Inilah salah satu risiko penerbangan murah, milih kursi saja nggak gratis, haha...... Selama ini aku tidak pernah mempermasalahkan ketentuan harus membayar biaya tambahan jika ingin memilih kursi pada penerbangan murah seperti Citilink, karena aku nggak peduli mau dikasih kursi nomor berapa oleh sistem Citilink ketika cek in, terserah depan atau belakang sekalipun, pinggir jendela, lorong ataupun ditengah-tengah tidak menjadi masalah bagiku.
Nah, ternyata ketentuan tambahan biaya saat memilih kursi baru kurasakan ketika aku pergi berombongan. Nggak lucu kan kalau duduknya terpisah-pisah jauh, diacak-acak oleh sistem, masak anak istri harus berbeda kursi berjauhan. Jadilah kuputuskan untuk membayar biaya pilih kursi.
Untuk satu kursi yang dipilih dikenakan tarif Rp40 ribu. Namun, bisa jauh lebih mahal jika kita milih di barisan depan yang kursinya ada semacam sarung kursi warna hijau. Tempo hari aku memilih untuk duduk di barisan belakang. Pembayaran kulakukan dengan kartu kredit, jika pembayaran dinyatakan sukses, akan segera tercetak boarding pass kita lengkap dengan nomor kursi yang kita pilih.
Ternyata saat penerbangan, untuk penumpang yang memilih kursi diberi air mineral botol kecil, lumayan lah, kebetulan saat itu air minumku lupa kuambil dari bagasi kabin. Kesimpulannya, ketentuan biaya tambahan untuk memilih kursi ini yang paling terkena imbasnya adalah bukan orang yang bepergian sendiri yang mayoritas cuek terhadap posisi kursi, melainkan keluarga yang bawa rombongan rame-rame.
Showing posts with label citilink. Show all posts
Showing posts with label citilink. Show all posts
Sunday, December 31, 2017
Sunday, November 12, 2017
Lebih Tenang dengan Web Cek In Citilink
Dulu kita sering terburu-buru ke bandara agar tidak terlambat cek in. Namun, sekarang kita semakin dimudahkan dengan berbagai fasilitas yang disediakan oleh maskapai, salah satunya adalah web cek in yang bisa kita lakukan darimana pun asal ada akses internet.
Seperti halnya maskapai lain, citilink punya juga fasilitas web cek in. Mirip dengan maskapai lainnya, mungkin hanya dibeberapaprosedur dan kebijakan saja yang berbeda. Misalnya Citilink menerapkan bahwa web cek in baru bisa diakses 48 jam sampai dengan 2 jam 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Lumayan lah cukup memadai rentang waktunya, kebanyakan maskapai membuka web cek in 24 jam sebelum keberangkatan.
Oiya kita bisa melakukan web cek in Citilink melalui laman Web Cek In Citilink atau bisa juga melalui aplikasi mobile yang bisa didownload di Appstore Apple atau Playstore Android. Pilih saja menu Web Cek in di aplikasinya, dan ikuti saja langkah selanjutnya. Hal pertama yang dilakukan adalah memasukkan kode booking dan nama belakang kita.
Tidak seperti web cek ini di Garuda ataupun Lion Air yang membebaskan kita untuk memilih tempat duduk, Citilink tidak menerapkan kebijakan serupa. Citilink mengenakan charge yang bervariasi untuk masing-masing posisi tempat duduk jika kita ingin memilihnya, tapi gratis jika kita tidak memilih tempat duduk alias dipilihkan otomatis oleh sistem Citilink, padahal beberapa waktu lalu sudah pernah digratiskan lho untuk memilih kursi, eh sekarang dikomersilkan lagi, haha.....
Kalau aku sendiri tidak pernah memilih tempat duduk kalau dikenakan charge seperti itu, lain halnya jika gratis. Kalau Anda berencana memilih kursi ketika web cek in, saya sarankan untuk mengaksesnya melalui komputer agar lebih nyaman navigasinya dibandingkan melalui aplikasi mobile.
Terakhir ketika kita sudah yakin dengan kursi yang kita pilih atau tidak memilih kursi, kita bisa melanjutkan untuk proses finalisasi web cek in. Kemudian akan muncul keterangan kalau kita sudah cek in dan boarding pass kita sudah bisa di print. Sayangnya tidak ada opsi untuk mengirim boarding pass ke email kita. Dulu setahuku ketika web cek in citilink, boarding pass akan langsung dikirimkan ke email kita, sesuai email yang kita cantumkan saat kita beli tiket di website citilink langsung. Namun, sekarang karena aku belum pernah lagi beli tiket ke website citilink langsung, dan seringnya lewat travel agent online seperti Traveloka, tiket.com dan lainnya, maka ketika web cek in citilink boarding passnya tidak terkirim otomatis ke emailku, mungkin terkirim ke email travel agent. Fitur ini sepertinya sepele, tapi sangat membantu ketika tersedia opsi untuk mengirimkan boarding pass melalui email ataupun via SMS seperti yang disediakan maskapai lain.
Sesampainya bandara, meskipun kita sudah web cek in, kalau kita bawa bagasi harus tetap ke counter. Namun, kalau kita tidak perlu bagasi kita bisa juga tidak mampir counter dengan berbekal boardingpass yang sudah kita pegang sebelumnya, tapi saya menyarankan untuk ke counter untuk mengetahui informasi mengenai gate mana yang harus dituju, atau mungkin ada informasi delay, dan bisa juga cetak ulang boarding pass yang sudah dilengkapi dengan keterangan Gate berapanya.
Seperti halnya maskapai lain, citilink punya juga fasilitas web cek in. Mirip dengan maskapai lainnya, mungkin hanya dibeberapaprosedur dan kebijakan saja yang berbeda. Misalnya Citilink menerapkan bahwa web cek in baru bisa diakses 48 jam sampai dengan 2 jam 30 menit sebelum jadwal keberangkatan. Lumayan lah cukup memadai rentang waktunya, kebanyakan maskapai membuka web cek in 24 jam sebelum keberangkatan.
Oiya kita bisa melakukan web cek in Citilink melalui laman Web Cek In Citilink atau bisa juga melalui aplikasi mobile yang bisa didownload di Appstore Apple atau Playstore Android. Pilih saja menu Web Cek in di aplikasinya, dan ikuti saja langkah selanjutnya. Hal pertama yang dilakukan adalah memasukkan kode booking dan nama belakang kita.
Tidak seperti web cek ini di Garuda ataupun Lion Air yang membebaskan kita untuk memilih tempat duduk, Citilink tidak menerapkan kebijakan serupa. Citilink mengenakan charge yang bervariasi untuk masing-masing posisi tempat duduk jika kita ingin memilihnya, tapi gratis jika kita tidak memilih tempat duduk alias dipilihkan otomatis oleh sistem Citilink, padahal beberapa waktu lalu sudah pernah digratiskan lho untuk memilih kursi, eh sekarang dikomersilkan lagi, haha.....
Kalau aku sendiri tidak pernah memilih tempat duduk kalau dikenakan charge seperti itu, lain halnya jika gratis. Kalau Anda berencana memilih kursi ketika web cek in, saya sarankan untuk mengaksesnya melalui komputer agar lebih nyaman navigasinya dibandingkan melalui aplikasi mobile.
