Showing posts with label air asia. Show all posts
Showing posts with label air asia. Show all posts

Wednesday, March 25, 2020

Cara Refund Tiket Air Asia

lagi-lagi gara-gara corona, semua jadwal yang telah tersusun rapi ambyar begitu saja. Tiket pesawat yang sudah kupesan jauh-jauh hari terpaksa harus kubatalkan. Kebetulan aku beli tiket Air Asia untuk pulang pergi Jakarta - Surabaya. Rencananya aku terbang dari Jakarta tgl 20 Maret dan balik lagi dari Surabaya tanggal 25 Maret, hari ini saat kutulis artikel ini.

Begitu ada ketentuan Work from Home dari kantorku saat itu tgl 16 maret, segera kubatalkan tiket air asia.  Kebetulan aku beli tiketnya melalui aplikasi mobile Air Asia, karena sudah sekitar setahun ini, tiket air asia tidak lagi dijual di travel agent online seperti traveloka ataupun tiket.com. 

Setelah ku googling bagaimana cara membatalkan tiketnya, ternyata jika lebih dari 72 jam sebelum keberangkatan, tiket bisa direfund sampai 75% dari harganya. Namun bisa 100% jika refund-nya berupa credit poin air asia yang bisa dibelikan tiket lagi di kemudian hari. Namun, aku tidak memilih credit poin melainkan memilih di refund ke kartu kreditku.


(Lihat Video cara refund tiket air asia di bawah ini!)


Sangat mudah untuk merefund-nya. Kita tinggal mengakses aplikasi Air Asia dan pilih menu AVA (Air Asia Voice Assistant). Kita tinggal pilih menu new refund, dan pilih Indonesia Domestic Refund, kita akan diminta memasukkan booking code, nama depan dan belakang, serta email yang kita gunakan untuk membeli tiket air asia ketika itu. Setelah berhasil semua proses kita lalui, kita perlu menunggu waktu maksimal 30 hari kerja untuk mendapatkan refund.

Kita bisa melihat status refund kita di menu laporan (my case) ataupun kita cek melalui menu Cek Status Pengembalian Dana. Oiya sampai hari ini sudah sekitar 9 hari sejak pengajuan refund, ternyata belum selesai proses refund saya. Semoga segera selesai, lumayan kan bisa buat jajan, hehe....

Wednesday, November 15, 2017

Cek In Air Asia di Juanda Surabaya

Tidak seperti maskapai lainnya yang membuka cek in-nya sekitar 1-2 hari sebelum keberangkatan, Air Asia membuka layanan web cek in 14 hari sebelum keberangkatan sampai dengan 4 jam sebelum keberangkatan. Layanan web cek in-nya bisa diakses di sini.

Air Asia juga menerapkan kebijakan serupa dengan citilink yaitu menjual nomor kursi jika mau memilih kursi. Kalau pengen gratis berarti kita harus menerima nomor kursi yang sudah dipilihkan oleh sistem. Yah namanya saja maskapai Low Budget, masih untung bisa terbang murah dan aman, hehe.....

Menurutku sistem web check in di Air Asia lebih bagus daripada kepunyaan citilink. MEskipun sama-sama bisa diakses melalui website juga dapat diakses melalui aplikasi mobile. Namun, ketika kita menyelesaikan proses check in, ada opsi untuk mengirimkan boarding pass ke email kita, sehingga kalaupun nggak sempat ngeprint saat itu, bisa kapan-kapan toh sudah tersimpan di email. Adapula opsi mengirim notifikasi boarding pass ke SMS.

Sebenarnya dengan aplikasi mobile Air Asia kita tidak perlu mencetak boarding pass, melainkan bisa menggunakan e-boarding pass yang hanya bisa diperoleh jika kita check in melalui aplikasi. Namun, e-boarding pass ini setahuku belum berlaku di semua bandara, kalau tidak salah hanya berlaku di Soetta saja. jadi, kita perlu tetap nge-print boading pass.

Ketika di Juanda, saat aku mau nge-print boarding pass di mesin cek in mandiri (semacam mesin atm), ternyata setelah berkali-kali kucoba tetap nggak bisa, dan aku harus tetap ke counter, padahal saat itu counter belum buka dan sudah banyak penumpang yang antre di depan counter dengan bawaan bagasi mereka bertroli-troli. "Wah bisa lama nih, antrenya...!" gerutuku saat itu. bagaimana nggak menggerutu, karena aku nggak bawa bagasi dan harusnya bisa cepat cek innya tanpa harus antre dengan penumpang yang bawa banyak bagasi. Yo wis lah, berlatih sabar, hehe.....

