Thursday, July 10, 2014

Cicilan KPR yang Mencekik

Malam hari sebelum Pilpres, aku dikejutkan SMS dari Ibuku memberitahukan kalau cicilanku KPR BTN per Agustus mendatang menjadi sekitar 3,74 jt dari sebelumnya 2,68 jt. WOW... Lebih dari 1 juta naiknya??? Lebih dari 30%!

Ini Bunyi SMS-nya:

"BTN Arcoll5
Yth, Bpk/Ibu SONY HARTONO, Shubungn dgn pnysuaian suku bunga kredit, Angsrn KPR/KGM sdr saat ini Rp. 2.689.000 t.m.t 01/08/14 brubah menjd Rp. 3.742.100, Info Hub Contact Center Bank BTN 500286.Tks"

Kok aneh ya, malah Ibu yang di-sms, mengapa tidak sms langsung ke aku, padahal nomorku yang ada di database BTN masih aktif. Saat itu tidak bisa langsung kukonfirmasi ke BTN, dan baru kukonfirmasi pagi tadi dengan pertimbangan pas pada hari dan jam kerja.

Kutelpon call center BTN (021)500286 dan langsung nyambung dengan salah satu mbak call centernya yang cukup ramah tapi aku lupa bertanya siapa namanya. Aku bertanya kepada si Mbak Sisa Utang Pokok-ku masih berapa dan berapa bunga mengambang yang diberlakukan sekarang kok sampai-sampai cicilanku hampir 4jt. Si Mbak menyebutkan sisa pokok utangku adalah 262,...jt, ternyata sama dengan perhitunganku sendiri, tak lupa si Mbak menyebutkan kalau bunga floating efektif per 1 Juli 2014 yang ditetapkan oleh BTN untuk KPR adalah 14%. What......! Ternyata sebesar itu, diluar ekspektasiku sebelumnya pada kisaran 11-12%. Sebelumnya aku memperkirakan kenaikan cicilanku setelah masa promo bunga flat 7.49% selama 2 tahun adalah sekitar 500rb, eh dugaanku ternyata meleset jauh..... Huh!

Ku coba contact dengan teman-temanku di kantor ternyata mereka mengalami hal serupa. Tidak puas hanya kroscek di teman satu kantor, kutelpon temanku di Jakarta yang dulu hampir bersamaan ngambil KPR BTN 2 tahun silam, ternyata cicilannya sudah naik sekitar 1 juta juga! Gila!

Setelah kuanalisis secara pemikiran orang awam, suku bunga KPR tinggi ini adalah efek dari naiknya BI rate sebesar 175 basis poin dalam rentang waktu 2012 s.d. 2013. Aku nggak habis pikir para penentu kebijakan di Bank Indonesia menaikkan begitu drastis dalam tempo waktu yang relatif singkat hanya semata-mata agar Neraca Perdagangan kita yang negatif bisa menjadi positif yang pada akhirnya akan tetap mempertahankan rating surat utang Indonesia di level investment grade atau paling tidak nggak turun lagi, mengerem laju pinjaman agar ekonomi kita tidak overheat dan pada akhirnya secara makro ekonomi kita tetap kuat dan stabil di tengah lesunya perekomian dunia, serta dalam rangka menjaga nilai tukar kita tidak terkoreksi tajam.

Namun apa yang terjadi, strategi tersebut tidak cukup ampuh terhadap keoknya Rupiah di mata dollar AS sampai pernah hampir di kisaran 13.000 per dollar, dan membuat jebol anggaran subsidi BBM. Dan lagi-lagi yang paling dirugikan dengan strategi bunga tinggi BI ini adalah rakyat kecil terutama yang punya KPR dengan bunga mengambang. BI yang seolah tutup mata dengan aksi perbankan yang menaikkan begitu drastis bunga KPR-nya sehingga banyak masyarakat yang kelabakan dengan besaran cicilannya yang baru menyesuaikan dengan suku bunga terakhir. Coba bayangkan nasabah seperti saya yang dulu saat 2 tahun awal KPR menikmati suku bunga rendah 7,49% tiba-tiba harus dicekik dengan suku bunga 14%, Wow.....! Aku nggak bisa membayangkan teman-temanku yang punya cicilan awalnya 4 - 5 jt, sekarang bisa-bisa jadi 6 juta/bulannya. Belum lagi yang punya lebih dari satu KPR, mampuslah orang itu...!

Dulu saat mau mengambil KPR konvensional atau syariah aku percaya diri kalau ekonomi kita terus membaik dan BI rate akan stabil di kisara 5 - 6% dalam waktu yang relatif lama. Dulu saat aku mengambil KPR konvensional, KPR syariah (BTN Syariah) yang menawariku dengan bunga fixed 15 tahun sebesar 13%. mengapa aku tidak mengambil KPR Syariah, karena aku beranggapan kalaupun nanti masanya promo bunga rendahnya berakhir 2 tahun, kalaupuin naik tidak sampai ataupun paling tidak maksimal 13%. Ekspektasiku dimana bunga mengambang paling maksimal 13% ternyata meleset. Sekarang malah 14% Bokkkk!!!

