Showing posts with label PLN. Show all posts
Showing posts with label PLN. Show all posts

Friday, November 24, 2017

Praktis Beli Token Listrik Pakai Go Bills by Gojek

Menu Go Bills Gojek
Beberapa hari lalu, Gojek resmi meluncurkan fitur terbarunya yaitu, Go Bills. Semula kupikir fitur baru Gojek ini diperuntukkan untuk memfasilitasi pembayaran tagihan pelanggan prabayar PLN, BPJS, ataupun tagihan-tagihan lainnya. Eh, ternyata dugaanku salah. Go Bills juga bisa dipakai untuk beli Token Listrik Prabayar! Asikkk...... Kalau gini kan kepakai juga saldo Gopayku yang lumayan banyak itu.

Bagaimana saldo gopayku nggak banyak, lha wong tiap minggu selama promo dari Digibank cashback 50% jika top up GoPay, jadilah tiap minggu ku-top up Rp100 ribu saldo GoPay-ku via Digibank. Lumayan beli Rp100 ribu, dapat cashback Rp50 ribu. Mumpung masih promo, nimbun saldo GoPay, hehe.....

Bingung mau kuapain saldo GoPay-ku, karena aku juga jarang-jarang juga pakai GoJek, jarang pula beli pulsa via Go Pulsa, pesan Go Food juga jarang-jarang. Eh, akhirnya sekarang GoPay bisa buat beli token listrik, jadilah sekarang nimbun listrik, haha.....

Dari menu Go Bills kita akan dihadapkan pada 2 pilihan, yaitu PLN atau BPJS. Nah, ketika kita pilih PLN, akan muncul pilihan Prabayar, Pascabayar, dan Non-Taglis. Kupilih Prabayar, dan kita diminta memasukkan nomor KWH meter atau ID Pelanggan kita. Ada pilihan nominal token yaitu 20.000, 50.000, 100.000, 200.000, 500.000, dan 1.000.000. Kupilihlah nominal Rp100 ribu, dikenakan biaya admin Rp1.500,-, jadi total yang harus kubayar Rp101.500,-. Begitu transaksi sukses, 20 digit nomor token langsung muncul dan siap kita inputkan ke KWH Meter. Cukup Praktis dan realtime! Good Job Gojek!

20 Digit Token Listrik Otomatis Muncul ketika Traksaksi Sukses
Pilihan Nominal Token Listrik Prabayar

Friday, October 13, 2017

Tips Membeli Token Listrik Prabayar Lebih Murah

Sebagian besar rumah baru yang sekarang ini dibangun, listrik yang digunakan kebanyakan tipe prabayar. Listrik jenis ini perlu diisi ulang 'pulsanya' dalam bentuk token yang nanti dikonversi menjadi sejumlah kwh. Kita bisa melakukan pembelian token listrik prabayar di berbagai merchant yang ada. Nah, ada beberapa tips agar kita mendapatkan token listrik dengan harga yang termurah sebagai berikut:

  1. Agar tidak terkena biaya Materai sebaiknya kita membeli voucher listrik dengan nominal dibawah Rp250 ribu, karena kalau lebih dari Rp205rb akan terkena biaya materai Rp3000, lumayan kan Rp3000 setara sekitar 2 kwh. Kalau lebih dari Rp1 juta malah bisa terkena biaya materai Rp6000,- , tapi sepertinya maksimal pembelian token listrik oleh PLN dibatasi sampai satu juta rupiah saja dalam sekali transaksi.
  2. Sekarang token listrik tidak hanya dijual melalui ATM, internet banking, mobile banking, ataupun merchant-merchat mitra PLN dan para penjual pulsa, sekarang banyak marketplace (mall online) semacam Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Lazada, dll yang berlomba-lomba menjual token listrik dengan diskon yang cukup lumayan. Jadi pilihlah salah satu yang memberikan diskon terbesar.
  3. Bisa juga kalaupun nggak ada diskon, pilihlah merchant yang membebaskan biaya admin.
  4. Kalaupun ingin beli token listrik dalam jumlah yang besar, lebih baik dilakukan dengan nominal yang kecil-kecil (tidak dalam sekali transaksi) agar tidak terkena biaya materai, tapi perlu dipastikan dulu merchant tempat kita membeli tidak membebankan biaya administrasi, syukur-syukur ada diskon atau cashbacknya.
  5. Terakhir yaitu update dengan tarif dasar listrik (TDL) PLN, ketika PLN berencana menaikkan TDL lebih baik kita membeli token listrik terlebih dahulu dalam jumlah yang relatif banyak jika tidak mau terkena tarif baru.
Yang paling penting adalah kita perlu menghemat penggunaan listrik, dengan sendirinya nanti biaya untuk listrik rumah tangga kita pun akan berkurang, kalaupun ada kenaikkan TDL juga dampaknya tidak terlalu signifikan terhadap kita, karena kita sudah memulainya dengan hemat listrik.