Terakhir ketika kita sudah yakin dengan kursi yang kita pilih atau tidak memilih kursi, kita bisa melanjutkan untuk proses finalisasi web cek in. Kemudian akan muncul keterangan kalau kita sudah cek in dan boarding pass kita sudah bisa di print. Sayangnya tidak ada opsi untuk mengirim boarding pass ke email kita. Dulu setahuku ketika web cek in citilink, boarding pass akan langsung dikirimkan ke email kita, sesuai email yang kita cantumkan saat kita beli tiket di website citilink langsung. Namun, sekarang karena aku belum pernah lagi beli tiket ke website citilink langsung, dan seringnya lewat travel agent online seperti Traveloka, tiket.com dan lainnya, maka ketika web cek in citilink boarding passnya tidak terkirim otomatis ke emailku, mungkin terkirim ke email travel agent. Fitur ini sepertinya sepele, tapi sangat membantu ketika tersedia opsi untuk mengirimkan boarding pass melalui email ataupun via SMS seperti yang disediakan maskapai lain.
Sesampainya bandara, meskipun kita sudah web cek in, kalau kita bawa bagasi harus tetap ke counter. Namun, kalau kita tidak perlu bagasi kita bisa juga tidak mampir counter dengan berbekal boardingpass yang sudah kita pegang sebelumnya, tapi saya menyarankan untuk ke counter untuk mengetahui informasi mengenai gate mana yang harus dituju, atau mungkin ada informasi delay, dan bisa juga cetak ulang boarding pass yang sudah dilengkapi dengan keterangan Gate berapanya.
Monday, March 23, 2015
Biaya Perubahan Jadwal Citilink
![]() |
| Pesawat Citilink di Apron Bandara Juanda (Dok. pribadi) |
Nah, kebetulan sekitar minggu ketiga februari kemarin aku memesan tiket citilink untuk terbang pada tanggal 2 April dan pulang tanggal 5 April, lumayan ada libur hari jumat yang berarti bertambah panjang libur akhir pekanku, “bisa pulang ke Jawa nih, nengok Manggala!”, pikirku saat itu. Apalagi saat itu sedang ada promo diskon Rp125.800 kerja sama antara tiket.com dengan BCA dalam rangka ulang tahun BCA ke-58. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, kubelilah tiket dengan total harga sekitar 1,3 jutaan. Untung banget rasanya saat itu.
Tanggal 6 Maret Sore ternyata ada kabar mendadak bahwa diriku harus mutasi ke Pontianak. Ahhh Tidakkkkk…….! Aku memang sebenarnya sudah feeling mau pindah, makanya saat aku beli tiket terakhir itu rasanya gojag-gajig, beli nggak beli nggak….! Akhirnya kumantapkan beli karena ‘bujuk rayu’ diskon menggiurkan, dan kalaupun ada mutasi ya mskipun tiketnya nggak terpakai ya itung-itung syukuran. Ternyata beneran mutasi……
Agar tiketnya nggak hangus begitu saja, maka kujadwalkan ulang tiket citilink dari tanggal 2 April menjadi 20 Maret, dan dari tanggal 5 April menjadi 23 Maret. Sejak awal aku sudah tahu kalau biaya reschedule tiket citilink lumayan mahal dibanding tiket low cost carrier (LCC) lainnya. Jika Lion berkisar di rentang 100 ribuan, kalau citilink ternyata biaya dasar perubahan jadwal per tiket adalah Rp200ribu plus selisih harga beli tiket kita dulu dengan harga tiket sekarang. jadilah kemarin aku total untuk tiket pp membayar hampir 500ribu untuk biaya perubahan jadwalnya. Nggak papa lah, yang penting bisa ketemu anak istri dulu di kampung sebelum pindah tugas ke Pontianak.
Jadi sebaiknya jika membeli tiket citilink bahkan tiket garuda yang promo sekalipun paling tidak sudah punya jadwal yang fix, biar tidak terkena biaya tambahan yang gede saat merubah jadwal terbang. Memang pepatah ‘ono rego ono rupo’ jarang salah! Harga tiket murah kok minta risikonya rendah, risiko biaya mahal perubahan jadwal ya sudah sewajarnya. Kalau nggak mau terkena biaya perubahan jadwal yang jangan merubah jadwal atau beli sekalian tiket yang setidaknya kelas Y untuk Garuda Indonesia yang harganya bisa 2 kali tiket promo.
Tuesday, April 29, 2014
Mobile Apps Citilink : Mobile Check in dan Mobile Ticket Reservation
![]() |
| Homepage Aplikasi Citilink di iOS (dok. pribadi) |
Kebetulan saya menggunakan handset IOS, dan merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi ini. Aplikasi ini sangat praktis dan cepat serta hanya membutuhkan koneksi internet yang standar. Berbeda manakala membuka website Citilink untuk check in yang jika dilakukan di ponsel agak berat dan lambat dengan koneksi yang biasa.
Mobile check in dibuka mulai 14 hari sebelum jadwal terbang dan ditutup 2 jam sebelum jam terbang. Nah, ada pengecualian bahwa untuk penumpang hamil, yang membawa bayi, orang dengan pergerakan terbatas (cacat), anak di bawah usia 16 tahun, ataupun untuk penumpang dengan jumlah tiket lebih dari 9 dalam satu order. Kita hanya perlu memasukkan kode booking dan nama belakang kita. Selanjutnya muncul keterangan jadwal penerbangan kita, identitas penumpang, dan ada kolom dialog yang perlu kita centang (check list) jika data kita sudah siap untuk check in. Setelah kita tekan tombol check in maka jika berhasil akan muncul keterangan check in finished, otomatis boarding pass terkirim dalam email kita. Berbeda dengan web check in yang bisa memilih nomor kursi (dengan biaya tambahan), Mobile check in akan otomatis memberikan nomor kursi, tanpa memberi kesempatan kita untuk memilih nomor kursi.
Selain untuk Mobile check in, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memesan tiket. Cukup mudah dan cepat prosesnya seperti halnya memesan via website resmi Citilink, bahkan lebih praktis.
Selama ini maskapai di Indonesia yang punya aplikasi Mobile selain Citilink ada Garuda Indonesia, Air Asia, dan Tiger Airways ( Mandala). Lion Air kapan ya???
update: terakhir kali saat saya melakukan mobile check in dengan aplikasi ini mendapat kursi nomor 12A untuk berangkat dan 14D untuk kembali, yang ternyata dua-duanya berada di deretan pintu darurat, jadi lebih longgar ruang kakinya.
![]() |
| Term of Use aplikasi Cilitink (dok. pribadi) |
![]() |
| Find Flight di aplikasi Citilink iOS (dok. pribadi) |
Selain untuk Mobile check in, aplikasi ini juga dapat digunakan untuk memesan tiket. Cukup mudah dan cepat prosesnya seperti halnya memesan via website resmi Citilink, bahkan lebih praktis.
Selama ini maskapai di Indonesia yang punya aplikasi Mobile selain Citilink ada Garuda Indonesia, Air Asia, dan Tiger Airways ( Mandala). Lion Air kapan ya???
update: terakhir kali saat saya melakukan mobile check in dengan aplikasi ini mendapat kursi nomor 12A untuk berangkat dan 14D untuk kembali, yang ternyata dua-duanya berada di deretan pintu darurat, jadi lebih longgar ruang kakinya.
Friday, February 14, 2014
Balik Juga Pakai Tiket Promo Super Murah (Liburan Akhir Tahun Part 4)
Balik ke Balikpapan jadi perkara yang tidak mudah setelah liburan panjang akhir tahun. Mengapa bisa demikian? Ternyata semata-mata demi prinsip ekonomi yang tak lain tak bukan adalah memanfaatkan tiket promo citilink seharga 55rb.
Tentunya sama halnya seperti tiket promo saat bernagkat liburan akhir tahun lalu, tiket pulang ini pun dengan rute yang sama. Surabaya -Jakarta dan Jakarta Balikpapan. Jadinya, yang harusnya dari Pati aku bisa lansung ke Surabaya dan terbang ke Balikpapan, demi tiket promo super murah aku rela 'banyak' repot melalui Jakarta dulu sebelum ke Balikpapan.
