Monday, September 21, 2020

Memilih Printer yang Support Airprint Apple

Eksistensi kabel saat ini sepertinya sudah semakin ditinggalkan. dengan berbagai koneksi wireless saat ini, kita semakin dimudahkan untuk menghubungkan gadeget yang satu dengan gadget lainnya. Tak terkecuali ketika kita nge-print dokumen.

Apple merupakan salah satu perusahaan teknologi yang mulai meninggalkan 'perkabelan'. Mulai dari menghilangkan Jack audio 3,5 mm dari berbagai produk besutannya, wireless charger, apple pencil ‎2 yang dicharge melalui teknologi magnetic, sampai dengan fitur wireless yang sebenarnya sudah cukup lama ada di perangkat Apple jauh sebelum Jack audio 3,5 mm dihilangkan yaitu ngeprint tanpa kabel alias Airprint.

Untuk memaksimalkan fitur di iphone, iPad, macbook kita salah satunya kita bisa memanfaatkan fitur Airprint yang seringkali tidak kita sadari merupakan fitur yang sangat membantu dan praktis digunakan. Namun tidak semua Printer wireless di pasaran yang Support Airprint. Sebelum kita beli Printer agar bisa mudah terkoneksi dengan gadget Apple kita, kita perlu ngecek dulu di website jenis dan merek Printer apa saja yang support.

Kebetulan saya sendiri 3 tahun lalu beli Printer Epson L485 yang sudah support airprint. Fitur airprint sendiri bisa digunakan jika antara gadget dan Printer menggunakan jaringan wifi yang sama. Menggunakannya pun cukup mudah. Kita bisa langsung‎ ngeprint dengan memilih Printer yang tersedia dalam jaringan kita. Foto dari album juga bisa langsung kita print, halaman website yang kita buka dengan mudah sekali kita cetak, dokumen-dokumen lainpun sangat mudah diprint. Kita tidak perlu aplikasi tambahan untuk menggunakan fitur ini. Meskipun kita bisa menggunakan semacam aplikasi Epson iPrint, fitur airprint ini sudah sangat bagus dan mudah digunakan, lebih mudah daripada aplikasi mobile yang disediakan produsen printer.

Hari gini masih repot urusan kabel.......

Review Polytron Multiroom Speaker PMS R1

Setelah sekian lama tidak punya speaker aktif, sekitar 3 bulan yang lalu akhirnya saya beli speaker baru merek Polytron. Terakhir saya punya speaker portabel Polytron MUZE yang kecil tapi suaranya bagus, tapi berhubung port mini usb pengisi dayanya rusak, jadinya nggak bisa kepakai lagi, sebenarnya kalau diservice bisa sih.... Nah speaker baru yang saya beli ini bukan lagi Polytron Muze melainkan yang tipe PMS R1.

Speaker yang saya beli dengan harga saat itu Rp799.000 tersebut tidak menggunakan baterai yang perlu di recharge, melainkan pakai sumber daya langsung ke stop kontak. Bobotnya lumayan berat yang menurut saya itu malah lebih bagus. Speaker ini diberikan fitur yang lumayan lengkap untuk koneksinya mulai dari Bluetooth, NFC, WiFi, sampai dengan Port LAN sehingga customer punya banyak pilihan untuk menghubungkan gadget ke speaker ini.

Polytron menyarankan speaker ini dihubungkan ke gadget melalui aplikasi UNDOK yang bisa didownload melalui appstore apple ataupun google playstore. Namun, untuk saya pribadi lebih nyaman langsung menghubungkan ke bluetoothnya karena untuk menghubungkan ke aplikasi UNDOK melalui jaringan WiFi yang sama ternyata tidak terlalu user friendly dan ada privacy kita di gadget yang harus di-share ke aplikasi ini, jadi itu yang membuat saya ragu menggunakannya pertama kurang praktis yang kedua dari sisi keamanannya. 