Tuesday, September 12, 2017

Unduhl Aplikasi PLN Mobile Dapat Token Listrik Gratis

Homepage Aplikasi PLN Mobile

Hari Minggu kemarin, nggak sengaja aku baca berita di media online bahwa PLN sedang mensosialisasikan aplikasi mobile mereka yaitu PLN Mobile. Dalam berita itu ada gimmick menarik untuk mengunduh dan mengaktivasi aplikasi PLN Mobile. PLN akan memberikan token listrik senilai Rp20.000 untuk 100 ribu orang pertama yang mengunduh aplikasi PLN mobile mulai tanggal 10 s.d. 30 September 2017. "Wah perlu dicoba nih, lumayan dapat token listrik gratis, hehe....!" pikirku saat itu.

Bergegas kuambil HP dan kuunduh aplikasi PLN mobile melalui Google Play Store. Oiya, untuk aplikasi ini baru tersedia untuk OS Android ya, pemakai iPhone sementara ini belum bisa pakai, hehe.... sudah kucoba unduh di iPad ternyata aplikasi PLN Mobile tidak ada di Appstore Apple.

Dalam aktivasi kita perlu melengkapi data kita termasuk mencantumkan Nomor KWH meter, alamat email maupun nomor telepon kita. Prosesnya cepat dan kita langsung bisa masuk ke halaman utama aplikasi ini. Di menu Home ada berbagai menu diantaranya menu Permohonan, Pengaduan, informasi, Feedback, contact center PLN 123, dan tentunya menu profile pengguna.

Bonus Token Listrik Senilai Rp20ribu
Dengan adanya menu-menu itu, proses permohonan pasang baru ataupun tambah daya akan lebih mudah, Menu informasi menyediakan berbagai macam informasi terkait tagihan dan token listrik, Info tarif Listrik Berlaku (TDL), simulasi pasang baru, simulasi perubahan daya, dan simulasi penerangan sementara.

Di menu informasi terkait tagihan dan token listrik, kita dapat melihat riwayat pembelian token yang dirinci dengan detail. Oiya, untuk token listrik senilai Rp20 ribu dari PLN akan dikirimkan maksimal 2 hari setelah aktivasi. Aku sendiri mendapatkan token listrik keesokan harinya usai aku aktivasi malam harinya. Bonus token listrik dapat dilihat di menu informasi  tagihan dan token listrik. Benar bonusnya Rp20ribu setara dengan 13.3 kWh. Lumayanlah....

Semoga melalui aplikasi PLN Mobile ini, PLN akan semakin meningkatkan layanannya dengan responsif dan efektif, sehingga kepuasan pelanggannya akan terus meningkat.

Monday, November 30, 2015

Beli Token Listrik Murah di CIMB Clicks Niaga

Berita hari ini rame-rame menyiarkan kabar yang tentunya kurang mengenakkan bagi masyarakat Indonesia khususnya konsumen listrik rumah tangga 1300 VA dan 2200 VA yang per 1 Desember 2015 dini hari nanti akan diberlakukan Tarif baru listrik tanpa subsidi sama sekali, jadi selanjutnya Tarif listriknya akan berubah-ubah sesuai mekanisme Pasar. Tinggal listrik dengan daya 900 VA dan 450 VA saja yang masih menikmati subsidi.

Kenaikannya nggak tanggung-tangung, yaitu 11% dari semula Tarif per kWh-nya Rp1352 menjadi Rp1509 per kWh-nya. Luar Biasa!!!

