry Z3 alias BB Jakarta. Kebetulan saat asik di dunia maya kulihat iklan promo preorder BB Z3 di Lazada yang menawarkan diskon lumayan. Namun bukan itu alasan utamaku, alasan utamaku adalah bentuk BB Z3 yang kotak persegi, dengan garis yang tegas, bentuk kamera belakang dan flasnya yang kotak sehingga matching dan nggak norak. Selebihnya aku pengen nyoba aja BB karena selama ini aku fanatic dengan produk apple. Oiya, satu lagi alasannya kenapa aku berani coba-coba dengan BB yang satu ini, yaitu MURAH dan bisa dicicil 12 bulan 0%, hi hi hi.....

Dikirim oleh First Logistic (dok. pribadi)
Sesampainya di kos, langsung saja kubuka paketanku yang dikemas dengan kardus coklat oleh lazada dan ditambah karton super keras di setiap sudut kardusnya, maklum barang dalam kategori 'fragile'ini harus ada safety ekstranya terlebih kalau dikirim jarak jauh seperti ke Balikpapan lokasiku sekarang.

Bagian Belakang BB Z3 (dok. pribadi)
Akhirnya kudapatkan kotak mungil semacam kotak iPhone yang simple dan minimalis.. Penataan BB Z3 didalamnya pun mirip-mirip dengan packaging iPhone. Cuma kalau iPhone antara tutup dan wadahnya terpisah, sedangkan wadah si BB Z3 ini tidak terpisah, takut kalau dianggap nyontek Apple kelesss.... Di dalam kotak hanya terdapat handset BB Z3, charger plus kabel data, dan headset untuk dengerin musik, serta manual singkat. Kesan pertama melihat dan menggenggam handset ini adalah elegan dan mantap. Penampilannya nggak mengesankan murahan, digenggam terasa mantap. Cover belakang handset yang bertekstur seperti lapisan karet membuatnya tidak licin dan tidak panas saat digenggam. Oiya, di cover belakan bagian kanan atas ada tulisan JAKARTA, yang katanya BB Z3 dengan tulisan ini hanya dibuat terbatas sebanyak 25.000 unit dan tidak diproduksi lagi. Layar BB Z3 sebesar 5 inchi ini memang terlihat cukup bongsor dengan tingkat resolusi layar yang sudah cukup bagus dan jernih menurutku.

Berbeda dengan iPhone dengan tombol power di bagian atas kanan, si BB Z3 ini tombol powernya berada di sisi kiri atas. Kutekan beberapa detik, munculah ikon si buah berry hitam di layar. Kebetulan BB Z3 yang kubeli ini bundling dengan kartu mentari dengan bonus 10GB dan gratis BBM selama 6 bulan. Berhasil registrasi ke 4444 kulanjutkan dengan aktivasi paket bundlingnya dengan mengetik sms SuperBBMfree90K kirim ke 990. Namun, yang terjadi berkali-kali ku-sms ke 990, hasilnya nihil, tidak ada respon sama sekali. Kutelpon customer service mentari, jawabannya baru ada gangguan untuk aktivasi layanan blackberry indosat. Kutunggu keesokan harinya, tetap saja tidak bisa.

BB Z3 dibuka dari kotaknya (dok. pribadi)
Nggak sabar nunggu respon tidak lanjut dari indosat, aku langsung saja beli paket internet indosat seharga Rp29.900 dengan 8GB data untuk sebulan. Akhirnya bisa leluasa mencoba fitur-fitur di BB yang sebagian besar tentunya butuh koneksi internet. Ternyata, respon tindak lanjut dari indosat baru datang kemarin sore tgl 19 Mei, menginfokan melalui sms kalau keluhan saya sudah ditindaklanjuti dan diminta mencoba lagi aktivasi paket bundlingnya. namun, ketika kucoba sms lagi ke 990, keterangannya ""Simcard anda sedang active paket data". Wah payah, aku sudah terlanjur langganan paket data, baru datang nih pesan! Huh, harus nunggu satu bulan lagi baru bisa aktivasi...!

Udahlah persetan dengan paket bundling gratisan, yang penting BB baruku lancar koneksinya. Saatnya mencoba fitur-fitur BB 'murah' yang katanya nggak murahan ini. Fitur pertama yang kubuka adalah Blackberry world yang berisikan aplikasi-aplikasi BB. Segera kudownload aplikasi Kereta Api Indonesia. Adanya aplikasi ini juga lah yang menarikku membeli BB, karena PT KAI cuma menyediakan aplikasi ticketing kereta api ini khusus buat Blackberry, bukan untuk iOS ataupun Android yang jelas-jelas lebih populer. banyak testimoni saat ticketing kereta api lebaran di website KAI susah diakses, melalui aplikasi kereta api di BB ini gampang mengakses server PT KAI dan berhasil mendapatkan tiket lebaran.

