Showing posts with label Bintaro. Show all posts
Showing posts with label Bintaro. Show all posts

Tuesday, April 30, 2019

Akses Langsung dari Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) ke Stasiun Jurangmangu

Berita ini sangat bagus bagi para mahasiswa UPJ yang sehari-hari ke kampus naik KRL. Sekarang akses langsung dari UPJ ke Stasiun Jurangmangu sudah dibangun oleh Bintaro Jaya. Akses berupa semacam pedestrian dengan atap ini sangat representatif. Lantainya ternyata dari aspal jadi mungkin akses langsung ini tidak hanya diperuntukkan untuk pejalan kaki, melainkan untuk para pemakai sepeda ataupun sepeda motor supaya bisa dititipkan ke parkiran stasiun Jurangmangu.

Akses langsung ini ke Stasiun Jurangmangu mempunyai panjang kira-kira 200m dilengkapi juga dengan lampu penerangan yang memadai untuk malam hari. Namun, ketika saya melintas pada siang hari suasananya sangat sepi sekali, saya hanya berpapasan dengan satu orang saja. Saya jadi membayangkan bagaimana keadaannya kalau malam hari, agak serem juga kalau tiba-tiba di tengah jalan dicegat orang, waduh......!



Akses langsung ini berujung di parkiran sepeda motor Stasiun Jurangmangu. Mungkin saat ini masih sepi, tapi saya yakin beberapa waktu kemudian, apalagi jika apartemen-apartemen ataupun pusat komersial di sepanjang jalan baru boulevard UPJ sudah dibangun pasti akan rama juga. Bintaro Jaya membangun akses langsung ke Stasiun Jurangmangu dari UPJ dengan biaya yang tidak sedikit pasti punya itung-itungan bisnis tersendiri. Mungkin salah satunya untuk meningkatkan daya tarik kawasan baru UPJ karena variasi aksesibilitasnya yang semakin banyak.

Kalau dari UPJ sendiri, akses langsung ke Stasiun Jurangmangu ini bermula dari Bundaran UPJ, ditandai dengan pedestrian dengan atap putih yang memanjang mendekati rel ke arah timur menuju Stasiun Jurangmangu.

Friday, December 15, 2017

Nyobain Bebek Dower Plaza Bintaro


HarWerNas alias Hari Dower Nasional (klaim sepihak) dari Restoran Bebek Dower yang menjual berabeka macam masakan bebek. Nah, bertepatan dengan hari ulang tahun ke-6 restoran ini yang jatuh pada tanggal 15 Desember ini, Resto Bebek Dower memberikan promo Bebek Dower dengan harga 'cuma' Rp15 ribu per porsinya.

Promo Ultah ke-6 Bebek Dower
Jenis masakan bebek yang promo pada hari ini adalah bebek goreng, dengan lalapan dan khas sambel dower-nya, tapi ingat tanpa nasi lho. So kalau kamu mau nambah nasi, kamu harus nambah Rp7000 per porsi nasinya. Kebetulan hari ini aku tahu promo itu dari temanku, karena aku penyuka masakan bebek, jadilah aku penasaran dengan promonya.

Jam 10 lebih kami meluncur ke Bintaro Plaza, ke salah satu cabang Resto Bebek Dower yang ada di Jabodetabek. Sesampainya di sana, kami kira restonya masih tutup, eh ternyata sudah ada pelanggan yang pesan bebek dower promo itu dan bebek telur asin dengan harga normal.

Usai membayar pesanan, kami piun keliling sebentar di Bintaro Plaza karena katanya pesanan bebeknya baru ready sekitar 15 menit kemudian. sekitar 10 menit putar-putar Bintaro Plaza, kami pun balik ke resto. Ternyata belum jadi juga, dan kami pun masih menunggu kurang lebih 15 menit lagi. Jadi kalau ditotal sekitar 30 menit kami harus menunggu. Lumayan lama..... tapi nggak papa lah, maklum harga promo.