Aku sebenarnya nggak mau stok Pulsa listrik banyak-banyak, tapi melihat kenaikannya yang fantastis tergerak juga hati ini untuk nyetok listrik. Aku biasanya membeli token listrik di internet banking CIMB Niaga alias CIMB Clicks. Mengapa aku sering beli di situ? Tak lain tak bukan karena tidak ada fee untuk bank-nya berbeda dengan beberapa bank besar lainnya. Cuma dipotong Pajak Penerangan Jalan (PPJ).

Mumpung belum tanggal 1 Desember kubelilah token listrik senilai Rp300rb ternyata diluar dugaanku ada biaya lain selain PPJ yaitu Biaya Materai. Betul sekali biaya Materai, aku melupakan yang satu itu!

Karena transaksiku melebih Rp250rb dan kurang dari Rp1juta maka transaksiku dikenakan biaya Materai Rp3000,-n ya sudahlah itung-itung turut menyumbang pendapatan negara,hehe....

Nah dalam struknya aku mendapatkan kWh sebanyak 213, berarti benar masih menggunakan skema Tarif lama, dimana biasanya jika aku beli token listrik Rp100rb hsnys mendapat 71 kWh.

So, kalau mau nyetok listrik dengan Tarif lama, buruan malam ini beli token listrik sebelum naik 11% dini hari nanti. Dan kalau bisa pilihlah merchant atau bank sebagai distributor token listrik yang bebas biaya, haha....

Wednesday, October 8, 2014

Wisata Pembangkit Listrik, Kenapa Tidak?


Okelah PLN sebagai perusahaan penghasil listrik, namun apakah haram PLN punya bisnis sampingan sebagai pengelola wisata pembangkit listrik. Hah, wisata pembangkit listrik? Aneh-aneh saja.... Eits.. tunggu dulu, coba kita bahas satu persatu ide wisata pembangkit listrik ini.

1. Wisata Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB)

Apa sih yang orang ingin lihat saat berwisata? Pastinya yang spektakuler, megah, unik, indah, ataupun banyak sarana hiburannya. Lalu apa yang menarik dari wisata pembangkit listrik tenaga bayu ini? Jawabannya adalah kincir-kincir angin raksasa yang menjulang tinggi seperti di Eropa yang pasti membuat banyak masyarakat Indonesia penasaran, kan bangsa kita terkenal sebagai bangsa yang suka penasaran akan hal-hal baru.

Indonesia memang belum punya pembangkit listrik tenaga bayu dalam skala komersial yang mengharuskan adanya kincir-kincir raksasa  sebagai penggerak turbinnya, namun di Pantai Selatan Yogyakarta sudah terdapat kincir-kincir angin kecil yang digunakan sebagai tenaga listrik mandiri oleh masyarakat setempat. Kincir-kincir angin yang relatif biasa dan sederhana ini pun sudah membuat decak kagum sebagian masyarakat, dan menjadikan kincir-kincir angin sederhana itu menjadi objek wisata baru terutama wisata edukasi untuk anak-anak sekolah yang ingin tahu bagaimana energi angin diubah menjadi energi listrik. Bagaimana kalau sudah ada PLTB dalam skala komersial ya, bukan anak-anak sekolahan lagi yang datang melainkan orang awam pun penasaran dengan kincir-kincir raksasa-nya seperti di negera-negara Eropa, dan sudah dapat dipastikan aksi selanjutnya adalah ber-selfie ria dengan background kincir-kincir angin raksasa akan segera bermunculan di media sosial.

Pertanyaannya kenapa PLN tidak membangun PLTB skala komersial? Yang saya dengar sudah lebih dari setahun yang lalu, investor dari Amerika akan membuat PLTB skala komersial dengan kincir-kincir raksasanya di Kawasan Pantai Samas, Bantul dan berencana akan menjual listriknya ke PLN. Meskipun PLTB membutuhkan investasi awal yang sangat mahal dibandingkan investasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) atau dengan kata lain dengan nilai investasi yang sama, PLTU menghasilkan output listrik yang jauh lebih besar daripada PLTB. Namun, yang terpenting kan untuk jangka panjang PLTB sangat menguntungkan, karena tidak memerlukan pasokan bahan bakar seperti halnya PLTU.

