Monday, October 21, 2019

Opor Ayam Kampung Maknyus Bu Arjun Khas Pati di BSD

Cuma warung kaki lima biasa yang terletak di mulut gang kampung Lengkong yang tersembunyi tertutup oleh megahnya kawasan BSD. Terletak di Jalan Boulevard Utara, warung yang pemiliknya bernama Bu Arjun ini menawarkan berbagai masakan khas Jawa. Opor Ayam kampung menjadi menu andalan di sini, selain itu ada nasi gandul khas Pati, Rica-rica bebek, pecel, jangan tewel (sayur nangka muda), dll.

Biasanya buka mulai sekitar pukul 7.30, meskipun kadangkala juga lebih siangan. Opor ayam di sini menjadi menu favoritku mengingat tekstur ayam kampung yang lebih kenyal dan rasa gurihnya yang mantap membuatku selalu melahap habis nasi atau lontong yang disajikan bersama opor ayam dengan porsi yang cukup banyak.



Opor ayam dengan taburan bawang goreng di atasnya menjadikan masakan ini semakin menggoda. Nasi gandul dan rica-rica bebek yang tak kalah enak juga tidak kalah menggoyang lidah. Harga Opor ayam seporsi cuma Rp20 ribu saja, sudah kenyang dan puas banget.....


Saturday, October 19, 2019

Tol Serpong - Kunciran Segera Beroperasi?

Tol sepanjang +- 11 km yang menghubungkan kawasan Serpong dengan Kunciran/Alam Sutera saat ini sudah hampir selesai. Tol yang merupakan bagian dari JORR 2 ini keberadaannya sangat krusial, karena keberadaannya nanti diharapkan bisa mengurangi kemacetan di JORR  ruas barat karena tol ini menghubungkan antara Tol BSD dengan Tol Jakarta - Tangerang. Tol ini nanti juga akan tersambung dengan Jalan Tol Kunciran - Cengkareng (Bandara) di sisi utara, dan Tol Serpong - Cinere di sisi selatan.

Dibandingkan dengan tol Serpong - Cinere ataupun Kunciran - Cengkareng, Tol ini menunjukkan progres pembangunan yang paling signifikan, dan tinggal finishing hal-hal minor. Marka jalan sudah ada, Lampu jalan sudah terpasang, Gerbang Tol juga sudah jadi, pagar pembatas dengan kampung warga juga sudah jadi, jembatan maupun overpass sudah selesai semua dan sudah dioperasikan, dan yang paling urgent Interchange di Serpong dan Interchange di Kunciran juga sudah siap beroperasi semua.


Selain keluar masuk melalui interchange, Tol ini juga dilengkapi akses keluar masuk yaitu Gerbang Tol Jelupang menuju kawasan Residence One/BSD dan Gerbang Tol Parigi menuju kawasan Bintaro Jaya/Graha Raya.


Jika tol ini sudah beroperasi, maka warga BSD jika mau ke tol Jakarta Tangerang tidak perlu lagi bermacet-macet ria dulu di Jalan raya Serpong atau memutar jauh melalui tol BSD lanjut JORR. Begitu pula warga Bintaro Jaya yang langsung mendapat akses langsung dari Boulevard Bintaro Sektor 7 menuju Gerbang Tol Parigi akan lebih mudah mengakses Tol Jakarta-Tangerang.



Jika Tol Kunciran - Cengkareng sudah jadi dan tersambung dengan Tol Serpong - Kunciran maka ke bandara dari BSD ataupun Bintaro Jaya bisa-bisa tidak sampai 30 menit. Semoga dalam waktu dekat, tol ini sudah bisa dibuka untuk umum.

Friday, October 18, 2019

Progres Tol Serpong - Balaraja

Tol Serpong - Balaraja sudah lama ditunggu-tunggu oleh warga di daerah Parungpajang, Legok, Tigaraksa,sampai dengan Maja Kabupaten Lebak, Banten.  Tol ini dimulai dari Serpong dan berakhir di Balaraja, bersatu dengan Tol Jakarta - Merak. Tol yang direncanakan sepanjang sekitar 40 km ini perkembangannya cukup lambat. Sampai saat ini proyek baru dimulai di wilayah BSD.