Sesampainya di counter cek in, kutanyakan ke petugasnya mengapa nggak bisa digunakan mesin cek in mandiri sebanyak itu. Jawabannya cukup sederhana, lagi error sistemnya, wah wah wah......

Tapi Aku cukup puas dengan pelayanan Air Asia saat itu yang cukup on time. Mungkin lain kali aku perlu mencetak dulu boarding passnya di rumah biar gk antre lagi....


Tuesday, January 15, 2013

Pengalaman Ibu Naik Air Asia

Jam Setengah 5 WITA pagi ini aku terbangun oleh alarm HP yang sengaja kusetel tadi malam. Langsung kutelpon ibuku saat itu juga. Ternyata dari pembicaraan di telepon, beliau sudah siap untuk ke bandara, namun katanya di rumah sedang hujan deras sekali. Taksi 'Burung Biru' yang kupesan tadi malam pun belum nongol di depan rumah, padahal jika aku pesan taksi 'Burung Biru Group" selalu datang setengah jam lebih awal. memang sih aku pesannya untuk jam 4.00 WIB.

Aku langsung menelpon costumer service taksi dan katanya taksinya sudah OTW, aku jadi lega. namun, sekitar 10 menit kemudian, dari costumer service memberitahukan jika nomor taksi yang dikirim berubah, pada awalnya aku tak mempermasalahkan hal ini.

Menjelang pukul 4.00 WIB aku menelpon Ibu lagi, dan beliau mengatakan hujan masih deras, taksi pun belum datang. kutelpon kembali taksinya dan aku minta nomor HP sopirnya. Ternyata sopirnya masih terjebak banjir di Jalan Ciater Raya dekat perumahan Ciater Permai. Aku pun pasrah dan terus menelpon ibu, menanyakan sudah datang atau belum taksinya.

Menjelang setengah 5 WIB kutelpon lagi sopirnya, ternata dia sudah sampai di Pintu Gerbang Kompleks Perumahan Grand Serpong 2. Namun, dia berujar kalau disitu ada taksi lain dari group yang sama, dikiranya aku pesan 2 taksi. Dari telepon terdengar olehku debat antar kedua sopir itu siapa yang akan mengantarkan Ibuku ke Bandara. Si sopir yang kutelpon menyarankanku untuk menelpon ke kantor pusat taksi. Aku pun telpon customer service dan dengan nada agak tinggi aku minta mereka memutuskan siapa yang paling berhak mengantar Ibuku ke Bandara karena waktunya sudah sangat mepet sekali. 

Pukul 04.35 WIB, Ibu baru berangkat dari rumah dengan jadwal yang sangat mepet. Aku sampai dag-dig dug memikirkan Ibu naik taksi menuju Bandara, mana hujan-hujan dan kalau-kalau terjadi banjir di jalan. Jadwal Take Off Air Asia ke Jogja pagi tadi pukul 05.50 WIB, sedangkan waktu terakhir boarding-nya pukul 05.30 WIB. Kutelpon lagi Ibu sekitar pukul 05.10 WIB, dan beliau belum sampai juga di Bandara. Akhirnya aku cuma berdoa agar Ibu tidak terlambat dan masih bisa masuk pesawat dan lancar perjalanannya.

Aku memutuskan untuk tidak menelpon lagi setelah telponku terakhir itu. Aku tahu kalau aku menelpon di saat Ibu terburu-buru boarding di Bandara pasti akan menambah gugup beliau. Aku berharap-harap cemas untuk mendapat tepon kabar dari Ibu. Aku sudah pasrah saat itu, kalau pun Ibu terlambat, toh masih bisa beli tiket baru dan ikut penerbangan selanjutnya, namun jika hal tiu terjadi pasti Ibu akan sangat kecewa dan aku pun tetap berharap hal itu tidak akan terjadi.