Disamping menguntungkan secara jangka panjang baik dari segi biaya operasionalnya maupun dampak negatifnya terhadap lingkungan hidup yang sangat minim, PLTB akan mengundang banyak wisatawan. Coba bayangkan, ada resort yang dibangun di sekitar PLTB, dimana selain pemandangan pantai sebagai daya tariknya juga sekaligus pengunjung bisa menikmati pemandangan kincir-kincir angin raksasa yang berdiri tegak menyangga langit. Saya sendiri membayangkan suatu ketika jika PLTB di Pantai samas sudah terbangun saya akan mengajak anak istri saya untuk melihatnya, bersantai menggelar tikar di pinggir pantai sambil memandang kincir-kincir angin raksasa itu berputar sepertinya sangat menyenangkan. Kincir-Kincir Angin Raksasa sudah dipastikan akan mengundang decak kagum siapa pun yang melihatnya, apalagi anak-anak kecil yang selalu ingin tahu hal baru. Tidak hanya saya sekeluarga yang berencana mengunjunginya, hampir bisa dipastikan banyak keluarga-keluarga muda dengan putra-putri mereka akan berbondong-bondong melihat kincir-kincir angin raksasa.

Nah, meskipun bukan PLN yang membangun PLTB-nya, paling tidak PLN melalui anak usahanya bisa mengembangkan resort ataupun taman bermain di sekitar PLTB itu. Ide ini memang tampaknya aneh, namun tidak ada salahnya PLN juga berbisnis wisata, malahan bisa membuka banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar PLTB yang secara tidak langsung sebagai bagian dari aksi Corporate Social Responsibility (CSR)-nya PLN.

2. Wisata Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS)

Mengapa PLN belum membuat Pembangkit Listrik Tenaga Surya skala besar? Memang sekarang PLN sudah punya beberapa PLTS di beberapa Wilayah Indonesia Tengah dan Timur, namun masih dalam skala yang relatif kecil. Coba bayangkan kalau PLN punya PLTS dengan skala yang sangat masif seperti yang ada di Negara-Negara Barat. Wow pastinya....! Lha terus bagaimana bisa masyarakat bisa tertarik berwisata di PLTS kalau ukurannya cuma secuil. Seandainya PLN punya PLTS yang sangat besar, canggih dan mempunyai menara pandang yang kira-kira setinggi Monas lah untuk melihat pemandangan panel surya yang terhampar luas di bawahnya. Dengan panel surya yang dapat diubah-ubah arahnya sesuai dengan arah datangnya sinar matahari pasti memukau setiap orang yang melihat dari menara pandang. Dengan hal-hal baru seperti itu, tentu masyarakat akan berbondong-bondong mendatanginya karena 'penasaran'.

Potensi-potensi inilah yang perlu jeli ditangkap oleh PLN agar investasi di bidang energi listrik tetap menguntungkan secara ekonomi maupun lingkungan hidup, salah satunya dengan memanfaatkan pembangkit listrik yang menarik secara visual dan ramah lingkungan sebagai sumber pendapatan tambahan bagi PLN ataupun masyarakat di sekitarnya. PLN tidak perlu ragu dan takut mengeluarkan investasi yang sangat besar untuk pembangunan PLTB ataupun PLTS karena jika PLN bisa memadukannya dengan skema bisnis wisata yang bagus akan mampu menghasilkan keuntungan yang bisa digunakan untuk ekspansi pembangunan pembangkit listrik-pembangkit listrik baru yang ramah lingkungan. Pada Akhirnya, tidak mustahil di seluruh Wilayah NKRI akan bebas pemadaman listrik.


Menangkap ide dari pelanggan melalui kompetisi blog adalah upaya yang cukup kreatif dari manajemen PLN. Maju terus PLN, teruslah kreatif dan berinovasi demi kepuasan pelangganmu!

Monday, August 12, 2013

Pengalaman Tambah Daya Listrik PLN Gratis

Senin, 29 Juli kubaca berita di detik.com jika PLN mengadakan promo gratis biaya tambah daya sampai dengan 31 Agustus 2013. Tertarik dengan promonya, tanpa basa-basi langsung kutelpon contact center PLN di 123. Aku ingin menambah daya listrik di rumah yang semula 1300VA menjadi 2200VA.

