"Ketika sesuatu yang dimiliki tidak sepenuhnya dinikmati"
Pernahkah kita mengalami situasi seperti pernyataan di atas? Setidaknya saat ini aku sedang mengalaminya. Kita seringkali memiliki sesuatu tapi jarang atau sedikit sekali kesempatan kita untuk menikmatinya dalam hal ini menjadi lebih bahagia karena manfaat dari sesuatu itu.
Beberapa hal saat ini yang kumiliki tapi masih sedikit kesempatanku tuk menikmatinya:
1. Rumah
Sejak pertengahan 2012 Alhamdulillah rumah baruku sudah jadi. Selama kurang lebih 3 bulan aku menghuninya, tentunya dengan perasaan senang, bahagia, dan bangga sudah punya rumah sendiri meskipun masih nyicil KPR. Usai pulang kantor dengan badan yang capek, bisa langsung istirahat di kasur empuk, kamar yang dingin, dan kompleks perumahan yang nyaman tenang, plus udara yang masih fresh membuatku segar kembali ketika bangun keesokan harinya.
Rumahku yang kebetulan berada di hook dan bersebelahan dengan taman yang hijau membuatku semakin betah berlama-lama tinggal di rumah mungilku itu.
Euforia kegembiraan punya rumah baru ternyata hanya berlangsung 3 bulan saja. Aku harus meninggalkan rumah baruku untuk sementara waktu karena harus pindah tugas ke Balikpapan. Tak terasa sudah hampir 2 tahun aku meninggalkan rumah itu, meskipun ketika aku sedang dinas ke Jakarta hampir selalu kusempatkan untuk mampir dan menginap di rumahku itu, meskipun aku sebenarnya dapat jatah hotel. Nyamannya kamar hotel menurutku tidak lebih nyaman dari kamar di rumah sendiri.
Sekarang rumahku itu ditempati kakakku, masih mending kakakku mau tinggal disitu, kalau dibiarin kosong pastinya akan rentan rusak. Kalau disewain juga menurutku uang sewanya tidak sepadan dengan potensi kerusakan rumah itu sendiri jika dihuni orang lain.
Menjadi anak kos ketika sudah punya rumah sendiri itu memang sungguh ironis. Dulu niatnya punya rumah itung-itung agar uang sewa kos bisa dialihkan untuk uang nyicil KPR tiap bulannya, eh sekarang malah terpaksa jadi anak kos lagi, bayar uang kos plus tetep saja kewajiban nyicil KPR tak bisa diabaikan.
2. Mobil
Akhir Desember 2013 kemarin aku dan istri memutuskan untuk membeli mobil seharga 230-an jt yang menurutku itu bukan sebuah harga yang murah. Anak istriku masih tinggal di Tulungagung, dan tentunya mobil itu juga ada bersama mereka. Tapi memang tujuan utama kami membeli mobil adalah agar lebih mudah kalau mudik ke Pati dan anak kami si Manggala yang seneng banget sama mobil bisa jalan-jalan naik mobil.
Yang pasti aku bisa merasakan mengendarai mobil sendiri ketika aku menjenguk anak istriku di Tulungagung. Kalau soal menikmati mobil untuk aku sendiri sih tidak begitu menjadi persoalan, yang penting anakku senang bisa jalan-jalan pakai mobil plus istriku juga dimudahkan dalam mobilitasnya.
3. Anak dan Istri
Bukan menikmati dalam arti memanfaatkan, tapi lebih tepatnya menikmati kebersamaan sebagai sebuah keluarga. Kebersamaan ketika kami berjauhan memang sangat berharga sekali dan mahal harganya. Seringkali aku merasa iri ketika melihat keluarga kecil yang bahagia dengan kebersamaan mereka, teman-teman kantor yang anak dan istrinya berkumpul dengannya dalam satu rumah. Sedangkan aku hanya bisa merasakan kebersamaan itu ketika aku mudik ke Tulungagung. Untungnya sekarang banyak aplikasi instant messaging seperti whatsapp dan sebagainya yang memudahkan kami mengirim file foto maupun video sehingga aku bisa melihat perkembangan Manggala dengan segala tingkah polah lucunya setiap saat.
Memiliki bukan berarti harus senantiasa menikmatinya. Ketika kita mampu merubah pola pikir kita bahwa kebahagian bisa diperoleh tidak melulu dengan bisa menikmati apa yang kita miliki, melainkan dengan melihat sisi-sisi positif yang seringkali terabaikan atau tidak terpikirkan, maka kita akan mendapatkan kebahagiaan yang sejati.
Keadaan yang kita hadapi adalah suatu yang dinamis, so kapan ya aku bisa kumpul bersama keluargaku tercinta di rumah mungil kami, ha ha......
Sunday, June 22, 2014
Tuesday, June 3, 2014
Terminal 2 Bandara Juanda Surabaya
Landing di Juanda Jumat malam itu terasa lebih mulus tidak seperti penerbanganku dengan CRJ 1000 sebelumnya yang limbung bikin sport jantung. Namun sesaat setelah landing, pesawat bukannya belok ke kiri menuju apron seperti biasanya melainkan berbelok ke arah kanan. Pikirku semula jangan-jangan si pilot lupa kalau terminalnya berada di sisi utara landas pacu.
Beberapa saat kemudian dari jendela pesawat terlihat beberapa pesawat komersial yang parkir di apron selatan landas pacu. Begitu turun dari pesawat barulah nampak sebuah bangunan terminal yang tampaknya baru, itulah terminal 2 Bandara Juanda dengan bangunan moderen yang berdiri di bekas terminal lama bandara Juanda.
Begitu masuk di terminal baru, timbul kekhawatiran tidak ada fasilitas Bus Damri Bandara, namun hal itu terbukti hanya kekhawatiran yang tak beralasan. Aku pun naik Damri menuju Terminal Bungurasih. Di terminal baru itu sudah nampak ramai dengan tenant-tenant terutama food and beverage, dengan counter Roti 'O' yang tentunya ada di terminal baru ini.