4 Januari 2014 kutempuh perjalanan dari Pati ke Surabaya kurang lebih selama 6 jam. Ternyata pesawat Citilink yang kunaiki delay sejam lebih, jadinya aku sampai di Cengkareng sekitar pukul 10 malam. Dari Cengkareng aku tidak langsung terbang ke Balikpapan, soalnya jadwal di tiketku untuk keesokan harinya sekitar jam 5 pagi. Jadilah aku mampir ke rumahku di daerah Tangerang Selatan. Aku naik DAMRI jurusan Lebak Bulus dan kulanjutkan naik Taksi menuju rumah. Sekitar pukul setengah 12 aku baru sampai rumah, langsung saja aku tidur karena harus bersiap pukul 3 pagi untuk berangkat ke bandara.
Lho kok nggak nginep di bandara aja, kalau cuma 3 jam-an di rumah? Memang sih lebih enakan begitu, nggak capek, plus nggak banyak keluar uang taksi yang lumayan mahal. Tapi berhubung aku mau mengambil suatu barang di rumahku dan ngasih barang titipan kakakku yang tinggal di rumahku, jadilah kuputuskan untuk mampir rumah, meskipun capek banget rasanya.
Jam 3 pagi kurang, Taksi Transcab yang disopiri Mas Murwanto yang sudah kukenal pun datang padahal aku masih mandi saat itu. Jam 3 tepat kami pun berangkat menuju bandara. Karena jalan belakang bandara sudah ditutup untuk pembangunan jalur kereta Bandara, jadilah satu-satunya jalan yaitu lewat Tol yang jaraknya lebih jauh dari jalan belakang bandara, tentunya argo taksinya lebih mahal plus ongkos tol-nya yang lumayan. Tapi nggak masalah lah, yang penting nyaman dan aku bisa sambil merem.
Penerbangan pertama Citilink hari itu menuju Balikpapan tergolong tepat waktu meski sedikit terlambat. Alhamdulillah sampai di Balikpapan dengan selamat dan lancar.
Ternyata butuh 'pengorbanan' fisik yang lebih besar untuk menikmati tiket promo super murah, ha ha.....
Tentunya sama halnya seperti tiket promo saat bernagkat liburan akhir tahun lalu, tiket pulang ini pun dengan rute yang sama. Surabaya -Jakarta dan Jakarta Balikpapan. Jadinya, yang harusnya dari Pati aku bisa lansung ke Surabaya dan terbang ke Balikpapan, demi tiket promo super murah aku rela 'banyak' repot melalui Jakarta dulu sebelum ke Balikpapan.
4 Januari 2014 kutempuh perjalanan dari Pati ke Surabaya kurang lebih selama 6 jam. Ternyata pesawat Citilink yang kunaiki delay sejam lebih, jadinya aku sampai di Cengkareng sekitar pukul 10 malam. Dari Cengkareng aku tidak langsung terbang ke Balikpapan, soalnya jadwal di tiketku untuk keesokan harinya sekitar jam 5 pagi. Jadilah aku mampir ke rumahku di daerah Tangerang Selatan. Aku naik DAMRI jurusan Lebak Bulus dan kulanjutkan naik Taksi menuju rumah. Sekitar pukul setengah 12 aku baru sampai rumah, langsung saja aku tidur karena harus bersiap pukul 3 pagi untuk berangkat ke bandara.
Lho kok nggak nginep di bandara aja, kalau cuma 3 jam-an di rumah? Memang sih lebih enakan begitu, nggak capek, plus nggak banyak keluar uang taksi yang lumayan mahal. Tapi berhubung aku mau mengambil suatu barang di rumahku dan ngasih barang titipan kakakku yang tinggal di rumahku, jadilah kuputuskan untuk mampir rumah, meskipun capek banget rasanya.
Jam 3 pagi kurang, Taksi Transcab yang disopiri Mas Murwanto yang sudah kukenal pun datang padahal aku masih mandi saat itu. Jam 3 tepat kami pun berangkat menuju bandara. Karena jalan belakang bandara sudah ditutup untuk pembangunan jalur kereta Bandara, jadilah satu-satunya jalan yaitu lewat Tol yang jaraknya lebih jauh dari jalan belakang bandara, tentunya argo taksinya lebih mahal plus ongkos tol-nya yang lumayan. Tapi nggak masalah lah, yang penting nyaman dan aku bisa sambil merem.
Penerbangan pertama Citilink hari itu menuju Balikpapan tergolong tepat waktu meski sedikit terlambat. Alhamdulillah sampai di Balikpapan dengan selamat dan lancar.
Ternyata butuh 'pengorbanan' fisik yang lebih besar untuk menikmati tiket promo super murah, ha ha.....
Wednesday, January 22, 2014
Tiket Promo Citilink yang Menggoda (Liburan Akhir Tahun Part 1)
Jika kita sekarang berada di Balikpapan dan mau ke Surabaya tentunya paling praktis menggunakan moda pesawat terbang. Tiap hari lebih dari 10 kali jadwal penerbangan dari Balikpapan ke Surabaya yang dilayani maskapai Lion Air, Garuda Indonesia, Sriwijaya, dan Citilink.
Namun, apa yang terjadi jika mau ke Surabaya dari Balikpapan, tapi transit lewat Jakarta. Tentunya hanya orang tolol yang membuang lebih banyak uang untuk perjalanan yang lebih lama dan panjang.
Namun apakah demikian adanya?
Pada bulan Agustus atau September (aku lupa mana tepatnya) ada promo penerbangan dari Citilink seharga 55ribu rupiah ke semua rute penerbangan. Kondisi saat itu, Citilink telah menghapuskan rute penerbangan dari Balikpapan ke Surabaya.
Bagiku yang sering pulang ke Jawa untuk nengok anak istri tentunya promo-promo seperti itu bagaikan angin surga yang jarang-jarang bisa kujumpai. Aku memang sudah merencanakan untuk liburan akhir tahun 2013 bersama anak istriku ke Jakarta. Tapi sebelumnya aku harus menjemputnya terlebih dahulu di Tulungagung untuk bersama-sama naik kereta api Gajayana ke Jakarta yang tiketnya sudah kubeli sekitar 3 bulan sebelum keberangkatan. Berarti yang harus kulakukan adalah terbang dari Balikpapan ke Surabaya sebelum melakukan perjalanan darat dengan bus ke Tulungagung.
Persoalannya sekarang, agar bisa memanfaatkan promo yang sangat menarik itu, aku harus memutar otak menyiasatinya. Jadilah kuputuskan aku beli tiket Balikpapan-Jakarta dan Jakarta-Surabaya. Kelihatan sangat bodoh memang tapi cuma cara itulah agar aku bisa memanfaatkan promo itu. Meski dengan 2 penerbangan, aku cuma mengeluarkan uang 110 ribu plus 2x40 ribu airport tax di Sepinggan dan Cengkareng.
Menjelang hari H keberangkatan, aku berpikir untuk membeli tiket baru menggantikan tiket promo-ku itu yang ternyata jadwal terbangnya mepet banget dengan jadwal kereta apiku. Di Jadwal tiket promo direncanakan aku tiba di Surabaya itu pukul 1 kurang, dan kuperkirakan akan sangat mepet sekali dengan jadwal berangkat kereta Gajayana dari Tulungagung sekitar pukul setengah 6 sore. Namun niat cadanganku itu kuurungkan karena harga tiket yang menjulang mendekati libur panjang akhir tahun.
Jadilah aku tetap untuk menggunakan tiket promoku dengan segala kerepotan dan risiko yang ada.
