Friday, September 13, 2013

Pengalaman Berbelanja di Lazada (part 3)

Screenshot homepage Lazada mobile (Sumber : Lazada.co.id)
Kali ini saya akan mengulas tentang keunggulan fitur Notify Me yang ada di website Lazada.co.id
Apa sih sebenarnya kegunaan fitur ini? Fitur Notify Me atau dalam bahasa Indonesia berarti "Kabari Saya!" sebenarnya sangat penting untuk sebuah toko online, namun keberadaannya selama ini sering diabaikan oleh pengelola toko online ataupun oleh costumer sekalipun.

Fitur ini seringkali muncul di toko online jika ada produk yang mau launching namun belum tersedia stoknya, ataupun untuk produk yang stoknya lagi kosong. Dalam Fitur Notify Me, biasanya toko online mencatumkan kolom kosong yang bisa kita isi dengan alamat email kita, dan jika barang yang kita inginkan stoknya sudah ada maka kita akan mendapat email pemberitahuan jika barang yang kita inginkan sudah ada stoknya. Fitur ini saya akui sangat berguna manakala, stok barang yang kita tunggu atau kita inginkan sering habis stoknya. Fitur Notify di Lazada sangat membantuku untuk mendapatkan barang yang kuinginkan.

Beberapa hari terakhir ini HP milik Ibu sering bermasalah dan sering mati dengan sendirinya, maklum sudah sekitar 6 tahun usia pakainya. Nah, kebetulan Ibu menginginkan ganti HP merek Nokia Lumia 520 dengan harga normal Rp1.850.000,-. HP Nokia ini termasuk Smartphone tipe low end tapi cukup mempunyai fitur yang mumpuni dengan desain yang cukup menarik. Aku pun mencoba membelinya secara online agar barangnya bisa langsung dikirim ke alamat Ibu di Jawa. Beberapa toko online terkenal kusambangi untuk mencari harga yang terbaik syukur-syukur gratis biaya pengiriman.

Lazada.co.id

Aku mengunjungi beberapa toko online terpercaya, ternyata harganya hampir sama semua yaitu Rp1.850.000,- dan belum termasuk ongkos kirim. Hanya Lazada dan Blibli yang menawarkan ongkos kirim gratis ke seluruh Indonesia, beberapa toko online diantaranya hanya menawarkan gratis ongkir ke beberapa kota saja. Sayangnya saat kubuka website Lazada, stok nokia Lumia 520 lagi kosong padahal dari semua toko online terpercaya yang kusambangi, Lazada memberikan tawaran harga paling rendah yaitu Rp1.729.000,- belum termasuk diskon voucher. Akhirnya aku memutuskan membeli di toko online E**f***. Toko ini juga menawarkan diskon yang lumayan tinggi yaitu sebesar 85ribu rupiah dengan menukarkan 10 poin telkomsel dengan voucher diskon. Namun beberapa kali kucoba menggunakan voucher diskon itu, gagal terus. Aku pun memutuskan untuk tidak menggunakan voucher diskon dari poin telkomsel, namun tetap saja transaksiku gagal. Kuulangi hal yang sama selama 2 hari namun tetap gagal terus.

Selain mencoba di situs E**f*** aku juga mencoba di situs B***n**, ternyata juga sering mengalami kegagalan, padahal biasanya saat transaksi di B***n** aku merasa nyaman dan transaksinya di sistemnya berjalan lancar.

Aku pun mencoba membuka lagi website Lazada ternyata hari kamis siang kemarin, persediaan lumia 520 masih kosong juga. Nah, disitulah aku melihat fitur Notify Me yang sebelumnya sering kuabaikan jika stok yang tersedia kosong. Ternyata, malah harinya saat aku membuka email, ada email dari lazada yang memberitahuku jika Nokia Lumia 520 warna hitam yang aku cari sudah ada stoknya di Lazada. Buru-buru kubuka laptop khawatir jika stok lumianya keburu dibeli orang lain.