Oleh petugas contact center, aku ditanya lokasi rumah, besaran penambahan daya yang diharapkan. Rumahku yang sudah memakai listrik pintar pra bayar, untuk penambahan daya ini tidak dikenakan biaya, kecuali diwajibkan untuk membeli token perdana minimal seharga Rp5000,-. Kuputuskan untuk memilih token seharga Rp50.000,-. Setelah data-dataku dikonfirmasi kembali, si petugas memberiku nomor registrasi yang mana aku diharuskan membayar biaya token sebesar 50rb melalui ATM Mandiri, BCA, atau BRI dengan masuk ke menu non tagihan listrik (non taglis).

Aku berpesan kepada si petugas jika di rumah pada jam kerja (hari senin s.d. jumat) tidak berada di rumah, jadi aku pesan agar petugas PLN-nya datang hari sabtu atau minggu saja. Nomor HP-ku kemudian dicatat, dan sang petugas contact center mencatat special request-ku dalam order penambahan daya. AKu juga diminta untuk menyerahkan fotokopi KTP pada petugas yang datang nantinya. Sang petugas juga tak lupa untuk mengingatkanku agar tidak memberikan tips kepada petugas yang akan menambah daya demi terciptanya PLN yang bersih.

Usai semua proses pemesanan tambah daya, aku langsung meluncur ke ATM Mandiri untuk mentransfer token sebesar 50rb melalui menu non taglis. Namun setelah kucoba berkali-kali, ternyata transaksinya tetap dinyatakan gagal. Aku langsung beralih ke ATM BCA, dan akhirnya berhasil juga.

Hari Rabu Sore 31 Juli, sepulang dari kantor tiba-tiba aku mendapat telepon dari orang tak dikenal. Ternyata aku ditelpon oleh petugas dari PLN yang akan menambah daya listrik. Si petugas bilang jika dia sudah berada di depan rumah di Tangerang Selatan, padahal hari senin sudah kuwanti-wanti kepada petugas call center untuk memberitahukan agar pelaksanaan penambahan dayanya dilakukan di hari Sabtu atau minggu saja. Kemudian kuberi penjelasan kepada si petugas yang sudah terlanjur datang ke rumah agar datang kembali pada hari sabtu, dan dia pun menyetujuinya.

"Ternyata cepat juga pelayanan PLN, cuma lewat telepon sudah ditanggapi dengan sangat cepat!", pikirku saat itu. Hari Sabtu, 3 Agustus 2013 si petugas datang lagi dan mengubah daya listrik di rumah menjadi 2200VA dengan mengganti MCB pada KWH Meter.

Aku memutuskan untuk mengubah daya listrikku yang lebih tinggi agar besok-besok tidak perlu repot-repot lagi mengurus tambah daya, disamping faktor gratisnya itu, he he.... padahal utnuk saat ini daya 1300VA sudah sangat mencukupi, tapi siapa tahu beberapa tahun mendatang kebutuhan listrik rumah tanggaku semakin tinggi. Selisih Tarif antara 1300 VA dengan 2200VA juga tidak begitu signifikan hanya Rp25,- per Kwh setelah kenaikan tarif dasar listrik tahap IV bulan Oktober 2013 nanti.

Kesimpulannya: Cukup mudah dan praktis untuk tambah daya. Hanya 5 hari bahkan sebenarnya bisa cuma 2 hari sudah tertangani. Dan yang paling penting, GRATISSSSSSSS!

Sunday, June 23, 2013

Listrik Pintar PLN Prabayar

Kwh meter di rumahku (dok. pribadi)
Mau Tak Mau aku menjadi pelanggan listrik prabayar sejak pertengahan tahun 2012. Banyak suara sumbang di luar mengenai keburukan listrik prabayar. Kata mereka lebih mahal lah biaya perbulannya, nggak praktis lah, repot kalau tengah malam kehabisan pulsa dan mati mendadak, dan segudang cerita nyinyir lainnya.