Seminggu lebih setelah liburanku di Tulungagung, Jawa Timur dan Pati, Jawa Tengah aku harus kembali lagi ke Balikpapan tanggal 1 Juni Kemarin. Kali ini aku kembali menggunakan Garuda yang sudah pasti memakai Bombardier CRJ 1000 untuk rute SBY - BPN. Sesampainya di terminal Bungurasih kucoba bertanya kepada Petugas, Armada Bus Damri yang tujuannya ke terminal 2. Jika salah tujuan ke terminal 1 bisa berabe karena antara terminal 1 dan 2 terpisahkan oleh landas pacu yang tidak terhubung satu sama lain. Beberapa bulan yang lalu jika kita ke terminal bungurasih tidak perlu bertanya bus damri yang jurusan mana karena semua akan diantar ke terminal 1, namun sejak pertengahan Februari kemarin dari terminal Bungurasih ada 2 jurusan Bus Damri Bandara.
Terminal 2 berada di sisi selatan Landas Pacu dan jarak tempuh ke Terminal Bungurasih Surabaya bisa ditempuh lebih singkat sekitar 10 menit. Lumayan bisa lebih cepat...
Tarif sebesar 20 ribu Rupiah sama dengan tarif Bus Damri jurusan terminal 1 meski dengan jarak tempuh yang lebih pendek. Bus Damri yang menuju terminal 2 biasanya tidak lebih banyak penumpangnya daripada yang menuju terminal 1. Hal ini dikarenakan untuk sementara ini setahuku baru maskapai Garuda Indonesia dan Air Asia yang memakai terminal ini, tapi kemarin aku juga melihat counter tiket citilink, jangan-jangan citilink sudah pindah juga ke terminal 2?
Ngomong-ngomong soal terminal baru (terminal 2) Bandara Juanda Surabaya kesan moderennya terlihat dari desain bangunan yang didominasi warna silver, dengan atap rangka baja yang terkesan kokoh dan pemakaian kaca-kaca lebar dengan plafon tinggi yang memungkinkan cahaya masuk lebih banyak dan sirkulasi udara lebih baik. Kontras dengan terminal 1 yang kesan Bangunan Jawa sangat kental. Jujur untuk desain dan konsepnya saya lebih memilih terminal satu, karena menunjukkan karakter Budaya Jawa yang kental.
Sesampainya di terminal 2 Juanda, aku langsung menuju mushola di sisi pojok paling barat serambi terminal. Usai dari mushola menuju ke pintu masuk terminal pandanganku tertuju ke sebuah benda mirip wastafel lengkap dengan krannya yang dari stainless steel, dan terpampang tulisan 'air kran siap minum'. "Wow seperti di negara-negara maju saja ada air kran siap minum!", pikirku saat itu.
Masuk ke terminal Bandara disambutlah pengunjung dengan deretan tenant-tenant semacam mall mini yang merupakan meeting point bagi calon penumpang, pengantar, ataupun penjemput yang semuanya bisa masuk berbelanja atau sekedar nongkrong di mall mini itu. Seperti konsep di Bandara Sepinggan Balikpapan yang baru. Ada toko reseller Apple yaitu EMAX, adapula Starbucks, Roti O, Hokben, dan tenant-tenant lainnya. Masuk ke arah kiri menuju ruang check in yang cukup luas dan lengang. Lampu-lampu pun sedikit yang menyala bahkan untuk lampu di atap tidak ada yang menyala karena sudah terang dari cahaya alami matahari yang masuk melalui kaca-kaca besar yang mendominasi bandara ini. Pengelola Bandara yaitu pihak Angkasa Pura I mengklaim terminal ini adalah terminal Eco friendly yang seminimal mungkin menggunakan energi listrik.
Kebetulan boardingku melalui Gate 1. Gate ini ternyata tidak terletak di lantai 2 seperti halnya gate lainnya melainkan di dekat area meeting point. Seperti di Bandara Sepinggan Baru, pemeriksaan X-Ray hanya dilakukan satu kali setelah check in menuju waiting room. Mungkin karena dengan naik CRJ 1000 tidak bisa menggunakan garbarata makanya terletak di lantai 1. Waiting Room di Gate 1 tidak cukup luas, paling tidak hanya cukup untuk menampung sekitar 100 orang.
Toilet di Terminal 2 pada umumnya lebih luas dan lebih bersih dari terminal 1. Tapi soal hiasan bunga hidup semacam Anggrek Bulan maupun Krisan yang banyak bertebaran di terminal 1 tidak kujumpai sama sekali di terminal 2 ini.
Satu Fasilitas lagi yang sangat kusayangkan belum ada di terminal 2 yaitu LOUNGE GRATIS. Kalau di terminal 1 aku bisa mampir di Blue Sky Executive Lounge atau di Singosari Lounge. Pantesan akhir-akhir ini saat aku di Blue Sky tidak seramai sebelumnya ternyata sebagian pelanggannya yang penumpang Garuda sudah pindah di terminal 2.
Terminal 2 ini katanya mampu menampung 6 juta penumpang per tahun, sedangkan terminal 1 mampu menampung 7 juta penumpang per tahun. Dengan kapasitas 13 juta penumpang per tahun tetap saja Bandara Juanda mengalami over capacity, mengingat saat ini penumpang di Juanda sudah mencapai 17 juta lebih dalam setahun. Terkesan pembangunan terminal 2 nanggung, tidak dimaksimalkan, entah kurang dana atau ada alasan lainnya. Entahlah...
Menurut berbagai kabar yang ada pihak AP I mau membangun landas pacu baru bahkan rencananya dua landas pacu sekaligus mengingat kepadatan jadwal take off dan landing semakin tinggi frekuensinya. Ya moga saja benar adanya kabar tersebut.
Beberapa saat kemudian dari jendela pesawat terlihat beberapa pesawat komersial yang parkir di apron selatan landas pacu. Begitu turun dari pesawat barulah nampak sebuah bangunan terminal yang tampaknya baru, itulah terminal 2 Bandara Juanda dengan bangunan moderen yang berdiri di bekas terminal lama bandara Juanda.
