Showing posts with label BCA. Show all posts
Showing posts with label BCA. Show all posts

Friday, January 19, 2018

Apply Kartu Kredit BCA Dapat Voucher Blibli Rp500 ribu!

Beberapa hari lalu aku mendapat SMS dari BCA yang berisikan kode voucher belanja di Blibli.com dengan nilai yang lumayan gede, Rp500 ribu! Sebenarnya aku tidak terlalu terkejut dapat voucher itu, karena aku sebelumnya dapat informasi tentang bonus voucher tersebut ketika pengajuan kartu kredit BCA.

Ketika aku mengajukan kartu kredit BCA secara online, kulihat ada iming-iming yang tercantum di halaman yang berisikan pilihan kartu berupa voucher Rp500 ribu bagi pengajuan kartu yang diterima sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 dengan syarat telah melakukan transaksi minimal 1 kali dalam satu bulan. Nah, ketika pengajuanku disetujui dan telah dikirimkan kartu kreditnya ke alamatku, aku segera mengaktivasi kartu kreditnya dengan menelpon CS BCA. Dalam kesempatan itu pula, aku coba bertanya tentang promo voucher tersebut. Namun jawaban yang kudapatkan, si CS nggak tahu program tersebut. Anehnya, ketika kedua kalinya aku telepon CS untuk mengaktivasi kartu keduaku, kutanyakan hal serupa, dengan harapan CS yang berbeda akan memberikan jawaban yang berbeda, tetapi hasilnya juga nihil, sama-sama nggak tahu program itu.

Pada bulan Desember 2017, aku melakukan banyak transaksi dengan kartu kredit BCA-ku dengan harapan akan mendapatkan voucher tersebut, eh ternyata sampai awal tahun nggak dapat-dapat. Ya sudahlah, mungkin program bonus voucher itu ada syarat-syarat tertentu lagi. Sudah tidak berharap, eh malah tiba-tiba beberapa saat setelah saya melakukan transaksi pembelian tiket pesawat dengan kartu kredit BCA VISA Batman, ada sms masuk yang ternyata berisikan voucher Blibli.com yang bisa digunakan sampai tanggal 4 November 2018, asyiikkkkk....! Nggak kuduga sama sekali.

Biasanya voucher-voucher semacam itu ada syarat ketentuannya yang seringkali mempersulit kita. Namun, setelah kugoogling, voucher Blibli dari kartu kredit BCA ternyata bisa digunakan untuk belanja minimal Rp550 ribu dengan menggunakan kartu kredit BCA. Akhirnya barusan tadi siang kupakai voucher itu untuk beli Office 365 Personal, refill pisau cukur Gillete, dan pepsodent dengan nominal Rp550 ribu lebih dikit. KUmasukkan voucher itu, dan ternyata benar bisa, dan aku pun hanya membayar senilai Rp50 ribu lebih dikit. Super Lumayan......!

Baca juga: Lika-Liku Pengajuan Kartu Kredit BCA

Thursday, January 11, 2018

Lika-Liku Pengajuan Kartu Kredit BCA

Sudah punya banyak kartu kredit kok masih aja pengen ngajuin kartu kredit baru! hal itulah yang kulakukan. Saat ini aku punya empat kartu kredit yang aktif dari Mandiri, CIMB Niaga, dan BNI. Nah, beberapa bulan lalu aku mengajukan kartu kredit BCA, belum afdol kayaknya kalau belum punya kartu kredit BCA, haha......

Aku sudah pernah beberapa kali mengajukan kartu kredit BCA, tapi semuanya berakhir tanpa kejelasan status, alias gagal. Entahlah kenapa, padahal sudah kulengkapi semua persyaratan, BI checking-ku juga bersih, pendapatan juga Alhamdulillah tidak masalah, aku juga sudah lama punya rekening BCA. Aku sempat berpikir, "Ada calon nasabah potensial kok disia-siakan, aneh BCA ini!"

Menurut beberapa temanku memang mengajukan kartu kredit BCA tidak semudah mengajukan kartu kredit lain. Nah, akhirnya beberapa bulan lalu aku iseng-iseng mengajukan aplikasi online melalui situs resmi layanan aplikasi kartu kredit BCA di eform.klikbca.com/applycc. Kulengkapi kolom isian, kulampirkan secara online beberapa dokumen yang diperlukan, dan terakhir aku diminta mencetak sebuah form untuk kutandatangani dan dikirimkan balik ke BCA.