Naik Bus DAMRI Bandara ke Bungurasih memakan waktu sekitar 30 menit. Dari Terminal naik Bus Patas AC Harapan Jaya kutinggalkan Bungurasih dengan dada yang selalu berdegup kencang karena dikejar deadline keberangkatan kereta. Dadaku semakin berdegup kencang ketika terjadi macet panjang dan relatif lama di Mojokerto, padahal selama aku bolak-balik Balikpapan-Tulungagung melalui jalan Surabaya-Mojokerto jarang terjadi macet panjang.
Pukul setengah 5 sore baru sampai Jombang, dan dadakui tambah berdegup kencang karena ternyata Bus-nya berhenti sejenak di POM Bensin karena banyak penumpang yang kebelet pipis akibat dari kemacetan panjang di Mojokerto. Aku sendiri saat itu lagi dongkol sekali karena semakin tergerus deadline waktuku.
Akhirnya sekitar pukul setengah 6 sore aku memutuskan untuk turun di Alun-alun Kediri yang relatif dekat dengan stasiun, karena estimasiku yang hampir 100% benar jika aku memaksa turun sampai Tulungagung pasti aku ketinggalan kereta.
Kebetulan saat itu di Kediri sedang hujan yang lumayan lebat. Aku bertanya untuk mencari tukang ojek, ternyata tidak ada, aku pun memutuskan naik becak menuju stasiun, tapa basa-basi menanyakan ongkosnya. Ku langsung naik ke becak kecil yang hanya muat satu orang dewasa itu dengan buru-buru sambil bilang ke tukang becak "Mas, cepat ya ke stasiun, ngejar kereta nih!".
Si Tukang becak dengan sigap menutup tirai becak yang terbuat dari plastik semi transparan. Ternyata si tukang becak mengayuh melawan arus kendaraan. Aku yang di dalam becak hanya bisa merasakan liukan-liukan becak memecah keramaian lalu lintas kediri. "lincah sekali tukang becak ini, nggak salah memang memilihnya, untung tirainya agak buram, kalau tidak pasti hatiku selalu was-was karena siap-siap aja diseruduk mobil atau motor.
Akhirnya setelah sport jantung di jalanan Kediri, sampailah di Stasiun Kediri. Setelah kutanya petugas, ternyata keretanya belum datang. Malahan saat kutelpon istriku yang saat itu berada di Stasiun Tulungagung, memberitahu jika keretanya belum datang dan terlambat sekitar 30 menit ...... (bersambung)
Namun, apa yang terjadi jika mau ke Surabaya dari Balikpapan, tapi transit lewat Jakarta. Tentunya hanya orang tolol yang membuang lebih banyak uang untuk perjalanan yang lebih lama dan panjang.
Namun apakah demikian adanya?
Pada bulan Agustus atau September (aku lupa mana tepatnya) ada promo penerbangan dari Citilink seharga 55ribu rupiah ke semua rute penerbangan. Kondisi saat itu, Citilink telah menghapuskan rute penerbangan dari Balikpapan ke Surabaya.
Bagiku yang sering pulang ke Jawa untuk nengok anak istri tentunya promo-promo seperti itu bagaikan angin surga yang jarang-jarang bisa kujumpai. Aku memang sudah merencanakan untuk liburan akhir tahun 2013 bersama anak istriku ke Jakarta. Tapi sebelumnya aku harus menjemputnya terlebih dahulu di Tulungagung untuk bersama-sama naik kereta api Gajayana ke Jakarta yang tiketnya sudah kubeli sekitar 3 bulan sebelum keberangkatan. Berarti yang harus kulakukan adalah terbang dari Balikpapan ke Surabaya sebelum melakukan perjalanan darat dengan bus ke Tulungagung.
Persoalannya sekarang, agar bisa memanfaatkan promo yang sangat menarik itu, aku harus memutar otak menyiasatinya. Jadilah kuputuskan aku beli tiket Balikpapan-Jakarta dan Jakarta-Surabaya. Kelihatan sangat bodoh memang tapi cuma cara itulah agar aku bisa memanfaatkan promo itu. Meski dengan 2 penerbangan, aku cuma mengeluarkan uang 110 ribu plus 2x40 ribu airport tax di Sepinggan dan Cengkareng.
Menjelang hari H keberangkatan, aku berpikir untuk membeli tiket baru menggantikan tiket promo-ku itu yang ternyata jadwal terbangnya mepet banget dengan jadwal kereta apiku. Di Jadwal tiket promo direncanakan aku tiba di Surabaya itu pukul 1 kurang, dan kuperkirakan akan sangat mepet sekali dengan jadwal berangkat kereta Gajayana dari Tulungagung sekitar pukul setengah 6 sore. Namun niat cadanganku itu kuurungkan karena harga tiket yang menjulang mendekati libur panjang akhir tahun.
Jadilah aku tetap untuk menggunakan tiket promoku dengan segala kerepotan dan risiko yang ada.
Naik Bus DAMRI Bandara ke Bungurasih memakan waktu sekitar 30 menit. Dari Terminal naik Bus Patas AC Harapan Jaya kutinggalkan Bungurasih dengan dada yang selalu berdegup kencang karena dikejar deadline keberangkatan kereta. Dadaku semakin berdegup kencang ketika terjadi macet panjang dan relatif lama di Mojokerto, padahal selama aku bolak-balik Balikpapan-Tulungagung melalui jalan Surabaya-Mojokerto jarang terjadi macet panjang.
Pukul setengah 5 sore baru sampai Jombang, dan dadakui tambah berdegup kencang karena ternyata Bus-nya berhenti sejenak di POM Bensin karena banyak penumpang yang kebelet pipis akibat dari kemacetan panjang di Mojokerto. Aku sendiri saat itu lagi dongkol sekali karena semakin tergerus deadline waktuku.
Akhirnya sekitar pukul setengah 6 sore aku memutuskan untuk turun di Alun-alun Kediri yang relatif dekat dengan stasiun, karena estimasiku yang hampir 100% benar jika aku memaksa turun sampai Tulungagung pasti aku ketinggalan kereta.
Kebetulan saat itu di Kediri sedang hujan yang lumayan lebat. Aku bertanya untuk mencari tukang ojek, ternyata tidak ada, aku pun memutuskan naik becak menuju stasiun, tapa basa-basi menanyakan ongkosnya. Ku langsung naik ke becak kecil yang hanya muat satu orang dewasa itu dengan buru-buru sambil bilang ke tukang becak "Mas, cepat ya ke stasiun, ngejar kereta nih!".
Si Tukang becak dengan sigap menutup tirai becak yang terbuat dari plastik semi transparan. Ternyata si tukang becak mengayuh melawan arus kendaraan. Aku yang di dalam becak hanya bisa merasakan liukan-liukan becak memecah keramaian lalu lintas kediri. "lincah sekali tukang becak ini, nggak salah memang memilihnya, untung tirainya agak buram, kalau tidak pasti hatiku selalu was-was karena siap-siap aja diseruduk mobil atau motor.
Akhirnya setelah sport jantung di jalanan Kediri, sampailah di Stasiun Kediri. Setelah kutanya petugas, ternyata keretanya belum datang. Malahan saat kutelpon istriku yang saat itu berada di Stasiun Tulungagung, memberitahu jika keretanya belum datang dan terlambat sekitar 30 menit ...... (bersambung)
Monday, May 13, 2013
Pengamat Tiket Pesawat
Salah satu kegemaranku adalah mengamati yang akhirnya lama-kelamaan jadi 'niteni' (menyimpulkan suatu kejadian dari pengamatan berulang).
