Showing posts with label bioskop. Show all posts
Showing posts with label bioskop. Show all posts

Friday, November 7, 2014

Promo E-cash Mandiri Diskon 50% Nonton di XXI

Lobby XXI Ewalk Balikpapan (Dok. Pribadi)
"Wow ada promo Diskon 50 % untuk pembelian tiket nonton di XXI pakai e-cash Mandiri!", seruku pada teman-teman kantor. Mereka ternyata juga di-sms promosi serupa oleh Bank Mandiri. Menurutku ini cara cerdas Bank Mandiri menyasar pengguna e-cash dari anak-anak muda yang menjadikan nonton film di bioskop sudah sebagai gaya hidup. Tak tanggung-tanggung, Bank mandiri menggeber promo ini selama satu tahun penuh mulai dari 3 November 2014 s.d. 3 November 2015. Wow, siapa yang nggak tertarik kalau tiket nonton seharga Rp35 ribu jadi cuma Rp17.500, lumayan menggiurkan bagi penikmat film sepertiku, ha ha....

Kebetulan aku mempunyai rekening e-cash berupa nomor telepon selulerku. Di saldo e-cash-ku ada Rp200 ribu, 'hasil' dari cepet-cepetan nukerin poin mandiri fiesta bulan September lalu. Daripada mubazir nggak kupakai atau cuma buat beli pulsa doang, mending kugunain nonton film. Kebetulan tadi malam ada film bagus di XXI, Interstellar, yang rating IMDB-nya saat kutulis artikel ini masih bertengger di angka 9,2, "Gila tinggi  banget ratingnya, pasti bagus sekali!", pikirku.

Habis Maghrib langsung aku dan teman kantorku ngacir ke XXI Ewalk Balikpapan. Oiya, promo ini cuma berlaku setiap hari senin s.d. kamis untuk semua film dan hanya berlaku di XXI tertentu. Lebih lengkapnya tentang promonya dan di mana saja berlakunya, bisa klik di sini.

XXI Ewalk balikpapan (Dok. Pribadi)
Sebelumnya kami ngisi perut dulu ke Warung Pati di dekat Hotel Menara Bahtera. Jam tanganku sudah menunjukkan pukul 19 lebih dikit ketika kami selesai makan. Langsung saja kami buru-buru menuju Ewalk. Sesampainya di sana, kebetulan antrean di kasir tidak terlalu banyak, dan ketika kami sampai di kasir, aku bertanya, "Mbak, di sini kalau pakai e-cash Mandiri dapat diskon 50% ya?".
"Iya betul mas!", seru mbaknya yang memakai seragam putih hitam, sepertinya kasir baru yang sedang pelatihan.

"Terus caranya gimana Mbak", tanyaku.
Si Mbak kelihatan bingung, dan berusaha bertanya ke Mbak kasir senior di sebelahnya.
Si Mbak Kasir Senior pun menjawab, "Gini Mas, Mas sudah dapat OTP (One Time Password) dari Bank Mandiri?"

"Daftar gimana mbak, setahuku aku sudah daftar layanan e-cash", jawabku agak kebingungan. Aku pun memutuskan untuk keluar dari antrean dan berdiskusi dengan temanku.

"Eh Mat, sepertinya aku sudah daftar e-cash lho, saldonya juga ada", keluhku pada si Rahmat teman kantorku. Aku juga mencoba mencari informasi tentang penggunaan e-cash mandiri lewat internet, namun karena jaringannya lagi jelek saat itu, Mbah google pusing, nggak ketemu-ketemu jawabannya.

Penasaran dan dugaan salah paham dengan si Mbak Kasir, aku pun mendekatinya kembali.
"Mbak saya itu udah daftar dan saldonya juga ada!""
"Ok, sekarang Mas pengen nonton film apa?", jawab Mbaknya.

"Ïnterstellar Mbak untuk 4 orang", seruku.

"Semuanya setelah diskon jadi Rp70 ribu Mas, sekarang nomor OTP-nya berapa Mas?", tanya Mbaknya lagi.

"OTP? maksudnya? Ya udah mbak, aku tak telpon Customer Care Mandiri dulu!", jawabku dengan muka kecut sambil menahan rasa penasaran.