Progress pengajuan kartu kredit juga bisa kita pantau di situs tersebut. Dalam proses verifikasinya aku ditelpon oleh petugas BCA untuk mengkonfirmasi beberapa dataku. Beberapa minggu kemudian, aku ditelpon lagi oleh pihak kartu kredit BCA, bahwa akan ada kurir yang membawa form yang harus kutandatangani, mungkin karena form yang kucetak yang seharusnya kutandatangani dan  kukirim balik ke BCA tidak kunjung kukirim, akhirnya mereka berinisiatif untuk mengirimkan kurir untuk langsung mendatangiku. Diinfokan pula, aku diminta untuk melampirkan pula surat keterangan penghasilan. Namun, karena aku tidak punya surat keterangan penghasilan, dan males minta ke bagian keuangan, aku pun hanya melampirkan screenshoot mutasi transaksi di rekening bankku terkait dengan payroll-ku yang menunjukkan gaji dan tunjangan bulanan yang aku terima, dan ternyata mereka mau menerimanya.

Beberapa minggu kemudian aku mendapatkan SMS bahwa pengajuan kartu kreditku diterima, dan kartuku akan segera dikirimkan maksimal dalam 7 hari kerja. Tidak sampai 7 hari kerja, kartu kredit BCA sudah kuterima. Aku apply untuk dua jenis kartu kredit yaitu BCA Everyday card dan BCA VISA Batman. Kartu ternyata tidak dikirimkan bersamaan. Yang dikirimkan terlebih dahulu adalah kartu BCA Everyday, dan yang VISA Batman dikirimkan beberapa hari kemudian. Hal itu sempat membuatku resah, jangan-jangan yang kartu VISA Batman tercecer entah dimana, atau pihak BCA lupa mengirimkannya. Namun, setelah kukonfirmasi ke Halo BCA ternyata memang VISA Batman akan dikirimkan terpisah beberapa hari kemudian.

Oiya, untuk satu tahun pertama ternyata ada promo gratis biaya tahunan. Namun, untuk tahun-tahun selanjutnya kalau kita ingin dihapuskan biaya tahunannya, kita perlu menelpon ke costumer service kartu kredit BCA.

Baca juga: Apply Kartu Kredit BCA Dapat Voucher Blibli Rp500 ribu!

Thursday, November 9, 2017

Proses Panjang Berliku Komplain Gagal Top Up Flazz BCA

Ini mungkin proses terpanjang, ternjlimet, teruwet, dan tercapek yang harus kujalani untuk komplain ke BCA terkait kegagalan saat Top Up Saldo Flazz. Untuk soal komplain mengkomplain mungkin aku sudah cukup terlatif, entah sudah berapa puluh kali aku komplain ke toko online, marketplace, ataupun Bank terkait pelayanan mereka, dan hampir semua berakhir dengan manis. Semoga yang satu ini tidak berakhir pahit.

Kronologi kejadian sampai dengan proses komplainnya adalah seperti ini:

