Friday, June 1, 2018

Nyobain Sleeper Seat Bus Harapan Jaya Double Decker (Rute Tulungagung - Jakarta)

Tidak pernah terlintas sebelumnya untuk naik bus ke Jakarta dari Tulungagung, karena naik kereta api eksekutif saja aku nggak tahan, apalagi naik bus.....! Namun, ternyata aku penasaran juga bagaimana rasanya naik bus dari Tulungagung ke Jakarta.

Kebetulan minggu lalu aku mendadak pulang ke Tulungagung karena istriku melahirkan anak kedua. Saat itu aku belum beli tiket pesawat untuk pulang. Nah, kebetulan karena belum beli tiket pesawat aku pun agak galau, mau pulang naik pesawat, kereta atau bus. Akhirnya setelah lama berpikir, kuputuskan untuk mencoba mampir ke pool bus Harapan Jaya yang jaraknya hanya beberapa puluh meter sebelah timur rumah. Aku pun bertanya adakah yang kursi Super eksekutif dengan konfigurasi kursi 2-1. Petugas agennya bilang ada sambil memberikan informasi tambahan, bahwa di bus itu juga ada kursi yang bisa digunakan untuk tidur alias Sleeper Seat. Tanpa basa-basi aku pun memilih Sleeper Seat seharga Rp460 ribu (tarif normalnya Rp510 ribu).

Busnya dilengkapi juga dengan toilet yang cukup bersih, TV LCD, dispenser air panas dan dingin, ruang merokok yang dilengkapi kursi pijat, Power Outlet untuk nge-charge HP. Khusus di kelas sleeper seat ada bantal guling, selimut, dilengkapi lampu baca, USB power outlet dan stop komtak, layar LCD kecil yang bisa dibuka dan ditutup.

Selain itu, penumpang juga diberi cup berisikan gula sachet, kopi mix instan, teh celup, sehingga kita bisa menyeduhnya sendiri. Tak lupa Tissue dan air mineralpun disediakan gratis untuk kita. Khusus untuk penumpang sleeper seat diberi tambahan Sandal jepit berlogo Bus Harapan Jaya.

Bus ini juga dilengkapi dengan WiFI gratis dan media hiburan mulai dari music, film Indonesia ataupun asing yang bisa kita akses melalui gawai masing-masing.

Dibalik segala kemewahan fasilitasnya yang jauh lebih unggul dari bus-bus pada umumnya, ada beberapa catatan untuk perbaikan pelayanan bus ini ke depan:

  1. Jadwal berangkatnya perlu ditingkatkan lagi ketepatannya, karena saat aku naik bus ini hari Senin lalu, di jadwal tertera pukul 12.00 WIB dan penumpang diharusnkan sudah standby pukul 11.30 WIB. Namun pada kenyataannya bus berangkat sekitar pukul 1 siang.
  2. Stop kontak, USB power outlet, Layar LCD tidak selalu hidup sepanjang perjalanan, sehingga kemarin salah satu HP-ku sampai low bat. Setali tiga uang, lampu baca pun juga tidak bisa dinyalakan jika power outletnya tidak berfungsi.
  3. Posisi sleeper seat dengan lantai yang lebih tinggi menjadikan ruang sleeper seat terkesan sempit karena ruang vertikalnya jadi kecil. Beberapa kali kepalaku terantuk atap /lantai 2.
  4. Bentuk Kursi sleeper seat sangat nyampan jika digunakan untuk tidur terlentang, tetapi kalau untuk tidur ming tidak enak sama sekali, karena pantat kita akan terasa menggantung, karena bentuk kursinya memberikan cekungan di bagian pantat.
  5. Setelan AC-nya perlu dikaji lagi untuk standar suhunya, karena saat saya naik udaranya sangat dingin, bahkan di kursi yang biasa di belakang sleeper seat atapnya jadi berembun dan meneter ke penumpang di bawahnya. Untungnya di sleeper seat ada pintu kacanya sehingga tidak sedingin di luarnya.
  6. Sarana hiburan seperti film berjalan cukup lancar, tetapi gambarnya tidak bisa disetel secara landscape di HP kita.
Semoga semakin banyak bus sleeper seat dari Harapan Jaya, dan semoga semakin banyak dikenal orang sehingga okupasi busnya tidak sejarang saat saya naik yang hanya berkisar 10 orang saja. Semoga pihak manajemen juga memikirkan ulang desain bilik sleeper seat, karena satu-satunya dari sleeper seat yang menggangguku adalah atapnya yang rendah sehingga kita perlu merunduk, berjalan jongkok ataupun merangkak saat keluar masuk dari bilik sleeper seat.