"Silahkan Mas, tadi juga ada Ibu-ibu yang gagal memakai e-cash juga, kemarin dari Pihak Bank Mandirinya menjelaskan kepada kami juga kurang begitu jelas", jawab si Mbak yang berusaha tetap sabar melayani kami.

Aku pun menelpon customer care Mandiri 14000 dan akhirnya memperoleh jawabanya, setelah menguras beberapa ribu perak pulsaku.

"Jadi Setelah Bapak pencet *141*6#, Bapak pilih menu e-cash angka 7, kemudian Bapak pilih menu Bayar, terus bapak pilih menu Toko, masukkan nominal pembayaran, kemudian masukkan PIN e-cash, nanti Bapak akan mendapat sms nomor OTP dari 3355", si Mbak customer care menjelaskan dengan rinci dan jelas.

Tampilan aplikasi e-cash Mandiri di iOS
Buru-buru, langsung saja kucoba agar nggak kehabisan kursi, maklum saat itu sepertinya penayangan perdana Interstellar di jaringan Bioskop XXI. Aku pun mendapat sms OTP dari 3355 dan langsung kuberikan ke mbak kasir untuk diotorisasi di EDC Mandiri. Akhirnya berhasil, dan tercetaklah 4 tiket berwarna kuning muda khas XXI.

Huh, leganya bisa transaksi pakai e-cash Mandiri. Untung saat itu nggak ada antrean panjang, aku datang 30 menit lebih sebelum film diputar, dan tentunya si mbak-mbak kasir yang kooperatif.

Oiya, ternyata e-cash juga ada aplikasinya untuk smartphone. Bisa download di Apple App Store untuk pengguna iOS atau di Google Play Store untuk pengguna android. Lebih praktis nggak perlu Dial ke *141*6#.

Wah, bakalan sering nonton ke XXI nih, dasar Bank Mandiri, tahu aja yang kumau....huh!


Wednesday, August 13, 2014

Pengalaman Beli Tiket Blitz Online dengan Kartu Kredit CIMB NIAGA


Antre Tiket di Bioskop? Jadi ingat dulu pernah antre tiket pengen nonton Film Laskar Pelangi di Amplaz Jogja sampai kurang lebih satu jam lamanya kaki ini menahan badan yang untungnya dulu masih kurus, he he.... Yang parahnya lagi sewaktu heboh rilis film 2012 tahun 2009 yang saat itu aku antre sampai hampir tengah malam di Pejaten Village, ternyata udah hampir sampai depan, eh abis tiketnya, sial!
Good Bye antrean keparat....! Sudah lama memang Bioskop jaringan 21/XXI punya program pembelian secara online dengan M-Tix-nya yang terkenal sangat ribet dan tidak user friendly. Blitz MEgaplex sebagai saingannya juga mengeluarkan Blitz Card yang bisa digunakan untuk membeli secara online ataupun di Blitz Machine. Si Blitz Card ini menurutku lebih simpel dari sistem M-Tix-nya Bioskop 21, namun menurutku belum efisien juga. Untungnya Blitz memberikan opsi lain untuk pengguna kartu kredit untuk membeli tiket secara online di website Blitz tentunya dengan biaya tambahan (aku lupa nominalnya) yang pasti di bawah Rp10.000,-. 

Ada lagi yang spesial dari Blitz ini, khusus pembelian dengan kartu kredit CIMB Niaga di halaman website CIMB Niaga khusus order tiket Blitz tidak dikenakan biaya tambahan sepeser pun, malahan jika kamu punya kartu kredit CIMB Niaga jenis Mastercard World / Platinum ataupun Visa Infinite / Platinum akan dapat diskon 25% dari harga normal.

Pertama kita masuk di websitenya, kita langsung disodori pilihan film, kemudian pilihan teater, tanggal dan jam. Setelah kita tekan tombol next ke halaman berikutnya, berisikan halaman sinopsis film dan pilihan tempat duduk. Dalam satu kali transaksi maksimal kita bisa membeli 4 tiket dan asiknya bisa memilih tempat duduk sesuka kita.

Pada halaman berikutnya kita diminta menulis alamat email kita ataupun Nomor HP (saya sarankan/ wajibkan untuk mengisi alamat email dengan benar dan seksama) untuk pengiriman kode booking dan passkey-nya. 