  1. Tanggal 27 September 2017 sekitar pukul 11.35 WIB aku top up Flazz melalui EDC di kasir Gramedia Boulevard Bintaro dengan debit kartu ATM-ku. Transaksiku dinyatakan gagal saat itu karena saldo flazzku tidak bertambah banyak. Kutanyakan ke Kasirnya, katanya uangnya akan segera kembali sekitar 1-2 hari kerja. Nomor kartu flazzku juga dicatat dan katanya mau dibantu melaporkannya ke BCA. Entahlah, itu pernah dilakukan atau tidak sampai saat ini.
  2. Malam harinya, kucoba untukk menghubungi customer care BCA melalui telepon. Namun, jawabannya relatif sama dengan si mbak kasir, yaitu dikatakan oleh CS-nya bahwa benar terjadi kegagalan dalam hal top up flazz, dikarenakan koneksi mati. Dijanjikan oleh si Mas CS itu uangku akan dikreditkan kembali keesokan harinya.
  3. Beberapa hari tidak ada uang masuk ke rekening BCA, kutulislah email: halobca@bca.co.id mendapatkan jawaban bahwa aku harus datang ke cabang BCA terdekat.
  4. Karena aku tidak sempat ke BCA terdekat, maka ketika aku pulang ke Tulungagung, tanggal 3 Oktober 2017 kudatangi kantor BCA Tulungagung. Aku berbicara panjang lebar dengan CS-nya (mbak cantik yang kulupa namanya), dia pun dengan sabar dan melayaniku dengan ramah. Dalam kesempatan itu aku juga dihubungkan kembali dengan petugas halo BCA. Akhirnya aku dijanjikan sampai 5 hari kerja untuk pembalian dananya.
  5. Lama kutunggu sampai kira-kira sebulan ternyata nggak ada juga refund yang masuk ke rekening BCA-ku. Akhirnya hari selasa 7 November 2017 kemarin kulayangkan komplain 'keras' ke email halo bca, bahwa jika masalahku tidak terselesaikan sampai jumat 10 November, maka terpaksa kutulis di surat pembaca.
  6. Sore harinya aku dihubungi oleh Kepala Layanan BCA Tulungagung, Pak Toni. Melalui SMS Beliau meminta kapan kesediaanku untuk ditelpon, karena kulihat beberapa kali ada telepon masuk yang nggak kujawab, mungkin karena aku lagi sibuk saat itu. Beliau juga minta untuk men-scan kartu flazz-ku untuk melihat mutasi transaksinya. Kujelaskan bahwa aku tidak berada di Tulungagung, dan aku pun spontan punya ide, ku-scan sendiri kartu flazz-ku dengan aplikasi Mobile BCA di android, terlihat mutasi transaksinya dan akhirnya ku screenshot dan kukirimkan gambarnya ke Pak Toni. Beliau berkata langsung segera memprosesnya dan mengirimkan data tersebut ke pusat.
  7. Tanggal 8 November 2017 tidak ada kabar apapun mengenai progress komplainku.
  8. Tanggal 9 November 2017 sore hari ini sekitar pukul 5 lebih ada 3 panggilan tak terjawab di HP-ku. Dari nomornya kelihatan telepon dari Jakarta. "Mungkin itu pihak BCA mau mengabarkan progress komplainku?", pikirku saat itu. Aku segera saja mengecek mutasi di rekening BCA-ku melalui klikbca, dan ternyata ada kredit  dari BCA. Alhamdulillah.... aku tidak perlu menulis di surat pembaca esok hari. Ternyata mujarab juga ya kata 'Surat Pembaca'!
Akhirnya perjalanan panjang komplain ke BCA berakhir manis, meskipun telah menguras tenaga dan pikiran. Terima Kasih Pak Toni dan timnya yang telah membantu proses komplain saya.


Sunday, October 29, 2017

Uniknya Transaksi menggunakan Sakuku BCA

Tidak seperti uang elektronik lainnya semacam eCash Mandiri ataupun Rekening Ponsel, Sakuku mempunyai cara yang unik untuk transaksi. Jika yang lain pakai OTP (One Time Password), Sakuku menggunakan otorisasi dengan cara men-scan QR Code yang tampil di halaman pembayaran. Kita perlu men-scan QR Code di layar komputer untuk dengan HP kita dan mengkonfirmasinya dengan memasukkan PIN Sakuku.

Unik memang, tapi agak merepotkan. Misalkan belanja di Blibli, pembayaran dengan Sakuku baru support untuk pembayaran melalui komputer desktop, belum bisa digunakan untuk membayar menggunakan aplikasi Blibli di HP. Aneh ya, pakai uang elektronik itu agar lebih mudah dan gampang diakses, eh ini malah agak ribet. Ini adalah PR besar untuk tim pengembang aplikasi Sakuku BCA, bagaimana mau populer sebagai metode pembayaran jika penggunaannya belum support semua platform, bahkan di Blibli sendiri yang notabene sama pemiliknya.