Untungnya harganya masih Rp1.729.000, dan kebetulan aku masih punya voucher diskon Lazada senilai 50rb yang kuperoleh melalui langganan newsletter-nya. Jadilah harga lumia yang aku pilih hanya Rp1.679.000,- sudah gratis ongkos kirim.

Untuk pembayarannya aku memilih menggunakan kartu kredit CIMB Niaga dengan cicilan 3x dengan bunga 0% . Sayangnya belum tersedia fasilitas cicilan untuk tenor yang lebih panjang, he he.......

Faktor simplisitas dalam penggunaannya (hanya menginput alamat email) dan respon yang cepat saat stok sudah ada, merupakan salah satu keunggulan Lazada yang tidak dimiliki toko online lainnya, disamping gratis ongkos kirimnya dan harga yang bersaing dengan voucher diskon yang sering diberikan cuma-cuma.

Sunday, August 25, 2013

Konser Metallica di Jakarta

Screenshot di Metro TV (dok. pribadi)

Metallica, grup musik cadas asal negeri Paman Sam itu datang lagi ke Indonesia untuk konser malam ini di Gelora Bung Karno setelah 20 tahun yang lalu. Penggemarnya dari berbagai daerah di Indonesia menyerbu GBK sore ini.

Media online maupun televisi antusias memberitakan segala hal tentang konser Metallica di Indonesia. Terlebih lagi Jokowi, Sang Gubernur Ibukota yang sangat populer dan sangat dicintai media berencana ikut nonton konser Metallica.

Panitia menyediakan sebanyak 60ribu tiket dengan banderol harga dari yang terendah seharga 440ribu sampai dengan yang paling mahal seharga Rp1.650.000,-

Luar biasa pesona dari sebuah grup musik luar negeri yang sudah melegenda selama puluhan tahun itu. Di televisi tadi terlihat seorang ibu beranak empat dari Semarang, yang rela jauh-jauh datang ke Jakarta hanya untuk menonton konser Metallica, konser yang 20 tahun lalu pernah ia saksikan di Stadion Lebakbulus Jakarta. Adapula seorang pemuda dari Jogja yang rela datang ke Jakarta dengan menguras tabungannya demi melihat konser Metallica. Masih banyak lagi, fans yang sudah beberapa hari terakhir di Jakarta datang dari berbagai daerah untuk melihat konser grup musik kesayangannya. WOW Luar biasa fanatisme penggemar musik cadas ini.

Jika anggap saja tiketnya seharga 500rb, dan semua tikewt sold out, maka Panitia akan mengeruk laba pendapatan kotor Rp30 Milyar. Luar Biasa!!! Katakanlah untuk bayar ongkos Manggung dan akomodasi Metallica 15 milyar, Ongkos Sewa GBK, Sound Sistem, dan Pengamanan sekitar 5 milyar, jadilah Panitia dalam hal ini Black Rock Entertainment mengantongi sekitar Rp10 milyar. Nilai yang fantastis untuk konser yang hanya berlangsung dalam beberapa jam saja.

Hal tersebut tentunya sebanding dengan panjang dan berbelitnya usaha untuk memboyong Group Musik Internasional agar mau manggung di Indonesia. Negosiasi, promosi, lobi-lobi perizinan tentunya menguras kocek yang tidak sedikit.

Simbol metal dengan Ibu jari, jari tengah, dan jari kelingking dengan menekuk jari tengah dan jari manis ke arah telapak tangan merupakan simbol yang sangat populer, yang sama dengan simbol dari PDIP pimpinan Megawati yang mengacungkan susunan jari serupa.

Segala sepak terjang Jokowi memang selalu mempunyai nilai jual di mata media. Sampai dengan hobinya akan musik cadas, termasuk rencananya nonton konser Metallica malam ini juga ramai diberitakan. Kontroversi akan kedatangannya dalam konser Metallica ini banyak mengundang cibiran dari beberapa orang, namun banyak pula yang mendukungnya. Diantara komentar nyinyir itu ada yang bilang Jokowi lebih pro terhadap musik metal daripada takbir keliling dan zikir lah, Jokowi lebih melegalkan pesta pora tahun baru daripada kegiatan keagamaan lah, dan aneka komentar negatif lainnya. Sedangkan yang pro Jokowi mendukungnya jika pemimpin sekelas jokowi sah-sah saja punya hobi dengan musik cadas, bukan berarti orang metal sikapnya urakan, buktinya Jokowi cukup sukses membawa Jakarta menuju perubahan yang positif. Adapula yang bilang Jokowi adalah orang yang tidal munafik, dan apa adanya.