Begitu masuk di terminal baru, timbul kekhawatiran tidak ada fasilitas Bus Damri Bandara, namun hal itu terbukti hanya kekhawatiran yang tak beralasan. Aku pun naik Damri menuju Terminal Bungurasih. Di terminal baru itu sudah nampak ramai dengan tenant-tenant terutama food and beverage, dengan counter Roti 'O' yang tentunya ada di terminal baru ini.
Seminggu lebih setelah liburanku di Tulungagung, Jawa Timur dan Pati, Jawa Tengah aku harus kembali lagi ke Balikpapan tanggal 1 Juni Kemarin. Kali ini aku kembali menggunakan Garuda yang sudah pasti memakai Bombardier CRJ 1000 untuk rute SBY - BPN. Sesampainya di terminal Bungurasih kucoba bertanya kepada Petugas, Armada Bus Damri yang tujuannya ke terminal 2. Jika salah tujuan ke terminal 1 bisa berabe karena antara terminal 1 dan 2 terpisahkan oleh landas pacu yang tidak terhubung satu sama lain. Beberapa bulan yang lalu jika kita ke terminal bungurasih tidak perlu bertanya bus damri yang jurusan mana karena semua akan diantar ke terminal 1, namun sejak pertengahan Februari kemarin dari terminal Bungurasih ada 2 jurusan Bus Damri Bandara.
Terminal 2 berada di sisi selatan Landas Pacu dan jarak tempuh ke Terminal Bungurasih Surabaya bisa ditempuh lebih singkat sekitar 10 menit. Lumayan bisa lebih cepat...
Tarif sebesar 20 ribu Rupiah sama dengan tarif Bus Damri jurusan terminal 1 meski dengan jarak tempuh yang lebih pendek. Bus Damri yang menuju terminal 2 biasanya tidak lebih banyak penumpangnya daripada yang menuju terminal 1. Hal ini dikarenakan untuk sementara ini setahuku baru maskapai Garuda Indonesia dan Air Asia yang memakai terminal ini, tapi kemarin aku juga melihat counter tiket citilink, jangan-jangan citilink sudah pindah juga ke terminal 2?
Ngomong-ngomong soal terminal baru (terminal 2) Bandara Juanda Surabaya kesan moderennya terlihat dari desain bangunan yang didominasi warna silver, dengan atap rangka baja yang terkesan kokoh dan pemakaian kaca-kaca lebar dengan plafon tinggi yang memungkinkan cahaya masuk lebih banyak dan sirkulasi udara lebih baik. Kontras dengan terminal 1 yang kesan Bangunan Jawa sangat kental. Jujur untuk desain dan konsepnya saya lebih memilih terminal satu, karena menunjukkan karakter Budaya Jawa yang kental.
Sesampainya di terminal 2 Juanda, aku langsung menuju mushola di sisi pojok paling barat serambi terminal. Usai dari mushola menuju ke pintu masuk terminal pandanganku tertuju ke sebuah benda mirip wastafel lengkap dengan krannya yang dari stainless steel, dan terpampang tulisan 'air kran siap minum'. "Wow seperti di negara-negara maju saja ada air kran siap minum!", pikirku saat itu.
Masuk ke terminal Bandara disambutlah pengunjung dengan deretan tenant-tenant semacam mall mini yang merupakan meeting point bagi calon penumpang, pengantar, ataupun penjemput yang semuanya bisa masuk berbelanja atau sekedar nongkrong di mall mini itu. Seperti konsep di Bandara Sepinggan Balikpapan yang baru. Ada toko reseller Apple yaitu EMAX, adapula Starbucks, Roti O, Hokben, dan tenant-tenant lainnya. Masuk ke arah kiri menuju ruang check in yang cukup luas dan lengang. Lampu-lampu pun sedikit yang menyala bahkan untuk lampu di atap tidak ada yang menyala karena sudah terang dari cahaya alami matahari yang masuk melalui kaca-kaca besar yang mendominasi bandara ini. Pengelola Bandara yaitu pihak Angkasa Pura I mengklaim terminal ini adalah terminal Eco friendly yang seminimal mungkin menggunakan energi listrik.
Kebetulan boardingku melalui Gate 1. Gate ini ternyata tidak terletak di lantai 2 seperti halnya gate lainnya melainkan di dekat area meeting point. Seperti di Bandara Sepinggan Baru, pemeriksaan X-Ray hanya dilakukan satu kali setelah check in menuju waiting room. Mungkin karena dengan naik CRJ 1000 tidak bisa menggunakan garbarata makanya terletak di lantai 1. Waiting Room di Gate 1 tidak cukup luas, paling tidak hanya cukup untuk menampung sekitar 100 orang.
Toilet di Terminal 2 pada umumnya lebih luas dan lebih bersih dari terminal 1. Tapi soal hiasan bunga hidup semacam Anggrek Bulan maupun Krisan yang banyak bertebaran di terminal 1 tidak kujumpai sama sekali di terminal 2 ini.
Satu Fasilitas lagi yang sangat kusayangkan belum ada di terminal 2 yaitu LOUNGE GRATIS. Kalau di terminal 1 aku bisa mampir di Blue Sky Executive Lounge atau di Singosari Lounge. Pantesan akhir-akhir ini saat aku di Blue Sky tidak seramai sebelumnya ternyata sebagian pelanggannya yang penumpang Garuda sudah pindah di terminal 2.
Terminal 2 ini katanya mampu menampung 6 juta penumpang per tahun, sedangkan terminal 1 mampu menampung 7 juta penumpang per tahun. Dengan kapasitas 13 juta penumpang per tahun tetap saja Bandara Juanda mengalami over capacity, mengingat saat ini penumpang di Juanda sudah mencapai 17 juta lebih dalam setahun. Terkesan pembangunan terminal 2 nanggung, tidak dimaksimalkan, entah kurang dana atau ada alasan lainnya. Entahlah...
Menurut berbagai kabar yang ada pihak AP I mau membangun landas pacu baru bahkan rencananya dua landas pacu sekaligus mengingat kepadatan jadwal take off dan landing semakin tinggi frekuensinya. Ya moga saja benar adanya kabar tersebut.