Untuk Seksi I mulai dari BSD (The Green) dekat Stasiun Rawa Buntu sampai dengan Legok sepanjang sekitar 11 km sudah bisa dimulai pembangunannya karena lahannya sebagian besar adalah milik BSD. Saat ini pembangunannya baru terlihat di selatan Kantor Pusat Unilever sebelah barat sungai Cisadane. Pengerjaan jalan tol ini dikerjakan kontraktor pemerintah yaitu Wijaya Karya.



Mungkin masih sekitar 5 tahun lagi untuk menyelesaikan semua seksi Tol ini, mengingat pembebasan lahan dari Legok sampai dengan Balaraja masih sangat minim. Kalau tol ini sudah jadi semua, maka kota mandiri Maja yang sedang giat-giatnya dibangun perumahan berskala besar akan lebih mudah terakses sehingga semakin menggairahkan geliat perekonomian di sana.

Thursday, October 17, 2019

Review Hampir 2 Tahun Pakai GoPro Hero 6

Mahal banget..... menurutku mahal banget gopro hero 6 saat itu. Gopro merupakan kamera termahal yang pernah kubeli, Sekitar Rp7,5 juta kala itu.

Gopro HEro 6 yang kubeli itu tidak pernah sepenuhnya kugunakan semua fiturnya. Hampir 2 tahun ini aku telah banyak menemukan kelebihan dan kekurangannya.

Kelebihan:

  1. Bentuknya ringkas, kecil sehingga bisa ditaruh di kantong celana, praktis sekali. Kalau ada momen-momen yang unik, tinggal keluarkan gopro langsung rekam.
  2. Anti air, fitur inilah yang menjadi salah satu alasanku membeli gopro. Luar biasa kedap airnya. Saya pakai berkali-kali di kolam renang ataupun pantai bisa merekam dengan sangat bagus.
  3. Perekaman Outdoor menghasilkan warna yang ciamik banget, kontrasnya nyata.
  4. Cukup stabil gambarnya meskipun tidak pakai gimbal
  5. meskipun lensanya kecil tetap bisa merekam dengan sudut yang sangat lebar, tinggal pilih linear, wide, ataupun superwide.
  6. Cara pengoperasiannya gampang banget. Mendukung pengoperasian melalui touch screen. Adapula tombo shortcut untuk langsung merekam video.
  7. Bisa pula dioperasikan melalui HP dengan aplikasi gopro mobile.
Kekurangan:
  1. Baterainya cepat habis, perlu bawa baterai cadangan kalau perjalanan jauh, ke hutan, gunung, pantai atau yang butuh waktu lama.
  2. Jika dioperasikan agak lama, kameranya terasa hangat.
  3. Tidak cocok untuk perekaman indoor. Jika tata cahaya tidak bagus, akan menimbulkan efek kedip-kedip (gebyar-gebyar) di videonya. Gopro seri ini belum dirancang khusus untuk lowlight ataupun indoor.
  4. Perintah suara (voice command) agak susah untuk dimanfaatkan karena tidak support bahasa Indonesia, dan perlu pengucapan dalam bahasa Inggris dengan pengucapan yang jelas.
  5. Aksesoris aslinya mihil-mihil......
  6. Belum support bisa upload langsung ke youtube, padahal fitur ini mungkin sangat prospektif mengingat anak-anak muda zaman sekarang banyak upload video ke youtube.
  7. Sebaiknya perlu dilengkapi memori internal yang besar dan cepat dalam proses read n write, sehingga tidak merepotkan ketika penyimapanan ataupun transfer file.
Oiya dulu aku saat beli dapat minitripod aksesoris asli gopro, namanya kalau nggak salah Shorty. Shorty cukup membantu sekali untuk memegang lebih stabil si gopro. Hasilnya pun tidak mengecewakan meskipun ada satu dua scene yang terlihat patah-patah.

