Sunday, May 3, 2020

Cara Mudah Menanam Bunga Krisan

Bunga krisan merupakan bunga dengan tempat tumbuh optimal di pegunungan atau lebih dari 700 mdpl. Krisan biasanya dijadikan bunga potong dan sering dimanfaatkan sebagai bunga dekorasi di berbagai perhelatan karena relatif tahan lama dan mempunyai berbagai ragam warna yang menarik.

Bunga Krisan kebanyakan dibudidayakan di dataran tinggi, tapi tidak menutup kemungkinan untuk dibudidayakan di dataran rendah meskipun tumbuhnya tidak bisa optimal. Penampakan fisik krisan yang 'terpaksa' harus tumbuh di dataran rendah biasanya daunnya jadi menebal, tanamannya lebih kerdil, dan bunganya lebih kecil dan jarang.

Kebetulan di rumah Tulungagung, ada bunga krisan kuning dan ungu yang masih bisa tumbuh saat ini meskipun pertumbuhannya tidak optimal alias agak kerdil, tapi bunganya tetap bermekaran meskipun sedikit.

Nah, tercetuslah ide untuk melakukan perbanyakan bunga krisan dengan menggunakan stek pucuk. Krisan sangat mudah di stek. Pertama-tama kita siapkan media tanam, kemudian kita gunting pucuknya dengan guntuing yang tajam. Ketika memilih pucuk yang akan dijadikan stek, pilihlah pucuk yang tidak ada bakal kuncup bunganya. Untuk mempercepat pertumbuhan akar, bisa diolesi dengan lidah buaya penampang batang yang dipotong.



Setelah itu tinggal ditancapkan ke media tanam berupa campuran tanah dan kompos, lalu disiram dengan air. Tempatkan di tempat yang ternaung dari sinar matahari selama proses penumbuhan akar. Siramlah jika media terlihat kering, karena proses perakaran krisan butuh kelembaban yang cukup. Dalam beberapa hari sudah akan tumbuh akar, ditandai dari luar dengan penampakan setek pucuk yang masih segar dan muncul tunas daun baru.

Selamat mencoba.....

Friday, March 27, 2020

TIPS Refund 100% Tiket Pesawat di Traveloka

Seberapa banyak diantara kita yang mempunyai pengalaman harus menunda, menggeser, bahkan membatalkan jadwal penerbangan yang sudah kita rencanakan jauh-jauh hari sebelumnya? Sudah nggak terhitung berapa kali saya membatalkan atau menggeser jadwal penerbangan. Kalau harus membatalkan saya tentunya mengajukan refund yang prosesnya untuk sebagian besar orang mempunyai kompleksitas tersendiri yang menyita waktu dan yang paling menjengkelkan refund-nya akan diterima dalam waktu yang relatif lama dan tidak 100% dari harga tiket yang sudah kita bayar apalagi kalau menjelang hari keberangkatan, bisa-bisa tinggal 20% dari harga tiket refund yang kita terima.

Nah, melihat permasalahan seperti itu, Traveloka sebagai sebuah unicorn khususnya di bidang travel agent online, memberikan inovasi yang menurut saya sangat membantu permasalahan yang banyak dialami traveler pemakai jasa pesawat terbang. Traveloka menawarkan fitur garansi refund 100% dengan membayar premi sebesar Rp69.000 saja, bahkan beberapa minggu lalu hanya sebesar Rp49.000 saja. Mungkin karena kasus wabah corona yang memicu banyak pembatalan tiket oleh penumpang jadinya Traveloka menaikkan premi sebesar Rp20.000.

Refund 100% dapat kita peroleh sampai dengan 4 jam sebelum jadwal keberangkatan. Namun ada hal yang perlu kita perhatikan, jika kita sudah cek in, meskipun masih lebih dari 4 jam sebelum keberangkatan, maka tiket tidak bisa kita refund. Nah, jika kita kurang dari 4 jam sebelum keberangkatan baru mengajukan refund, maka bukan 100% yang kita dapat melainkan 20% saja dari harga tiket.