Tuesday, May 20, 2014
Review : Pengalaman Memakai Blackberry Z3 Jakarta
![]() |
| BB Z3 masih terbungkus rapi (dok. pribadi) |
![]() |
| Packaging yang kokoh (dok. pribadi) |
![]() |
| Dikirim oleh First Logistic (dok. pribadi) |
![]() |
| Bagian Belakang BB Z3 (dok. pribadi) |
Berbeda dengan iPhone dengan tombol power di bagian atas kanan, si BB Z3 ini tombol powernya berada di sisi kiri atas. Kutekan beberapa detik, munculah ikon si buah berry hitam di layar. Kebetulan BB Z3 yang kubeli ini bundling dengan kartu mentari dengan bonus 10GB dan gratis BBM selama 6 bulan. Berhasil registrasi ke 4444 kulanjutkan dengan aktivasi paket bundlingnya dengan mengetik sms SuperBBMfree90K kirim ke 990. Namun, yang terjadi berkali-kali ku-sms ke 990, hasilnya nihil, tidak ada respon sama sekali. Kutelpon customer service mentari, jawabannya baru ada gangguan untuk aktivasi layanan blackberry indosat. Kutunggu keesokan harinya, tetap saja tidak bisa.
![]() |
| BB Z3 dibuka dari kotaknya (dok. pribadi) |
Udahlah persetan dengan paket bundling gratisan, yang penting BB baruku lancar koneksinya. Saatnya mencoba fitur-fitur BB 'murah' yang katanya nggak murahan ini. Fitur pertama yang kubuka adalah Blackberry world yang berisikan aplikasi-aplikasi BB. Segera kudownload aplikasi Kereta Api Indonesia. Adanya aplikasi ini juga lah yang menarikku membeli BB, karena PT KAI cuma menyediakan aplikasi ticketing kereta api ini khusus buat Blackberry, bukan untuk iOS ataupun Android yang jelas-jelas lebih populer. banyak testimoni saat ticketing kereta api lebaran di website KAI susah diakses, melalui aplikasi kereta api di BB ini gampang mengakses server PT KAI dan berhasil mendapatkan tiket lebaran.
Di BB Z3 ini touch screen-nya sudah cukup bagus. Tidak ada lag dalam membuka aplikasi ataupun perpindahan antar halaman layar, smooth abis udah kayak iPhone. Tidak sepereti iphone yang ada tombol home-nya baik itu fisik maupun virtual, di BB Z3 tidak ada satu pun tombol fisik di layar. Namun untuk menutup aplikasi yang sedang berjalan juga mudah, cukup menyapukan jari dari bawah layar ke atas.
![]() |
| Menyalakan pertama kali BB Z3(dok. pribadi) |
Nah, satu lagi keunggulan BB Z3 ini adalah terletak pada kecepatan browser-nya. Kemarin aku test kecepatan browser safari di iPhone dengan browser BB Z3. Kubuka halaman website yang sama, dalam waktu yang sama, dengan menggunakan jaringan operator yang sama, hasilnya browser BB menang mutlak. bahkan ketika browser blackberry kucoba satu detik lebih lambat dari safari di iPhone-pun tetap website-nya lebih cepat diakses dengan Browser BB Z3. Namun harus diakui untuk urusan navigasi browser di BB Z3 harus belajar lebih banyak dari kemudahan navigasi yang disajikan iPhone.
![]() |
| Saluran Radio FM (dok. pribadi) |
![]() |
| Setelan cepat BB Z3 (dok. pribadi) |
Notifikasi email baru maupun update atau chat dari social media mudah diketahui dengan adanya lampu led indikator berwarna merah di bagian atas layar yang akan berkedip jika ada notifikasi baru. Ini adalah salah satu ciri khas yang dimiliki BB, yang mengingatkanku pula pada Nokia E61-ku yang begitu ada email baru masuk lampu led indikator-nya yang berada di pojok kanan atas akan berkedip.
![]() |
| Fungsi Senter di BB Z3 (dok. pribadi) |
Kesimpulan dari pengalamanku menggunakan BB Z3 Jakarta selama beberapa hari ini cukup memuaskan. Dengan harga yang cukup murah dengan kualitas handset dan fitur yang tidak murahan, semoga awet nantinya seperti Nokia E61-ku yang sudah 7 tahun bulan Juni depan, ataupun iPhone 3GS-ku yang sudah lebih dari 4 tahun menemaiku sampai hari ini.
Update: Baca tulisan saya tentang:
1. review setelah 8 bulan menggunakan BB Z3
2. Solusi Masalah Saat Update BB OS 10.3.1.1565
3. Fitur, Performa, Tampilan BB Z3 Update OS 10.3.1.1565
4. Review Aplikasi Blackberry Blend
Labels:
BB,
BB Jakarta,
BB Z3,
Blackberry,
Blackberry Z3,
Blakckberry Jakarta,
E61,
gadget,
iPhone,
iPhone 3GS,
Nokia,
review
Thursday, May 15, 2014
Pengalaman Berbelanja di Lazada (part 4)
![]() |
| Screenshot Lazada versi mobile (dok. pribadi) |
BB Z3 resmi diluncurkan untuk pertama kali di dunia pada tanggal 13 Mei 2014. Nah, kebetulan Jakarta mendapat kehormatan untuk tempat peluncurannya sekaligus BB ini diberi nama BB Jakarta. Sekitar setengah bulan sebelumnya bekerjasama dengan XL dan Indosat dan beberapa toko online membuka preorder dengan iming-iming diskon yang menggiurkan.
Beberapa penerbit kartu kredit pun tak mau kalah berlomba-lomba memberikan iming-iming cash back dan cicilan 0%. Dengan semua gimmick yang ada, bagaimana mungkin aku tidak tertarik ikutan preorder BB Jakarta, secara aku sudah lama nggak beli HP baru, toh harganya cukup murah apalagi setelah diskon, cashback, dan iming-iming voucher online shop.