Di BB Z3 ini touch screen-nya sudah cukup bagus. Tidak ada lag dalam membuka aplikasi ataupun perpindahan antar halaman layar, smooth abis udah kayak iPhone. Tidak sepereti iphone yang ada tombol home-nya baik itu fisik maupun virtual, di BB Z3 tidak ada satu pun tombol fisik di layar. Namun untuk menutup aplikasi yang sedang berjalan juga mudah, cukup menyapukan jari dari bawah layar ke atas.

Menyalakan pertama kali BB Z3(dok. pribadi)
Ini fitur yang menurutku paling krusial untuk handset touchscreen. Ketiaadaan keypad untuk mengetik mengharuskan kemampuan layar ketik virtual yang mumpuni agar si user tetap nyaman untuk mengetik. Nah, si BB Z3 ini setelah kugunakan beberapa hari, tetap saja ketika aku mengetik banyak terjadi kesalahan, tidak seperti jika aku mengetik di iPhone yang meskipun layarnya lebih kecil, tapi error pengetikannya rendah sekali. Tapi untungnya si BB Z3 mengimbangi potential error yang tinggi itu dengan menyuguhkan predictive text dalam Bahasa Indonesia yang bisa kita pilih sebelum kita sepenuhnya selesai mengetik suatu kata. Fitur Predictive text-nya BB Z3 ini juga sangat canggih, karena dia mampu belajar dan mengenali kata-kata yang sering kita ketikan, sehingga akan menjadi prioritas dimunculkan dalam predictive test. Penggunaannya sangat mudah ketika kita mengetik suatu kata, dan belum benar-benar selesai ada bermunculan banyak pilihan kata di sela-sela keyboard virtual yang diprediksi akan kita ketik. Nah, kita bisa langsung memilihnya dengan cara menyapukan jari kita dari bawah kata yang kita pilih ke atas.

Nah, satu lagi keunggulan BB Z3 ini adalah terletak pada kecepatan browser-nya. Kemarin aku test kecepatan browser safari di iPhone dengan browser BB Z3. Kubuka halaman website yang sama, dalam waktu yang sama, dengan menggunakan jaringan operator yang sama, hasilnya browser BB menang mutlak. bahkan ketika browser blackberry  kucoba satu detik lebih lambat dari safari di iPhone-pun tetap website-nya lebih cepat diakses dengan Browser BB Z3. Namun harus diakui untuk urusan navigasi browser di BB Z3 harus belajar lebih banyak dari kemudahan navigasi yang disajikan iPhone.

Saluran Radio FM (dok. pribadi)
Setelan cepat BB Z3 (dok. pribadi)
Adanya Radio FM di BB Z3 menurutku bisa menangkap sinyal cukup bagus, dengan kualitas suara yang jernih. Lumayan buat obat bengong dengerin musik plus celotehan penyiarnya. Nah, ada satu lagi fitur yang tidak kuprediksi sebelumnya, ternyata ada fitur lampu senternya. Lampu flash disamping kamera belakang bisa berfungsi sebagai senter juga dengan intensitas cahaya yang cukup terang dibanding fitur senter di ponsel lainnya. Jelas fitur ini sangat berguna, terlebih di Balikpapan yang terkenal 'hobi' mati lampu.

Notifikasi email baru maupun update atau chat dari social media mudah diketahui dengan adanya lampu led indikator berwarna merah di bagian atas layar yang akan berkedip jika ada notifikasi baru. Ini adalah salah satu ciri khas yang dimiliki BB, yang mengingatkanku pula pada Nokia E61-ku yang begitu ada email baru masuk lampu led indikator-nya yang berada di pojok kanan atas akan berkedip.

Fungsi Senter di BB Z3 (dok. pribadi)
BB Z3 juga sudah kompatibel dengan aplikasi android. Mengingat aplikasi BB yang kurang variatif  dan lebih sedikit daripada aplikasi android dan iOS, tentunya fitur ini sangat membantu. Namun, aku sendiri kurang suka untuk memasang aplikasi android di BB-ku, toh di iPhone-ku sudah ada, karena menurutku pastinya ketika suatu aplikasi di-develop tidak dikhususkan untuk suatu device (dalam hal ini Blackberry) pasti akan semakin besar potensi keberadaan bugs, lag saat menjalankan aplikasi, error, ataupun kemungkinan diretas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kesimpulan dari pengalamanku menggunakan BB Z3 Jakarta selama beberapa hari ini cukup memuaskan. Dengan harga yang cukup murah dengan kualitas handset dan fitur yang tidak murahan, semoga awet nantinya seperti Nokia E61-ku yang sudah 7 tahun bulan Juni depan, ataupun iPhone 3GS-ku yang sudah lebih dari 4 tahun menemaiku sampai hari ini.

Update: Baca tulisan saya tentang: 
1. review setelah 8 bulan menggunakan BB Z3
2. Solusi Masalah Saat Update BB OS 10.3.1.1565
3. Fitur, Performa, Tampilan BB Z3 Update OS 10.3.1.1565
4. Review Aplikasi Blackberry Blend

Saturday, May 23, 2009

Aku dan 'HaPe'

Semasa SMA-ku dimana HP masih merupakan barang yang eksklusif dan hanya dimiliki segelintir orang, aku pernah mencibir teman2-ku yang punya HP. "Untuk apa sih HP itu, toh kita bukan bussinessman yang mengharuskan kita berkomunikasi dengan para kolega maupun klien. Memang kecenderungan di Indonesia beda dengan di negara barat dimana HP lebih banyak digunakan untuk urusan bisnis, sedangkan disini buat hubungan yang lebih bersifat personal". Itulah sepenggal pembicaraanku dengan seorang temanku kala itu mengenai pandanganku akan sebuah mobile phone yang dikemudian hari menjadi barang 'biasa' yang sulit dilepaskan dari masyarakat masa kini.