Setelah itu kita diarahkan untuk mengisi nomor kartu kredit CIMB Niaga kita, Masa berlaku kartu dan Nomor CVV (3 nomor paling belakang di balik kartu). Setelah semua data kita input, segera klik tombol Pay. Sistem pembayaran pun akan mulai bekerja. 

Jika data kartu kredit kita valid, akan segera dikirimi kode nomor verifikasi pembayaran ke HP kita yang terdaftar di sistem Bank CIMB Niaga yang akan kita masukkan ke website sebagai verifikasi validitas pembayaran kita melalui kartu kredit.

Setelah kode pembayaran kita masukkan dan di-approve oleh sistem pembayaran CIMB Niaga maka kita akan langsung mendapatkan Kode Booking dan Passkey yang juga dikirimkan ke alamat email ataupun Nomor HP kita (saat ini untuk pengiriman kode booking ke nomor HP selalu tidak ada, maka saya sangat menyarankan untuk mencantumkan alamat email dengan benar).

Nah, Kode Booking dan Passkey itulah yang akan kita inputkan ke Blitz Machine yang khusus untuk mencetak tiket dari pemesanan melalui kartu kredit.
Ada beberapa kendala yang sering muncul saat order online melalui website CIMB Niaga, diantaranya:
  1. Saat memilih Jam nonton tidak tertera waktu mana saja yang menampilkan film 2D ataupun 3D. Solusinya, sebelum kita order, sebaiknya kita lihat dulu jadwal filnya di website Blitz Megaplex untuk memastikan jam tayang mana yang menampilkan 2D atau 3D.
  2. Kadang koneksi internet terputus ataupun pembayaran gagal, maka kita seringkali mengulangi proses pembeliannya. Tapi tempat duduk yang kita pesan tadi statusnya not available dan tidak bisa kita pilih kembali. Namun, nggak perlu kecewa, ternyata itu hanya karena masih adanya bug di sitem ordernya. Kita tunggu saja 2 - 5 menit, kursi tersebut akan segera menjadi available.
  3. Seringkali konfirmasi kode booking dan passkey ke HP kita tidak ada. oleh karenanya, kita juga harus menginput email kita secara benar agar menerima konfirmasinya.
  4. Akhir-akhir ini setelah pembayaran di-approve oleh sistem, namun di halaman selanjutnya muncul keterangan terjadi kesalahan. Jangan terburu-buru menyimpulkan terjadi kesalahan, karena biasanya pembayaran yang sudah sukses otomatis mengirimkan kode booking dan passkey ke email kita. Ada jeda waktu kurang lebih 1-3 menit setelah pembayaran sukses, kita baru mendapatkan email konfirmasi dari Blitz Megaplex.
  5. Ada kejadian yang tidak pernah saya lupakan. Karena koneksi internet saya agak lemot saat itu, saat pembayaran saya sukses diterima oleh sistem, namun saya tidak mendapatkan email konfirmasi. Anehnya transaksinya di kartu kredit saya tetap tercatat sukses. Akhirnya saya komplain sampai 3 kali ke costumer care kartu kredit CIMB Niaga agar menghapus transaksi itu karena gagal. Solusinya saat koneksi internet kita lemot, sebaiknya kita tidak usah  order tiket online. Dan jika terjadi kejadian seperti saya itu, tidak perlu takut ataupun ragu untuk komplain ke Costumer care CIMB Niaga.
Beberapa kelebihan Order Online Tiket Blitz dengan Kartu Kredit CIMB Niaga:
1. Tidak perlu repot  registrasi kartu kredit kita.
2. Tidak terkena tambahan biaya, bahkan diskon untuk beberapa kartu tertentu.
3.  Tidak perlu Top Up (mengisi saldo seperti yang dilakukan pada Blitzcard ataupun M-Tix)

Saran saya untuk pengelola jaringan bioskop di Indonesia, jika ingin memenangkan persaingan di era mobile saat ini, salah satu caranya adalah semakin memperbanyak dan mempermudah alternatif pembelian tiket. Intinya mudah diakses dimana saja, tidak ribet, dan tentunya lebih efisien. Harus antre di loket bioskop sudah tidak zamannya lagi sekarang ini karena kesibukan masyarakat yang semakin tinggi dari tahun ke tahun. Sangat sayang menghabiskan waktu berlama-lama hanya untuk antre tiket. Aplikasi Mobile di Smartphone harus segera dibuat, tidak hanya sekedar menampilkan jadwal tetapi menyediakan metode pembelian tiket yang simpel dan efektif.