Kucoba liat-liat di beberapa online shop yang menawarkan preorder BB Z3. Di jeruknipis.com ternyata barang yang promo sudah habis karena mungkin hanya tersedia beberapa ratus unit saja, yang tersisa hanya yang harga normal. Begitu pula di online shop lainnya. Nah, entah bagaimana aku membuka website lazada.co.id. Aku pun liat promo preorder Z3 dengan diskon 100rb dari harga normal Rp2.199.000,- namun ternyata setelah lebih detail kulihat promonya ada lagi khusus untuk pemegang kartu kredit cimb niaga ada tambahan diskon 200rb untuk 100 pembeli pertama yang akan dibuka preorder-nya tanggal 5 mei.
Sebelum pukul 01.00 WITA tgl 5 mei kusengaja bangun untuk bisa preorder BB Z3 dan menjadi 100 pembeli pertama yang bisa dapat diskon 200rb dan voucher 300rb di lazada. Kebetulan saat itu laptopku lagi rusak dan terpaksa lazada kuakses melalui iphone. Aku sengaja tidak menggunakan aplikasi lazada untuk mobile phone karena aku ingin mengaksesnya melalui versi dekstop website. Namun ternyata versi desktop lazada susah dan lambat diakses melalui iphone, kuputuskan untuk beralih ke versi mobile. Akhirnya transaksi kelar namun ada yang masih mengganjal di pikiranku, "kok aku gk bisa ngisi form cicilan ya?".
Transaksi total setelah dikurang diskon 200rb jadi Rp1.899.000,- ditambah ongkir ke Balikpapan sebesar Rp36.000, sehingga total yang harus kubayarkan adalah Rp1.935.000,-. Aku membayarnya dengan kartu kredit cimb niaga syariah dan ada sms notifikasi berhasil di HP-ku.
Yang aku herankan adalah biasanya setelah transaksi di Lazada aku mendapat email konfirmasi pesanan, namun malam itu aku tidak mendapatkannya. "Sudah nggak bisa ngisi cicilan, nggak dapat email konfirmasi, jangan-jangan orderku gagal!", pikirku.
Keesokan harinya kucoba cek lagi inbox emailku. Hasilnya pun nihil, tidak ada konfirmasi dari Lazada. Setelah kucek di status order, pesananku sudah masuk ke sistem lazada, namun yang kurang membuatku lega adalah aku tidak dapat email konfirmasi ataupun email yang berisikan kupon vouchere 300rb. Aku berpikiran jangan-jangan karena aku bertransaksi melalui website lazada versi mobile yang jadinya mungkin masih banyak error sehingga sistem lazada tidak mengirim secara otomatis konfirmasi pesanan ke emailku.
Kuhubungi customer care Lazada. Aku sedikit kebingungan, dengan instruksi mesin penjawab Lazada. Tidak ada pilihan untuk bicara langsung ke petugas costumer care!
Tak berhasil menghubungi petugas costumer care, tak habis akal kuemail di support@lazada.co.id. Untuk maslah pembayaran aku disaranin untuk menghubungi payment@lazada.co.id, dan terakhir dari payment@lazada.co.id untuk mengubah cicilan kartu kredit aku disarankan untuk mengajukan permintaan cicilan beserta mencantumkan ID Order ke cc@lazada.co.id. Kukirimlah email ke cc@lazada.co.id dengan mencantumkan ID Pesanan, Nomor kartu kredit, dan tenor cicilan. Setelah kukirim email ternyata belum mendapat respon.
Tidak mau tanpa kepastian, aku pun masih penasaran dengan opsi lain-lain yang ditawarkan di mesin penjawab costumer cara. Telpon costumer care lazada yang kedua kalinya kucoba opsi lain-lan itu, ternyata langsung terhubung ke petugas costumer care lazada. Kuutarakan maksudku tentang email konfirmasi dari Lazada yang tak kunjung datang. Si petugas berjanji akan meneruskan ke bagian terkait kemungkinan eror yang terjadi, mengenai voucher katanya juga biasanya terkirim melalui email. Aku juga menanyakan soal form cicilan yang tidak muncul di akhir transaksi. Si petugas pun menyarankan untuk mengisi form cicilan melalui lazada.co.id/cicilan
OK, masalah email konfirmasi dan voucher kuanggap beres, sekarang saatnya mengubah cicilan. Kubuka alamat lazada.co.ids/cicilan sebagaimana saran si petugas. Ternyata form cicilannya hanya berisikan pilihan 3 bulan, tidak ada pilihan 6 bulan atau 12 bulan seperti yang dipromokan lazada khusus untuk preorder BB Z3.
Aku pun berinisiatif menelpon costumer care CIMB Niaga di 14041 menanyakan mengubah menjadi cicilan. Setelah dicek ternyata transaksiku bisa diubah menjadi cicilan 12 bulan 0%. Namun saat itu aku tidak bisa langsung mengubahnya karena tagihan dari lazada belum dimasukkan ke CIMB Niaga. Beberapa hari kemudian aku pun menelpon kembali 14041 dan jawabannya berbeda. Ternyata untuk mengubah menjadi cicilan hanya bisa dilakukan atas permintaan dari Lazada.
Masih penasaran juga, aku pun menghubungi kembali pihal Lazada. Kali ini telponku diterima petugas bernama Firman. Mas Firman ini dari bahasanya yang meyakinkan sepertinya menguasai sekali tentang permasalahan yang kuhadapi, setelah kuceritakan detail permasalahanku, dia menjelaskan jika pesananku sudah masuk ke sistem. Mengenai cicilan 12 bulan 0% yang aku ajukan juga sudah masuk ke sistem lazada, dan akan segera diproses segera. Mengenai voucher 300rb akan dikirimkan, masih dipertimbangkan oleh lazada akan dikirim melalui email atau voucher fisik, masih dipilih mana yang paling aman.