Terlepas dari semua pro dan kontra yang ada akan musik metal. Setidaknya adanya konser musik ini tidak merugikan siapa pun, bahkan malah mempunyai efek domino yang luar biasa. Pajak hiburan yang dibayarkan panitia jelas tidak sedikit, banyak penjual kaos dan aksesoris grup musik metallica yang mendapat berkah dari adanya konser ini, pemerintah dapat bagi hasil uang sewa GBK, banyak orang dilibatkan untuk terselenggaranya konser ini dan mereka tentunya mendapat penghasilan yang lumayan, citra akan kondusifnya keamanan Indonesia juga akan semakin baik di mata internasional karena sukses menyelenggarakan konser berkelas dunia.

Antusiasme akan konser Metallica baik oleh fansnya maupun media massa membuktikan bahwa masyarakat Indonesia haus akan hiburan. Kebosanan akan berita di televisi tentang korupsi ataupun tipu daya perpolitikan di Indonesia, seolah membuat jengah masyarakat dan perlu mendapat hiburan yang berkualitas.

Aku bukan penikmat musik metal, namun setidaknya ku tak perlu menjustifikasi bahwa pecinta metal itu orang yang cenderung liar, buktinya Gubernur Jakarta saat ini yang seorang penikmat musik cadas sejati.

Hobi Berkebun

Kebun Mini usia 1 bulan (dok. pribadi)

Bermula dari keinginan untuk ada aktivitas di waktu-waktu luangku yang sangat banyak di Balikpapan, aku mencoba mengeksplor hobi yang kira-kira bisa kubangkitkan segera di Pulau seberang ini.

Di Balikpapan aku kos di dekat kantor. Seringkali akhir pekan aku hanya menghabiskan waktuku untuk bersih-bersih kamar, mencuci, menyetrika, dan tentunya nonton TV seharian. Mau jalan-jalan atau nonton TV hanya jika ada teman yang ngajak pakai motornya.

Hobi Ngeblog termasuk artikel ini, semakin intensif kulakukan karena banyak waktu luang. Aku punya hobi lain, yaitu berkebun. Aku paling suka dengan tanaman. Sejak kecil aku juga sudah diajari Ibu untuk bercocok tanam sayur-sayuran yang mudah ditanam seperti bayam dan tomat, dan sampai sekarang pun hobi tanam-menanam sudah mendarah daging di jiwaku.

Bibit Sawi usia 3 hari (dok. pribadi)
Kebetulan kosku masih banyak ruang kosong dan sangat terasa panas dan gersang jika terik matahari Balikpapan bersinar seharian. Namun, kendalanya ruang kosong itu disemen dan di keramik jadi tidak bisa ditanami. Kondisi tersebut bukan masalah bagiku. Ruang kosong itu bisa kumanfaatkan untuk menanam sayur-sayuran walaupun tidak bisa kutanami pohon, yang penting masih tercurah sinar matahari yang sangat diperlukan tanaman untuk berfoto sintesis.

Akhirnya aku berencana untuk berkebun dengan menggunakan polybag. Mencari info dimana dijual polybag di Balikpapan ternyata tidaklah gampang, untungnya ada account twitter pehobi berkebun di balikpapan dengan akun @Bpnberkebun. jadilah aku minta tolong temanku untuk bertanya kepada @Bpnberkebun dimana tempat jual benih tanaman, polybag dan tetek bengek keperluan berkebun di Balikpapan. Akhirnya kami pun dikasih tahu ada toko pertanian di dekat perempatan Rapak, di ruko-ruko seberang Polsek, sekitar 50 meter dari perempatan.

