Monday, June 27, 2016

Perpanjangan SIM A dengan Fasilitas SIM Online di Pontianak

Senin tanggal 23 Mei 2016 kemarin stigmaku terhadap polisi berubah. Bagaimana tidak, selama ini stigmaku terhadap polisi kurang begitu bagus, tapi karena momen 23 mei itu ternyata stigmaku selama ini salah. Polisi Telah Berubah!

Kebetulan aku mempunyai SIM A yang ketika itu hampir habis masa berlakunya tanggal 31 Mei 2016, tepat saat ulang tahunku ke-32. Nah, bingunglah aku gimana mau memperpanjangnya. Kalau aku pulang ke Pati, Jawa Tengah kota kelahiranku tempat membuat SIM A-ku dulu jelas aku harus meluangkan banyak waktu alias harus cuti. Opsi itu kayaknya nggak memungkinkan mengingat pekerjaan kantor saat itu lagi padat-padatnya dan tentunya menguras banyak kocekku kalau opsi itu kulakukan. Kubatalkanlah opsi itu!

Opsi kedua, biarlah SIM A-ku hangus sampai jatuh tempo, nanti saat libur lebaran aku mau membuat SIM A baru di Tulungagung Jawa Timur, alamat KTP-ku sekarang, kota dimana anak dan istriku tinggal. Tiba-tiba aku teringat dengan fasilitas SIM Online yang akhir tahun lalu telah di-launching Kepolisian RI. Fasilitas SIM Online ini untuk memfasilitasi perpanjangan SIM secara online bagi masyarakat perantau agar tidak perlu repot-repot pulang ke kampung halaman untuk memperpanjang SIM-nya. Langsunglah ku-googling tentang SIM Online. Di beberapa artikel yang kutemukan rata-rata isinya sama yaitu, fasilitas SIM Online ini hanya bisa dilayani di 45 kota yang terhubung database-nya secara online. Sialnya ternyata kotaku Pati tidak ada di dalam daftar 45 kota itu. Maklum mungkin karena kota kecil kali ya, haha.....

Nggak mau patah arang, dalam pikiranku kubertanya "Masak sih sejak akhir tahun kemarin belum nambah juga kota yang terkoneksi dengan SIM Online ini?" Daripada penuh diliputi rasa penasaran, aku pun memutuskan untuk mampir ke Polresta Pontianak pada hari senin itu. Kubermaksud menanyakan apakah SIM saya yang dibuat di Pati bisa diperpanjang di Pontianak.

Ditemani sopir kantorku, sekitar pukul 1 siang aku bertolak ke Polresta Pontianak. Sesampainya di sana kulangsung bertanya kepada seorang polisi yang sedang berada di pos depan tempat pembuatan SIM semacam resepsionis gitu. Kutanya, "Pak, ini saya mau memperpanjang SIM, untuk kota Pati sudah bisa diperpanjang di sini belum ya Pak?"

"Pati Jawa Tengah ya Mas, coba mas masuk dilihat dulu daftar kota yang sudah bisa SIM Online di banner yang ada di dalam ruangan itu.", jawabnya dengan ramah.

Langsung saja kumasuk ruangan dan kulihat daftar kota di banner yang ada di ruang tunggu pembuatan SIM, ternyata masih sama dengan daftar kota yang kulihat di internet, mungkin banner-nya belum di-update, haha....

Kebetulan saat itu pelayanan SIM masih tutup karena istirahat siang. Masih penasaran dan seolah nggak percaya, kukembali ke depan menemui Pak Polisi yang kutanyai tadi. "Bener ya Pak, belum nambah kotanya ya?", tanyaku dengan penuh harap. Pak Polisi tadi pun meresponku dengan memanggil temannya yang baru datang, kayaknya abis sholat karena masih memakai sandal jepit dan basah rambut di dahinya.

"Ini lho ada yang mau perpanajang SIM dari Pati!", seru Pak Polisi kepada temannya.

Aku pun dipersilakan masuk ke ruang pembuatan SIM dan langsung dicek dataku di komputer kali saja sudah ada. Kuserahkan SIM-ku dan Voila.... ternyata setelah dicek, dataku ada di database SIM Online. Senang banget rasanya..... Kemudian KTP-ku diminta untuk dicocokkan dengan database. Aku pun disuruh melihat di komputer ngecek apakah sudah benar dataku.

Si Polisi yang ramah ini kemudian mempersilakanku menuju ruang foto untuk diambil sidik jariku, tanda tangan dan tentunya difoto. Kemudian aku diminta membayar biaya pembuatan SIM sebesar Rp80ribu, benar-benar sesuai tarif resmi, nggak ada pungutan lainnya. Oh My God....seolah nggak percaya, proses perpanjangan SIM-ku hanya sekitar 5 menit. Sebelum aku pulang, kusempatkan meminta foto bersama dengan Pak Polisi yang membantuku membuat SIM itu. Luar Biasa.... ! Akan kuingat seumur hidupku, haha....

Kepuasanku saat itu kalau di konsep tangg kepuasan konsumen berada di puncak tertinggi yaitu AMAZING. Pelayanan yang luar biasa! Maju Terus Polisi Indonesia!

Saturday, June 11, 2016

Mudahnya Membayar PBB dengan Klik BCA

Dua tahun sebelumnya saya selalu membayar PBB melalui Bank Jabar Banten (BJB). Saya harus meluangkan waktu untuk pergi ke BJB untuk sekedar membayar PBB senilai beberapa ratus ribu, sungguh menyita waktu. Sebenarnya bisa membayar melalui ATM BJB ataupun internet bankingnya, namun sayangnya saya tidak nasabah dari BJB so harus datang langsung ke teller BJB.