Scan QR Code juga menurutku kurang praktis, soalnya kita harus mengarahkan ke layar dan mencoba beberapa kali menggeser-geser posisi HP agar QR Code di layar komputer bisa ter-scan sempurna. Berbeda dengan uang elektronik lainnya seperti eCash Mandiri, yangmana kita hanya diminta memasukkan nomor HP dan password eCash Mandiri, kemudian kita mendapatkan OTP dan langsung memasukkannya ke halaman pembayaran. Kalau pakai Sakuku, kita perlu membuka dulu aplikasi Sakuku, memasukkan nomor HP di halaman pembayaran di desktop, kemudian kita buka menu bayar belanja dan men-scan kode QR yang muncul di layar, kemudian kita mengkonfirmasinya dengan memasukkan PIN Sakuku, baru selesai. Lebih banyak tahapan yang harus dilakukan.

Tapi dengan tahapan yang agak ribet itu, aku yakin keamanannya cukup bagus. Semoga tim pengembangan aplikasi Sakuku BCA terus berinovasi dan membuat transaksi dengan Sakuku lebih mudah dan praktis.

Baca juga : Pengalaman Belanja di Blibli Bayar Pakai Sakuku BCA

Wednesday, October 25, 2017

Mencoba Tarik Tunai Sakuku di ATM BCA

Mungkin diantara pembaca pernah lihat semacam stiker di pojok kanan atas mesin ATM BCA yang disitu tertera, "Di sini bisa tarik tunai Sakuku". Mungkin dari nasabah BCA sendiri belum tahu apa itu Sakuku. Sakuku adalah uang elektronik yang dikeluarkan oleh BCA, seperti halnya Mandiri dengan eCash-nya, CIMB Niaga dengan Rekening Ponselnya, ataupun Telkomsel dengan Tcash-nya, dan masih banyak lagi lainnya.

Salah satu fitur dari Sakuku adalah bisa tarik tunai di ATM BCA. Karena penasaran bagaimana cara tarik tunai SAKUKU di ATM BCA tanpa menggunakan kartu ATM aku pun mencobanya. Saat itu kebetulan selesai belanja di Superindo di kawasan Pamulang II, di dekat kasir ada ATM BCA. Nah, pada awalnya aku bingung harus bagaimana karena tidak pakai kartu ATM. Setelah kulihat lebih seksama, ternyata di layar bagian kanan bawah ada menu Tarik Tunai Tanpa ATM, langsung saja kutekan tombol menunya.

Aku diminta memasukkan nomor HP ku yang terhubung dengan rekening Sakuku. Oiya sebelum pencet sana sini di mesin ATM, kubuka terlebih dahulu aplikasi Sakuku. Kupilih nominal yang akan kutarik tunai, minimal Rp50 ribu. Kemudian aku dapat dapat Kode, yang nantinya kuinputkan ke mesin ATM.

Setelah memasukkan nomor HP ke mesin ATM, aku pun diminta memasukkan kode yang kuperoleh dari aplikasi Sakuku. Tidak perlu menunggu lama, uang pun keluar sesuai nominal yang kupilih di aplikasi Sakuku. Lumayan, sangat membantu ketika kita kebetulan tidak bawa kartu ATM. Oiya layanan ini tidak dikenakan biaya karena hanya bisa dilakukan di ATM BCA.

Sebenarnya tarik tunai di ATM bukan kali ini saja kulakukan. Dulu beberapa tahun yang lalu saat masih awal-awalnya Rekening Ponsel CIMB Niaga, aku juga pernah melakukan hal serupa, caranya pun mirip. Mungkin nanti lama-kelamaan kartu ATM akan menjadi barang kuno juga ya....

Baca juga: Nyobain Sakuku: Uang Elektronik BCA

Sunday, October 22, 2017

Nyobain Sakuku : Uang Elektronik BCA

Sakuku, nama yang tidak begitu populer jika dibandingkan uang elektronik berbasis nomor HP milik Bank Swasta nasional terbesar di Indonesia yaitu BCA. Keberadaannya kurang se-populer uang elektronik berbasis nomor HP lainnya semisal Tcash Telkomsel, eCash Mandiri, bahkan sama Rekening Ponsel CIMB Niaga. Sepengamatanku BCA kurang begitu gencar melakukan promosi Sakuku, uang elektronik berbasis kartu mereka yaitu Flazz lebih familier di masyarakat.