Inovasi ini menurut saya cukup bagus, apalagi di tengah ketidakpastian kondisi akibat wabah corona saat ini yang bisa setiap saat jadwal yang kita susun jauh-jauh hari bisa berubah dengan cepat, maka tidak ada salahnya bahkan menguntungkan untuk membeli premi garansi refund 100% ini. Di samping kita akan tenang, tidak ragu kalau sewaktu-waktu ingin meng-cancel, kita juga bisa mendapatkan harga yang murah jika kita pesan tiket jauh-jauh hari sebelumnya tanpa rasa khawatir untuk membatalkannya setiap saat hanya dengan membayar Rp69.000.

Selamat mencoba, semoga bermanfaat......!

Wednesday, March 25, 2020

Cara Refund Tiket Air Asia

lagi-lagi gara-gara corona, semua jadwal yang telah tersusun rapi ambyar begitu saja. Tiket pesawat yang sudah kupesan jauh-jauh hari terpaksa harus kubatalkan. Kebetulan aku beli tiket Air Asia untuk pulang pergi Jakarta - Surabaya. Rencananya aku terbang dari Jakarta tgl 20 Maret dan balik lagi dari Surabaya tanggal 25 Maret, hari ini saat kutulis artikel ini.

Begitu ada ketentuan Work from Home dari kantorku saat itu tgl 16 maret, segera kubatalkan tiket air asia.  Kebetulan aku beli tiketnya melalui aplikasi mobile Air Asia, karena sudah sekitar setahun ini, tiket air asia tidak lagi dijual di travel agent online seperti traveloka ataupun tiket.com. 

Setelah ku googling bagaimana cara membatalkan tiketnya, ternyata jika lebih dari 72 jam sebelum keberangkatan, tiket bisa direfund sampai 75% dari harganya. Namun bisa 100% jika refund-nya berupa credit poin air asia yang bisa dibelikan tiket lagi di kemudian hari. Namun, aku tidak memilih credit poin melainkan memilih di refund ke kartu kreditku.


(Lihat Video cara refund tiket air asia di bawah ini!)


Sangat mudah untuk merefund-nya. Kita tinggal mengakses aplikasi Air Asia dan pilih menu AVA (Air Asia Voice Assistant). Kita tinggal pilih menu new refund, dan pilih Indonesia Domestic Refund, kita akan diminta memasukkan booking code, nama depan dan belakang, serta email yang kita gunakan untuk membeli tiket air asia ketika itu. Setelah berhasil semua proses kita lalui, kita perlu menunggu waktu maksimal 30 hari kerja untuk mendapatkan refund.

Kita bisa melihat status refund kita di menu laporan (my case) ataupun kita cek melalui menu Cek Status Pengembalian Dana. Oiya sampai hari ini sudah sekitar 9 hari sejak pengajuan refund, ternyata belum selesai proses refund saya. Semoga segera selesai, lumayan kan bisa buat jajan, hehe....

Sunday, March 1, 2020

Dengan QRIS, Satu Dompet Digital Untuk Semua Pembayaran Berbasis QR Code

Mulai 1 Januari 2020, Bank Indonesia sebagai regulator di bidang moneter memberlakukan para penyelenggara dompet digital ataupun institusi keuangan yang menyelenggarakan pembayaran berbasis QR Code menggunakan QRIS (Quick Response code Indonesian Standard), yang memudahkan masyarakat dalam pembayaran berbasis QR Code.

Selama ini, masyarakat hanya bisa menggunakan satu dompet digital misalkan Gopay untuk pembayaran berbasis QR Code Gopay, aliasnya GoPay-nya tidak bisa digunakan untuk membayar QR Code yang dikeluarkan oleh penyelenggara dompet digital lainnya misalkan Ovo, Dana, atau LinkAja. Dengan QRIS satu dompet digital bisa digunakan untuk membayar semua metode pembayaran berbasis QR Code.