Untuk hasil fotonya pun sangat bagus, cocok untuk foto dengan jumlah orang yang banyak, karena sudut pandangnya bisa diseting sangat lebar atau superwide.

Berikut Contoh video-video yang diambil dengan gopro:





Secara umum saya puas dengan gopro yang telah menemani hari-hari saya ketika liburan, waktu luang, di kampus, ataupun sepanjang perjalanan saya meskipun saya mungkin tidak pernah menggunakan fitur tertitinggi misalnya 4K dalam merekam video, karena makan banyak memori bro.... Setingan saya cukup 1080 dan 60fps. Kalau buat syuting di pantai yang jernih dalam cuaca yang terang bisa menghasilkan kontras warna yang indah.



Wednesday, October 16, 2019

Review Dispenser Galon Bawah Polytron Hydra PWC 777

Sebenarnya bukan karena harus angkat-angkat galon keputusanku untuk beli dispenser galon bawah, melainkan cuma karena desainnya lebih elegan dan nggak kelihatan galonnya sehingga cocok ditaruh di ruang tamu ataupun keluarga.

Bingung mau pilih merek apa akhirnya pilihanku jatuh pada polytron hydra PWC 777. Meskipun dominasi warna putih, sebenarnya ada tiga pilihan variasi warna yatu hitam, merah hati, dan biru langit, kebetulan aku pilih yang warna hitam. Aku memilih polytron karena desainnya yang elegan minimalis dan tentunya aku percaya polytron meskipun merek dalam negeri sudah terbukti berkualitas sejak tahun 90-an.

Saat pertama kali memakainya aku agak kesulitan untuk memasang galonnya, tetapi setelah berkali-kali akhirnya gampang juga dan cepat. Memasukkan galonnya pun menjadi mudah karena ada semacam alas berodanya yang bisa dengan mudah ditarik keluar dan didorong masuk.

Untuk performanya menurutku cukup bagus. Ada 3 kran di dispenser yaitu air panas, netral, dan dingin. di belakang dispenser ada saklar untuk menyalakan air panas dan dingin, jadi kalau tidak begitu perlu bisa dimatikan saklarnya. Biasanya yang kumatikan adalah yang panas karena tidak terlalu terus-terusan butuh air panas. Namun, performa menghasilkan air panasnya menurutku cukup baik dan dari waktu menyalakan saklar sampai dengan panas optimal tidak butuh waktu terlalu lama.

Dispenser ini juga dilengkapi lampu LED indikator yaitu merah untuk air panas, hijau untuk air biasa, dan biru untuk air dingin. Nah, indikator lampu merah ataupun biru jika berkedip-kedip berarti itu dalam proses pemanasan atau pendinginan. Untuk kran air panas dilengkapi pengaman sehingga anak kecil tidak bisa memencet begitu saja  kran air panas, sehingga cukup aman.


Jadi dispenser galon bawah ini otomatis akan memompa air ke atas untuk masuk ke tangki jika level tangkinya mencapai batas ukuran tertentu (hampir habis). Dengan adanya tangki, jadi ketika mati listrik pun krannya masih bisa mengeluarkan air, karena ada cadangan di tangkinya.

Jika air di galon habis atau mendekati habis, maka indikator dispensernya akan berbunyi nyaring dan sebaiknya langsung kita cabut stop kontak dispensernya untuk melakukan penggantian galon. Jadi sebaiknya kita punya galon cadangan agar bisa segera mengganti galon yang kosong saat itu juga.

Selama lebih dari setengah tahun menggunakan dispenser ini, secara umum aku puas. Air dingin yang dihasilkannya pun menurutku cukup dingin meskipun tidak sedingin es. Air panasnya sudah cukup panas untuk menyeduh kopi, teh, ataupun minuman hangat lainnya.