Sakuku memang lahir belakangan dibandingkan uang elektronik berbasis nomor ponsel lainnya seperti Rekening Ponsel, Tcash, ataupun eCash Mandiri, tapi ternyata Sakuku mempunyai berbagai macam fitur yang tak kalah menarik uang elektronik lainnya.

Kemarin baru saja kucoba menginstal aplikasi Sakuku. Sesaat setelah aplikasi dibuka, ponsel kita akan mengirimkan SMS verifikasi, kemudian kita diarahkan untuk mengisi identitas dan membuat password. Sakuku pun siap digunakan.

Salah satu motifku saat membuka Sakuku disamping penasaran dan pengen mencoba fiturnya, juga karena promo-promonya yang cukup menarik. Tak mau menyia-nyiakan kesempatan, akhirnya segera kuisi saldo sakuku melalui internet banking BCA. Saat ini lagi ada promo bayar Rp1,- untuk pembelian es krim scoop di aplikasi mobile Haagen Dazs jika bayar pakai Sakuku. Lumayan kan....

Layaknya uang elektronik lainnya, Sakuku juga mempunyai fitur transfer ke rekening Sakuku lainnya atau rekening bank, tarik tunai di ATM, dan fitur menarik yang tidak dipunyai uang elektronik lainnya yaitu Split Bill atau fitur berbagi tagihan. Misalnya jika kita sedang makan bareng-bareng sama teman, dan kita yang membayar tagihan, maka kita bisa berbagi tagihan tanpa sungkan, syaratnya teman-teman kita juga punya rekening Sakuku dan terdeteksi di kontak kita. Fitur ini sangat berguna jika kita sering hangout bareng teman agar tidak sungkan ketika menagih uang patungannya.

Nah untuk bisa menggunakan fitur itu, akun Sakuku yang reguler harus di-upgrade menjadi akun Sakuku Plus. Untuk nasabah BCA tinggal memasukkan nomor kartu ATM BCA dan akan diverifikasi otomatis oleh sistem. Untuk nasabah non BCA jika ingin meningkatkan fitur dari Sakuku menjadi Sakuku Plus perlu mendatangi kantor cabang BCA terdekat dengan membawa identitas diri.

Setiap login aplikasi Sakuku kita diminta memasukkan PIN/Password yang terdiri dari 6 digit angka. Di Halaman awal aplikasi ada info promo yang sedang berlangsung, juga ada info mutasi transaksi, ikon Menu, Info, dan Inbox. Ketika kita klik ikon Menu akan muncul pilihan Bayar Belanja, isi Pulsa, Transfer, Split Bill, Tarik Tunai, dan Kontak. Nah, untuk kontak sendiri cukup unik, jika kita mengkliknya akan muncul daftar kontak teman kita yang mempunyai rekening Sakuku ataupun Sakuku Plus.

Meskipun bisa m=punya akun Sakuku tanpa punya rekening BCA, tapi menurutku untuk praktisnya perlu punya rekening BCA karena untuk Top Up akan sangat mudah jika punya rekening BCA, bisa top up melalui internet banking, m-banking, ataupun ATM, bahkan lebih mudah daripada top up kartu Flazz BCA. Top up sebenarnya bisa juga dilakukan di merchat-merchat partner dari Sakuku, namun menurutku itu kurang praktis.

Baca juga: Mencoba Tarik Tunai Sakuku di ATM BCA

Wednesday, September 27, 2017

Mudahnya Menguhubungi Customer Service BCA

Tadi siang aku mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Bagaimana tidak, ketika aku ke kasir Gramedia di Kawasan Boulevard Bintaro, aku minta kepada si kasir untuk men top up kartu Flazz BCA-ku. Sebelumnya aku mencoba top up di ATM BCA yang ada di toko gramedia, tapi sayangnya ATM BCA yang disitu tidak bisa digunakan untuk top up Flazz, jadilah ketika aku ke kasir kuminta sekalian si kasir untuk men-top up Flazz-ku menggunakan kartu paspor BCA-ku.

Nah, ternyata berkali-kali dicoba, tetap saja gagal, tapi sebelum aku meninggalkan kasir, kucoba cek saldo rekening BCA-ku via internet banking, dan ternyata rekeningku sudah kedebet, arghhhh....!