Yang jadi objek pengamatanku kali ini adalah tentang tiket maskapai penerbangan di 2 maskapai Low Cost Carrier yaitu Lion Air dan Citilink. Rute yang menjadi objek pengamatanku adalah Balikpapan - Surabaya, karena aku rata-rata sebulan sekali menempuh rute ini dengan pesawat
1. Harga Tiket
Harga tiket kedua maskapai ini tidak terpaut jauh. Harga dasar terendah untuk Citilink biasanya Rp270rb (belum termasuk PPN 10%), sedangkan Lion Air biasanya harga terendah untuk rute ini seharga Rp345rb (sudah termasuk pajak). Nah, sebagai orang awam kita biasanya beli jauh-jauh hari seperti sebulan bahkan dua bulan sebelum keberangkatan dengan harapan mendapatkan harga tiket yang lebih murah. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Memang jika kita jauh-jauh hari beli dan kebetulan dapat harga dasar terendahnya atau mungkin kita dapat harga promo yang jauh lebih rendah dari harga dasar terendahnya sudah pasti kita relatif lebih beruntung. Tetapi setelah kuamati selama ini ternyata harga tiket Lion Air ataupun citilink bergerak dengan mendekati distribusi normal dengan kurva berbentuk parabola. Maksudnya, semakin mendekati hari H sampai hari/tanggal tertentu harganya akan terus naik, namun setelah melewati hari tertentu itu harganya akan bertahap menurun. Dan kesimpulan dari hasil pengamatanku, harga dasar terbaik/terendah biasanya terjadi pada H-1 waktu sore hari sekitar pukul 17.00 ke atas. Namun, ada kecenderungan pada hari H tiket akan naik kembali walaupun tidak banyak. Itu terjadi pada Citilink ataupun Lion. Salah satunya kemarin pengalamanku membeli tiket Lion pada tanggal 11 Mei pagi sekitar pukul 8 untuk jadwal 12 Mei pukul 17.45 ataupun 18.05 seharga Rp444rb dan sehari sebelumnya harganya masih bertengger di Rp500 ribuan, dan aku memutuskan untuk langsung membelinya dengan perkiraan jika libur panjang seperti akhir pekan kemarin itu kemungkinan harga tiketnya tidak turun lagi meskipun mendekati Hari H. Sedangkan tiket Citilink masih tidak beranjak dari harga Rp440 rb (belum termasuk pajak 10%) Namun, karena masih penasaran pada tanggal 11 Mei Malam harinya iseng-iseng aku ngecek kembali website Lion dan Citilink. Betapa terperangahnya aku melihat harga tiket terbarunya. Untuk Lion harga tiket jadwal 12 Mei pukul 18.05 menjadi 345rb, sedangkan citilink untuk jadwal pukul 17.30 terjun bebas menjadi Rp290rb (belum termasuk pajak). Huh rasanya kecewa sekali, kan lumayan selisih 100rb bisa digunakan untuk makan selama 3 hari di Balikpapan. Tapi aku masih lebih beruntung daripada temanku yang sudah membeli tiket Citilink seharga 500 ribuan beberapa hari sebelumnya ditambah lagi pesawatnya delay 30 menit lebih, namun pesawat Lion yang kutumpangi saat itu ON TIME pukul 17.45 take off dari Juanda Surabaya.
Mengapa bisa begitu? Mungkin karena frekuensi penerbangan antara Surabaya dan Balikpapan yang relatif banyak menjadikan kedua maskapai ini perang tarif dan sistemnya otomatis akan menurunkan harga tiketnya jika sampai hari H, tiket masih sedikit yang terjual.
2. Pembayaran Tiket Online
Membeli tiket secara online mepet dengan hari H dengan harapan dapat tiket lebih murah mengharuskan kita menyingkirkan untuk sementara kartu kredit kita guna pembayarannya. Mengapa demikian? Karena secara sistem transaksi menggunakan kartu kredit di Citilink ataupun Lion Air 48 jam (2 hari) menjelang Hari H tidak dapat digunakan. Kalau di Citilink otomatis tidak tertera opsi pembayaran menggunakan kartu kredit, sehingga hal ini pernah membuatku bingung dan terpaksa membayar secara tunai melalui clickpay BCA, bisa juga dengan E-pay BRI atau kalau mau repot-repot bisa transfer melalui ATM.
Pembayaran di Lion juga demikian, 48 jam sebelum penerbangan tidak dapat menggunakan kartu kredit sebagai alat bayar, melainkan harus tunai melalui ATM beberapa Bank, Clickpay Mandiri ataupun BCA.
Bedanya dengan citilink, Lion menawarkan lebih banyak alternatif pembayaran dengan berbagai Bank yaitu Bank BII, Bank BCA, Bank BNI, Bank BRI, Bank Bukopin, CIMB Niaga, Bank Mandiri, Permata Bank, BTN Bank, Bank Sinarmas, Bank Danamon dan Bank Mega. Sedangkan untuk transfer melalui ATM, citilink mengharuskan kita mentransfer ke virtual account kita yang otomatis terbentuk di Bank Permata setelah kita memilih jenis pembayaran melalui ATM, yang jelas jika kita memakai ATM bersama ataupun ATM Non Bank permata akan terkena charge Rp5000,-, padahal mayoritas penduduk Indonesia masih sedikit yang punya rekening di Bank Permata, berbeda halnya jika menggunakan Bank Mandiri, BCA, BNI ataupun BRI yang jumlah nasabahnya relatif banyak.
Yang jadi objek pengamatanku kali ini adalah tentang tiket maskapai penerbangan di 2 maskapai Low Cost Carrier yaitu Lion Air dan Citilink. Rute yang menjadi objek pengamatanku adalah Balikpapan - Surabaya, karena aku rata-rata sebulan sekali menempuh rute ini dengan pesawat
1. Harga Tiket
Harga tiket kedua maskapai ini tidak terpaut jauh. Harga dasar terendah untuk Citilink biasanya Rp270rb (belum termasuk PPN 10%), sedangkan Lion Air biasanya harga terendah untuk rute ini seharga Rp345rb (sudah termasuk pajak). Nah, sebagai orang awam kita biasanya beli jauh-jauh hari seperti sebulan bahkan dua bulan sebelum keberangkatan dengan harapan mendapatkan harga tiket yang lebih murah. Namun, hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Memang jika kita jauh-jauh hari beli dan kebetulan dapat harga dasar terendahnya atau mungkin kita dapat harga promo yang jauh lebih rendah dari harga dasar terendahnya sudah pasti kita relatif lebih beruntung. Tetapi setelah kuamati selama ini ternyata harga tiket Lion Air ataupun citilink bergerak dengan mendekati distribusi normal dengan kurva berbentuk parabola. Maksudnya, semakin mendekati hari H sampai hari/tanggal tertentu harganya akan terus naik, namun setelah melewati hari tertentu itu harganya akan bertahap menurun. Dan kesimpulan dari hasil pengamatanku, harga dasar terbaik/terendah biasanya terjadi pada H-1 waktu sore hari sekitar pukul 17.00 ke atas. Namun, ada kecenderungan pada hari H tiket akan naik kembali walaupun tidak banyak. Itu terjadi pada Citilink ataupun Lion. Salah satunya kemarin pengalamanku membeli tiket Lion pada tanggal 11 Mei pagi sekitar pukul 8 untuk jadwal 12 Mei pukul 17.45 ataupun 18.05 seharga Rp444rb dan sehari sebelumnya harganya masih bertengger di Rp500 ribuan, dan aku memutuskan untuk langsung membelinya dengan perkiraan jika libur panjang seperti akhir pekan kemarin itu kemungkinan harga tiketnya tidak turun lagi meskipun mendekati Hari H. Sedangkan tiket Citilink masih tidak beranjak dari harga Rp440 rb (belum termasuk pajak 10%) Namun, karena masih penasaran pada tanggal 11 Mei Malam harinya iseng-iseng aku ngecek kembali website Lion dan Citilink. Betapa terperangahnya aku melihat harga tiket terbarunya. Untuk Lion harga tiket jadwal 12 Mei pukul 18.05 menjadi 345rb, sedangkan citilink untuk jadwal pukul 17.30 terjun bebas menjadi Rp290rb (belum termasuk pajak). Huh rasanya kecewa sekali, kan lumayan selisih 100rb bisa digunakan untuk makan selama 3 hari di Balikpapan. Tapi aku masih lebih beruntung daripada temanku yang sudah membeli tiket Citilink seharga 500 ribuan beberapa hari sebelumnya ditambah lagi pesawatnya delay 30 menit lebih, namun pesawat Lion yang kutumpangi saat itu ON TIME pukul 17.45 take off dari Juanda Surabaya.