Pada pukul 07.10 WIB, tiba-tiba HP-ku berdering dan kudengar suara Ibu yang sangat bersemangat untuk menceritakan pengalamannya tadi pagi. Ibu mengabarkan bahwa beliau sudah sampai dengan selamat di Bandara Adi Sutjipto Jogja. Beliau tadi boarding sangat terburu-buru sekali, padahal Beliau baru pertama kali ke Terminal 3 Soeta. Beliau juga tidak bisa berlari mengejar pesawat walaupun petugas sudah menyuruh beliau berlari karena kakinya yang pernah patah karena kecelakaan hampir 2 tahun yang lalu. Beliau katanya hampir menangis karena mengejar pesawat dengan tentengan tas yang sebenarnya akan dimasukkannya ke bagasi pesawat. Untungnya ada petugas dari Air Asia yang membantu membawakan tas beliau sampai di kabin. Beliau pun berhasil masuk ke pesawat sebagai penumpang terakhir dan pintu pun langsung ditutup usai Beliau masuk dan tak lama kemudian langsung take off

Di pesawat beliau mencoba minta minuman hangat kepada pramugari, namun karena dikasih tahu harga teh atau kopi sebesar 15ribu, Beliau pun membatalkan pesananannya. Kursi pesawat banyak yang kosong pagi tadi, dan beliau tidak duduk di kursi yang nomornya tertera di boarding pass. Beruntungnya lagi beliau saat berada di pesawat didekati oleh seorang pramugara dan sempat mengobrol dan ditawari teh hangat, awalnya beliau menolak tapi tetap saja sang pramugara ramah dan baik hati itu memberinya teh hangat dan roti gratis.

Ibu memang bukan sekali dua kali naik pesawat, dan beliau terkenal disiplin dan tepat waktu, paling tidak sejam sebelum boarding beliau sudah di ruang tunggu bandara. Namun kejadian tadi pagi adalah pengalaman pertama Ibu mengejar-ngejar pesawat di saat kondisi badanya tidak selincah dulu lagi. Untungnya Ibu tidak perlu cek in lagi di bandara karena sudah ku cek in-kan lewat internet dan mencetak sendiri boarding passnya. Perkiraan waktu yang sudah kusetting dan kuperkiraakan agar Ibu tidak terlalu lama menunggu di Bandara gagal total. Aku terlalu percaya diri dengan kebiasaanku naik taksi dari rumah kebandara yang paling lama 30 menit pada fajar hari dan kebiasaan kedatangan taksi 'biru' yang biasanya datang 30 menit lebih awal , ditambah lagi hujan dan banjir yang menghadang taksi pesananku pagi hari ini telah meruntuhkan kesombonganku sebagai activity planner. Alam dan Jakarta telah mengalahkan segala egoku.

Saat kutulis blog ini, pastinya ibu sedang berbaghagia dengan berkumpul bersama adik-adiknya di Jogja. Selamat Liburan Ibu.......

Balikpapan, 15 Januari 2013 (12.00 WITA)

Friday, December 28, 2012

Web Check In Garuda Indonesia, Citilink, Air Asia, Lion Air

Internet memang sudah sangat sulit dipisahkan dari rutinitas masyarakat modern. Salah satunya adalah kemudahan untuk melakukan check in penerbangan melalui web atau yang populer disebut Web Check In. Beberapa penerbangan yang pernah kurasakan kemudahannya dalam memberikan pelayanan web check in diantaranya Garuda Indonesia, Citilink, Air Asia, dan Lion Air.

Biasanya web check in akan dibuka mulai 24 jam sebelum jadwal penerbangan, kecuali Air Asia yang sudah membukanya sejak 14 hari sebelum jadwal penerbangan.

1. Garuda Indonesia
Untuk bisa check in melalui web, diperlukan daftar kota keberangkatan dan kode booking. Selanjutnya diperlukan empat angka terakhir yang tercantum dalam nomor tiket dan kita bisa memilih tempat duduk (gratis), dan mencantumkan nomor GFF (kalau punya). Tinggal klik, muncullah boarding pass kita. Ada opsi untuk mendownload file boarding pass-nya dalam bentuk pdf, kemudian siap untuk dicetak.

File boarding pass-nya  yang bisa kita simpan sangat membantu jika boarding pass kita hilang, padahal perjalanan kita dibiayai oleh institusi yang harus menunjukkan boarding pass maka kita bisa mencetakknya kembali, coba kalau kita check in di counter bandara, sekali hilang yang susah mengurusnya. Oh iya, untuk garuda web check in ditutup 4 jam sebelum jadwal penerbangan.