Aku pun spontan protes sama si kasir. Si Kasir yang nampaknya baru itu pun segera 'minta tolong' ke teman seniornya. Setelah dicek ternyata transaksinya gagal. Si Mbak Senior, menjelaskan kalau kejadian seperti ini disebut transaksi menggantung, dan biasanya kalau pakai BCA dalam kurun waktu 24 jam, dana kita akan kembali ke rekening.

Sesampainya di rumah kucek kembali saldo rekening BCA-ku ternyata masih seperti saldo yang terakhir kulihat, yaitu sudah kedebet Rp100 ribu. Masih penasaran dengan kejadian itu, aku pun langsung berusaha menelpon Hotline BCA di 1500888. Kucoba-berkali-kali menelpon 1500888 gagal terus. Akhirnya kucoba kasih kode area (021) 1500888 dan ternyata bisa, langsung dijawab oleh mesin IVR. Nah, si IVR menjelaskan angka-angka berapa saja yang sekiranya harus dipencet untuk mengatasi masing-masing topik permasalahan. Misalnya kita diminta untuk memencet angka 1 untuk pertanyaan seputar layanan perbankan, dan seterusnya sampai angka 0 jika kita ingin berbicara dengan customer service.

Kupencetlah angka 0, karena menurutku jawaban dari CS akan lebih komplit dan pas. Diikuti pula memasukkan nomor rekening kita diakhiri tanda bintang.si IVR lagi-lagi menjawab kalau semua CS sedang melayani pelanggan lain, dan kalau aku tidak keberatan menunggu diminta untuk memencet angka 1. Kebetulan CS yang menanggapiku orangnya cukup ramah dan responsif. Nadif kalau nggak salah nama CS itu. Si Nadif menanyakan tentang keluhanku.

Kujelaskan kasusku di atas tadi, dan dia pun dengan cepat tanggap merespon dengan mengecek di sistemnya apakah transaksiku berhasil atau tidak berhasil. Setelah dilakukan pencocokan data profil nasabah, akhirnya dia bisa membuka sistem dan terlihat bahwa transaksiku memang terbukti ada dan ternyata dinyatakan gagal karena koneksi terputus. Dia memberitahuku, hal tersebut tidak masalah, nanti keesokan paginya akan dikreditkan kembali ke rekeningku.

Aku percaya-percaya saja sih, masak bank sebesar BCA tidak konsisten. Aku kira nggak mungkin, karena berisiko sekali terhadap citra perusahaan. Ya semoga besok pagi uangku Rp100rb kembali dikreditkan lagi ke rekeningku, kan itu nominal yang cukup lumayan bagiku. Kalau untuk konglomerat mungkin nilai segitu bagaikan nilai sebuah permen kali ya, hehe.....

Kesimpulanku, kemudahan nasabah dalam menghubungi CS di BCA sudah berjalan cukup bagus dan layak diadopsi oleh perbankan lainnya. Karena semakin mudah dihubungi, maka nasabah akan semakin merasa dekat dengan si Bank. Bisnis perbankan adalah bisnis jasa yang tentunya harus mengutamakan kepuasan pelanggan, termasuk kepuasan dalam menghubungi CS-nya.

Wednesday, May 3, 2017

Membayar PBB Tangsel 2017

Kemarin usai kubayar kewajibanku atas Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) melalui internet banking BCA alias Klik BCA. Untuk tahun 2017 ini ternyata Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan tambahan kemudahan dalam membayar PBB, yang semula hanya bisa melalui Bank Jabar Banten, sekarang sudah bisa lagi membayar melalui Bank Mandiri ataupun Bank BCA seperti beberapa tahun silam.

Hal ini sangat membantuku karena aku tidak punya rekening Bank Jabar Banten (BJB) yang mana dulu aku harus datang langsung meluangkan waktu ke teller BJB hanya untuk membayar PBB, sungguh aktivitas yang menyita waktu. Kalau sekarang praktis sekali, tidak harus ke ATM, aku bisa langsung membayarnya melalui layanan internet banking BCA. Tinggal klik-klik-klik, beres semua.