Mengapa bisa begitu? Mungkin karena frekuensi penerbangan antara Surabaya dan Balikpapan yang relatif banyak menjadikan kedua maskapai ini perang tarif dan sistemnya otomatis akan menurunkan harga tiketnya jika sampai hari H, tiket masih sedikit yang terjual.
2. Pembayaran Tiket Online
Membeli tiket secara online mepet dengan hari H dengan harapan dapat tiket lebih murah mengharuskan kita menyingkirkan untuk sementara kartu kredit kita guna pembayarannya. Mengapa demikian? Karena secara sistem transaksi menggunakan kartu kredit di Citilink ataupun Lion Air 48 jam (2 hari) menjelang Hari H tidak dapat digunakan. Kalau di Citilink otomatis tidak tertera opsi pembayaran menggunakan kartu kredit, sehingga hal ini pernah membuatku bingung dan terpaksa membayar secara tunai melalui clickpay BCA, bisa juga dengan E-pay BRI atau kalau mau repot-repot bisa transfer melalui ATM.
Pembayaran di Lion juga demikian, 48 jam sebelum penerbangan tidak dapat menggunakan kartu kredit sebagai alat bayar, melainkan harus tunai melalui ATM beberapa Bank, Clickpay Mandiri ataupun BCA.
Bedanya dengan citilink, Lion menawarkan lebih banyak alternatif pembayaran dengan berbagai Bank yaitu Bank BII, Bank BCA, Bank BNI, Bank BRI, Bank Bukopin, CIMB Niaga, Bank Mandiri, Permata Bank, BTN Bank, Bank Sinarmas, Bank Danamon dan Bank Mega. Sedangkan untuk transfer melalui ATM, citilink mengharuskan kita mentransfer ke virtual account kita yang otomatis terbentuk di Bank Permata setelah kita memilih jenis pembayaran melalui ATM, yang jelas jika kita memakai ATM bersama ataupun ATM Non Bank permata akan terkena charge Rp5000,-, padahal mayoritas penduduk Indonesia masih sedikit yang punya rekening di Bank Permata, berbeda halnya jika menggunakan Bank Mandiri, BCA, BNI ataupun BRI yang jumlah nasabahnya relatif banyak.
Friday, December 28, 2012
Web Check In Garuda Indonesia, Citilink, Air Asia, Lion Air
Internet memang sudah sangat sulit dipisahkan dari rutinitas masyarakat modern. Salah satunya adalah kemudahan untuk melakukan check in penerbangan melalui web atau yang populer disebut Web Check In. Beberapa penerbangan yang pernah kurasakan kemudahannya dalam memberikan pelayanan web check in diantaranya Garuda Indonesia, Citilink, Air Asia, dan Lion Air.
Biasanya web check in akan dibuka mulai 24 jam sebelum jadwal penerbangan, kecuali Air Asia yang sudah membukanya sejak 14 hari sebelum jadwal penerbangan.
1. Garuda Indonesia
Untuk bisa check in melalui web, diperlukan daftar kota keberangkatan dan kode booking. Selanjutnya diperlukan empat angka terakhir yang tercantum dalam nomor tiket dan kita bisa memilih tempat duduk (gratis), dan mencantumkan nomor GFF (kalau punya). Tinggal klik, muncullah boarding pass kita. Ada opsi untuk mendownload file boarding pass-nya dalam bentuk pdf, kemudian siap untuk dicetak.
File boarding pass-nya yang bisa kita simpan sangat membantu jika boarding pass kita hilang, padahal perjalanan kita dibiayai oleh institusi yang harus menunjukkan boarding pass maka kita bisa mencetakknya kembali, coba kalau kita check in di counter bandara, sekali hilang yang susah mengurusnya. Oh iya, untuk garuda web check in ditutup 4 jam sebelum jadwal penerbangan.
2. Citilink
Nomor Konfirmasi, nama belakang, dan email yang digunakan saat pembelian tiket diperlukan untuk mengisi form web check in. Di sini kita tidak bisa memilih posisi tempat duduk, karena sebagai penerbangan murah posisi kursi penumpang mereka jual saat proses pembelian tiket, jadi kita untung-untungan mendapat posisi tempat duduknya. Seringkali aku sendiri mendapat tempat duduk di barisan depan dengan Abjad 'B' yang berarti diapit kedua penumpang di kanan kirinya. Sebelum proses selesai web check in, akan ditampilkan opsi Anda ingin membeli makanan atau tidak. Aku selalu meng-cancel opsi ini. Baru kemudian muncul boarding pass, dan siap dicetak.Citilink juga menerapkan 4 jam sebelum jadwal penerbangan untuk penutupan fasilitas web check in.
3. Air Asia
Air Asia sedikit berbeda memberlakukan aturan web check in-nya. 14 hari merupakan waktu yang relatif panjang dan fleksibel untuk melakukan web check in. Penutupannya juga sampai 1 jam sebelum penerbangan berlangsung. daftar Kota keberangkatan, nomor booking, dan nama terakhir pemesan pelu dicantumkan dalam form web check in-nya. Web Check In untuk air asia ini sangatlah bermanfaat, karena jika melakukan check in di counter bandara akan dikenakan charge sekitar Rp 30ribu (kalau nggak salah lho...). Sama dengan Citilink, pemilihan kursi saat web check in tidak diperkenankan dan sudah given by system, karena penumpang hanya bisa memilih dengan membayarkan biaya tambahan saat pembelian tiket melalui internet.
4. Lion Air
Aturan waktu buka tutupnya web check in seperti halnya Garuda, dan juga bisa memilih kursi tanpa dikenai biaya tambahan. Kode Booking dan nama depan atau nama belakang (pilih salah satunya) diperlukan untuk mengisi form web check in.
Beberapa penerbangan domestik belum memberikan fasilitas web check in, mungkin belum siap secara IT-nya. Namun, bagaimana pun juga web check in sangat membantu jika kita terburu-buru atau mepet dengan jadwal. Terlebih penumpang dari Jakarta yang tidak bisa memperkirakan kemacetan yang terjadi untuk menuju Cengkareng. Apalagi jika saat liburan atau weekend yang seringkali terjadi antrean yang panjang di counter check in membuat ketidaknyamanan tersendiri, namun bisa teratasi jika kita sudah check in melalui website maskapai dengan catatan kita tidak membawa bagasi (kalau membawa bagasi, mau tidak mau harus ke counter check in juga). Namun ada yang patut disayangkan seperti yang pernah aku alami di Bandara Juanda Surabaya tidak terdapat counter airport tax yang terpisah, sehingga walaupun sudah web check in masih harus ke counter check in maskapai untuk membeli airport tax dan terpaksa harus menyodok langsung ke barisan terdepan untuk membeli karcis airport tax ke petugas counter kalau sudah begini apa gunanya melakukan web check in jika ujung-ujungnya harus ke counter check in bandara hanya sekedar untuk membeli airport tax. Akan lebih mudah lagi jika maskapai mengintegrasikan airport tax ke dalam harga tiket seperti yang baru-baru ini sudah diberlakukan oleh Garuda (2 jempol buat Garuda).