Untuk urusan rasa sebenarnya tidak ada yang spesial. Sambalnya juga menurutku nggak terlalu pedas juga, entah mungkin untuk orang lain sudah pedas kali ya sampai bisa bikin bibir dower, hehe... Lalapannya berisikan selada dan ketimun potong, sayang tidak ada kemanginya. Untuk bebeknya sendiri, yang diolah ada bebek muda dengan ukuran setengah ekor. Jangan dibayangkan setengah ekor itu besar lho ya, karena ini bebek muda atau malah tepatnya bebek bayi kali ya, haha....


Porsi setengah ekor Bebek Dower Madura

Untuk makanan seharga Rp22 ribu lumayan worth it lah, karena bebek-bebek di luar rata-rata harganya lebih dari Rp35 ribu. Untuk restonya sendiri cukup nyaman dan representatif. Silakan mencoba jika penasaran......
Resto Bebek Dower Plaza Bintaro



Oiya ketika pulang aku melihat ada SMS masuk di HP, ternyata ada SMS Promo dari Bebek Dower Plaza Bintaro yang menawarkan promo diskon spesial 40% Nasi Bebek Dower Madura 1/2 ekor plus Es Teh Manis hanya bayar Rp30ribu.


Thursday, December 7, 2017

Kupat Tahu Magelang Bintaro

Satu Porsi Kupat Tahu Magelang Spesial komplit dengan Telur Bebek Dadar
Kuliner yang satu ini mungkin tidak asing di telinga kita. Ya bahan utama pasti sesuai dengan namanya yaitu Tahu dan Ketupat. Makanan yang populer di Jawa Tengah ini, disajikan dengan kuah kacang encer dengan tingkatan rasa pedas sesuai selera kita. Selain Tahu dan ketupat, tentunya ada taoge (kecambah) yang tidak pernah absen dalam penyajian standar makanan ini.

Rasa segar dari irisan daun jeruk dengan kuah kacang kecap manis encer plus taburan daun seledri itulah yang membuat makanan ini terasa ringan, tidak eneg dan tidak terlalu mengenyangkan, pas lah pokoknya.... potongan bakwan dan telur bebek dadar semakin menggugah selera untuk segera melahapnya.

Jika Anda berdomisili di Bintaro dan sekitarnya dan kangen akan kuliner kupat tahu yang satu ini, patut mencoba di ramah makan kupat tahu magelang yang letaknya di jalan Tegal Rotan, tepat di pertigaan seberang jalan masuk ke Mal Bintaro Xchange. Kalau datang dari arah selatan (dari arah ciputat atau Kampung Sawah) letaknya berada di kiri jalan setelah pom bensin berdekatan dengan sebuah masjid.

Mantapnya Kupat Tahu magelang di rumah makan ini adalah rasanya yang nendang, mantap, nggak ngirit bumbu. Tahu dan telur dadar juga baru digoreng fresh ketika kita pesan. Untuk harganya jika dilengkapi dengan telur dadar satu porsinya seharga Rp22.500,- Cukup worth it lah dengan rasa maknyuss yang didapatkan.

Saturday, December 19, 2015

Ke Bandara Naik Xtrans

Nomor Reservasi Tiket Xtrans di Jakarta dan Bandung
Rumahku yang berada di wilayah Kota tangerang Selatan lumayan jauh dari Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar 40 km jaraknya jika melalui Tol Serpong-Ulujami, nyambung Tol JORR dan Tol Bandara. Jarak yang begitu jauh tentunya cukup banyak biaya yang perlu dikeluarkan terutama jika menggunakan taksi. Bisa lebih dari 170 ribu belum termasuk biaya tol yang kalau nggak salah nominal totalnya Rp30.500, so kalau mau ke bandara naik taksi ya siap-siap saja minimal uang Rp200ribu.
-
Nah, Minggu kemarin saat aku mau balik ke Pontianak aku agak bingung mau naik pakai moda transportasi apa. Untuk taksi, kupikir-pikir terlalu mahal, sayang rasanya kalau sekedar buat ongkos taksi, mending untuk traktir temen, haha.....