Di Klik BCA kita hanya perlu mengakses Menu PEMBAYARAN, kemudian pilih PAJAK. Setelah itu, pilih PBB, masukkan 18 digit nomor objek pajak (NOP) yang tertera di Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) PBB dan tahun pajak (saat ini). Halaman website akan menunjukkan data seperti yang tercantum pada SPPT PBB kita, pastikan nominalnya, NOP, nama pemilik rumah sesuai dengan yang tertera di SPPT PBB.

Untuk Wilayah Kota tangerang Selatan, PBB tahun ini paling lambat harus dibayar pada tanggal 31 Agustus 2017. Jadi masih ada waktu sekitar 4 bulan dari sekarang. Jika Anda warga Tangerang Selatan belum mendapatkan SPPT PBB bisa segera ditanyakan ke Kelurahan setempat. Atau kalau sudah tahu NOP-nya (nggak pernah berubah), bisa langsung mencoba pembayaran secara online. Semoga dengan kita membayar PBB tepat waktu bisa semakin melancarkan pembangunan di daerah kita. Kita pun berharap pemerintah daerah amanah dan bijak dalam mengelola pajak daerah seperti PBB ini.

Warga Bijak, Taat Pajak

Sunday, November 16, 2014

Ribetnya Transfer di Klik BCA

Homepage Klik BCA (www.klikbca.com)
"Kok ribet gini sih, nggak user friendly sama sekali!", itulah keluhan yang selalu muncul dari mulut manisku (?) ini ketika menggunakan layanan transfer melalui internet banking BCA alias Klik BCA.

Ribetnya, jadulnya itu lho yang nggak ketulungan. Bagaimana tidak, mau transfer saja perlu beberapa tahap yang memakan banyak waktu dan butuh informasi tetek bengek yang seringkali kita nggak tahu.

Maksudnya???

Kebetulan aku punya 5 rekening bank yang berbeda dimana 4 diantaranya mempunyai layanan internet banking, sedangkan yang satu cuma punya layanan sms banking. BCA adalah salah satu bank yang punya layanan internet banking (klik BCA).

Ngomong-ngomong soal Klik BCA, aku jarang banget nggunain layanannya? Lho emangnya ada apa dengan BCA, bukannya BCA adalah salah satu bank swasta terbesar di Indonesia, pastinya semua layanannya OK punya dong! Nah, itu yang bikin aku heran, kenapa fitur Klik BCA nggak se-OK yang lainnya bahkan sama fitur serupa bank kompetitornya saja kalah telak.

Lah kok bisa? Itupula yang bikin aku tambah heran, bagaimana bisa, bank pioner dalam fasilitas internet banking di Indonesia ini malah keok dengan fitur i-banking kompetitornya yang notabene sebagai 'followernya'.

Fitur Transfer Dana (www.klikbca.com)
Seperti halnya internet banking bank lain, tentu ada fitur Transfer di Klik BCA. Fitur ini adalah fitur wajib bagi sebuah layanan mobile banking baik itu internet banking ataupun SMS Banking. Nah ada yang unik dan berbeda yang ada dalam fitur Transfer Klik BCA ini, yang ternyata 'keunikannya' itu yang menjadi titik lemahnya.

Yang paling menjengkelkan dari fitur ini adalah ketika kita akan mentransfer tidak bisa langsung memasukkan nomor rekening tujuan kita, sekalipun sama-sama rekening BCA. Kita harus mendaftarkan rekening tujuan kita dalam menu tersendiri. Bahkan untuk mentransfer ke rekening bank dalam negeri lainnya hanya ada melalui proses LLG alias Kliring dan RTGS (yang relatif mahal). Tidak ada transfer online layaknya di fasilitas internet banking bank lainnya yang tergabung dalam jaringan ATM Bersama.


Ketika kita milih transfer melalui Kliring karena lebih murah daripada RTGS, ternyata muncul kesulitan lain. Ternyata kita tidak hanya memasukkan nama bank dan nomor rekeningnya, melainkan juga memilih dari cabang mana rekening tujuan kita itu. WHATTTT....! Coba bayangkan, sebagian besar toko online saat ini hanya mencantumkan nama bank dan nomor rekening untuk alamat transfernya dan jarang sekali yang mencantumkan cabang dari mana rekeningnya itu. Begitu pula yang lainnya, karena prosedur mencantumkan cabang dari bank tujuan sudah tidak diperlukan saat melakukan transfer di ATM melalui jaringan ATM Bersama ataupun melalui Transfer Online di internet banking maupun di SMS banking. Pencantuman cabank bank tujuan memang diperlukan untuk transfer melalui kliring baik langsung di teller bank ataupun melalui internet banking. Tapi bukannya user dari internet banking adalah orang yang ingin lebih praktis tidak perlu ke teller bank untuk sekedar transfer, masak disodori fasilitas kliring yang tidak realtime.