Biasanya web check in akan dibuka mulai 24 jam sebelum jadwal penerbangan, kecuali Air Asia yang sudah membukanya sejak 14 hari sebelum jadwal penerbangan.
1. Garuda Indonesia
Untuk bisa check in melalui web, diperlukan daftar kota keberangkatan dan kode booking. Selanjutnya diperlukan empat angka terakhir yang tercantum dalam nomor tiket dan kita bisa memilih tempat duduk (gratis), dan mencantumkan nomor GFF (kalau punya). Tinggal klik, muncullah boarding pass kita. Ada opsi untuk mendownload file boarding pass-nya dalam bentuk pdf, kemudian siap untuk dicetak.
File boarding pass-nya yang bisa kita simpan sangat membantu jika boarding pass kita hilang, padahal perjalanan kita dibiayai oleh institusi yang harus menunjukkan boarding pass maka kita bisa mencetakknya kembali, coba kalau kita check in di counter bandara, sekali hilang yang susah mengurusnya. Oh iya, untuk garuda web check in ditutup 4 jam sebelum jadwal penerbangan.
2. Citilink
Nomor Konfirmasi, nama belakang, dan email yang digunakan saat pembelian tiket diperlukan untuk mengisi form web check in. Di sini kita tidak bisa memilih posisi tempat duduk, karena sebagai penerbangan murah posisi kursi penumpang mereka jual saat proses pembelian tiket, jadi kita untung-untungan mendapat posisi tempat duduknya. Seringkali aku sendiri mendapat tempat duduk di barisan depan dengan Abjad 'B' yang berarti diapit kedua penumpang di kanan kirinya. Sebelum proses selesai web check in, akan ditampilkan opsi Anda ingin membeli makanan atau tidak. Aku selalu meng-cancel opsi ini. Baru kemudian muncul boarding pass, dan siap dicetak.Citilink juga menerapkan 4 jam sebelum jadwal penerbangan untuk penutupan fasilitas web check in.
3. Air Asia
Air Asia sedikit berbeda memberlakukan aturan web check in-nya. 14 hari merupakan waktu yang relatif panjang dan fleksibel untuk melakukan web check in. Penutupannya juga sampai 1 jam sebelum penerbangan berlangsung. daftar Kota keberangkatan, nomor booking, dan nama terakhir pemesan pelu dicantumkan dalam form web check in-nya. Web Check In untuk air asia ini sangatlah bermanfaat, karena jika melakukan check in di counter bandara akan dikenakan charge sekitar Rp 30ribu (kalau nggak salah lho...). Sama dengan Citilink, pemilihan kursi saat web check in tidak diperkenankan dan sudah given by system, karena penumpang hanya bisa memilih dengan membayarkan biaya tambahan saat pembelian tiket melalui internet.
4. Lion Air
Aturan waktu buka tutupnya web check in seperti halnya Garuda, dan juga bisa memilih kursi tanpa dikenai biaya tambahan. Kode Booking dan nama depan atau nama belakang (pilih salah satunya) diperlukan untuk mengisi form web check in.
Beberapa penerbangan domestik belum memberikan fasilitas web check in, mungkin belum siap secara IT-nya. Namun, bagaimana pun juga web check in sangat membantu jika kita terburu-buru atau mepet dengan jadwal. Terlebih penumpang dari Jakarta yang tidak bisa memperkirakan kemacetan yang terjadi untuk menuju Cengkareng. Apalagi jika saat liburan atau weekend yang seringkali terjadi antrean yang panjang di counter check in membuat ketidaknyamanan tersendiri, namun bisa teratasi jika kita sudah check in melalui website maskapai dengan catatan kita tidak membawa bagasi (kalau membawa bagasi, mau tidak mau harus ke counter check in juga). Namun ada yang patut disayangkan seperti yang pernah aku alami di Bandara Juanda Surabaya tidak terdapat counter airport tax yang terpisah, sehingga walaupun sudah web check in masih harus ke counter check in maskapai untuk membeli airport tax dan terpaksa harus menyodok langsung ke barisan terdepan untuk membeli karcis airport tax ke petugas counter kalau sudah begini apa gunanya melakukan web check in jika ujung-ujungnya harus ke counter check in bandara hanya sekedar untuk membeli airport tax. Akan lebih mudah lagi jika maskapai mengintegrasikan airport tax ke dalam harga tiket seperti yang baru-baru ini sudah diberlakukan oleh Garuda (2 jempol buat Garuda).
Thursday, December 27, 2012
Berburu Tiket Murah :"Citilink vs Air Asia"
Tiket pesawat liburan tahun baru ini sangat mahal jika dibandingkan hari-hari biasa. Besok malam aku berencana ke Tulungagung untuk melepas kangen dengan anak istriku. Hampir 1,5 juta rupiah aku habiskan untuk tiket pp Balikpapan - Surabaya liburan kali ini. Cuti bersama tanggal 31 besok lumayan menambah panjang libur akhir tahun kali ini.
Aku jadi mikir, kalau nggak dapat tiket untuk mudik tiap bulan, bisa-bisa tiga bulan sekali ini aku baru menengok anak istri di kampung, wah gawat juga.....! Alih-alih melihat website berita pagi hari, iseng-iseng aku cari tiket murah. Citilink jadi pilihan utamaku, karena selama ini track record on time-nya relatif bagus, dengan harga yang relatif murah daripada maskapai lain untuk penerbangan BPN-SBY. Andai aja ada Air Asia yang melayani rute ini, pasti bakal seru perang harga di kelas penerbangan Low Cost Carrier ini.
Kulihat kalender 2013, ternyata tidak ada lagi libur-libur hari kejepit yang berkedok cuti bersama. Jadilah untuk jadwal mudik selanjutnya setelah libur tahun baru ini aku berencana pulang jumat malam 8 Februari dan balik lagi ke Balikpapan Minggu 10 Februari 2013. Ternyata harganya masih Rp 275ribu (belum termasuk pajak). Totalnya Rp 615ribu untuk tiket pp sudah termasuk pajak, itupun masih kurang dari separuh harga tiketku mudik tahun baru. "Wow....gini ya cocok!", ujarku dalam hati.
Sekarang aku lebih suka pakai kartu kredit untuk membeli tiket pesawat, karena disamping prosesnya lebih cepat dan mayoritas diterima oleh semua maskapai penerbangan, keuntungan lainnya adalah dari sisi penundaan pembayarannya, paling tidak ada tenggat waktu sebulan. Asal kita tidak telat waktu pembayaran tagihannya, memakai kartu kredit adalah solusi yang memuaskan. Tentu saja pembelian tiket citilink tadi pagi kugunakan kartu kredit, tepatnya pakai Mastercard CIMB Niaga. Proses verifikasinya sangat cepat dan user friendly.