Nah, kemarin dinboxku ternyata masuk konfirmasi pesanan dar lazada yang berisikan invoice, namun belum ada voucher 300rb. Ada pula email konfirmasi mengenai pesanannku yang sudah dikirim melalui firstlogistics.co.id. Barusan tadi pagi ku-track melalui website firstlogistics ternyata baru berangkat dari gudang penyortiran, mungkin lusa sudah sampai Balikpapan. Aku masih penasaran vouchernya apa include di box paket kirimannya nanti atau akan diemail setelah barang dipastikan kuterima? Update: Barang pesananku kuterima di kantor Jumat Sore selepas jam kerja tanggal 16 Mei 2014 dengan packaging yang cukup kuat dan aman untuk barang elektronik.
Ribet juga ikut-ikutan promo preorder di Lazada, tapi apakah benar demikian, atau aku sendiri yang berlebihan, terlalu khawatir yang berlebihan yang pada akhirnya membuatku repot sendiri? Yah begitulah 'seni' berbelanja di online shop, kita harus berani bertanya kalau kurang paham atau kurang sreg dengan pelayanannya.
Pastikan Bijak Dalam Berberlanja Online, khususnya menggunakan kartu kredit! (Aku sendiri masih gampang tergoda dengan bujuk rayu promo kartu kredit, hix...)
Baca juga: Akhirnya Aku Kecewa Dengan Pelayanan Lazada
Sunday, May 11, 2014
Menulis di Blog Itu Asik
![]() |
| Screenshot aplikasi Blogger di iOS (dok. pribadi) |
Ada 3 penyedia layanan blog gratis yang terbesar kala itu, ada Blogspot, Multiply, dan Wordpress. Dari ketiganya, aku sengaja memilih blogspot karena dalam buku yang kubeli lebih banyak membahas tentang blogspot.
Blog pertamaku adalah bercanda.blogspot.com yang mengambil tema tentang gadget. Blog itu kutulis dengan Bahasa Inggris, sekaligus sebagai saranaku untuk belajar Bahasa Inggris. Tak lupa kutautkan layanan google adsense di blogku itu dan beberapa iklan perusahaan besar kala itu seperti halnya Nokia pernah nongol di adsense blogku dengan fee per klik-nya yang lumayan, meskipun pada akhirnya aku tak pernah menarik fee dari hasil google adsense karena account adsense-ku terburu expired dikarenakan blogku yang tidak kumaintain selama bertahun-tahun. Sampai saat ini blog itu masih ada tapi sudah tidak pernah ku-update lagi.
Penasaran dengan utak-atik blog, kupelajari sedikit bahasa HTML sehingga bisa sedikit kuubah navigasi standar di blogspot. Aku membuat banyak blog dengan tema yang berbeda-beda, mulai dari tentang berita umum, saham, teknologi, olahraga, hobi, lingkungan, wisata, kesehatan, unik, dan entah tema apalagi yang sudah tidak kuingat. Blog-blog itu kutautkan satu sama lainnya sehingga seperti portal berita online semacam detikcom dengan kanal-kanal atau rubrik yang bermacam-macam.
Aku lebih banyak mengudate blog-blog itu secara mobile, dalam artian, seringkali aku mengupdatenya melalui mobile phone (Nokia E61) dengan mengetikannya dalam sebuah email lalu kukirim ke sebuah alamat email yang diberikan oleh blogspot agar bisa terupdate otomatis. Asiknya mengupdate secara online adalah ketika kita punya ide menulis sewaktu-waktu, kita bisa langsung menuliskannya di mobile phone dan dapat langsung kita kirim melalui email otomatis terupdate-lah blog kita. mobile phone yang dipakai tentunya yang enak buat ngetik semacam nokia E61 dengan tombol QWERTY yang sampai saat ini masih awet dan kugunakan untuk menulis artikel ini, meski baterainya sudah sering ngedrop (maklum sudah hampir 7 tahun usianya).
Namun, semua blogku yang membentuk semacam portal berita itu sudah lama kutinggalkan dan bertahun-tahun tidak ku-update, sehingga suatu saat ketika iseng-iseng kucek ternyata sudah dibajak oleh orang lain dengan artikel-artikel spam yang berisikan iklan yang aneh-aneh. Parahnya aku sudah lupa username dan password untuk mengedit postingan blog-blogku itu. Aku masih bisa sih membuat postingan ke blog-blogku itu tapi tidak bisa mengeditnya ketika artikelnya sudah terlanjur dipublish atau menghapus spam-spam yang ada, karena harus kulakukan dengan login terlebih dahulu ke blogger.com.
Nah, pertengahan tahun 2008 aku pun membuat blog baru beralamatkan di berteriak.blogspot.com. Mengapa kuambil embel-embel nama berteriak? Karena blog yang kubuat berisikan cerita-cerita pengalamanku ataupun uneg-uneg pribadiku. Padahal sebelumnya aku paling anti membuat blog yang berbau Personal Life.
Pertengahan Mei 2013 akhirnya aku membeli nama domain polahku.com dari IDwebhost, kebetulan pas promo saat itu hanya 60rb. Aku pun mecoba membelinya untuk masa kontrak 1 tahun. Aku pun baru saja beberapa hari yang lalu memperpanjang kontrak domain polahku.com untuk satu tahun ke depan dengan harga 95rb. Padahal dulu kalau saat beli pertama kali aku langsung beli kontrak 2 tahun cuma harus membayar 120rb. Ternyata harga domain juga naik seiring inflasi, kayak sembako aja, ha ha.....
Sebenarnya polahku.com bukan domain pertama yang kubeli. Sebelumnya aku punya domain mylovelydoctor.web.id yang sudah tidak kuperpanjang lagi karena aku jarang meng-update-nya. Dulu aku membeli domain itu hanya untuk iseng-iseng saja seharga 35rb. Blog yang kudedikasikan kepada istriku itu sudah lama tidak ku-update.
Nah mengenai asiknya menulis di blog itu ketika artikel kita dibaca oleh orang lain yang tidak kita kenal sebelumnya, dan orang tersebut memberikan komentar positif atau merasa bahwa artikel kita bermanfaat untuknya.