Menu Daftar Rekening Tujuan (klikbca.com)
Keengganan BCA ikut dalam jaringan ATM bersama mungkin salah satu penyebabnya. Bank-bank besar di Indonesia seperti BRI, Mandiri, BNI'46, BTN, CIMB Niaga sudah masuk dalam jaringan ATM bersama maupun Prima, begitu pula sebagian besar Bank Daerah (BPD) maupun swasta Nasional. Tapi sepertinya itu bukan alasan, jika mereka sudah sama-sama terjalin dalam jaringan ATM Prima harusnya bisa dong diaplikasikan ke fitur transfer online internet banking BCA, seperti halnya transfer online yang disediakan oleh jaringan ATM Bersama pada fitur internet banking masing-masing anggotanya. Persoalannya ini masalahnya di jaringan ATM Prima yang nggak mau mengintegrasikan ke layanan internet banking anggotanya karena sudah didahului oleh ATM bersama, atau keengganan BCA merubah sistem internet bankingnya dan sudah merasa nyaman dengan kondisi saat ini? Padahal hal ini yang sering dikeluhkan nasabah BCA di forum-forum maya.

Pilihan Transfer Hanya LLG dan RTGS (www.klikbca.com)

Harus memasukkan pilihan kantor cabang
bank tujuan transfer (www.klikbca.com)
Ketiadaan fasilitas transfer online di Klik BCA tentunya sangat merugikan bagi nasabahnya ataupun BCA sendiri. Coba bayangkan ketika seorang nasabah BCA akan transfer ke rekening bank lain dan ditunggu si calon penerima transfer saat itu juga karena darurat, pasti si nasabah kemungkinan besar tidak menggunakan Klik BCA karena jika menggunakan kliring rata-rata baru sampai 2-3 hari kemudian, sedangkan jika menggunakan RTGS yang relatif mahal pun tidak bisa secepat transfer online, padahal biaya transfer online terbaru yang dipatok jaringan ATM bersama jauh lebih murah, saat ini cuma Rp6.500,00 (sebelumnya Rp5000,00). Memang jika transfer di BCA bisa transfer online melalui jaringan prima, namun di zaman serba online saat ini, transfer melalui ATM sudah dianggap tidak praktis dan membuang-buang waktu. Begitupula yang kurasakan saat ini, aku sudah jarang ke ATM, paling kalau kepepet butuh uang tunai, penggunaan uang tunai-ku pun sudah semakin berkurang karena aku lebih memilih menggunakan kartu kredit, kartu debit, ataupun uang-uang paperless lainnya semacam e-cash mandiri, rekening ponsel, flazz BCA (pernah punya dan sekarang sudah tidak aktif).

Kekurangan lainnya dari fitur transfer di Klik BCA adalah prosesnya yang perlu berkali-kali memasukkan token (kode verifikasi) dari Key BCA yang menurutku sungguh merepotkan, meskipun tujuannya untuk pengamanan berlapis. Berbeda dengan bank lainnya yang hanya butuh satu kali memasukkan token dan sukseslah transaksinya.

Yang terakhir adalah tidak adanya kolom email penerima transfer, dimana menurutku pencantuman email penerima cukup penting untuk memberi konfirmasi dan kepastian kepada penerima transfer bahwa kita sudah mentransfernya. Seringkali toko online, institusi, ataupun merchant-merchant lain mensyaratkan meng-email bukti transfer. Kalau ada fitur pencantuman email penerima, kita kan nggak perlu repot memforward bukti transfernya.

BCA, ayolah lekaslah bangun, Fitur Klik BCA-mu itu sudah jadul, sudah saatnya di-upgrade dengan sistem baru yang lebih lengkap, user friendly, dan mengakomodir kebutuhan nasabahmu.