Jika koneksi melalui NFC menurut saya kurang praktis, karena HP harus ditempelkan di atas speaker untuk proses koneksinya, jadi tidak bisa kita mainkan sambil mendengarkan musik. Untuk yang port LAN malah belum pernah saya coba sama sekali, karena menurut saya sudah tidak lagi zamannya menggunaka koneksi kabel, kurang praktis meskipun lebih stabil koneksinya.


Sekarang kita review kualitas suaranya. Seperti ekspektasi saya sebelumnya, suara dari speaker ini cukup mantap untuk kisaran harga segitu. Polytron memang terkenal mempunyai kualitas yang cukup bagus untuk produk audionya. Suaranya cukup jernih, bassnya juga cukup mantap. Di bagian belakan speaker juga bisa disetting mau pilih stereo atau surround layaknya di bioskop.

Saya seringkali menggunakan speaker ini untuk nonton netflix di kamar dengan suara yang mantap. Untuk mendegarkan musik secara offline ataupun streaming juga cukup bagus kualitas suaranya. Secara umum saya puas membeli speaker ini, semoga awet, haha.....

Sunday, May 3, 2020

Cara Mudah Menanam Bunga Krisan

Bunga krisan merupakan bunga dengan tempat tumbuh optimal di pegunungan atau lebih dari 700 mdpl. Krisan biasanya dijadikan bunga potong dan sering dimanfaatkan sebagai bunga dekorasi di berbagai perhelatan karena relatif tahan lama dan mempunyai berbagai ragam warna yang menarik.

Bunga Krisan kebanyakan dibudidayakan di dataran tinggi, tapi tidak menutup kemungkinan untuk dibudidayakan di dataran rendah meskipun tumbuhnya tidak bisa optimal. Penampakan fisik krisan yang 'terpaksa' harus tumbuh di dataran rendah biasanya daunnya jadi menebal, tanamannya lebih kerdil, dan bunganya lebih kecil dan jarang.

Kebetulan di rumah Tulungagung, ada bunga krisan kuning dan ungu yang masih bisa tumbuh saat ini meskipun pertumbuhannya tidak optimal alias agak kerdil, tapi bunganya tetap bermekaran meskipun sedikit.

Nah, tercetuslah ide untuk melakukan perbanyakan bunga krisan dengan menggunakan stek pucuk. Krisan sangat mudah di stek. Pertama-tama kita siapkan media tanam, kemudian kita gunting pucuknya dengan guntuing yang tajam. Ketika memilih pucuk yang akan dijadikan stek, pilihlah pucuk yang tidak ada bakal kuncup bunganya. Untuk mempercepat pertumbuhan akar, bisa diolesi dengan lidah buaya penampang batang yang dipotong.



Setelah itu tinggal ditancapkan ke media tanam berupa campuran tanah dan kompos, lalu disiram dengan air. Tempatkan di tempat yang ternaung dari sinar matahari selama proses penumbuhan akar. Siramlah jika media terlihat kering, karena proses perakaran krisan butuh kelembaban yang cukup. Dalam beberapa hari sudah akan tumbuh akar, ditandai dari luar dengan penampakan setek pucuk yang masih segar dan muncul tunas daun baru.

Selamat mencoba.....

Friday, March 27, 2020

TIPS Refund 100% Tiket Pesawat di Traveloka

Seberapa banyak diantara kita yang mempunyai pengalaman harus menunda, menggeser, bahkan membatalkan jadwal penerbangan yang sudah kita rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya? Sudah nggak terhitung berapa kali saya membatalkan atau menggeser jadwal penerbangan. Kalau harus membatalkan saya tentunya mengajukan refund yang prosesnya untuk sebagian besar orang mempunyai kompleksitas tersendiri yang menyita waktu dan yang paling menjengkelkan refund-nya akan diterima dalam waktu yang relatif lama dan tidak 100% dari harga tiket yang sudah kita bayar apalagi kalau menjelang hari keberangkatan, bisa-bisa tinggal 20% dari harga tiket refund yang kita terima.