Baca juga: Review Kartu Kredit CIMB Niaga

Sumber Gambar: Screenshot halaman order Tiket Blitz di Situs CIMB Niaga (dok. pribadi)

Thursday, May 16, 2013

Star Trek Into Darkness

Mendengar Film Star Trek terbaru segera tampil di bioskop, tak membuatku antusias untuk menunggunya. Sejak awal aku tidak begitu tertarik ingin menonton film Sci-Fi yang satu ini. Tidak seperti halnya film Iron Man 3 yang telah rilis 3 minggu yang lalu, atau Fast n Furious 6 yang akan rilis 24 Mei pekan depan.

Hari senin kemarin iseng-iseng aku buka website IMDB dan kuketik Star Trek Into Darkness. "Wow, ratingnya 8,4 pasti luar biasa film ini!" pikirku spontan saat itu. Jarang-jarang imdb memberi rating 8 ke atas, walaupun film box office sekalipun. Iron Man 3 pun hanya sanggup bertengger di rating 7 koma. 

Tanpa basa-basi aku langsung memesan tiket online Blitz melalui website cimbclicks (fasilitas internet banking dari CIMB Niaga). Memang aku sebelumnya dengan temanku merencanakan akan nonton Star Trek jika rating di IMDB skornya 7 ke atas. Akhirnya kubeli 9 tiket untuk penayangan Rabu, 15 Mei 2013 pukul 18.45 WITA.

Sesampainya di Blitz Theater Plaza Balikpapan, tak terlihat antrean panjang ataupun anak-anak muda yang bejubel seperti halnya premier perdana Iron Man 3 25 April kemarin. Suasana lengang, antre hanya satu dua orang, dan satu dua gerombolan kawula muda Balikpapan. Maupun banyak antrean antau tidak, aku tidak peduli, kan sudah beli tiket online, tinggal cetak di Blitz Ticket Machine, ha ha.....

Di dalam Studio 4, studio yang paling besar di Blitz balikpapan yang biasanya dipakai untuk memutar film-film box office, suasananya pun tak jauh berbeda. jauh dari suasana riuh sudah kurasakan saat masuk ke studio. Antrean masuk dan mengambil kacamata 3D tak nampak saat itu. Begitu pula saat sudah duduk, kupandangi sekelilingku masih banyak bangku yang kosong, perkiraanku cuma 60% kursi yang terisi, padahal ini hari pertama Star Trek Into Darkness diputar di bioskop. Kondisi seperti ini sangat jarang kujumpai di Jakarta ataupun di kota-kota besar di Pulau Jawa. Mungkin karena gaung Star Trek yang tak sekencang Iron Man 3, jadinya hanya orang-orang penggemar film-lah yang tahu film ini diputar. Pengamatanku juga selama ini tentang gairah anak muda Balikpapan untuk menonton film tidak seheboh di Jakarta, ditambah lagi adanya 3 bioskop besar di kota ini mengakibatkan oversupply mengingat pangsa pasar yang tidak begitu besar di Balikpapan.

Kembali lagi ke bahasan Star Trek Into Darkness. Film dengan tokoh utama Jim Kirk dan Spock ini sudah jelas bercerita tentang penjelajahan antar bintang. Namun, film Star Trek kali ini tidak bercerita tentang perang antar manusia dengan musuh-musuh dari galaksi lain, melainkan lebih ke pengkhianatan ataupun musuh misterius.

