Showing posts with label Lego. Show all posts
Showing posts with label Lego. Show all posts

Tuesday, October 17, 2017

Review Lego 21307 Indonesia : Caterham Seven 620R

Sebenarnya tak pernah membeli Lego jenis ini, tapi entah mengapa ketika aku browsing berbagai jenis Lego di Tokopedia aku tertarik dengan Lego seri ini. Seri Lego Idea yang dirilis sekitar setahun yang lalu ini mempunyai bentuk yang menurutku luar biasa detailnya, hampir mirip dengan mobil aslinya. Untuk memantapkanku membelinya, kulihat juga reviewnya di youtube, dan ternyata bagus banget, jadilah khilaf beli Lego ini, haha......

Lego dengan dominasi warna kuning ini, dibungkus dalam kardus yang cukup elegan dengan dominasi warna hitam dan kuning yangmana dikardusnya juga tertera bahwa Lego ini cocoknya dimainkan untuk anak umur 12 tahun ke atas. Dimensinya kardusnya lumayan gede kira-kira sebesar laptop 14 inch.

Lego ini kubeli di Tokopedia awal tahun ini, kalau tidak salah ingat seharga 1 jutaan, seingatku aku mendapatkan harga miring saat itu. Kubeli sejak awal tahun, tetapi baru kesampaian membukanya dan merakitnya minggu kemarin. Tibalah saatnya unboxing dan tada....... ternyata ada 6 kantong plastik lego, 3 kantong besar, dan 3 kantong kecil. Di dalam masing-masing kantong besar juga masih ada beberapa kantong plastik kecil. Buanyak sekali jumlah keping legonya, entah berapa jumlahnya nggak sempat kuhitung, tapi coba kulihat di laman resmi Lego ternyata ada 773 keping Lego. Selain keping lego ada pula buku manualnya yang pada halaman-halaman awal dilengkapi profil mengenai mobil Caterham Seven 620R yang asli dan tentunya berisikan ratusan langkah prakitan Lego... Di dalam kemasan lego ini juga dilengkapi semacam pengungkit untuk melepaskan lego-lego yang mungkin terlanjur terpasang satu sama lain tapi ternyata salah pemasangannya. Pengungkit berwarna oranye ini cukup membantu karena kadangkala kita sulit melepaskan keping lego yang sudah tertancap dengan keping lego lainnya.

Rencana awalku usai unboxing akan segera kurakit Lego-nnya, tetapi melihat sekian banyak lego dengan keping-keping yang kecil terlintas di benakku untuk mengurungkannya. Namun, nggak asik kalau setelah dibuka dionggokan begitu saja, justru keasikan memainkan Lego adalah semakin banyak kepingnya, semakin menantang proses perakitannya. Akhirnya kuputuskan untuk merakitnya saat itu juga.

Tahap demi tahap kurakit berdasarkan buku manual. Selama perakitan, aku memang tidak terus menerus merakitnya tanpa jeda. Seringkali aku berjam-jam jeda mengerjakannya. Pada akhirnya dari pagi sampai sore belum kelar juga aku merakitnya. Aku memang tidak ngoyo dalam merakitnya, alon-alon waton kelakon, itulah asiknya, haha.....

Karena tidak selesai sampai sore hari, akhirnya baru sempat lagi melanjutkan pada esok lusa-nya. Akhirnya setelah perjuangan panjang, si Lego Caterham Seven 620R jadi sudah. Ternyata setelah jadi dimensinya lumayan besar, panjangnya hampir 30 cm (tepatnya 28cm), Wow....sangat cocok kujadikan pajangan di lemari kacaku.

Si Desainer lego ini memang patut diacungi dua jempol. Luar biasa detailnya, dari mesin, knalpotnya, kap mesinnyam tempat duduknyam bagasinya, dashboard dan setirnya, bahkan sampai kaca spion pun cukup detail dan terlihat cantik. Roda-rodanya terkesan kokoh dengan velg racing-nya yang berwarna hitam, semakin menambah garang mobil ini. Menurutku cukup worth it membeli mobil ini, terutama jika diukur dalam hal kepuasan batin, haha.......

Di bawah ini video ketika aku unboxing Lego 21307 Caterham Seven 620R


Sunday, October 15, 2017

Review Lego 21015 Indonesia : The Leaning Tower of Pisa

Lego seri arsitektur yang satu ini menurutku mempunyai bentuk yang paling mirip dengan bangunan aslinya dibandingkan dengan seri lego arsitektur lainnya. Aku membeli lego ini juga karena penasaran, bagaimana Lego mensiasati pondasi menara agar bisa miring seperti aslinya. Keunikan itulah yang semakin memantapkanku untuk membelinya, disamping nanti akan kujadikan pajangan di lemari kaca di ruang kantorku.

Lagi-lagi aku memperoleh lego ini dengan harga yang termasuk paling murah diantara penjual-penjual lainnya di Tokopedia. Kalau tidak salah ingat harganya Rp600 ribu. Kardusnya cukup tebal dengan dominasi warna hitam yang  terkesan elegan.Di kardusnya tertera bahwa lego ini diperuntukkan untuk anak usia 12 tahun ke atas.