Nah, melihat permasalahan seperti itu, Traveloka sebagai sebuah unicorn khususnya di bidang travel agent online, memberikan inovasi yang menurut saya sangat membantu permasalahan yang banyak dialami traveler pemakai jasa pesawat terbang. Traveloka menawarkan fitur garansi refund 100% dengan membayar premi sebesar Rp69.000 saja, bahkan beberapa minggu lalu hanya sebesar Rp49.000 saja. Mungkin karena kasus wabah corona yang memicu banyak pembatalan tiket oleh penumpang jadinya Traveloka menaikkan premi sebesar Rp20.000.

Refund 100% dapat kita peroleh sampai dengan 4 jam sebelum jadwal keberangkatan. Namun ada hal yang perlu kita perhatikan, jika kita sudah cek in, meskipun masih lebih dari 4 jam sebelum keberangkatan, maka tiket tidak bisa kita refund. Nah, jika kita kurang dari 4 jam sebelum keberangkatan baru mengajukan refund, maka bukan 100% yang kita dapat melainkan 20% saja dari harga tiket.




Inovasi ini menurut saya cukup bagus, apalagi di tengah ketidakpastian kondisi akibat wabah corona saat ini yang bisa setiap saat jadwal yang kita susun jauh-jauh hari bisa berubah dengan cepat, maka tidak ada salahnya bahkan menguntungkan untuk membeli premi garansi refund 100% ini. Di samping kita akan tenang, tidak ragu kalau sewaktu-waktu ingin meng-cancel, kita juga bisa mendapatkan harga yang murah jika kita pesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya tanpa rasa khawatir untuk membatalkannya setiap saat hanya dengan membayar Rp69.000.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat......!

Wednesday, March 25, 2020

Cara Refund Tiket Air Asia

lagi-lagi gara-gara corona, semua jadwal yang telah tersusun rapi ambyar begitu saja. Tiket pesawat yang sudah kupesan jauh-jauh hari terpaksa harus kubatalkan. Kebetulan aku beli tiket Air Asia untuk pulang pergi Jakarta - Surabaya. Rencananya aku terbang dari Jakarta tgl 20 Maret dan balik lagi dari Surabaya tanggal 25 Maret, hari ini saat kutulis artikel ini.

Begitu ada ketentuan Work from Home dari kantorku saat itu tgl 16 maret, segera kubatalkan tiket air asia.  Kebetulan aku beli tiketnya melalui aplikasi mobile Air Asia, karena sudah sekitar setahun ini, tiket air asia tidak lagi dijual di travel agent online seperti traveloka ataupun tiket.com. 

Setelah ku googling bagaimana cara membatalkan tiketnya, ternyata jika lebih dari 72 jam sebelum keberangkatan, tiket bisa direfund sampai 75% dari harganya. Namun bisa 100% jika refund-nya berupa credit poin air asia yang bisa dibelikan tiket lagi di kemudian hari. Namun, aku tidak memilih credit poin melainkan memilih di refund ke kartu kreditku.


(Lihat Video cara refund tiket air asia di bawah ini!)


Sangat mudah untuk merefund-nya. Kita tinggal mengakses aplikasi Air Asia dan pilih menu AVA (Air Asia Voice Assistant). Kita tinggal pilih menu new refund, dan pilih Indonesia Domestic Refund, kita akan diminta memasukkan booking code, nama depan dan belakang, serta email yang kita gunakan untuk membeli tiket air asia ketika itu. Setelah berhasil semua proses kita lalui, kita perlu menunggu waktu maksimal 30 hari kerja untuk mendapatkan refund.

Kita bisa melihat status refund kita di menu laporan (my case) ataupun kita cek melalui menu Cek Status Pengembalian Dana. Oiya sampai hari ini sudah sekitar 9 hari sejak pengajuan refund, ternyata belum selesai proses refund saya. Semoga segera selesai, lumayan kan bisa buat jajan, hehe....