Saya tidak akan membahas tentang jalan ceritanya namun banyak nilai-nilai yang kita ambil dari film ini. Misalnya dari karakter Jim Kirk yang dibalik karakternya yang bengal khas anak muda, namun sebagai kapten pemimpin misi penjelajahan ruang angkasa, dia bisa mengambil keputusan dengan tegas dan tidak plin-plan dengan segala risiko yang ada. karakternya yang melindungi dan sekuat tenaga menyelamatkan seluruh anak buahnya tanpa mempedulikan keselamatan jiwanya ataupun reputasinya merupakan ciri-ciri pemimpin sejati. Optimisme yang ditunjukkan oleh Jim Kirk juga perlu kita contoh, di saat semua orang disekitarnya mengatakan 'tidak bisa' namun karena dia yakin bisa dan meyakinkan kepada anak buahnya kalau mereka bisa melakukan sesuatu yang nampaknya mustahil itu, ternyata keyakinannya mampu mengalahkan ketidakmungkinan yang dianggap oleh sebagian besar orang.

Karakter unik lainnya ditampilkan secara menarik oleh Spock. Spock mewakili karakter yang kaku, taat akan prosedur organisasi, berhati-hati dalam menganalisis suatu kondisi, setia, tenang dan cerdas. Dalam suatu adegan terlihat bagaimana disaat Spock ingin menolong Jim Kirk dari ruangan yang masih terkontaminasi radiasi, tapi dia diperingatkan oleh salah satu teknisi jika dia akan menolong Kirk maka seluruh awak kapal ruang angkasa akan terkontaminasi. Karena dia seseorang yang taat prosedur dan memperhatikan kepentingan yang lebih besar bagi orang banyak, maka dia terpaksa mengorbankan emosinya melihat Kaptenya (Jim Kirk) mati secara perlahan karena terkena radiasi. Spock juga menampilkan sosok yang pandai bernegosiasi dengan tetap tenang dan cerdas terhadap musuhnya walaupun kondisi sekelilingnya sedang kacau pada saat itu. Ketenangan dalam menghadapi permasalahan memang akan melahirkan keputusan yang cerdas, itulah yang ditampilkan Spock. Sikap waspada dan hati-hati juga ditunjukkan oleh Spock dengan tidak begitu saja mempercayai omongan serta sikap Khan yang mendadak manis. Untuk menjawab keraguannya dia mencari fakta dari temannya di planet lain mengenai Khan yang ternyata musuh antar galaksi yang sangat kuat dan paling berbahaya. Hal ini mengajarkan betapa pentingnya kita memutuskan sesuatu berdasarkan fakta yang ada, bukan sekedar kabar burung, gosip, ataupun hal-hal yang hanya tampak di luarnya saja. 

Tokoh lainnya adalah Carol Marcus. Soerang ahli senjata canggih putri dari seorang Laksamana. Dia menampilkan sosok yang berani melawan kebatilan, meski yang dilawan adalah ayah kandungnya sendiri. Dia seseorang yang tidak hanya ingin berpangku tangan melihat kejahatan yang akan dilakukan oleh ayahnya.

Ada satu hal penting juga yang dapat kita ambil dari film ini adalah kita biasanya melihat karakter orang dari sikap luarnya saja, namun kita tidak melihat hati orang tersebut atau latar belakang mengapa orang tersebut melakukannya. Cara pandang seseorang terhadap sesuatu akan mempengaruhi sikap dia dalam bertindak. hal ini tercermin saat adegan Jim Kirk, Spooc dan Uhura berada dalam satu pesawat kecil menuju permukaan sebuah planet. Saat itu Uhura sedang bertengkar dengan Spock karena Dia menganggap Spock tidak mempunyai emosi, egois, seperti robot. Ternyata dugaan Uhura akan karakter Spock itu salah, Spock melakukan semua itu karena dia sudah jenuh dengan yang namanya kesedihan, rasa kehilangan saat planetnya hancur karena diserang musuh sehingga dia coba mengabaikan emosi-emosi itu namun dia tetap punya rasa kasih sayang, rasa sedih yang memang tidak ditunjukkan secara vulgar seperti orang awam pada umumnya.

Film yang tersaji kurang lebih 2 jam ini menyuguhkan efek 3D yang luar biasa. Bagaimana sebuah tombak nampak benar-benar melesat menuju muka kita. ataupun kapal ruang angkasa yang seolah-olah berada di depan mata kita. Aku jadi membangkan kalau film ini diputar di IMAX 3D pasti efeknya akan sangat luar biasa. Sayang sekali di Balikpapan tidak ada teater IMAX 3D.