Dalam perjalanan Tulungagung - Jakarta, bus akan berhenti di rumah makan Duta di Ngawi untuk makan malam. Saat saya naik pas sampai RM Duta, sudah tiba waktu berbuka puasa. Kita juga akan mendapatkan snack pagi, tetapi karena berhubung bulan ramadhan, maka snack paginya diganti menu sahur.

Saya sampai di tujuan terakhir di Ciputat, Tangerang Selatan sekitar pukul setengah delapan pagi. Lumayan lama ya..... Tapi tunggu dulu, itu termasuk cepat kalau naik bus, karena saat itu jalan tol maupun non tol lancar jaya.

Untuk lebih jelasnya liat interior dan eksterior Bus Harapan Jaya Double Decker bisa dilihat video di bawah ini:






Monday, May 21, 2018

Bersihnya Mushola Mall Alam Sutera



Ruang Utama Mushola Mal Alam Sutera
Hari Minggu kemarin kebetulan aku main sama kakakku ke Mall Alam Sutera untuke sekedar nonton Deadpool 2 dan belanja baju diskonan, hehe...... Sebenarnya aku nggak terlalu suka ke Mall. Ke mall paling cuma nonton atau ke gramedia, kalau jajan jarang apalagi nongkrong di coffee shop.

Sukanya ke Mall Alam Sutera ini karena mall-nya lumayan sepi. Mal-mal di Jabodetabek yang umumnya ramai banget saat akhir pekan, di Mall ini tidaklah demikian. Sayang banget menurutku mal segede ini tapi pengunjungnya relatif sedikit. Saat nonton di bioskop pun kayaknya saat itu nggak sampai 10 orang yang nonton, haha.... nggak rugi apa ya XXI-nya...!

Usai nonton bioskop, kami mampir ke sebuah toko jeans yang lagi obral. Lumayan murah dan kayaknya itu toko satu-satunya yang ramai saat itu. Asyik pilih-pilih jeans dan baju, tak terasa hampir sudah lebih dari pukul 2 siang, padahal aku belum sholat Dzuhur, wah parah nih..... buru-buru aku nyari mushola. Setelah dua kali nanya petugas informasi, ternyata musholanya terletak di lantai Basement 1. Dari atrium utama, kalau kita datang dari pintu masuk utama langsung menuju ke kanan, nah nanti ketemu outlet Breadlife, di belakangnya ada eskalator menuju ke basement 1. Usai menuruni eskalator kita langsung ketemu petunjuk mushola ada di sebelah kanan.

Mushola yang luas dan bersih
Kesan pertama melihat musholanya, cukup bersih dengan karpet merah yang terawat dan tidak berbau apek. Lumayan luas musholanya, dengan sekat antara jamaah pria dan perempuan. Tempat wudhu-nya pun cukup representatif, juga dilengkapi rak-rak untuk penyimpanan sandal sepatu, taupun kalau kita mau lebih aman bisa kita titipkan sepatu/sandal ke loker yang dijaga petugas. Mushola Mall Alam Sutera sepengamatanku merupakan salah satu yang terbaik diantara mushola-mushola di mal-mal Jabodetabek. Empat Jempol buat Mall Alam Sutera.