Dengan kondisi seperti ini, kalau pemerintah tidak turut campur menangani masalah bunga KPR ini, sebentar lagi prediksiku di media massa akan banyak berita tentang default (gagal bayar) cicilan KPR. Bagaimana tidak, KPR bunga rendah yang booming antara tahun 2010 s.d. 2012 membuat persentase KPR dalam keseluruhan kredit dari perbankan naik signifikan. Bisa-bisa kalau dulu banknya tidak menganalisis debitur KPR-nya dengan cermat maka potensi default akan semakin besar.

Para pemimpin BI itu tidak pernah merasakan menjadi debitur KPR itu seperti apa, menjadi rakyat kecil itu seperti apa, jadilah kalau mereka tidak pernah mengalami apa yang rakyat rasakan, maka sulit menumbuhkan empati dalam diri mereka dan terbentuklah suatu keputusan yang tidak bijak (berarti bukan kebijakan) dan hanya mengorbankan rakyat biasa.

Semoga pemerintah yang baru nanti tidak menutup mata akan fenomena ini. Jangan biarkan bank-bank itu menghisap darah masyarakat Indonesia sakpenake udele!

InyaAllah aku masih sanggup membayar cicilan itu. Persoalannya sekarang bukan besar kecilnya cicilan yang harus kita bayar, melainkan bisa tidaknya kita membayar cicilan itu. Kalau cicilannya kecil tapi kita nggak mampu bayar kan sama juga bo'ong. Lain halnya kalau cicilannya besar tapi kita masih mampu membayarnya, ya Alhamdulillah berarti Tuhan masih sayang kepada kita dengan memberikan kelancaran rezeki. Jadi kita lebih baik bersyukur masih mampu membayar cicilan itu, daripada terus kita pikirkan bikin penyakit saja! Ha ha.... Toh rezeki sudah ada yang ngatur, kita hanya berusaha dan berdoa saja.

Baca juga:

Menjinakkan Kartu Kredit yang Selalu Menggoda

31 comments:

  1. iya nih. senasib :(
    parah BTN, bunganya tertinggi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Anonymous9:08 AM GMT+7

      Pengalaman KPR Permata Syariah

      Saya kredit KPR Permata Syariah tahun 2008. Akad murobahah dengan pokok 208 juta dan margin 242 juta (margin 12% fix efektif atau 7,75% fix flat per tahun selama 15 tahun). Cicilannya 2,5 juta per bulan. Saya lihat perbandingan utang pokok dengan margin tidak proporsional. Angsuran awal, margin sangat besar sedangkan pokoknya kecil.

      Saat ini, saya sudah mencicil selama 7 tahun. Jadi uang yang sudah saya setor ke bank adalah 2,5 juta x 12 x 7 = 210 juta. Ternyata pokok utang saya masih 150 juta. Berarti pokok utang yang sudah saya bayar sebesar 208 - 150 = 58 juta. Margin yang sudah saya bayar selama 7 tahun adalah 210 - 58 = 152 juta. Berarti bunga yang saya bayar 152 / 58 = 262% untuk 7 tahun. Ini setara dengan 262% / 7 = 37%. Gila bener. Padahal harusnya 7.75% per tahun nya. Perbandingan margin dengan pokok yang tidak proporsional menyebabkan kenaikan margin dari 7,75% menjadi 37%. INI GILA. Ini lebih besar dari KTA mana pun.

      Gila bener. Perbandingan margin dan utang pokok yang tidak adil sangat merugikan nasabah. Ini berarti nasabah harus membayar margin per tahun lebih besar dari yang disepakati. INI ADALAH KECURANGAN.

      Sistem yang adil adalah persentase margin dan pokok harus sama dari setiap angsuran dari tahun ke tahun. Jika perbandingannya adil, maka utang pokok yang sudah saya bayar adalah (208 / 450 ) x 210 = 97 juta. Sehingga utang pokok saya tinggal 208 - 97 = 111 juta. Berarti saya dicurangi sebanyak 150 - 111 = 39 juta selama 7 tahun. INI GILA.

      WASPADALAH. Saya dicurangi oleh perbankan. Bagaimana dengan ANDA?

      Dan ingatlah. Perbandingan antara margin dan pokok yang tidak adil ini tidak pernah disebutkan oleh bank manapun. WASPADALAH...WASPADALAH

      Delete
  2. sama.... sy juga... terpaksa cuma makan tahu tempe doank dirumah... hiks..hiks.... menyedihkan...

    ReplyDelete
  3. sama.. kaget juga dengernya.. mudah2an rizkinya nambah.. amiinn

    ReplyDelete
  4. Anonymous2:30 PM GMT+7

    parah parah

    ReplyDelete
  5. Gw mo tk Over aja ke bank syahriah... BTN Parah....