Saat kubuka ada beberapa kantong keping-keping lego dengan dominasi warna putih, karena memang warna menara Pisa kan didominasi warna putih juga. Dilengkapi pula dengan buku manual yang didalamnya juga ada deskripsi profil Menara Pisa.

Kususun satu demin satu keping lego yang tergolong kecil-kecil itu dengan panduan manual book. Proses merakit lego inilah yang 'kunikmati'. Pertama-tama menyusun kolom utama menara, yang ternyata tidak dibuat langsung miring. Uniknya, pondasi menara dibuat pada tahapan yang terakhir, ternyata rasa penasaranku terjawab ketika proses pembuatan pondasi. Kunci kemiringan Menara Pisa dari Lego ini ada di pondasinya yaitu ada semacam engsel yang bisa membuat menara yang tadinya tegak lurus, ketika disatukan dengan pondasi menaranya akan berubah menjadi miring. Akhirnya setelah sekitar 1 jam menara pun jadi dan ternyata nggak terlalu besar. Tingginya mungkin nggak sampai 30 cm, cukup cocok ditaruh di lemari kaca sebagai pajangan. Lego ini menurutku salah satu lego arsitektur yang tercantik dan memang cocok sebagai pajangan di meja kerja atau lemari kaca.

Ini adalah video saat ku-unboxing Lego 21015:


Tuesday, July 8, 2014

Pengalaman Berbelanja di Tokopedia (Part 2)

Terakhir kali aku belanja di Tokopedia kira-kira lebih dari setahun yang lalu ketika membeli sebuah baby walker untuk latihan berjalan Manggala. Beberapa hari lalu, aku kembali berbelanja di Mall Virtual itu untuk membeli seperangkat mainan Lego untuk Manggala.

Pertama kali aku mencoba berbelanja online, ya di Tokopedia. Sebuah mall virtual yang menaungi berbagai toko online di dalamnya yang selama ini menawarkan keamanan dan kenyamanan berbelanja (yang menurutku cukup memuaskan). Baca ulasan saya sebelumnya: Tokopedia

Akhir-akhir ini si Manggala suka sekali nonton video Lego di Youtube. Dia senang dengan kejutan balok-balok lego yang disusun dan akhirnya jadi sebuah benda. Dia suka penasaran dengan benda apa yang terbentuk di akhir video. Aku jadi berpikir, kenapa tidak kubelikan Lego beneran ya, toh Lego adalah mainan edukasi yang merangsang kreativitas anak.

Setelah kubrowsing kesana kemari dari Blibli, Lazada, dan toko online yang khusus menjual Lego, akhirnya kupilih Lego Model City Fire Truck, yaitu seperangkat Lego yang bisa  membentuk replika mobil pemadam kebakaran. Kucari model itu di berbagai toko online, stoknya sudah habis, dan ternyata iseng liat di Tokopedia masih ada yang jual oleh Jabrick Rumah Lego seharga Rp295.000,-. Setelah ditambah ongkir ke Tulungagung totalnya menjadi Rp317.000,-. Kubandingkan dengan harga di toko online lain (meski stok habis), ternyata di Jabrick Rumah Lego menawarkan harga yang paling murah.

Transaksi di Tokopedia, kita tidak langsung mentransfer sejumlah uang ke penjual, melainkan harus ke rekening Tokopedia untuk mencegah penipuan. Kebetulan aku tidak menggunakan metode transfer melainkan menggunakan clickpay mandiri yang cukup praktis, tidak perlu konfirmasi ke Tokopedia tidak seperti jika kita transfer manual yang mengharuskan kita konfirmasi ke Tokopedia jika kita sudah mentransfer.

Usai transaksi, di inbox emailku terdapat email dari Tokopedia berisi konfirmasi order pesanan. Setelah barang dikirim oleh penjual aku juga mendapatkan email konfirmasi mengenai resi pengiriman yang bisa kita lacak melalui website kurir yang digunakan semacam jne.co.id.

Akhirnya Senin siang kemarin tanggal 7 Juli aku mendapat telpon dari istriku jika Lego pesananku sudah sampai rumah. Lumayan cepatlah, dari aku transaksi kamis 3 Juli, hanya 3-4 hari sudah sampai rumah.

Kalau kita sudah positif menerima barang yang kita pesan, maka kita bisa mengkonfirmasi jika barang pesanan kita sudah diterima di website Tokopedia yang tentunya kita harus login terbih dahulu. Disitu ketika kita sudah mengkonfirmasi barang diterima, baru uang pembayaran kita diteruskan ke penjual oleh Tokopedia. Kasihan juga kan penjualnya kalau kita menunda konfirmasi barang kita diterima. Setelah mengkonfirmasi kita juga dapat mengisi ulasan tentang penjual tersebut yang pastinya berguna bagi calon pembeli lainnya sebagai referensi jika mau berbelanja, dan jika ulasan kita positif tentunya akan meningkatkan kebonafitan si penjual.

Selalu bijaklah dalam berbelanja online!