Pertama kali aku mengetahui ada listrik prabayar sekitar tahun 2010 saat aku ke Bank Mandiri di Gedung Kantor PLN Pusat Jakarta Selatan. Saat itu ada promosi dan pendaftaran listrik prabayar. Aku belum bisa membayangkan bagaimana ya proses kerja listrik prabayar itu, setahuku selama ini kan setiap bulan ada petugas PLN mencatat meteran listrik di rumah dan kita mendapatkan tagihan setiap bulannya yang  di dalamnya terdapat rincian biaya ada abonemen, pajak penerangan jalan (PPJ), dan jumlah KWH yang kita gunakan beserta besaran biayanya per bulan.

Aku baru tahu bagaimana listrik prabayar itu ya saat aku mulai pindah rumah. Ternyata setiap pemasangan baru instalasi listrik di perumahan, saat ini PLN mewajibkan dengan hanya memasang instalasi listrik prabayar. KWH meter-nya pun berbeda dengan listrik pasca bayar. Ada tombol-tombol semacam tombol di handphone untuk memasukkan pulsa listrik prabayar. Jadi memang mirip sistem pulsa prabayar telepon seluler, bedanya nomor token (20 digit) yang dimasukkan ke KWH meter listrik prabayar hanya bisa digunakan untuk satu KWH meter pengguna sesuai dengan nomor ID KWH meter tersebut. Jadi tidak ada istilahnya pencurian pulsa listrik.

Yang lebih keren lagi tidak ada masa kadaluwarsa untuk pulsa listrik prabayar. Listrik prabayar juga tidak ada abonemen perbulan, cuma ditambah PPJ saja. Rumah dengan listrik prabayar juga tidak ada kemungkinan diputus instalasi listriknya, tidak seperti pelanggan pascabayar yang ada kemungkinan diputus aliran listriknya karena menunggak tagihan, karena jika pulsanya habis yang listrik akan otomatis mati, dan cuma itu konsekuensinya bagi pelanggan.

Memang listrik prabayar dirancang oleh PLN untuk mengurangi bahkan menghilangkan (nantinya) tunggakan pembayaran yang sering dilakukan oleh oknum masyarakat, ataupun tidakan pencurian listrik dengan menaikkan daya listrik secara ilegal. Potensi negatif itulah yang tidak dimungkinkan terjadi sistem listrik prabayar, atau paling tidak lebih mempersulit masyarakat untuk berbuat curang. Yang pada akhirnya akan membuat keuangan PLN semakin membaik.

"Mas, rumahmu pakai listrik prabayar ya?", tanya seorang temanku

"iya, emang kenapa?"

"Wah, nggak enak tuh pakai prabayar, kalau mati listrik tengah malam repot cari penjual pulsanya!", tegasnya.

"Nggak masalah lah, kan aku bisa beli pulsanya langsung dari internet banking, toh nggak harus ke ATM atau ke counter pulsa, masih bisa kulakukan lewat HP!', jawabku enteng.

Menurutku listrik prabayar lebih murah daripada listrik pascabayar karena tidak ada biaya abonemennya. Jadi salah jika orang-orang masih berpikiran prabayar lebih mahal. Aku selama ini membeli pulsa listrik prabayar hanya melalui internet banking. Pada awalnya aku membelinya melalui internet banking Bank Mandiri, ternyata ada biaya tambahan administrasi sebesar Rp3.500,- per transaksi sama untuk berapapun nominal pulsa yang dibeli. Nah baru akhir-akhir ini aku beralih menggunakan internet banking CIMB Niaga yang bebas biaya administrasi. Lumayan ngirit 3500 perak, ha ha.....

Tadi pagi aku membeli lagi voucher pulsa listrik prabayar nominal 100ribu melalui internet banking CIMB Niaga (Cimbclicks). Ternyata pada rinciannya tertera jumlah Kwh yang kudapatkan sebesar 110,5. Adapula biaya PPJ sebesar Rp2.913,- dan RP Token 97.087,-. Iseng kuhitung berapa sih harga per KWH-nya? Kupakai hitungan 97087 dibagi 110,5 jadinya Rp878,6/Kwh. Berarti memang benar harganya sesuai dengan kenaikan harga listrik tahap kedua tahun 2013 ini yang untuk Daya 1300 Watt menjadi Rp879/Kwh.

Ayo jangan ragu memakai Listrik Prabayar!