Dulu awal-awal aku tinggal di dekat BSD, ketika mau ke bandara kalau tidak pakai taksi ya pakai travel Xtrans. Namun, sekarang semakin banyak pilihan untuk ke bandara dari BSD. Sekitar satu tahun lalu mulai ada Perum PPD membuka layanan Bus JA Connexion dari Intermark BSD ke Bandara Soetta. Lokasi keberangkatannya di depan Gedung Intermark BSD/ Hotel Swissbell Intermark, jalur Pintu keluar Tol Bintaro - BSD arah Pamulang-Ciputat berdekatan dengan Pasar Modern BSD.
Jadwal keberangkatan dari BSD mulai pukul 4 pagi sampai dengan jam 21. Interval keberangkatan setiap satu jam sekali. Sangat nyaman sekali naik bus JA Connexion apalagi sementara ini penumpangnya jarang penuh. Harga tiketnya cuma Rp35 ribu, lebih murah daripada tiket Bus Damri WTC Serpong-Bandara dengan harga tiket Rp40 ribu.
Keberadaan JA Connexion di intermark ini sangat memudahkanku untuk dari dan ke Bandara. Dari Intermark ke Bandara langsung masuk tol BSD-Bintaro, kemudian masuk JORR dan Tol Bandara. Jika tolnya lancar, bisa ditempuh kurang lebih 40 menit, lumayan cepat.
Nah, kalau kita dari bandara ke BSD untuk di terminal 1 kita bisa langsung menunggu bus JA Connexion di pemberhentian bus di seberang terminal kedatangan 1A, 1B, ataupun 1C. Namun, jika kita di terminal 2 kita perlu menuju semacam halte bus di pojok dekat terminal 2F, lumayan jalan kaki agak jauh jika kita landing di terminal 2D ataupun 2E. Nah di semacam terminal bus kecil itu, kita perlu membeli tiket terlebih dahulu sebelum naik bus. Ada mesin khusus untuk memesan tiket, kita pilih tujuannya Intermark BSD, terus kita pilih metode pembayarannya melalui Link Aja atau bayar langsung di Loket. Saat itu karena saldo Link aja saya menipis, jadilah saya pilih metode pembayaran lewat loket. Kita kemudian dapat print out pemesanan tiket kita. Saya pun menuju loket Bus PPD untuk membayar sejumlah Rp35 ribu dan kita pun diberi tiket. Untuk boarding menuju bus, kita perlu men-scan QR code pada tiket kita di gerbang keberangkatan agar bisa terbuka pintunya. Agak ribet memang kalau terburu-buru, apalagi kalau busnya sudah siap-siap berangkat. Secara umum worthit lah naik JA Connexion.... Murah Meriah.....!
Showing posts with label Bus. Show all posts
Showing posts with label Bus. Show all posts
Wednesday, August 14, 2019
Friday, June 1, 2018
Nyobain Sleeper Seat Bus Harapan Jaya Double Decker (Rute Tulungagung - Jakarta)
Tidak pernah terlintas sebelumnya untuk naik bus ke Jakarta dari Tulungagung, karena naik kereta api eksekutif saja aku nggak tahan, apalagi naik bus.....! Namun, ternyata aku penasaran juga bagaimana rasanya naik bus dari Tulungagung ke Jakarta.
Kebetulan minggu lalu aku mendadak pulang ke Tulungagung karena istriku melahirkan anak kedua. Saat itu aku belum beli tiket pesawat untuk pulang. Nah, kebetulan karena belum beli tiket pesawat aku pun agak galau, mau pulang naik pesawat, kereta atau bus. Akhirnya setelah lama berpikir, kuputuskan untuk mencoba mampir ke pool bus Harapan Jaya yang jaraknya hanya beberapa puluh meter sebelah timur rumah. Aku pun bertanya adakah yang kursi Super eksekutif dengan konfigurasi kursi 2-1. Petugas agennya bilang ada sambil memberikan informasi tambahan, bahwa di bus itu juga ada kursi yang bisa digunakan untuk tidur alias Sleeper Seat. Tanpa basa-basi aku pun memilih Sleeper Seat seharga Rp460 ribu (tarif normalnya Rp510 ribu).
Busnya dilengkapi juga dengan toilet yang cukup bersih, TV LCD, dispenser air panas dan dingin, ruang merokok yang dilengkapi kursi pijat, Power Outlet untuk nge-charge HP. Khusus di kelas sleeper seat ada bantal guling, selimut, dilengkapi lampu baca, USB power outlet dan stop komtak, layar LCD kecil yang bisa dibuka dan ditutup.
Selain itu, penumpang juga diberi cup berisikan gula sachet, kopi mix instan, teh celup, sehingga kita bisa menyeduhnya sendiri. Tak lupa Tissue dan air mineralpun disediakan gratis untuk kita. Khusus untuk penumpang sleeper seat diberi tambahan Sandal jepit berlogo Bus Harapan Jaya.
Bus ini juga dilengkapi dengan WiFI gratis dan media hiburan mulai dari music, film Indonesia ataupun asing yang bisa kita akses melalui gawai masing-masing.