    ReplyDelete
  6. Sama persis sama kpr saya Pak Sony, dari persenan sampe sisa utang, kpr benar2 mencekik.

    ReplyDelete
  7. Hikkkk sama nich dengan saya...yg ditelp krna kekurangan pembayaran cicilan nda ada info kl KPRnya naik 14 % T_T

    ReplyDelete
  8. wah manteps tulisannya.. mohon izin kutipan kalimatnya di pakek..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih..... Ok Silakan....

      Delete
  9. iya gile bener 14 persen

    ReplyDelete
  10. Kayaknya BTN udah nggak berani naikin bunga KPR lagi tahun ini. Sudah kelewatan tinggi....

    ReplyDelete
  11. Anonymous6:39 PM GMT+7

    iya parah tuh btn naeknya...

    ReplyDelete
  12. Anonymous3:42 PM GMT+7

    persis sama ya, saya juga dr 7,49% dikirimin surat naek jd 14%, untung cuma ambil 5 tahun, jd kenaikan cicilan hanya sekitar 12%.. mudah2an kedepannya bisa turun lagi, tapi sepertinya floatingnya BTN klo bunga turun tidak langsung diturunkan, tetapi kalau naik akan langsung di naikkan..

    ReplyDelete
  13. Anonymous1:55 AM GMT+7

    Korbannya banyak juga, bank negara APA rentenir btn?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seringkali nasabah KPR gigit jari jika ada kenaikan bunga yang signifikan. Kalau BI rate naik segera dinaikkan bunga KPR-nya, begitu BI rate turun jangan harap bunga KPR langsung turun. Ya semoga kita senantiasa diberikan rezeki untuk membayar KPR kita.

      Delete
  14. aku juga sama om, Cicilan KPR BTN ku berubah dari 2,048,000 sekarang menjadi 2,475,900. terakhir aku melakukan cicilan ekstra tapi proses nya lelet, yang seharus nya sehari setelah tanda tangan surat pertanyataan rekning langsung diautodebt, tapi nyata nya 7 hari kemudian baru di autodebet. ane kecewa sama kinerja BTN cabang Darmo surabaya, tempat dimana aku pertama kali melakukan akad kredit nya. tks for sharing gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. BTN sudah sangat profit oriented sekarang, maklumlah sekarang sudah jadi perusahaan terbuka yang tujuanm utamanya untung, untung dan untung.......

      Delete
  15. luar biasa, ini sangat bermanfaat...thanx pakbro...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima Kasih atas kunjungannya, senang bisa berbagi informasi....

      Delete
  16. luar biasa, ini sangat bermanfaat...thanx pakbro...

    ReplyDelete
  17. Sama, BTN memang brengsek. Tahun pertama KPR cicilan Rp. 5.3 jt, tahun kedua jadi Rp. 6.8 jt. Brengsekkkk bener BTN.
    Bagaimana kalau kita buat gerakan anti BTN???

    ReplyDelete
    Replies
    1. KPR saya di BTN akhir april kemarin sudah saya tutup Pak, nggak tahan dengan bunganya....

      Delete
    2. KPR saya di BTN akhir april kemarin sudah saya tutup Pak, nggak tahan dengan bunganya....

      Delete
    3. klo take over gitu gimana teknisnya om?terus menurut sampean,enaknya take over ama bank mana yaa???

      Delete
    4. klo take over gitu gimana teknisnya om?terus menurut sampean,enaknya take over ama bank mana yaa???

      Delete
    5. klo take over gitu gimana teknisnya om?terus menurut sampean,enaknya take over ama bank mana yaa???

      Delete
  18. dalam angsuran KPR yang dipakai adalah proporsi bunga menurun, supaya bisa dapet cicilan kecil. Tapi ini jadi ilusi ketika bunga floating naik signifikan.

    Karena pada cicilan awal, hampir 80% untuk bayarin bunga. Makanya kalo diliat 2-3th penurunan hutang tidak signifikan (perkiraan jadi bayar bunga diatas 30% pertahun). Makanya kalo ambil KPR sampe 15-20 tahun adalah salah besar (kecuali anda pegawai bank yang dikasih bunga khusus, itu juga kalo tahan 20th kerja disituuuuu aja).

    Paling ideal yah 10th. jadi begitu mulai tahun ke 5, berasa signifikan penurunan hutangnya.

    Tadi saya bilang diatas bunga kecil adalah ilusi, kenapa? karena begitu bunga floating dan anda take over, sebenarnya anda membayar bunga pinjaman sebesar 30% per tahun dengan jaminan sertifikat rumah.

    Yaa, semoga aja kenaikan propertinya bisa ngelawan selisih bunga, pun kalau begitu memang rumah lain tidak ikut naik harganya?

    Mau gimana yaa tetep Bank yang menang banyak hehe

    ReplyDelete