Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts
Showing posts with label Tanaman Hias. Show all posts

Wednesday, November 8, 2017

Bunga Lidah Mertua Cocok untuk Tanaman Indoor

Lidah Mertua Mini cocok ditaruh di atas meja kerja (dok. pribadi)
Lidah Mertua, nama tanaman hias ini sangat unik dan menggelitik. Ciri khasnya dengan daun panjang, tebal, dan lancip/tajam di ujungnya seakan-akan merepresentasikan lidah sang mertua yang seringkali dikonotasikan negatif seperti cerewet, kata-katanya pedas, dan nyebelin, haha......

Meskipun bunga ini mempunyai nama yang 'kejam', tapi penampakan maupun manfaatnya cukup bagus. Tanaman dengan nama latinnya Sansevieria sp. ini secara fisik mempunyai bentuk daun yang meruncing, tebal dilapisi lapisan mirip lilin, dengan jenis yang bermacam-macam. Ada yang panjang, ada yang pendek, ada yang warnanya hija kelabu, hija belang-belang, hijau dengan pinggiran kuning, ada yang panjang adapula yang pendek, cukup variatif.

Lidah Mertua berwarna hijau agak kelabu (dok. pribadi)
Manfaat dari tanaman ini menurut berbagai macam sumber bisa menyaring udara kotor alias sebagai penyaring udara alami. Tanaman ini juga bandel dan mudah sekali perawatannya dan cocok untuk ditaruh di dalam ruangan karena:

  1. Tidak memakan banyak tempat, tumbuhnya cenderung ke atas ramping
  2. Mampu membersihkan udara di ruangan 
  3. Tidak perlu banyak sinar matahari
  4. Tidak butuh banyak air, cukup dua hari sekali saja menyiramnya.
  5. Tidak gampang busuk
  6. Tidak menggugurkan daun
  7. Bagus ditaruh di sudut-sudut ruangan, ataupun di meja (khusus yang jenisnya kecil)
  8. Tidak perlu perawatan yang intensif ataupun pemupukkan secara khusus.
Lidah MErtua Panjang cocok ditaruh di pojok ruang (dok. pribadi)
Perbanyakan tanaman lidah mertua ini juga cukup mudah. Tinggal kita potong rimpang (semacam batang di dalam tanah dan berakar) yang ada anakkannya, lemudian kita pindahkan ke pot yang sudah diberi media tanam tanah. Bisa pula dicampur dengan kompos, pupuk kandang ataupun sekam, tapi tetap komposisi tanahnya yang paling banyak. Penyiraman bisa dilakukan sehari atau dua hari sekali, karena tanaman ini tidak butuh banyak air, tapi menyimpan air.

Wednesday, March 11, 2015

TIPS: Jenis Anggrek Yang Cocok di Dalam Ruangan

Mahkota Anggrek Dendrobium Sonia (dok. pribadi)
Pertengahan Bulan Januari kemarin, aku dan teman-teman satu seksi membeli bunga hidup untuk ditaruh di meja masing-masing agar memberikan suasana segar. Aktivitas kami yang selalu berhubungan dengan monitor komputer, membuat mata cepat lelah dan tak jarang menambah nilai minusnya, jadi kami berinisiatif untuk menaruh bunga hidup untuk penyejuk mata ketika lelah melihat komputer.

Nah, kami pun membeli bunga di salah satu deretan penjual bunga di dekat Dome Balikpapan. Niat awal aku pengen membeli Anggrek Bulan Putih, yang biasanya nampak elegan dipajang di hotel-hotel berbintang. Namun setelah tahun dari saran yang diberikan si penjual kalau Anggrek bulan itu spesies daerah gunung dan agak rewel perawatannya, maka kuurungkan niatku untuk membelinya. Akhirnya kupilih Anggrek Dendrobium yang masih kuncup bunganya, tepatnya Dendrobium Sonia dengan semburat warna ungu pekat yang sangat cantik. Teman-temanku ada yang memilih dendrobium berwarna coklat (aku kurang tahu namanya) dan anggrek 'harimau', atasanku sendiri memilih anggrek ungu kecil-kecil yang entah apa namanya. Sedangkan temanku yang perempuan ada yang memilih bambu hoki kecil-kecil, dan tanaman hias daun yang bentuknya mirip kemoceng.

Setiap dua hari sekali kami siram anggreknya. Senang sekali bunganya bermekaran satu persatu. Sampai sekarang anggrekku masih cukup segar dengan sembilan kuncup bunga yang sudah mekar semua. Cantik sekali warnanya, membuat mata ini kembali segar setiap kali memandangnya. Hal yang kurang beruntung menimpa tanaman milik teman. satu persatu anggrek coklat yang awalnya tampak segar sekali dan subur daunnya mulai membusuk batangnya (mblonyok) dan berguguran daunnya. Semua anggrek coklat akhirnya mati semua. Begitupula dengan bambu hoki yang milik temanku sudah hampir mati kondisinya saat ini. Yang masih gagah adalah tanaman 'kemoceng', anggrek 'harimau' yang belum berbunga, dan tentunya anggrek dendrobium sonia milikku. Dendrobium sonia milik salah satu temanku juga masih tampak segar, meskipun kuncup bunganya hanya sebagian yang berhasil mekar.

Anggrek di meja kerjaku (dok. pribadi)
Ternyata meskipun sama-sama jenis dendrobium, anggrek jenis dendrobium sonia adalah yang paling tahan jika ditaruh di dalam ruangan dalam waktu yang relatif lama. Terbukti, dendrobium sonia milikku bunganya sudah mekar hampir dua bulan sejak kuncup pertama mekar, dan masih bagus hingga sekarang. mungkin sebentar lagi mulai layu. Tidak salah dendrobium jenis ini banyak kita temui di hotel-hotel, bandara, ataupun perkantoran, karena daya tahannya yang tangguh meskipun tidak menempel di pohon.

Anggrek bulan memang elegan dan cantik, namun memerlukan perawatan khusus yang lebih ribet dari dendrobium. tapi kenapa di hotel-hotel itu bisa bagus anggrek bulannya? Itu karena mereka tidak merawat sendiri bunga itu, melainkan hanya menyewanya. Begitu bunganya layu segera akan diganti oleh partner penyedia anggrek bulan hidup.

Anggrek memang tidak boleh terkena banyak air, karena sebenarnya anggrek hanya butuh kelembaban, serta tidak boleh secara langsung terkena sinar matahari. Memelihara anggrek memang gampang-gampang susah. Ketika kita tempelkan di pohon dan jarang kita rawat malah seringkali tumbuh subur dan tidak pernah absen berbunga. Tapi giliran dirawat dengan telaten tapi ditaruh di dalam ruangan seringkali ngambek nggak mau berbunga, malahan bisa ngambek selamanya alias mati. Anggrek tidak ikut akan tren tanaman hias layaknya anturium beberapa tahun silam, melainkan kecantikan bunganya sudah lama diakui dan disukai hampir semua masyarakat global.