Showing posts with label capres. Show all posts
Showing posts with label capres. Show all posts

Thursday, July 10, 2014

Pasca Pilpres 9 Juli

Pilpres kemarin memang benar-benar rame seperti yang sudah diprediksi sebelumnya. Bagaimana tidak masing-masing kubu menyatakan kemenangan berdasarkan quick count lembaga-lembaga survei yang mereka acu.

Jokowi-JK yang pertama kali deklarasi kemenangan berdasarkan hitung cepat versi LSI, Litbang Kompas, RRI, SMRC, Populi Center, Indikator, dan CSIS-Cyrus Network dengan selisih pada kisaran 5%. Tak mau kalah dengan kubu Jokowi, Kubu Prabowo juga mendeklarasikan kemenangan berdasarkan survei dari JSI, LSN, Puskaptis, dan IRC. Kubu Prabowo ikut-ikutan mendeklarasikan kemenangan dengan dalih agar opini publik tidak digiring bahwa Prabowo-Hatta sudah kalah, padahal real count KPU sebagai hasil resmi Pilpres belum dipublikasikan.

Kalau Jokowi menemui pendukungnya yang sudah tidak sabar merayakan kemenangan di Tugu Proklamasi, lain halnya dengan Prabowo yang menemui pendukungnya yang juga merayakan kemenangan di Bidakara.

Sungguh luar biasa pilpres kali ini. Bangsa ini seolah-olah terpecah menjadi dua kekuatan yang hampir sama besar dan kuat. Suami beda pilihan dengan istri, ataupun orang tua beda pilihan dengan anaknya, itu pula yang terjadi antara aku dan istriku ataupun dengan orang tuaku. Begitu pula mertuaku dan iparku punya pilihan capres yang berbeda-beda. Namun demikian kami tetap menghargai perbedaan pilihan kami, kan kami dari keluarga modern yang demokratis, ha ha.....

Hari ini tanggal 10 Juli, karena pasar lebih percaya bahwa capres yang menang adalah Jokowi, dan memang dari survei-survei sebelumnya menyatakan bahwa kalau Jokowi menang maka IHSG akan rebound dan Rupiah menguat terhadap Dollar AS, para pelaku pasar ternyata benar-benar terkena Jokowi effect jilid II, dimana IHSG hari ini sempat rebound melampaui 5100 bahkan sempat menyentuh 5134 dan akhirnya sore ini ditutup di indeks 5.098,01 atau naik 73,30 poin (1,46%).

Demikian juga dengan Rupiah yang menunjukkan keperkasaannya terhadap Dollar hari ini dengan nilai tukar Rp11.574 per US Dollar. Semoga saja Rupiah terus menguat supaya anggaran subsidi BBM negeri ini tidak jebol, dan tentunya harga Pertamax bisa ikutan turun, soalnya mobil istri minumnya Pertamax, xi xi xi....

Menanggapi Ketegangan dua kubu capres ini, terpaksa Presiden SBY turun tangan memberikan pernyataan agar kedua belah pihak menahan diri dan menunggu serta menghargai hasil resmi Pilpres yang akan ditetapkan oleh KPU tanggal 22 Juli nanti.

Siapapun Presidennya nanti aku berharap Bangsa Indonesia bisa lebih maju, makmur, aman, tentram, bermartabat dan berwibawa di mata dunia. Dan yang pasti aku ingin Presiden yang bisa membuat kebijakan agar lebih pro ke rakyat.

Hari ini aku dipusingkan Bunga KPR-ku yang per Agustus nanti naik menjadi 14% dan cicilanku naik 1 juta lebih, luar biasa..... Pantesan bank-bank itu labanya bisa triliunan dan berkali-kali lipat naiknya tiap tahun. Aku berharap pemerintah ke depan tidak menutup mata akan fenomena bunga tinggi (mengambang) yang seenak udele ditetapkan sepihak oleh Bank, agar kami rakyat ini bisa tenang membayar cicilan yang tidak mencekik tanpa dihantui bunga selangit yang semena-mena ditetapkan oleh Bank.

Tuesday, July 8, 2014

Gegap Gempita Pilpres 9 Juli

Hingar Bingar Piala Dunia tahun ini seolah-olah kalah gaungnya dengan ramai antusiasnya bangsa Indonesia menghadapi Pilpres esok hari.

Sudah lebih dari sebulan ini, masyarakat kita seolah-olah terpecah menjadi dua kubu. Ada Kubu pendukung Prabowo-Hatta yang didukung Partai Gerindra, Golkar, PPP, PKS, PAN, PBB, dan Demokrat. Sedangkan Kubu lainnya didukung PDIP, Nasdem, PKB, Hanura, dan PKPI. Dua kubu ini saling serang statement di media sosial, media cetak, maupun di televisi.

Menurut pengamatan saya Capres Nomor urut 1 didukung oleh TV One, ANTV, Vivanews, MNC Group (RCTI, MNC, Global TV, Okezone, Sindo News). Sedangkan Capres Nomor urut 2 didukung oleh Metro TV, Kompas Group, The Jakarta Post, Detik.com, Tempo. Pertarungan media yang paling mencolok tentunya TV One vs Metro TV.

Belum pernah sejak pemilihan presiden langsung, masyarakat Indonesia seantusias ini untuk mencoblos capres pilihannya. Di kantor pun, aroma antusiasme untuk ikut pilpres sangat kuat, padahal untuk pileg bulan april lalu banyak teman-teman kantor yang golput, termasuk bos-bosnya, ha ha...

Pilpres kali ini memang seru, karena hanya ada dua pilihan. Dua kubu sama-sama kuat, dengan hasil survei elektabilitas yang terus saling menempel satu sama lain. Persaingan dua kubu ini layaknya persaingan Partai Demokrat dan Partai Republik di Amerika. Menurutku koalisi partai saat ini yang mengerucut ke dua koalisi besar dilanggengkan saja menjelma menjadi dua partai besar layaknya di amerika sana, biar nggak bingung terus manakala pileg harus milih partai yang mana, kan cuma dua partai, dan yang paling penting kalau peserta pemilu cuma dua partai kan seru persaingannya kayak pilpres tahun ini. Kalau banyak masyarakat yang antusias memilih pastinya angka golput akan turun drastis.

Aku sendiri esok hari akan nyoblos di TPS 24 Kelurahan Gunung Bahagia, Balikpapan Selatan. Untung saja formulir A-5 ku diuruskan oleh kantor, kalau tidak nggak bisa nyoblos disini, maklum pendatang ber-KTP Jawa.

Semoga Pilpres esok hari akan berjalan aman dan lancar serta semua pihak bisa menerima apapun hasilnya. Siapapun Presiden yang terpilih, itu adalah pilihan mayoritas rakyat Indonesia dan tentunya atas kehendak Tuhan.

Ayo jangan Golput!