Setelah hampir 10 tahun yang lalu aku berargumen sinis tentang HP, sekarang aku menjadi seseorang yang sangat update akan perkembangan mobile phone terutama tipe smartphone. Selama hampir satu dekade ini pun HP-ku telah berganti-ganti lebih dari lima kali. Ada yang sudah kujual, adapula yang masih kupakai sampai sekarang. Pengetahuanku tentang HP sampai dengan keahlianku untuk menyeting fitur2 di HP seperti GPRS, MMS, Email, Chat ataupun Internet menjadikanku sebagai 'penasihat' bagi teman-temanku yang akan membeli HP ataupun menyeting fitur2 di HP-nya.

Aku turut senang jika temanku melek teknologi berkat fasilitas internet di HP dan tidak hanya memfungsikan HP-nya untuk sekedar sms dan telpon seperti sepuluh tahun yang lalu. Bahkan ibuku saja yang hampir memasuki masa pensiun sekarang sudah familiar dengan mobile internet, chat ataupun pull mail di HP. Beliau sekarang suka mengakses informasi terkini lewat HP N73-nya yang sudah kuinstall opera mini, padahal beliau sebelumnya belum pernah mengakses internet lewat PC.

HP yang sekarang kupakai untuk ngetik tulisan ini sudah hampir menemaniku selama 2 tahun. Perjuanganku mendapatkan HP Nokia E61 ini gampang-gampang susah, karena saat aku sudah berniat membelinya HP ini sudah ditarik dipasaran, tapi untungnya aku menemukan HP ini satu-satunya di Jogja di counter resmi Sentraponsel. Walaupun saat itu sudah muncul HP nokia E series yang baru E61i, namun aku kekeuh tetep pengen nokia E61. Pilihanku terhadap Nokia E61 memang tepat, HP ini sangat berguna bagiku, walaupun pada saat awal dulu pernah sempat error dan minta di-update firmware-nya.

Sekarang HP ini menjadi andalanku, mulai dari sms, telpon, browsing, chatting, push dan pull email, langganan rss feeds info lowongan kerja sampai update blog-ku. HP ini sudah serasa lengkap ditambah fasilitas WiFi, bluetooth, Infrared, disamping fitur 3G tentunya.
Nokia E61-ku ini juga kurasakan belum ketinggalan zaman dibandingkan dengan Blackberry yang sekarang membuat demam selebriti Indonesia. Aku rasa kelebihan blackberry hanya di jaringan eksklusifnya yang membuat email serasa sms. Tapi push email juga bisa kok di nokia E61-ku, aku pakai aja aplikasi dari SEVEN yang menyediakan akses push mail gratisan, dan hasilnya pun tidak mengecewakan. Mau browsing juga cukup lancar dengan opera mini. eBuddy dan Nimbuzz juga sangat asik buat chating, belum lagi aplikasi Yahoo Go, Reuters Mobile dan segudang aplikasi lainnya yang membuat dunia seolah di genggamanku. Kalau ingin facebook-an tinggal buka aja m.facebook.com yang cukup mudah kuakses lewat opera mini. Bandingkan aja fasilitas push mail yang gratis dengan layanan blackberry harus membayar lebih dari seratus ribu rupiah per bulannya. Belum lagi harga handset BB yang rata2 di atas 5jt. Memang sih nokia E61-ku belum ada kamera dan GPS-nya namun menurutku kedua fasilitas itu tidak begitu kubutuhkan.

Nah persoalannya sekarang, aku berencana membeli HP baru, dan teman-temanku menyarankanku untuk membeli BB. Namun karena mereka tak mampu mempengaruhiku, lain halnya kahandalanku mempengaruhi mereka soal gadget, keputusanku tetep akan membeli iPhone 3G. Mengapa aku memilih iphone? Karena aku memimpikan iPhone udah lebih dari 2 tahun yang lalu sebelum aku membeli E61 dan sebelum orang-orang di Indonesia ramai membicarakan iPhone yang baru di launching di sini 2 bulan lalu. Aku membeli E61 ini karena waktu itu iPhone (generasi pertama) belum masuk di Indonesia, nah daripada nunggu iPhone yang nggak jelas datangnya kapan ke Indonesia, aku beli aja E61. Aku suka dengan iPhone yang pertama adalah teknologi multitouchnya yang halus dan canggih, kedua karena aplikasinya yang sangat banyak dan menarik-menarik, ketiga tentunya karena desainnya yang futuristik dan elegan.

Kesimpulannya, 'My Next Mobile Phone is Iphone 3G'!