Alur ceritanya yang menarik dan efek 3D nya yang luar biasa, tidak percuma kalau IMDB mengganjar Star Trek Into Darkness ini dengan Rating 8 koma. Aku pun merasa puas menontonya, walaupun ada salah satu temanku yang nonton saat itu sempat ketiduran, ha ha......


Tuesday, April 30, 2013

Cinta Bioskop 1

Aku memang seorang pecinta bioskop. Dulu sewaktu aku masih kecil sering aku diajak Ibuku bersama kakakku nonton bioskop di kota kecil tempat kami tinggal. Film yang diputernya pun kebanyakan film lokal yang saat itu sedang jaya-jayanya di akhir dekade 80-an. Saur Sepuh, Tutur Tinular, sampai dengan Misteri Gunung Merapi yang ada tokoh Mak Lampir di dalamnya sering aku tonton.

Bioskop Indra namanya, sebuah Bioskop kecil yang sekarang hanya tinggal kenangan menjadi toko bahan bangunan di tepi jalan Daendels yang membelah kota Pensiunan yang terkenal dengan Nasi Gandul-nya. Tak ada bangku empuk semacam di XXI ataupun Blitz Megaplex yang kursinya bisa melipat sendiri. Tak Ada AC yang sejuk, tak ada penjaga loket yang cantik-cantik, tak ada pula gerai pop corn. Yang ada hanya bangku-bangku kayu yang ditata berderet yang entah pernah dibersihkan atau tidak, dan karena selalu gelap, tertutup dan cenderung lembab, jadilah sarang kutu busuk (tinggi) yang 'nyempil'di sela-sela kursi. Setiap kali aku pulang dari nonton bioskop, pasti kedua pahaku penuh dengan bentol-bentol gatal (biduren)karena digigit kutu busuk yang tidak terasa karena aku asik menikmati jalan ceritanya.

Dulu hampir di setiap kota kecil di Pulau Jawa mempunyai bioskop, bahkan tidak hanya satu. Namun, akhir pertengahan dekade 90-an bioskop-bioskop itu mulai berguguran seiring runtuhnya industri perfilman tanah air. Aku masih ingat gimana setiap sore petugas bioskop berkeliling kota dengan mobil bak terbuka  berteriak-teriak menggunakan TOA sambil menyebar pamflet yang berisikan promosi film. Pamflet yang menurutku bagus kualitasnya itu, karena dicetak berwarna, membuat kami sering mengejar mobil petugas bioskop itu sambil mengumpulkan pamflet yang disebar sepanjang jalan. ada pamflet berisikan film Warkop Dono Kasino Indro (DKI) yang terbaru, Robo Cop, sampai Saur Sepuh dengan background tokoh utamanya Brahma Kumbara didampingi oleh Lasmini dan Mantili.

Tibalah tahun 2002 aku hijrah ke Jogjakarta untuk kuliah. Selama di Yogyakarta aku sering nonton di Bioskop Mataram. Menurutku Bioskop ini mempunyai ruang yang luas dan mungkin terbaik di Zamannya. Beberapa film seperti Andai Ia Tahu, 30 hari mencari cinta, Virgin, Ghost Ship, Biarkan Bintang Menari, Empat Sehat Lima Sempurna, Rumah Pondok Indah, sampai dengan film debutnya Si Cantik Sandra Dewi yaitu Quickie Express kutonton di bioskop ini. aku juga merasakan pertama kali antre panjang beli tiket film Eiffel I'm in Love juga di Bioskop Mataram ini. Seringkali kujumpai tikus numpang lewat di dinding bioskop menjadi 'hiburan' tersendiri. 

Bioskop Mataram juga menjadi tempat nge-date yang lumayan murah saat itu. gimana tidak, tiket cuma 6000 cocok lah buat mahasiswa yang kantongnya pas-pasan. Seminggu bisa tiga kali aku nonton di situ. Namun sayang Bioskop mataram yang menyimpan banyak kenanganku sekarang sudah tutup. Beberapa tahun lalu Bioskop Mataram terkena angin puting beliung yang mengakibatkan sebagian besar atapnya terbang dan rusak parah, ditambah lagi karena sudah muncul bioskop jaringan 21 di Ambarukmo Plaza Jogja, jadilah semakin kalah pamor dan tamatlah riwayatnya daripada rugi berkepanjangan.

(bersambung.......)