Sebenarnya pengen lagi mencoba taksi Uber, namun karena keberadaannya sangat jarang di sekitar perumahanku, akhirnya kubookinglah travel Xtrans jurusan bandara yang berangkat dari kawasan BSD, tepatnya di kompleks Ruko Golden Road Sektor VII Blok S No. 119 BSD City (021-53154871) atau mudahnya di ruko-ruko samping ITC BSD. Tapi kubooking bukan melalui nomor telepon pool Xtrans BSD melainkan ke nomor telepon reservasi Xtrans di nomor (021-3150555). Cukup telepon saja, dan kita akan ditanya mau berangkat ke mana melalui pool xtrans mana. Untuk pembayaran nanti dilakukan langsung di pool keberangkatan yang kita pilih. Untuk ke bandara dari BSD cuma Rp50ribu, murah to... Oiya masing-masing pool keberangkatan tidak melayani reservasi melalui telepon, tapi sekarang sudah melayani pemesanan dengan datang ke pool-nya langsung

Selain melalui Pool Xtrans BSD, aku juga sering naik melalui pool Xtrans Bintaro yang terletak di Bintaro Trade Center (BTC), Sektor VII, Ruko Blok D2 No.15 Area Food Court (021-7450303). Hampir sama sih jaraknya antara pool BSD dan Bintaro dari rumahku, tapi karena kondisi jalan menuju pool BSD yang lebih lebar dan lancar, maka sering kupilih berangkat melalui BSD.

Keberangkatan Xtrans jurusan Bandara dari BSD maupun Bintaro setiap 30 menit sekali. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam dengan kondisi jalan ramai lancar. Rute yang ditempuh tidak melalui Tol, jadi sangat rawan jika sewaktu-waktu ketemu macet di jalan. Baru-baru ini Xtrans punya layanan travel ke bandara yang melalui jalan Tol sehingga lebih cepat namun juga tarifnya lebih mahal.


Saturday, October 31, 2015

Gudeg Bu Dibyo Bintaro

Seporsi Gudeg Bu Dibyo (dok.pribadi)
Gudeg, entah mengapa lidahku sangat cocok dengan masakan manis khas Jogja ini, padahal aku orang pantura yang umumnya tidak suka dengan masakan manis. Mungkin aku masih punya darah Jogja dari ibuku yang asli Bantul.

Makanan yang satu ini memang ngangenin, saking lamanya aku nggak makan gudeg asli sejak hampir 7 tahun yang lau, ketika istriku ke Jogja aku pesen untuk dibelikan gudeg kaleng, kali aja bisa mengobati kerinduanku dengan gudeg, tapi ternyata tidak, beda banget rasanya bahkan malah cenderung asam, ehmmmm,.....

Nah, kemarin kebetulan aku pijat di Ken Hermawan Bintaro. Aku yang belum sarapan dari pagi, usai pijat, aku sudah tidak mampu lagi menahan demo dari seisi perutku. Akhirnya aku mampir ke Gudeg Bu Dibyo yang kata temenku enak banget.

Dari Ken Hermawan di Sektor 5 depan Kampus STAN, kulajukan motorku ke arah Plaza Bintaro dan terus ke timur sampai dengan perempatan bangjo Pondok Ranji. Kalau ke kanan ke arah stasiun Pondok Ranji, kalau ke kiri ke arah Pondok Betung. Kubelokkan motorku ke arah kiri. Kira-kira 1 km ke utara di sekitar sektor 4 Bintaro, di kiri jalan ada tulisan Gudeg Bu Dibyo yang nyempil di sebuah ruko kecil, mungkin ukuran 3 x 6 meter. Saya sarankan kalau mau kesana pelan-pelan saja, karena kalau kecepatan tinggi sering nggak kelihatan terlewat begitu saja.

Sampai di sana segera kupesan Gudeg, "Bu, ini gudegnya pakai ayam kampung nggak?", tanyaku ke Bu Dibyo sambil membaca menu dan harganya yang tertera di meja etalase.