Rak-rak sepatu dan sandal, dilengkapi pula dengan bangku

Tempat Wudhu yang bersih

Bersih dan rapi


Saturday, May 19, 2018

Tips Mudah Praktis Mencegah Kucing Buang Kotoran (Berak) Sembarangan di Pekarangan Rumah

Pasti sangat menjengkelkan menemukan kotoran kucing di pekarangan kita, apalagi kalau sampai terinjak, behhhh..... baunya minta ampunnn....! Sampai bosan aku membersihkan kotoran kucing yang seperti nggak ada habis-habisnya. Kubersihkan dengan kusiram air, sampai kututup dengan pasir, terus saja kucing-kucing tetangga sukanya eek di pekarangan rumahku. Mungkin kucing-kucing itu suka eek di pekarangan rumahku karena banyak rumputnya. Kebetulan rumahku berada di hook jadi masih ada lahan sisa yang lumayan luas, sehingga membuat kucing-kucing itu leluasa dan 'nyaman' untuk buang hajatnya! Pekarangan rumahku jadi lokasi favorit kucing-kucing untuk buang hajat! Gawat!

Akhirnya kejengkelanku terhadap kucing yang eek sembarangan di pekaranganku ada solusinya. Ketika ngobrol-ngobrol dengan teman kantor, mereka memberiku saran agar menempatkan botol-botol bekas air mineral yang diisi air untuk ditempatkan di lokasi yang sering jadi lokasi favorit kucing untuk eek. Kutanya alasannya, ternyata katanya kucing itu malu untuk buang hajat jika terlihat kucing lain. Nah dengan menempatkan botol berisi air, maka kucing akan melihat dirinya di botol seperti layaknya bercermin, dan menganggapnya itu kucing lain, sehingga mengurungkan niatnya untuk buang hajat.

Cukup logis juga ya..... akhirnya kucoba di rumah, ternyata benar di lokasi yang biasanya jadi tempat kucing eek tidak ada lagi kotoran kucing. Namun, ternyata kotorannya berpindah tidak jauh dari lokasi. Akhirnya tidak hanya satu botol yang kupasang melainkan banyak botol, sehingga sampai hari ini tidak ada lagi kucing yang eek sembarangan. Solusi yang cukup ampuh, mudah, praktis, dan tentunya sangat murah....! Videonya bisa dilihat di bawah ini.


Tuesday, April 24, 2018

Pengalaman Menginap di Ibis Styles Bandung

Sekitar pertengahan bulan Februari lalu, saya teman-teman kantor tugas di Bandung. Kebetulan kami sudah dibookingkan kamar oleh kantor di Hotel Ibis Styles yang berlokasi di jalan legendaris di jantung Kota bandung yaitu jalan Braga, berseberangan dengan Museum Asia Afrika.

Tidak ada yang terlalu istimewa dengan hotel ini kecuali lokasinya yang premium di jalan utama kota Bandung berdekatan dengan Jalan Asia Afrika dan hanya beberapa menit berjalan kaki menuju alun-alun kota Bandung.

Kesan pertama ketika masuk hotel ini adalah simpel. Hotel ini mungkin segmen utamanya adalah para pebisnis. Lobinya cukup simpel dengan ornamen modern yang tidak begitu mencolok. Bangunannya lebih dari sepuluh lantai, aku agak lupa berapa lantai tepatnya. Kebetulan aku mendapat kamar di lantai yang cukup tinggi yang mendapat pemandangan cukup bagus sisi Bandung bagian utara.