Dibalik segala kemewahan fasilitasnya yang jauh lebih unggul dari bus-bus pada umumnya, ada beberapa catatan untuk perbaikan pelayanan bus ini ke depan:
Kebetulan minggu lalu aku mendadak pulang ke Tulungagung karena istriku melahirkan anak kedua. Saat itu aku belum beli tiket pesawat untuk pulang. Nah, kebetulan karena belum beli tiket pesawat aku pun agak galau, mau pulang naik pesawat, kereta atau bus. Akhirnya setelah lama berpikir, kuputuskan untuk mencoba mampir ke pool bus Harapan Jaya yang jaraknya hanya beberapa puluh meter sebelah timur rumah. Aku pun bertanya adakah yang kursi Super eksekutif dengan konfigurasi kursi 2-1. Petugas agennya bilang ada sambil memberikan informasi tambahan, bahwa di bus itu juga ada kursi yang bisa digunakan untuk tidur alias Sleeper Seat. Tanpa basa-basi aku pun memilih Sleeper Seat seharga Rp460 ribu (tarif normalnya Rp510 ribu).
Busnya dilengkapi juga dengan toilet yang cukup bersih, TV LCD, dispenser air panas dan dingin, ruang merokok yang dilengkapi kursi pijat, Power Outlet untuk nge-charge HP. Khusus di kelas sleeper seat ada bantal guling, selimut, dilengkapi lampu baca, USB power outlet dan stop komtak, layar LCD kecil yang bisa dibuka dan ditutup.
Selain itu, penumpang juga diberi cup berisikan gula sachet, kopi mix instan, teh celup, sehingga kita bisa menyeduhnya sendiri. Tak lupa Tissue dan air mineralpun disediakan gratis untuk kita. Khusus untuk penumpang sleeper seat diberi tambahan Sandal jepit berlogo Bus Harapan Jaya.
Bus ini juga dilengkapi dengan WiFI gratis dan media hiburan mulai dari music, film Indonesia ataupun asing yang bisa kita akses melalui gawai masing-masing.
Dibalik segala kemewahan fasilitasnya yang jauh lebih unggul dari bus-bus pada umumnya, ada beberapa catatan untuk perbaikan pelayanan bus ini ke depan:
- Jadwal berangkatnya perlu ditingkatkan lagi ketepatannya, karena saat aku naik bus ini hari Senin lalu, di jadwal tertera pukul 12.00 WIB dan penumpang diharusnkan sudah standby pukul 11.30 WIB. Namun pada kenyataannya bus berangkat sekitar pukul 1 siang.
- Stop kontak, USB power outlet, Layar LCD tidak selalu hidup sepanjang perjalanan, sehingga kemarin salah satu HP-ku sampai low bat. Setali tiga uang, lampu baca pun juga tidak bisa dinyalakan jika power outletnya tidak berfungsi.
- Posisi sleeper seat dengan lantai yang lebih tinggi menjadikan ruang sleeper seat terkesan sempit karena ruang vertikalnya jadi kecil. Beberapa kali kepalaku terantuk atap /lantai 2.
- Bentuk Kursi sleeper seat sangat nyampan jika digunakan untuk tidur terlentang, tetapi kalau untuk tidur ming tidak enak sama sekali, karena pantat kita akan terasa menggantung, karena bentuk kursinya memberikan cekungan di bagian pantat.
- Setelan AC-nya perlu dikaji lagi untuk standar suhunya, karena saat saya naik udaranya sangat dingin, bahkan di kursi yang biasa di belakang sleeper seat atapnya jadi berembun dan meneter ke penumpang di bawahnya. Untungnya di sleeper seat ada pintu kacanya sehingga tidak sedingin di luarnya.
- Sarana hiburan seperti film berjalan cukup lancar, tetapi gambarnya tidak bisa disetel secara landscape di HP kita.
Semoga semakin banyak bus sleeper seat dari Harapan Jaya, dan semoga semakin banyak dikenal orang sehingga okupasi busnya tidak sejarang saat saya naik yang hanya berkisar 10 orang saja. Semoga pihak manajemen juga memikirkan ulang desain bilik sleeper seat, karena satu-satunya dari sleeper seat yang menggangguku adalah atapnya yang rendah sehingga kita perlu merunduk, berjalan jongkok ataupun merangkak saat keluar masuk dari bilik sleeper seat.
Dalam perjalanan Tulungagung - Jakarta, bus akan berhenti di rumah makan Duta di Ngawi untuk makan malam. Saat saya naik pas sampai RM Duta, sudah tiba waktu berbuka puasa. Kita juga akan mendapatkan snack pagi, tetapi karena berhubung bulan ramadhan, maka snack paginya diganti menu sahur.
Saya sampai di tujuan terakhir di Ciputat, Tangerang Selatan sekitar pukul setengah delapan pagi. Lumayan lama ya..... Tapi tunggu dulu, itu termasuk cepat kalau naik bus, karena saat itu jalan tol maupun non tol lancar jaya.
Untuk lebih jelasnya liat interior dan eksterior Bus Harapan Jaya Double Decker bisa dilihat video di bawah ini:
Subscribe to:
Posts (Atom)