Dulu saat aku masih sering mengupdate blogku bercanda.blogspot.com yang berbahasa Inggris, kulihat banyak komentar positif datang, apalagi yang membaca dan memberi komentar berasal dari luar negeri atau bule. Memang kalau kita menulis pakai bahasa inggris, tulisan kita semakin berpeluang untuk dibaca di belahan dunia manapun.
Saat ini aku fokus dengan polahku.com yang sudah sekitar 7 tahun ini kukelola. Dulu sebelum aku membeli domain polahku.com, aku jarang sekali mengupdatenya, namun sekarang aku lebih rajin mengupdatenya karena sudah beli domain jadi sayang kan kalau disia-siakan. Nah, banyak sekali komentar yang datang di blogku ini. Rata-rata tanggapan mereka positif dan beberapa diantaranya menganggap bermanfaat artikel yang kutulis dalam blog ini. Bahagia rasanya kalau tulisan kita ternyata bisa bermanfaat bagi orang lain. Senangnya lagi kita bisa berinteraksi dengan membalas komentar atau pertanyaan mereka, meskipun kita tidak mengenal mereka. Bermanfaat bagi orang lain meskipun hanya melalui tulisan, terlebih bagi orang yang tidak kita kenal itu 'sesuatu' banget.....
Ada sedikit cerita unik tentang blog yang kutulis, ini mengenai salah satu blogku yaitu grandserpong2.wordpress.com. Aku sengaja membuatkan blog tentang perumahan di daerah Sarua, Tangerang Selatan yang kebetulan aku membeli salah satu rumah di sana. Nah, ternyata di forum warga perumahan yang tergabung dalam milis google group pernah ramai dibicarakan tentang siapa penulis blog tentang perumahan mereka. Ada yang nebak pihak developer, tapi banyak juga yang penasaran siapa sebenarnya, aku sih baca milis cekikikan aja.... Tapi lama kelamaan akhirnya mereka tahu juga. Aku memang bermaksud mempromosikan perumahan tempat tinggalku supaya banyak yang tertarik, bukan karena aku mendapat fee dari developer, melainkan agar tetanggaku semakin banyak, maklum kala itu masih banyak unti yang belum terjual, biar cepat penuh penghuninya makanya kupromosikan perumahanku itu.
Aku masih punya satu lagi blog yang kukhususkan untuk dokumentasi perkembangan rumahku, dari pembangunan pondasi, sampai jadi rumah utuh, tak lupa perkembangannya pasca kuhuni. Omahcempluk.wordpress.com. Blog-blog lainnya aku sudah lupa alamatnya dan tidak ku-update lagi.
Menulis di blog membuatku sangat lega, dan lebih bahagia lagi jika artikelku bermanfaat bagi orang lain. Salah satu artikelku tentang Tes TKD Sistem CAT di copy paste oleh seorang blogger di blognya, dia sudah minta izin melalui kolom komentar di blogku. Pada dasarnya senyampang artikelku akan lebih banyak bermanfaat dengan di-copy orang lain, aku ra popo.... asal tetap menyebutkan sumbernya. Alhamdulillah bisa lebih bermanfaat...
Berbeda ketika dulu artikelku tentang Selokan Mataram yang di-copy paste tanpa izin oleh seorang blogger. Menulis dengan buah pikiran sendiri adalah jauh lebih bagus daripada menjiplak artikel dari orang lain hanya demi menaikkan traffic kunjungan ke blog atau website pribadinya.
Penasaran dengan utak-atik blog, kupelajari sedikit bahasa HTML sehingga bisa sedikit kuubah navigasi standar di blogspot. Aku membuat banyak blog dengan tema yang berbeda-beda, mulai dari tentang berita umum, saham, teknologi, olahraga, hobi, lingkungan, wisata, kesehatan, unik, dan entah tema apalagi yang sudah tidak kuingat. Blog-blog itu kutautkan satu sama lainnya sehingga seperti portal berita online semacam detikcom dengan kanal-kanal atau rubrik yang bermacam-macam.
Aku lebih banyak mengudate blog-blog itu secara mobile, dalam artian, seringkali aku mengupdatenya melalui mobile phone (Nokia E61) dengan mengetikannya dalam sebuah email lalu kukirim ke sebuah alamat email yang diberikan oleh blogspot agar bisa terupdate otomatis. Asiknya mengupdate secara online adalah ketika kita punya ide menulis sewaktu-waktu, kita bisa langsung menuliskannya di mobile phone dan dapat langsung kita kirim melalui email otomatis terupdate-lah blog kita. mobile phone yang dipakai tentunya yang enak buat ngetik semacam nokia E61 dengan tombol QWERTY yang sampai saat ini masih awet dan kugunakan untuk menulis artikel ini, meski baterainya sudah sering ngedrop (maklum sudah hampir 7 tahun usianya).
Namun, semua blogku yang membentuk semacam portal berita itu sudah lama kutinggalkan dan bertahun-tahun tidak ku-update, sehingga suatu saat ketika iseng-iseng kucek ternyata sudah dibajak oleh orang lain dengan artikel-artikel spam yang berisikan iklan yang aneh-aneh. Parahnya aku sudah lupa username dan password untuk mengedit postingan blog-blogku itu. Aku masih bisa sih membuat postingan ke blog-blogku itu tapi tidak bisa mengeditnya ketika artikelnya sudah terlanjur dipublish atau menghapus spam-spam yang ada, karena harus kulakukan dengan login terlebih dahulu ke blogger.com.
Nah, pertengahan tahun 2008 aku pun membuat blog baru beralamatkan di berteriak.blogspot.com. Mengapa kuambil embel-embel nama berteriak? Karena blog yang kubuat berisikan cerita-cerita pengalamanku ataupun uneg-uneg pribadiku. Padahal sebelumnya aku paling anti membuat blog yang berbau Personal Life.