Kubeli polybag, benih kangkung dan sawi, serta pupuk cair. Sedangkan untuk media tanamnya aku membeli media organik siap tanam di deretan penjual tanaman hias di Jl. Ruhui Rahayu (Ring Road).

Kucoba menanam kangkung cabut dan sawi dalam polybag-polybag ukuran sedang. Seumur-umur aku baru tahu kalau biji kangkung dan sawi ternyata bentuknya tidak seperti yang kubayangkan sebelumnya. Biji kangkung kira-kira dua puluh kali lebih besar dari biji sawi. Biji sawi sangatlah kecil, berbentuk bulat dan berwarna kelabu kecoklatan. Sedangkan biji kangkung kira besarnya seperlima dari biji kedelai.

Sehari biji-biji yang kusemai kusiram dua kali, pagi dan sore hari. Biji sawi lebih cepat berkecambah, dalam waktu satu hari sudah mulai berkecambah. Sedangkan biji kangkung pada hari ketiga baru muai berkecambah. Sebenarnya untuk mempercepat perkecambahan, biji kangkung harusnya kurendam semalaman, tapi biasalah karena alasan praktisnya (padahal malas), bijinya langsung kutebar di media tanam.

Bibit Sawi Usia 10 hari (dok. pribadi)
Senang rasanya punya 'sedikit' kesibukan untuk merawat tanaman. Rasanya segar sekali pandangan mata ini setiap kali melihat hijaunya daun kangkung ataupun sawi yang tumbuh subur. Melihat pertumbuhannya dari hari ke hari, satu satu lembar daun kecil, membesar dan bertambah tinggi batangnya terus semakin rimbun daunnya menjadikan kita lebih bersyukur akan karunia-Nya dan lebih menghargai cucuran keringat para petani yang bekerja keras memproduksi bahan pangan bagi kita.

Bibit Kangkung Usia 10 Hari (dok. pribadi)

Hari Jumat kemarin aku pun mencoba menanam kangkung di sepetak tanah di pojok kantor, mungkin satu bulan kemudian baru bisa kulihat hasilnya.

Sawi Usia 1 Bulan (dok. pribadi)
Tadi pagi saat aku merebus mie instan, kutambahkan sawi usia 1 bulan hasil dari kebun miniku. Saat kucabut sawinya, tidak tega rasanya. Akhirnya kucabut satu batang sawi dan kucampurkan ke dalam mie rebusku. Rasanya sih sebnarnya biasa saja, tapi karena hasil menanam sendiri menjadi lebih lahap dan nikmat saat menyantapnya. hmmm..... sedap....

Kangkung Usia 1 Bulan (dok. pribadi)
Aku selalu berkeinginan di sekitar rumahku dikelilingi pohon-pohon dan tanaman sayuran yang menyejukkan mata dan menyediakan udara segar bagi keluargaku. Kuingin suatu saat berkebun sayu-sayuran di lahan yang lebih luas, atau aku harus menunggu sampai masa pensiunku tiba? Jawabannya tentu TIDAK

Ayo berkebun!






Saturday, August 24, 2013

Review (Sisi Lain) Elysium

Beberapa hari yang lalu kulihat sebuah review film baru yang dibintangi oleh Matt Damon. Elysium, itulah judulnya yang menurut Wikipedia adalah konsep surga dalam mitos Yunani Kuno. Namun Elysium dalam film ini berupa modul ruang angkasa raksasa yang berisikan alam artifisial yang mirip kehidupan di bumi yang berisikan manusia yang tinggal dengan sangat nyaman, dengan keindahan alam dan udara yang bersih dan fasilitas kesehatan yang menakjubkan dan bisa mengobati segala penyakit bahkan mampu merekonstruksi bagian tubuh yang rusak terkena bom ataupun semacamnya.

Berseting di Tahun 2154 dimana bumi dipenuhi dengan penyakit dan kekacauan. Orang-orang kelas atas tidak terpengaruh oleh kondisi tersebut karena mereka tinggal di Elysium yang berada puluhan ribu kilometer mengangkasa dari Bumi. Mereka yang tinggal di Elysium bagai tinggal di surga. Fasilitas kesehatan sangat menakjubkan, kematian yang disebabkan oleh penyakit pun bisa dinihilkan, bahkan manusia bisa senantiasa awet muda.

