![]() |
| Homepage Klik BCA (www.klikbca.com) |
Ribetnya, jadulnya itu lho yang nggak ketulungan. Bagaimana tidak, mau transfer saja perlu beberapa tahap yang memakan banyak waktu dan butuh informasi tetek bengek yang seringkali kita nggak tahu.
Maksudnya???
Kebetulan aku punya 5 rekening bank yang berbeda dimana 4 diantaranya mempunyai layanan internet banking, sedangkan yang satu cuma punya layanan sms banking. BCA adalah salah satu bank yang punya layanan internet banking (klik BCA).
Ngomong-ngomong soal Klik BCA, aku jarang banget nggunain layanannya? Lho emangnya ada apa dengan BCA, bukannya BCA adalah salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, pastinya semua layanannya OK punya dong! Nah, itu yang bikin aku heran, kenapa fitur Klik BCA nggak se-OK yang lainnya bahkan sama fitur serupa bank kompetitornya saja kalah telak.
Lah kok bisa? Itupula yang bikin aku tambah heran, bagaimana bisa, bank pioner dalam fasilitas internet banking di Indonesia ini malah keok dengan fitur i-banking kompetitornya yang notabene sebagai 'followernya'.
![]() |
| Fitur Transfer Dana (www.klikbca.com) |
Yang paling menjengkelkan dari fitur ini adalah ketika kita akan mentransfer tidak bisa langsung memasukkan nomor rekening tujuan kita, sekalipun sama-sama rekening BCA. Kita harus mendaftarkan rekening tujuan kita dalam menu tersendiri. Bahkan untuk mentransfer ke rekening bank dalam negeri lainnya hanya ada melalui proses LLG alias Kliring dan RTGS (yang relatif mahal). Tidak ada transfer online layaknya di fasilitas internet banking bank lainnya yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama.
Ketika kita milih transfer melalui Kliring karena lebih murah daripada RTGS, ternyata muncul kesulitan lain. Ternyata kita tidak hanya memasukkan nama bank dan nomor rekeningnya, melainkan juga memilih dari cabang mana rekening tujuan kita itu. WHATTTT....! Coba bayangkan, sebagian besar toko online saat ini hanya mencantumkan nama bank dan nomor rekening untuk alamat transfernya dan jarang sekali yang mencantumkan cabang dari mana rekeningnya itu. Begitu pula yang lainnya, karena prosedur mencantumkan cabang dari bank tujuan sudah tidak diperlukan saat melakukan transfer di ATM melalui jaringan ATM Bersama ataupun melalui Transfer Online di internet banking maupun di SMS banking. Pencantuman cabank bank tujuan memang diperlukan untuk transfer melalui kliring baik langsung di teller bank ataupun melalui internet banking. Tapi bukannya user dari internet banking adalah orang yang ingin lebih praktis tidak perlu ke teller bank untuk sekedar transfer, masak disodori fasilitas kliring yang tidak realtime.
![]() |
| Menu Daftar Rekening Tujuan (klikbca.com) |
![]() |
| Pilihan Transfer Hanya LLG dan RTGS (www.klikbca.com) |
![]() |
| Harus memasukkan pilihan kantor cabang bank tujuan transfer (www.klikbca.com) |
Kekurangan lainnya dari fitur transfer di Klik BCA adalah prosesnya yang perlu berkali-kali memasukkan token (kode verifikasi) dari Key BCA yang menurutku sungguh merepotkan, meskipun tujuannya untuk pengamanan berlapis. Berbeda dengan bank lainnya yang hanya butuh satu kali memasukkan token dan sukseslah transaksinya.
Yang terakhir adalah tidak adanya kolom email penerima transfer, dimana menurutku pencantuman email penerima cukup penting untuk memberi konfirmasi dan kepastian kepada penerima transfer bahwa kita sudah mentransfernya. Seringkali toko online, institusi, ataupun merchant-merchant lain mensyaratkan meng-email bukti transfer. Kalau ada fitur pencantuman email penerima, kita kan nggak perlu repot memforward bukti transfernya.
BCA, ayolah lekaslah bangun, Fitur Klik BCA-mu itu sudah jadul, sudah saatnya di-upgrade dengan sistem baru yang lebih lengkap, user friendly, dan mengakomodir kebutuhan nasabahmu.