2. Citilink
Nomor Konfirmasi, nama belakang, dan email yang digunakan saat pembelian tiket diperlukan untuk mengisi form web check in. Di sini kita tidak bisa memilih posisi tempat duduk, karena sebagai penerbangan murah posisi kursi penumpang mereka jual saat proses pembelian tiket, jadi kita untung-untungan mendapat posisi tempat duduknya. Seringkali aku sendiri mendapat tempat duduk di barisan depan dengan Abjad 'B' yang berarti diapit kedua penumpang di kanan kirinya. Sebelum proses selesai web check in, akan ditampilkan opsi Anda ingin membeli makanan atau tidak. Aku selalu meng-cancel opsi ini. Baru kemudian muncul boarding pass, dan siap dicetak.Citilink juga menerapkan 4 jam sebelum jadwal penerbangan untuk penutupan fasilitas web check in.

3. Air Asia
Air Asia sedikit berbeda memberlakukan aturan web check in-nya. 14 hari merupakan waktu yang relatif panjang dan fleksibel untuk melakukan web check in. Penutupannya juga sampai 1 jam sebelum penerbangan berlangsung. daftar Kota keberangkatan, nomor booking, dan nama terakhir pemesan pelu dicantumkan dalam form web check in-nya. Web Check In untuk air asia ini sangatlah bermanfaat, karena jika melakukan check in di counter bandara akan dikenakan charge sekitar Rp 30ribu (kalau nggak salah lho...). Sama dengan Citilink, pemilihan kursi saat web check in tidak diperkenankan dan sudah given by system, karena penumpang hanya bisa memilih dengan membayarkan biaya tambahan saat pembelian tiket melalui internet.

4. Lion Air
Aturan waktu buka tutupnya web check in seperti halnya Garuda, dan juga bisa memilih kursi tanpa dikenai biaya tambahan. Kode Booking dan nama depan atau nama belakang (pilih salah satunya) diperlukan untuk mengisi form web check in.

Beberapa penerbangan domestik belum memberikan fasilitas web check in, mungkin belum siap secara IT-nya. Namun, bagaimana pun juga web check in sangat membantu jika kita terburu-buru atau mepet dengan jadwal. Terlebih penumpang dari Jakarta yang tidak bisa memperkirakan kemacetan yang terjadi untuk menuju Cengkareng. Apalagi jika saat liburan atau weekend yang seringkali terjadi antrean yang panjang di counter check in membuat ketidaknyamanan tersendiri, namun bisa teratasi jika kita sudah check in melalui website maskapai dengan catatan kita tidak membawa bagasi (kalau membawa bagasi, mau tidak mau harus ke counter check in juga). Namun ada yang patut disayangkan seperti yang pernah aku alami di Bandara Juanda Surabaya tidak terdapat counter airport tax yang terpisah, sehingga walaupun sudah web check in masih harus ke counter check in maskapai untuk membeli airport tax dan terpaksa harus menyodok langsung ke barisan terdepan untuk membeli karcis airport tax ke petugas counter kalau sudah begini apa gunanya melakukan web check in jika ujung-ujungnya harus ke counter check in bandara hanya sekedar untuk membeli airport tax. Akan lebih mudah lagi jika maskapai mengintegrasikan airport tax ke dalam harga tiket seperti yang baru-baru ini sudah diberlakukan oleh Garuda (2 jempol buat Garuda).



Thursday, December 27, 2012

Berburu Tiket Murah :"Citilink vs Air Asia"

Tiket pesawat liburan tahun baru ini sangat mahal jika dibandingkan hari-hari biasa. Besok malam aku berencana ke Tulungagung untuk melepas kangen dengan anak istriku. Hampir 1,5 juta rupiah aku habiskan untuk tiket pp Balikpapan - Surabaya liburan kali ini. Cuti bersama tanggal 31 besok lumayan menambah panjang libur akhir tahun kali ini.

Aku jadi mikir, kalau nggak dapat tiket untuk mudik tiap bulan, bisa-bisa tiga bulan sekali ini aku baru menengok anak istri di kampung, wah gawat juga.....! Alih-alih melihat website berita pagi hari, iseng-iseng aku cari tiket murah. Citilink jadi pilihan utamaku, karena selama ini track record on time-nya relatif bagus, dengan harga yang relatif murah daripada maskapai lain untuk penerbangan BPN-SBY. Andai aja ada Air Asia yang melayani rute ini, pasti bakal seru perang harga di kelas penerbangan Low Cost Carrier ini.

