Sunday, January 11, 2015

Pijat Refleksi di Ken Hermawan Bintaro



Ranjang-ranjang pijat yang dibatasi dengan Tirai (dok. pribadi)
Dipijat memang aktivitas yang mengasyikkan, apalagi tekanannya pas dan durasinya panjang, alamak nikmat banget.....!

Tidak semua orang suka dipijat, tapi aku termasuk orang yang seneng banget kalau dipijitin. Nah, ketika bertugas pertama kali di Jakarta aku kebingungan mencari tukang pijat, sampai dengan teman kantorku merekomendasikan Rumah Pijat Refleksi Ken Hermawan di Bintaro Sektor 5.

Pertama kali pijat di Ken Hermawan, rasa geli yang paling nggak terlupakan. Bagaimana tidak, sebelum dipijat, kaki kita direndam dengan air hangat yang sudah ditaburi semacam kristal garam, dan yang bikin geli saat telapak kaki kita disikat, ehmmmm mbayangin aja udah geli sendiri..... Tapi sekarang kesan geli itu sudah hilang, yang ada malah ketagihan....

Minyak Aroma Terapi yang dipanaskan dengan anglo kecil dalam ruang pijat (dok. pribadi)
Nah di Ken Hermawan Bintaro ini buka pukul 8 pagi s.d. 9 malam. Biasanya aku telpon dulu ke nomor (021) 7342154 untuk booking, soalnya seringkali aku langsung saja datang tanpa booking, ternyata penuh. Asiknya di Ken Hermawan ini tempatnya bersih, ada aroma terapinya, ber-AC, ada backsound instrumen yang membuat kita rileks. Ada dua lantai ruangan pijat yang berada di sebuah ruko depan kompleks STAN ini. Di setiap ruang ada sekitar 6 bilik pijat yang satu sama lain dibatasi tirai. Adapula ruang pijat VIP yang aku sendiri belum pernah masuk ke dalamnya. Yang pasti lebih privasi dan nyaman lah.... Dan tentunya lebih mahal.

Cahaya temaram ruangan juga menimbukan kesan rileks. Dilengkapi dengan ranjang pijat yang bisa direbahkan atau diatur kemiringannya. Spreinya poun langsung diganti setiap kali usai memijat setiap pelanggan. Selama pijat kita diberi air mineral gelas. Dan ketika usai kita ditawari minuman wedang jahe instan hangat.

Ranjang Pijat yang bisa direbahkan dan diatur kemiringannya (dok, pribadi)
Awal Desember tahun kemarin ketika aku bertugas ke Jakarta, kusempatkan mampir di Ken Hermawan Bintaro. Ternyata tarifnya masih sama. Kebetulan aku datang hari Minggu, yang berarti berlaku harga normal. Kalau gk salah hari Senin - Jumat saat jam kerja ada diskonnya, aku agak lupa tarifnya kalau jam 8 s.d. 12 cuma Rp35ribu. Kalau lagi nggak diskon seperti pas aku kesana Rp60rb untuk 90 menit pijat seluruh badan, dan Rp35rb untuk totok wajah 30 menit. Lain kali kalau aku kesana lagi ku-update lah tarifnya.... Lupa-lupa ingat soalnya.... lumayan murah untuk ukuran kota besar.

Baca juga: Tarif Pijat di Ken Hermawan Bintaro

Nah, kebetulan kemarin yang memijatku adalah Mas Kasan (kalau gk salah dengar). Dia sudah bekerja selama beberapa tahun di situ, sebelumnya dia bertugas di Ken Hermawan Kelapa Gading. Dia sudah berkeluarga dan mengontrak di belakang kawasan elit Bintaro Jaya alias di kampungnya sekitar Pondok Ranji situ.... Nah karena aku sukanya Kepo bingits, kutanyalah berapa gajinya setiap bulan. "Setiap bulan dapat gaji berapa Mas?"

"Sedikit Mas, cuma 4,5!", sahutnya lirih agak malu.

"4,5 juta ya?"' tanyaku setengah nggak percaya

"Empat Ratus Lima Puluh Ribu Mas"

Hah, di Jakarta cuma digaji 450 ribu per bulan, apa cukup? Beli susu untuk si kecil aja cukup nggak cukup. Ternyata selain gaji pokok, dia mendapatkan komisi, tergantung berapa orang yang dipijat setiap harinya. Kira-kira mungkin dia dapet sekitar Rp2 juta per bulan.


Tak terasa pijat 90 menit plus totok wajah 30 menit pun berlalu begitu cepat, mungkin karena akunya keenakan kali ya. Jadi pengen pijat nih.....

1 comment:

  1. Besarjuga ya gaji terapis. Aku juga mau lah. Soalnya aku lagi mengganggur.

    ReplyDelete