Nah, bicara tentang nyari tiket murah, kebetulan Ibuku saat ini sedang 'maen' ke rumahku di 'Jakarta' (Tangerang Selatan lebih tepatnya) yang saat ini ditinggali kakakku mau pergi ke jogja awal tahun ini. Langsung saja kucarikan tiket pesawat murah, dan yang terlintas dalam pikiranku tentang pesawat murah jurusan Jakarta-Jogja ya Air Asia. Aku coba-coba untuk membelinya secara online, ternyata sudah terjadi perubahan yang signifikan dalam mekanisme pembelian online-nya. Fiturnya masih seribet dulu untuk membeli sebuah tiket air asia secara online. Namun, yang aku sesalkan ternyata opsi untuk tidak menggunakan bagasi ditiadakan, sehingga mau tidak mau calon penumpang diharuskan membeli bagasi paling kecil 15kg seharga Rp40ribu. Tiket yang semula Rp149ribu menjadi Rp 189ribu (masih jauh lebih murah dari tiket Kereta Api Eksekutif Jakarta - Jogja). Untungnya biaya-biaya tambahan lainnya semisal asuransi perjalanan sebesar 19 ribu, biaya pemilihan kursi, pilihan makanan sampai dengan biaya red carpet (yang terkesan mengada-ada, emangnya Presiden pakai Red Carpet) sudah ku-cancel.
Tibalah saat pembayarannya. Ada opsi pembayaran pakai kartu kredit (yang anehnya ternyata kena charge tambahan sebesar Rp 20ribuan), voucher, ataupun direct debit. Awalnya kupilih Direct Debit yang mengakomodir pembayaran melalui Klik BCA, CIMBclicks Niaga, dan Click Pay BCA. Langsung aja kupilih CIMBclicks Niaga, namun beberapa kali melakukan percobaan pembayaran selalu gagal. Hal yang sama kualami beberapa bulan lalu saat mencari tiket balik lebaran.
Ahirnya aku beralih ke Klik BCA yang sudah sering kupakai untuk pembelian online. Namun, parahnya saldo di BCA-ku tidak mencukupi (maklum terlalu lama terbengkalai) untuk membayar tiket yang hanya sebesar Rp189ribu. Aku kemudian berinisiatif mentransfer sejumlah uang dari rekening mandiriku ke rekening CIMB Niagaku. Ternyata pilihan Bank penerima transfer online di mandiri tidak tertera BCA, maka beralihlah aku mentransfer uang dari rekening CIMB Niagaku ke rekening BCA. Akhirnya transaksi bisa kuselesaikan dengan Klik BCA:
Pembelian tiket online yang selama ini kurasakan paling sulit dan tidak user friendly adalah Air Asia. navigasi websitenya yang membingungkan, berbagai macam pilihan layanan tambahan yang jika kita tidak cermat malah akan serasa seperti jebakan dan mengakibatkan biaya tiketnya membengkak tak terduga. Jadi ketelitian dalam membeli tiket air asia secara online mutlak diperlukan. Semoga saja Air Asia segera membuka rute Balikpapan-Surabaya, agar aku bisa lebih menekan pengeluaran biaya transport mudik tiap bulannya.
Berburu tiket murah memang mengasyikkan.
Balikpapan, 27-12-2012
Aku jadi mikir, kalau nggak dapat tiket untuk mudik tiap bulan, bisa-bisa tiga bulan sekali ini aku baru menengok anak istri di kampung, wah gawat juga.....! Alih-alih melihat website berita pagi hari, iseng-iseng aku cari tiket murah. Citilink jadi pilihan utamaku, karena selama ini track record on time-nya relatif bagus, dengan harga yang relatif murah daripada maskapai lain untuk penerbangan BPN-SBY. Andai aja ada Air Asia yang melayani rute ini, pasti bakal seru perang harga di kelas penerbangan Low Cost Carrier ini.
Kulihat kalender 2013, ternyata tidak ada lagi libur-libur hari kejepit yang berkedok cuti bersama. Jadilah untuk jadwal mudik selanjutnya setelah libur tahun baru ini aku berencana pulang jumat malam 8 Februari dan balik lagi ke Balikpapan Minggu 10 Februari 2013. Ternyata harganya masih Rp 275ribu (belum termasuk pajak). Totalnya Rp 615ribu untuk tiket pp sudah termasuk pajak, itupun masih kurang dari separuh harga tiketku mudik tahun baru. "Wow....gini ya cocok!", ujarku dalam hati.
Sekarang aku lebih suka pakai kartu kredit untuk membeli tiket pesawat, karena disamping prosesnya lebih cepat dan mayoritas diterima oleh semua maskapai penerbangan, keuntungan lainnya adalah dari sisi penundaan pembayarannya, paling tidak ada tenggat waktu sebulan. Asal kita tidak telat waktu pembayaran tagihannya, memakai kartu kredit adalah solusi yang memuaskan. Tentu saja pembelian tiket citilink tadi pagi kugunakan kartu kredit, tepatnya pakai Mastercard CIMB Niaga. Proses verifikasinya sangat cepat dan user friendly.
Nah, bicara tentang nyari tiket murah, kebetulan Ibuku saat ini sedang 'maen' ke rumahku di 'Jakarta' (Tangerang Selatan lebih tepatnya) yang saat ini ditinggali kakakku mau pergi ke jogja awal tahun ini. Langsung saja kucarikan tiket pesawat murah, dan yang terlintas dalam pikiranku tentang pesawat murah jurusan Jakarta-Jogja ya Air Asia. Aku coba-coba untuk membelinya secara online, ternyata sudah terjadi perubahan yang signifikan dalam mekanisme pembelian online-nya. Fiturnya masih seribet dulu untuk membeli sebuah tiket air asia secara online. Namun, yang aku sesalkan ternyata opsi untuk tidak menggunakan bagasi ditiadakan, sehingga mau tidak mau calon penumpang diharuskan membeli bagasi paling kecil 15kg seharga Rp40ribu. Tiket yang semula Rp149ribu menjadi Rp 189ribu (masih jauh lebih murah dari tiket Kereta Api Eksekutif Jakarta - Jogja). Untungnya biaya-biaya tambahan lainnya semisal asuransi perjalanan sebesar 19 ribu, biaya pemilihan kursi, pilihan makanan sampai dengan biaya red carpet (yang terkesan mengada-ada, emangnya Presiden pakai Red Carpet) sudah ku-cancel.
Tibalah saat pembayarannya. Ada opsi pembayaran pakai kartu kredit (yang anehnya ternyata kena charge tambahan sebesar Rp 20ribuan), voucher, ataupun direct debit. Awalnya kupilih Direct Debit yang mengakomodir pembayaran melalui Klik BCA, CIMBclicks Niaga, dan Click Pay BCA. Langsung aja kupilih CIMBclicks Niaga, namun beberapa kali melakukan percobaan pembayaran selalu gagal. Hal yang sama kualami beberapa bulan lalu saat mencari tiket balik lebaran.
Ahirnya aku beralih ke Klik BCA yang sudah sering kupakai untuk pembelian online. Namun, parahnya saldo di BCA-ku tidak mencukupi (maklum terlalu lama terbengkalai) untuk membayar tiket yang hanya sebesar Rp189ribu. Aku kemudian berinisiatif mentransfer sejumlah uang dari rekening mandiriku ke rekening CIMB Niagaku. Ternyata pilihan Bank penerima transfer online di mandiri tidak tertera BCA, maka beralihlah aku mentransfer uang dari rekening CIMB Niagaku ke rekening BCA. Akhirnya transaksi bisa kuselesaikan dengan Klik BCA:
Pembelian tiket online yang selama ini kurasakan paling sulit dan tidak user friendly adalah Air Asia. navigasi websitenya yang membingungkan, berbagai macam pilihan layanan tambahan yang jika kita tidak cermat malah akan serasa seperti jebakan dan mengakibatkan biaya tiketnya membengkak tak terduga. Jadi ketelitian dalam membeli tiket air asia secara online mutlak diperlukan. Semoga saja Air Asia segera membuka rute Balikpapan-Surabaya, agar aku bisa lebih menekan pengeluaran biaya transport mudik tiap bulannya.
Berburu tiket murah memang mengasyikkan.
Balikpapan, 27-12-2012
Subscribe to:
Posts (Atom)