Pertengahan Mei 2013 akhirnya aku membeli nama domain polahku.com dari IDwebhost, kebetulan pas promo saat itu hanya 60rb. Aku pun mecoba membelinya untuk masa kontrak 1 tahun. Aku pun baru saja beberapa hari yang lalu memperpanjang kontrak domain polahku.com untuk satu tahun ke depan dengan harga 95rb. Padahal dulu kalau saat beli pertama kali aku langsung beli kontrak 2 tahun cuma harus membayar 120rb. Ternyata harga domain juga naik seiring inflasi, kayak sembako aja, ha ha.....
Sebenarnya polahku.com bukan domain pertama yang kubeli. Sebelumnya aku punya domain mylovelydoctor.web.id yang sudah tidak kuperpanjang lagi karena aku jarang meng-update-nya. Dulu aku membeli domain itu hanya untuk iseng-iseng saja seharga 35rb. Blog yang kudedikasikan kepada istriku itu sudah lama tidak ku-update.
Nah mengenai asiknya menulis di blog itu ketika artikel kita dibaca oleh orang lain yang tidak kita kenal sebelumnya, dan orang tersebut memberikan komentar positif atau merasa bahwa artikel kita bermanfaat untuknya.
Dulu saat aku masih sering mengupdate blogku bercanda.blogspot.com yang berbahasa Inggris, kulihat banyak komentar positif datang, apalagi yang membaca dan memberi komentar berasal dari luar negeri atau bule. Memang kalau kita menulis pakai bahasa inggris, tulisan kita semakin berpeluang untuk dibaca di belahan dunia manapun.
Saat ini aku fokus dengan polahku.com yang sudah sekitar 7 tahun ini kukelola. Dulu sebelum aku membeli domain polahku.com, aku jarang sekali mengupdatenya, namun sekarang aku lebih rajin mengupdatenya karena sudah beli domain jadi sayang kan kalau disia-siakan. Nah, banyak sekali komentar yang datang di blogku ini. Rata-rata tanggapan mereka positif dan beberapa diantaranya menganggap bermanfaat artikel yang kutulis dalam blog ini. Bahagia rasanya kalau tulisan kita ternyata bisa bermanfaat bagi orang lain. Senangnya lagi kita bisa berinteraksi dengan membalas komentar atau pertanyaan mereka, meskipun kita tidak mengenal mereka. Bermanfaat bagi orang lain meskipun hanya melalui tulisan, terlebih bagi orang yang tidak kita kenal itu 'sesuatu' banget.....
Ada sedikit cerita unik tentang blog yang kutulis, ini mengenai salah satu blogku yaitu grandserpong2.wordpress.com. Aku sengaja membuatkan blog tentang perumahan di daerah Sarua, Tangerang Selatan yang kebetulan aku membeli salah satu rumah di sana. Nah, ternyata di forum warga perumahan yang tergabung dalam milis google group pernah ramai dibicarakan tentang siapa penulis blog tentang perumahan mereka. Ada yang nebak pihak developer, tapi banyak juga yang penasaran siapa sebenarnya, aku sih baca milis cekikikan aja.... Tapi lama kelamaan akhirnya mereka tahu juga. Aku memang bermaksud mempromosikan perumahan tempat tinggalku supaya banyak yang tertarik, bukan karena aku mendapat fee dari developer, melainkan agar tetanggaku semakin banyak, maklum kala itu masih banyak unti yang belum terjual, biar cepat penuh penghuninya makanya kupromosikan perumahanku itu.
Aku masih punya satu lagi blog yang kukhususkan untuk dokumentasi perkembangan rumahku, dari pembangunan pondasi, sampai jadi rumah utuh, tak lupa perkembangannya pasca kuhuni. Omahcempluk.wordpress.com. Blog-blog lainnya aku sudah lupa alamatnya dan tidak ku-update lagi.
Menulis di blog membuatku sangat lega, dan lebih bahagia lagi jika artikelku bermanfaat bagi orang lain. Salah satu artikelku tentang Tes TKD Sistem CAT di copy paste oleh seorang blogger di blognya, dia sudah minta izin melalui kolom komentar di blogku. Pada dasarnya senyampang artikelku akan lebih banyak bermanfaat dengan di-copy orang lain, aku ra popo.... asal tetap menyebutkan sumbernya. Alhamdulillah bisa lebih bermanfaat...
Berbeda ketika dulu artikelku tentang Selokan Mataram yang di-copy paste tanpa izin oleh seorang blogger. Menulis dengan buah pikiran sendiri adalah jauh lebih bagus daripada menjiplak artikel dari orang lain hanya demi menaikkan traffic kunjungan ke blog atau website pribadinya.
Salah satu blog favoritku adalah blognya Mbak Margareta Astaman yang dulu sewaktu dia masih kuliah di NTU Singapore beralamat di margarittta.multiply.com yang sekarang sudah bermetamorfosis ke alamat margarita.web.id yang mungkin dikarenakan multiply yang sudah bangkrut. Bahasa penulisannya itu blak-blakan, sedikit sarkastik, tapi jujur dan bisa membuatku terbahak-bahak sendiri di kamar. Yang dia tulis itu sebenarnya hal-hal yang ringan dan umum namun seringkali tidak diangkat dalam sebuah tulisan. Itulah ciri khas Mbak Margie yang sepertinya masih menjomblo sampai saat ini (peluang buat yang masih jomblo, he he....).
Blog lain yang akhir-akhir ini seting kubaca adalah blognya Pak Guntur Gozali yang beralamatkan di gunturgozali.com. Beliau yang sudah berumur di atas 50 dan tentu banyak sekali makan asam garam kehidupan menuliskan berbagai pengalaman hidup dan karir dengan bahasa yang mudah dipahami, mengalir, dan enak sekali dibaca, padahal baru sekitar satu tahunan ini beliau mulai menulis di blog. Namun yang pasti intisari tulisannya itu yang paling kusuka, dan sering kujadikan bahan pengajaran buat siswaku.
Menginspirasi Orang Lain dan Sarana Ekspresi Diri, itulah Kekuatan sebuah Blog!
Menginspirasi Orang Lain dan Sarana Ekspresi Diri, itulah Kekuatan sebuah Blog!
Ayo Menulis.... !
Subscribe to:
Posts (Atom)