"Iya betul pakai ayam kampung!", jawabnya lembut.

Kupesanlah seporsi gudeg dengan ayam opor yang kulihat di daftar menu itu seharga Rp30ribu. Agak mahal, tapi wajarlah karena pakai ayam kampung.

Setelah kutunggu sekitar 5 menit, akhirnya gudeg pesananku datang dengan komposisi nasi putih, ayam kampung paha opor, krecek, sambal, dan tentunya gudeg yang diguyur dengan areh. Areh inilah kesukaanku yang rasanya legit dan gurih, ini yang kucari setiap kali aku menikmati gudeg, AREH-nya! Rupa areh mirip dengan bumbu maskaan rendang yang sama-sama terbuat dari santan kelapa berbumbu. Tak lupa kupesan minuman spesialnya, Es Beras Kencur!

Es Beras Kencur (dok. pribadi)
Sambil makan, aku ngobrol dengan Bu Dibyo. "Bu, kok bukanya jam 11, nggak buka lebih pagi Bu?", tanyaku sambil makan dengan lahap.

"Nggak Mas, soalnya nggak punya asisten. cuma sendirian. Saya rumahnya jauh di Ciledug, terus pagi baru masak di sini!" jawabnya.

Bu Dibyo juga menceritakan kalau banyak pelanggannya yang pesan ke dia melalui Go Jek untuk pengantarannya. Ternyata si Ibu berasal dari Tamansiswa Yogyakarta, dan baru awal tahun ini berjualan di lokasi yang sekarang ini. Sebelumnya dia berjualan di dekat Dapur Cokelat kalau nggak salah Bintaro Sektor 3A.

Memang legit rasa gudeg dan arehnya. Ayam kampungnya juga gurih dan empuk, mantap makyuss lah pokoknya. Oiya jam buka gudeg Bu Dibyo setiap hari pukul 11.00 s.d. 20.00 WIB, dan tutup pada hari Jumat, tapi kemarin hari Jumat malah pas buka, karena beliau mau tutup pada hari minggu. Ya pas Bejoku, haha....

Oiya beliau juga jualan garang asem, tapi pas aku datang kemarin garang asemnya belum matang, mungkin next time lah kucoba....


Friday, May 29, 2015

Pengalaman Naik Travel Xtrans dari Bandara Soetta (Cengkareng)

Biasanya kalau ke Jakarta, dari Cengkareng aku naik Taksi sampai ke rumahku di Sarua, Tangsel.  Nah, Sabtu minggu lalu kebetulan aku ke Jakarta, dan karena masih pagi dan tidak terburu-buru, kucobalah naik Xtrans dari Bandara.

Keluar dari Terminal 2F, aku langsung berjalan belok ke arah kiri menuju halte Bus Damri. Yah kira-kira jalan 150 meter lah dari pintu keluar terminal 2F. Nah, di halte Bus Damri itu juga terdapat loket-loket Travel seperti Xtrans dan Cipaganti. Tanpa basa-basi kubeli tiket tujuan Bintaro seharga Rp50ribu. Coba bandingkan dengan ongkos taksi yang rata-rata habis 200-an ribu sampai persis depan rumahku.

Terlanjur kubeli tiket jurusan Bintaro, ternyata setelah kupikir-pikir dari rumahku lebih dekat jika aku turun di BSD. Xtrans jurusan Bintaro akan melewati daerah BSD dulu sebelum ke Bintaro. Jika di BSD akan berhenti di kawasan ITC, dan kalau ke Bintaro akan berhenti di kawasan Bintaro Trade Center (BTC), tempat pool Xtrans.

Tidak sampai setengah jam aku menunggu, travelnya sudah datang. Mobil Elf berkapasitas 9 penumpang plus satu sopir. Cukup luas mobilnya dan kursinya pun nggak terlalu sempit, dengan ruang kaki yang cukup luas.