Kulihat kalender 2013, ternyata tidak ada lagi libur-libur hari kejepit yang berkedok cuti bersama. Jadilah untuk jadwal mudik selanjutnya setelah libur tahun baru ini aku berencana pulang jumat malam 8 Februari dan balik lagi ke Balikpapan Minggu 10 Februari 2013. Ternyata harganya masih Rp 275ribu (belum termasuk pajak). Totalnya Rp 615ribu untuk tiket pp sudah termasuk pajak, itupun masih kurang dari separuh harga tiketku mudik tahun baru. "Wow....gini ya cocok!", ujarku dalam hati.

Sekarang aku lebih suka pakai kartu kredit untuk membeli tiket pesawat, karena disamping prosesnya lebih cepat dan mayoritas diterima oleh semua maskapai penerbangan, keuntungan lainnya adalah dari sisi penundaan pembayarannya, paling tidak ada tenggat waktu sebulan. Asal kita tidak telat waktu pembayaran tagihannya, memakai kartu kredit adalah solusi yang memuaskan. Tentu saja pembelian tiket citilink tadi pagi kugunakan kartu kredit, tepatnya pakai Mastercard CIMB Niaga. Proses verifikasinya sangat cepat dan user friendly.

Nah, bicara tentang nyari tiket murah, kebetulan Ibuku saat ini sedang 'maen' ke rumahku di 'Jakarta' (Tangerang Selatan lebih tepatnya) yang saat ini ditinggali kakakku mau pergi ke jogja awal tahun ini. Langsung saja kucarikan tiket pesawat murah, dan yang terlintas dalam pikiranku tentang pesawat murah jurusan Jakarta-Jogja ya Air Asia. Aku coba-coba untuk membelinya secara online, ternyata sudah terjadi perubahan yang signifikan dalam mekanisme pembelian online-nya. Fiturnya masih seribet dulu untuk membeli sebuah tiket air asia secara online. Namun, yang aku sesalkan ternyata opsi untuk tidak menggunakan bagasi ditiadakan, sehingga mau tidak mau calon penumpang diharuskan membeli bagasi paling kecil 15kg seharga Rp40ribu. Tiket yang semula Rp149ribu menjadi Rp 189ribu (masih jauh lebih murah dari tiket Kereta Api Eksekutif Jakarta - Jogja). Untungnya biaya-biaya tambahan lainnya semisal asuransi perjalanan sebesar 19 ribu, biaya pemilihan kursi, pilihan makanan sampai dengan biaya red carpet (yang terkesan mengada-ada, emangnya Presiden pakai Red Carpet) sudah ku-cancel.

Tibalah saat pembayarannya. Ada opsi pembayaran pakai kartu kredit (yang anehnya ternyata kena charge tambahan sebesar Rp 20ribuan), voucher, ataupun direct debit. Awalnya kupilih Direct Debit yang mengakomodir pembayaran melalui Klik BCA, CIMBclicks Niaga, dan Click Pay BCA. Langsung aja kupilih CIMBclicks Niaga, namun beberapa kali melakukan percobaan pembayaran selalu gagal. Hal yang sama kualami beberapa bulan lalu saat mencari tiket balik lebaran.

Ahirnya aku beralih ke Klik BCA yang sudah sering kupakai untuk pembelian online. Namun, parahnya saldo di BCA-ku tidak mencukupi (maklum terlalu lama terbengkalai) untuk membayar tiket yang hanya sebesar Rp189ribu. Aku kemudian berinisiatif mentransfer sejumlah uang dari rekening mandiriku ke rekening CIMB Niagaku. Ternyata pilihan Bank penerima transfer online di mandiri tidak tertera BCA, maka beralihlah aku mentransfer uang dari rekening CIMB Niagaku ke rekening BCA. Akhirnya transaksi bisa kuselesaikan dengan Klik BCA:

Pembelian tiket online yang selama ini kurasakan paling sulit dan tidak user friendly adalah Air Asia. navigasi websitenya yang membingungkan, berbagai macam pilihan layanan tambahan yang jika kita tidak cermat malah akan serasa seperti jebakan dan mengakibatkan biaya tiketnya membengkak tak terduga. Jadi ketelitian dalam membeli tiket air asia secara online mutlak diperlukan. Semoga saja Air Asia segera membuka rute Balikpapan-Surabaya, agar aku bisa lebih menekan pengeluaran biaya transport mudik tiap bulannya.

Berburu tiket murah memang mengasyikkan.

Balikpapan, 27-12-2012