Bermula dari seorang penduduk Bumi bernama Max yang terkena radiasi di pabrik tempat dia bekerja ingin pergi ke Elysium untuk menghindarkan dirinya dari kematian. Penduduk Bumi tidak bisa mengakses ke Elysium kecuali dengan penerbangan illegal dengan taruhan nyawa tentunya.

Untuk bisa masuk ke Elysium Max berusaha untuk meretas data yang ada di otak salah satu warga Elysium yang kebetulan berbisnis di bumi. Dia pun berhasil dan ternyata data yang di dapatnya berupa data terpenting tentang pemograman sistem inti dari Elysium.

Akhirnya dia bisa memprogram ulang sistem Elysium sehingga penduduk bumi pun bisa mengakses manfaat dari teknologi Elysiun terutama teknologi kesehatannya.

Yang menari dari film ini adalah, secara tidak langsung film ini menyindir kondisi sosial masyarakat kita dewasa ini. Akses kesehatan masyarakat dunia saat ini sangatlah mahal dan sebagian besar masyarakat hanya mampu mengakses kesehatan dasar yang elatif masih terjangkau. Kondisi itu mirip dengan gambaran di film Elysium, dimana penyakit seganas apapun dapat disembukan di Elysium yang hanya dapat diakses oleh warganya yang super kaya.

Yang unik lagi dalam film ini bahwa perpindahan data, tidak hanya dilakukan antar media penyimpan data misalnya dari komputer ke flash disk, melainkan bisa dari otak manusia yang satu ke otak manusia yang lain, ataupun dari otak manusia ke komputer dan sebaliknya. Mungkin konsep itu bisa saja menjadi suatu kenyataan pada masa mendatang.

Elysium merupakan film bergenre Sci-Fi yang menyentil kondisi sosial masyarakat sekarang ini. Meskipun rating IMDB-nya hanya 7,1 namun sebagai penonton aku puas terutama dengan ide ceritanya yang menurutku orisinil.

Review (Sisi Lain) The Conjuring

Malam Jumat biasanya terkenal dengan serem-seremnya. Nah, kebetulan aku dan teman2 kantor ingin nonton malam jumat itu, dan agar lebih afdol maka kami nonton film horor. Pilihan film yang kami tonton jatuh pada The Conjuring, sebuah film horor Hollywood yang telah dirilis sekitar 3 minggu lalu.

Sebelum nonton sebuah film, aku punya kebiasaan untuk melihat ratingnya di IMDB sebuah portal yang menjadi acuan untuk melihat review dan rating sebuah film, dan aku kira cukup valid. Setelah kucek rating film ini 7,8 yang merupakan angka yang cukup tinggi dan hampir dapat dipastikan dari segi kualitas film ini cukup bagus. Semakin mantaplah kami nonton film horor ini.

Film ini diangkat dari sebuah kisah nyata sepasang suami istri pengusir hantu yang menolong satu keluarga yang baru pindah rumah. Seting film ini ada di rumah tua di pinggiran kota dan tidak mempunyai tetangga satu pun. Seting waktunya terjadi pada awal dekade 70-an.

Film ini ceritanya cukup sederhana dan klasik, sebuah rumah tua berhantu bekas lokasi pembunuhan. Dan penghuni baru diganggu oleh hantu-hantu yang bergentayangan.

Kisahnya yang biasa namun dengan pengemasan dan alur cerita yang pas ditambah dengan efek suara yang sering membuat kaget penonton, menjadikan film ini layak tonton untuk pecinta fim horor.