Rencana-nya kalau aku berhenti di BSD akan turun di sebelum pintu masuk Tol BSD dekat Jalan Ciater, ternyata setelah kutanya tidak lewat daerah situ, jadilah aku kepikiran untuk berhenti ke Teraskota. Sambil nunggu jemputan kakakku, kan bisa nge-mall dulu, haha....

Total waktu dari Bandara sampai BSD kurang lebih satu jam, kalau ke Bintaro tinggal tambah saja sekitar 20 menit kalau tidak macet.

Naik Travel dari Bandara memang solusi lebih murah, asal destinasi kita masuk dalam rutenya, haha.....

Friday, April 17, 2015

Tarif Pijat di Ken Hermawan Bintaro

Tarif Pijat Refleksi di Ken Hermawan Bintaro (dok. pribadi)
Mumpung ada tugas di Bintaro, sekalian aja mampir pijat di Ken Hermawan, lumayan bisa bikin rileks badan, dan yang pasti tarifnya itu lho, murah bingitssss untuk sekelas di Ibukota. Bagaimana nggak murah, cuma dengan Rp60ribu bisa pijat 1,5 jam. Apalagi pemijatnya dalah tenaga-tenaga muda yang terampil dan tentunya sudah mengikuti pelatihan standar pijat refleksi Ken Hermawan.

Eitss tunggu dulu ternyata tarifnya bisa tambah jauh lebih murah, cuma Rp35ribu jika pijat pada hari kerja pukul 08.00 s.d. 11.59 dan Rp45ribu pada pukul 12.00 s.d. 15.59, kecuali hari libur atau Sabtu Minggu.

Nah, kebetulan tadi aku pijat abis jumatan pukul 1 siang jadinya kena tarif Rp45ribu plus aku nambah totok wajah selama 30 menit dengan tarif Rp35ribu jadi toralnya 2 jam cuma Rp80ribu. Bandingkan kalau pijat di spa hotel yang bisa mencapai ratusan ribu hanya beberapa puluh menit saja. Tapi jangan dibandingkan dengan tarif pijat di kampung ya, pastinya kalah murah lah...

Asyiknya pijat di Ken Hermawan ini, selama 90 menit kita lengkap dipijat mulai dari telapak kaki, kaki, tangan, punggung, sampai yang terakhir pundak dan kepala. Meskipun aku sudah berkali-kali pijat di Ken Hermawan, masih saja aku merasa geli ketika dipijat dan diurut telapak kakiku, atau kalau nggak meringis kesakitan, hehe..... Tapi abis itu enteng banget kaki dan badan ini.

Pengumuman di Ken Hermawan Bintaro (dok. pribadi)
Karena seluruh tubuh biasanya untuk yang cowok diminta untuk buka baju dan hanya memakai celana kolor, kalau nggak pas memakai celana kolor, kita dipinjami celana kolor, yang pasti bersih kok.

Alunan Musik instrumennya dan aroma terapi yang dibakar membuat pikiran ini rileks, sampai-sampai aku tadi sempat ketiduran, kayaknya aku tadi sempet ngorok, haha.....

Baca juga: Pijat Refleksi di Ken Hermawan Bintaro

Nah, sebaiknya sebelum datang ke Ken Hermawan Bintaro booking dulu melalui telepon di nomor 021-7342154 , soalnya seringkali penuh saat kita langsung datang ke sana. Oiya, untuk pembayaran bisa melalui kartu debit minimal Rp50ribu.

Sunday, January 11, 2015

Pijat Refleksi di Ken Hermawan Bintaro



Ranjang-ranjang pijat yang dibatasi dengan Tirai (dok. pribadi)
Dipijat memang aktivitas yang mengasyikkan, apalagi tekanannya pas dan durasinya panjang, alamak nikmat banget.....!

Tidak semua orang suka dipijat, tapi aku termasuk orang yang seneng banget kalau dipijitin. Nah, ketika bertugas pertama kali di Jakarta aku kebingungan mencari tukang pijat, sampai dengan teman kantorku merekomendasikan Rumah Pijat Refleksi Ken Hermawan di Bintaro Sektor 5.