Kemarin, ketika saya makan sate padang di  pinggir jalan, untuk pembayaran non tunai si penjual hanya menyediakan metode pembayaran dengan Gopay. Iseng-iseng aku ingin membuktikan apakah QRIS sudah berlaku. Alhasil aku mencoba membayarnya pakai QR Code Gopay si penjual menggunakan Ovo, dan ternyata bisa. Saldo Gopay si penjual sate padang pun seketika itu pula bertambah. Aku pun penasaran mencoba scan membayar pakai Dana dan LinkAja, ternyata juga bisa muncul nama warung si penjual sate padang, tapi tentunya tidak saya lanjutkan ke pembayaran, kan sudah bayar pakai Ovo, hehe.... Si penjual pun merasa surprise dengan hal ini, karena sebelumnya dia tahu, dan ada pelanggannya dulu yang tanya bisa bayar pakai Ovo? Dia pun dulu menjawabnya tidak bisa , hanya bisa pakai Gopay. Sekarang dia pun bisa menerima berbagai pembayaran QR code untuk pelanggannya.

Praktis banget, nggak perlu pakai banyak dompet digital! Namun, jika ada promo dari dompet digital tersebut, kita tidak bisa memperolehnya jika transaksi antar dompet digital. Misalkan saat itu, OVO sedang promo ada cashback Rp3000, tapi karena saya membayar ke QR Code Gopay maka saya tidak mendapatkan cashback itu. Sebaliknya, jika Gopay sedang ada promo, karena saya bayar pakai Ovo tidak akan mendapat promo tersebut.

Syukurlah, semua menjadi lebih mudah bagi masyarakat dalam bertransaksi non tunai. Sayangnya masih banyak masyarakat yang belum tahu tentang QRIS ini. Semoga sesegera mungkin, cashless society yang sepenuhnya terjadi di negeri ini agar semua transaksi keuangan bisa terlacak dan meminimalisir terjadinya tindak korupsi. Good Job BI!

Friday, February 28, 2020

Praktis Pakai LinkAja untuk Naik KRL

LinkAja, dompet digital bersama besutan BUMN-BUMN perbankan dan telkomsel ini semakin menunjukkan eksistensi untuk menyaingi kedigdayaan Gopay, Ovo, ataupun Dana. LinkAja melebarkan sayapnya sebagai salah satu alat pembayaran untuk layanan Kereta Rel Listrik (KRL) commuter line Jabodetabek.

Selama ini naik KRL hanya bisa menggunakan kartu uang elektronik semacam eMoney Mandiri, Flazz BCA, Brizzi, BNI Tapcash, ataupun kartu single/multitrip yang dikeluarkan oleh PT KCI. Nah, sekarang LinkAja sejak sekitar akhir tahun lalu bisa digunakan untuk membayar KRL berbasis pembayaran QR Code yang perlu di scan di gate bertanda khusus LinkAja yang ada di setiap stasiun KRL.

Saldo nominal LinkAja untuk bisa menikmati fasilitas ini adalah sebesar Rp13.000, jadi jika kurang dari itu otomatis gate KRL tidak bisa terbuka. Nanti, jika sudah keluar dari stasiun tujuan, saldo kita akan dikembalikan lagi sejumlah selisihnya dengan tarif ke stasiun tujuan.

Menggunakan QR code awal-awalnya agak ribet karena posisi scanner-nya yang berdiri vertikal, tidak seperti ngetap kartu uang elektronik secara horisontal. Juga perlu ekstra effort untuk mengepaskan scanner dengan HP. Jika terlalu dekat atau menempel, scanner tidak mampu membaca. Kendala-kendala di awal peluncuran layanan linkaja untuk pembeyaran KRL diperbaiki dengan memberikan semacam tonjolan karet yang mengelilingi scanner sehingga tidak HP tidak langsung menempel ke scanner. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat dua video di atas.