Kali ini saya tidak akan mereview tentang jalannya cerita atau kualitas dari fim ini melainkan sisi lain dari film ini yang secara tidak langsung dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Mari kita lihat satu per satu:

1. Dikisahkan satu keluarga dengan 5 anak yang semuanya perempuan dengan anak tertuanya yang kira-kira sudah seusia anak SMA, dan anak terkecil yang kira-kira baru berumur 4 tahun. Mereka baru pindah rumah (memiliki rumah sendiri) setelah anak-anak mereka beranjak dewasa. Ternyata kesulitan mempunyai sebuah rumah yang representatif tidak hanya dialami keluarga di Indonesia. Warga Amerika yang notabene lebih makmur juga tidak sedikit yang mempunyai kendala dalam memiliki rumah. Di Indonesia banyak keluarga yang sampai usia pensiun pun tetap tidak memiliki rumah sendiri, hanya mampu mengontrak rumah karena penghasilan yang habis untuk keperluan sehari-hari.

2. Rumah tua berhantu yang menjadi seting film itu, dikisahkan dibeli dengan harga yang relatif miring saat lelang oleh bank. Pada masyarakat kita banyak yang tidak mampu membeli rumah baru, kalau pun mampu mungkin hanya cukup untuk membeli rumah baru bertipe kecil dengan lokasi yang tidak strategis. Rumah second biasanya bisa jauh lebih murah dan kalau beruntung kita malah dapat rumah second yang masih bagus dan cukup luas dengan harga yang miring. Rumah second masih menjadi pilihan hingga saat ini, dimana harga rumah-rumah baru meningkat tajam tak terkendali.

Keberadaan rumah second dengan harga yang sangat miring apalagi di lokasi strategis tentunya mengundang tanda tanya. Biasanya di masyarakat kita senang mengkaitkannya dengan hal-hal berbau mistis. Misalnya rumah itu bekas lokasi pembunuhan atau banyak hantunya.

Berarti pesan tersirat dalam film ini, kita perlu berhati-hati dalam membeli rumah second terutama yang sangat miring harganya. Jangan sampai karena tergoda harga miring, namun setelah dihuni banyak hantuinya, hiii....

3. Keluarga yang dikisahkan dalam rumah ini mempunyai 5 orang anak perempuan (belum kenal KB kali ya, haha....). Banyaknya anggota keluarga tentunya menjadi beban keluarga itu semakin besar sehingga penghasilan terkuras untuk kebutuhan sehari-hari dan tidak mampu membeli rumah ketika masih awal-awal berumah tangga sekali pun mencicilnya. Terlebih lagi jika yang bekerja hanya sang suami seperti halnya dalam film itu, sang suami yang hanya bekerja sebagai sopir antar kota, pastinya akan semakin berat untuk mempunyai rumah sendiri. Berarti salah satu pesan dalam film ini, sebuah rumah tangga perlu KB? Ha ha.... Kalau keluarga kaya raya mungkin tidak masalah dengan anak banyak, namun jika sebaliknya, perlu juga mempertimbangkan untuk mengikuti program KB.

4. Dalam The Conjuring, anjing si pemilik rumah tidak mau masuk ke dalam rumah dan terus menggonggong sejak keluarga itu pindah ke rumah tua itu dikarenakan si anjing tahu kalau di rumah itu ada hantunya. Memang hewan seringkali bisa merasakan hal-hal yang tidak nampak atau tidak dapat dirasakan oleh manusia, seperti halnya tanda-tanda gunung akan meletus ataupun keberadaan hantu atau sejenisnya.... (berarti kalau anjing menggonggong tanpa sebab itu pertanda ada hantu dong???)

5. Melihat rumah tua di The Conjuring, membuat kita terpukau dengan ruang-ruang bawah tanahnya yang seperti labirin. Berbeda dengan rumah-rumah di Indonesia yang jarang sekali terdapat ruang bawah tanah. Di Amerika banyak terdapat rumah yang mempunyai ruang bawah tanah yang seringkali berfungsi sebagai gudang atau bungker.

6. Diceritakan pula si Ibu yang kesurupan dan berniat membunuh anaknya sendiri. Di kehidupan nyata sekitar kita, adakalanya digegerkan dengan berita seorang ibu kandung yang tega membunuh buah hatinya. Seringkali karena alasan ekonomi, marah dengan suami, stress/gila, ataupun alasan lain yang masih misterius.

Itulah sekelumit tentang sisi lain yang aku cermati dalam film The Conjuring.