Pertama kali pijat di Ken Hermawan, rasa geli yang paling nggak terlupakan. Bagaimana tidak, sebelum dipijat, kaki kita direndam dengan air hangat yang sudah ditaburi semacam kristal garam, dan yang bikin geli saat telapak kaki kita disikat, ehmmmm mbayangin aja udah geli sendiri..... Tapi sekarang kesan geli itu sudah hilang, yang ada malah ketagihan....

Minyak Aroma Terapi yang dipanaskan dengan anglo kecil dalam ruang pijat (dok. pribadi)
Nah di Ken Hermawan Bintaro ini buka pukul 8 pagi s.d. 9 malam. Biasanya aku telpon dulu ke nomor (021) 7342154 untuk booking, soalnya seringkali aku langsung saja datang tanpa booking, ternyata penuh. Asiknya di Ken Hermawan ini tempatnya bersih, ada aroma terapinya, ber-AC, ada backsound instrumen yang membuat kita rileks. Ada dua lantai ruangan pijat yang berada di sebuah ruko depan kompleks STAN ini. Di setiap ruang ada sekitar 6 bilik pijat yang satu sama lain dibatasi tirai. Adapula ruang pijat VIP yang aku sendiri belum pernah masuk ke dalamnya. Yang pasti lebih privasi dan nyaman lah.... Dan tentunya lebih mahal.

Cahaya temaram ruangan juga menimbukan kesan rileks. Dilengkapi dengan ranjang pijat yang bisa direbahkan atau diatur kemiringannya. Spreinya poun langsung diganti setiap kali usai memijat setiap pelanggan. Selama pijat kita diberi air mineral gelas. Dan ketika usai kita ditawari minuman wedang jahe instan hangat.

Ranjang Pijat yang bisa direbahkan dan diatur kemiringannya (dok, pribadi)
Awal Desember tahun kemarin ketika aku bertugas ke Jakarta, kusempatkan mampir di Ken Hermawan Bintaro. Ternyata tarifnya masih sama. Kebetulan aku datang hari Minggu, yang berarti berlaku harga normal. Kalau gk salah hari Senin - Jumat saat jam kerja ada diskonnya, aku agak lupa tarifnya kalau jam 8 s.d. 12 cuma Rp35ribu. Kalau lagi nggak diskon seperti pas aku kesana Rp60rb untuk 90 menit pijat seluruh badan, dan Rp35rb untuk totok wajah 30 menit. Lain kali kalau aku kesana lagi ku-update lah tarifnya.... Lupa-lupa ingat soalnya.... lumayan murah untuk ukuran kota besar.

Baca juga: Tarif Pijat di Ken Hermawan Bintaro

Nah, kebetulan kemarin yang memijatku adalah Mas Kasan (kalau gk salah dengar). Dia sudah bekerja selama beberapa tahun di situ, sebelumnya dia bertugas di Ken Hermawan Kelapa Gading. Dia sudah berkeluarga dan mengontrak di belakang kawasan elit Bintaro Jaya alias di kampungnya sekitar Pondok Ranji situ.... Nah karena aku sukanya Kepo bingits, kutanyalah berapa gajinya setiap bulan. "Setiap bulan dapat gaji berapa Mas?"

"Sedikit Mas, cuma 4,5!", sahutnya lirih agak malu.

"4,5 juta ya?"' tanyaku setengah nggak percaya

"Empat Ratus Lima Puluh Ribu Mas"

Hah, di Jakarta cuma digaji 450 ribu per bulan, apa cukup? Beli susu untuk si kecil aja cukup nggak cukup. Ternyata selain gaji pokok, dia mendapatkan komisi, tergantung berapa orang yang dipijat setiap harinya. Kira-kira mungkin dia dapet sekitar Rp2 juta per bulan.


Tak terasa pijat 90 menit plus totok wajah 30 menit pun berlalu begitu cepat, mungkin karena akunya keenakan kali ya. Jadi pengen pijat nih.....