Memasuki kamar, kujumpai ruang yang tidak begitu luas, berisikan dua single bed, karena aku sekamar dengan teman kantor. Namun, yang cukup membuatku kaget dan tidak nyaman adalah kamar mandinya yang hanya dipisahkan dengan partisi kaca buram. Kondisi yang membuatku tidak nyaman, karena meskipun dipartisi kaca buram, namun siluet tubuh akan tetap terlihat dan tentunya malu lah dilihat teman, meskipun sama-sama cowok. Jadi solusinya ketika itu, saat mandi kumatikan lampu kamar mandi sehingga tidak nampak siluet tubuhku, haha....... Cocoknya buat pasangan yang lagi honeymoon! Mungkin kalau di luar negeri nggak masalah seperti itu, tapi ini kan Indonesia Bung, budaya timurnya masih kental, semoga pihak manajemen hotel bisa mengevaluasinya.

Untuk menu sarapan pagi, sudah cukup variatif meskipun tidak bisa dikatakan yang terbaik di kelasnya. Untuk fasilitas kamarnya sendiri standar seperti hotel di kelasnya. Catatanku cuma di partisi kamar mandinya.....


Tuesday, January 23, 2018

Pengalaman Menggunakan OVO

OVO, agak asing memang kedengarannya bagi orang awam, tetap bagi 'penggemar' dompet digital, layanan milik Lippo ini mulai mengepakkan sayapnya. Banyaknya raksasa dompet digital yang beroperasi di Indonesia seperti Tcash, Gopay, dkk tidak membuat gentar OVO untuk terus menggenjot jumlah penggunanya. Berbagai promo pun digeber oleh OVO yang terafiliasi dengan Lippo Group ini.

Sebagai bagian dari Lippo Group, OVO dengan mudah bisa digunakan di berbagai unit bisnis Lippo, diantara Matahari department store, mataharimall.com, First Media, dan masih banyak lagi lainnya. Tidak hanya di unit bisnis Lippo, OVO juga bisa digunakan untuk berbelanja di berbagai merchant lainnya.

Aku sendiri baru memanfaatkan OVO ketika ada promo pembayaran tagihan First MEdia dapat cashback 30%, jadilah kucoba pakai OVO untuk pertama kalinya saat itu. OVO mempunyai cara verifikasi yang unik, saat pertama membuka aplikasinya kita diminta untuk fingerprint scanner, kemudian memasukkan PIN, hal ini mungkin dilakukan untuk keamanan yang berlapis. Nah, sekarang saatnya untuk top up isi dompet digital ini. Ada beberapa metode yang tersedia, menggunakan top up melalui ATM, NOBU ATM, Merchant, dan Kartu Debit. Secara pribadi aku belum pernah mengisi melalui ATM, NOBU ATM, ataupun merchant. Aku  baru pernah mencoba mengisinya memakai kartu debit. Dalam hal pengisian melalui kartu debit, OVO baru didukung oleh kartu dari Bank Mandiri, CIMB Niaga, Bank Mega, Permata, dan BTPN. Seingat saya pengisian melalui kartu debit ini tidak terkena biaya, sama seperti melalui ATM bank Nobu. Kalau melalui merchant mungkin dikenakan charge, tapi tidak sebesar menggunakan ATM biasa.

Dalam aplikasi OVO ada menu DEALS yang berisikan berbagai macam promo yang sedang berlangsung. Kita juga bisa melakukan pembelian pulsa atau transfer uang. Namun, fiturnya belum selengkap dompet digital lainnya yang sudah bisa dipakai bayar berbagai tagihan, token listrik, sampai dengan mencairkan saldonya melalui ATM.

Modal dasar yang kuat yang sudah dimiliki OVO dengan sokongan dari Lippo Group harusnya bisa menjadikan OVO berkembang lebih pesat. kalau soal keamanan saya rasa tidak perlu diragukan lagi. Cuma catatan saya: OVO perlu semakin memperluas berbagai macam alternatif pengisian ulang saldo OVO, selanjutnya semakin banyak kerja sama dengan berbagai maca merchant, serta memperbanyak pula fitur-fitur pembayaran/pembelian yang bisa dilakukan dengan OVO.