Tahun 2014 ketika bertugas di Balikpapan kusempatkan membayar di BJB perwakilan Balikpapan. Tahun 2015 PBB kubayar di BJB Bintaro saat aku sedang bertugas di Jakarta. Sebelum pengelolaan PBB diserahkan dari Kantor Pelayanan Pajak ke Pemda setempat, dalam hal ini Pemda Tangsel, aku masih bisa membayar PBB melalui internet banking Bank Mandiri, sangat mudah dan praktis, tidak menyita waktu.

Nah, tahun ini saat kulihat slip tagihan PBB-ku teryata pembayarannya selain di BJB bisa juga dilakukan melalui BCA. Kebetulan aku punya rekening BCA dan punya fasilitas internet banking-nya (Klik BCA) so nggak kulewatkan kesempatan ini. Langsung saja sekitar awal Mei kemarin kubayar PBB-ku melalui Klik BCA, nggak perlu lagi datang ke BJB.

Cara pembayarannya gampang, jika kamu punya account klik BCA ikuti caranya sebagai berikut:

  1. Login, dan milih menu PEMBAYARAN
  2. Kemudian pilih menu PAJAK
  3. Kemudian pilih PBB, isi Nomor Objek Pajak (NOP) biasanya tercantum di tagihan PBB terdiri dari 18 digit
  4. Isi tahun tagihan, misal: 2016
  5. Akan muncul berapa nominal yang harus kamu bayar, dan segera selesaikan dengan key BCA.
Mudah, Praktis, dan tidak menyita waktu.

Saturday, June 4, 2016

Ganti Kartu Tri 4G di 3 Store Pontianak

Akhirnya Tri menjadi operator seluler terakhir yang mulai menggelar layanan 4G-nya, menyusul Telkomsel, Indosat Ooredoo, dan XL Axiata yang telah duluan menggelar layanan ini. Tak bisa dipungkiri handset 4G yang semakin awam mendorong Tri untuk menggelar layanan 4G di beberapa Kota di Indonesia dalam tahap awal peluncurannya.

Saat ini aku berdomisili di Pontianak, dan ternyata sejak awal tahun  ini, Pontianak termasuk salah satu kota dari enam kota yang mendapat kesempatan pertama mencicipi layanan 4G Tri. Mungkin di Pontianak sudah banyak pelanggan Tri yang menggunakan handset 4G, jadi kota Khatulistiwa ini menjadi prioritas utama dalam gelaran layanan 4G Tri.

Kebetulan aku menggunakan kartu Tri untuk dua gadgetku, iPad Mini 2 dan BB Z3. Untuk iPad Mini 2 sudah support 4G, sedangkan BB Z3 belum. Nah, siang tadi aku datang ke 3 Store Pontianak yang beralamat di Jalan Ahmad Yani No.69 C, dekat Kantor Gubernur Kalimantan Barat. Untungnya siang tadi lagi sepi, so tidak pakai antre lama dan langsung dilayani CS-nya.

Kuutarakan maksudku untuk mengganti SIM card nano di iPad-ku dengan SIM card yang support 4G. Sekalian saja kuganti kartu di BB Z3-ku dengan kartu baru yang support 4G meskipun handsetnya belum support 4G, nggak papa lah, kali aja nanti ganti handset baru, haha......

Untuk penggantian kartu tidak dikenakan biaya, namun disyaratkan untuk top up pulsa minimal Rp20ribu. jadilah aku top up 20ribu untuk masing-masing nomor. Mumpung masih ada stok kartu 4G, sekalian saja kubeli kartu perdana baru untuk iPad istriku yang sudah lama nggak aktif kartunya seharga Rp25ribu.

Pelayanan CS-nya cukup ramah dan profesional. Sekitar 20 menit aku di situ, tak disangka ternyata antrean pelanggan yang ada di belakangku sudah banyak, untung aku datang agak pagian , haha.......

Monday, April 18, 2016

UBER Motor di Jabodetabek

sumber: newsroom.uber.com/indonesia
Dunia per-OJEK-an online dikejutkan dengan hadirnya UBER Motor yang launching tanggal 12 April 2016 lalu. Aroma persaingan ojek online yang selama ini 'diributkan' oleh Gojek dan Grab akan segera mendapatkan penantang berat dengan modal kelas kakap dan level internasional. Bagaimana tidak UBER berani memberikan tarif yang jauh lebih murah daripada dua operator ojek online warna hijau yang sudah ada. Uber mematok tarif dasar sekaligus tarif minimum Rp1000 dengan tarif per km Rp1000 atau per menitnya Rp100. Wow luar biasa......

Aku sendiri belum pernah mencobanya, soalnya sekarang lagi di Pontianak, hehe..... padahal UBER lagi memberikan promo voucher gratis Rp75.000 dengan memasukan kode promosi "uberMOTORJKT" di aplikasi UBER sampai dengan 11 Juli 2016. Wah lumayan tuh, patut dicoba!

Iseng-iseng kucoba buka aplikasi UBER (harus update aplikasi UBER terbaru), masih jarang ditemukan Uber Motor dalam layar gadget, kalaupun ada hanya satu dua nongol gambar sepeda motor itupun pada waktu-waktu tertentu saja. Entah mungkin masih sedikit armadanya atau masih jarangnya pengendara sepeda motor yang mau bergabung dengan UBER karena tarifnya yang sangat rendah itu? Kalau menurut analisisku nggak mungkin pada periode promosi ini UBER nggak memberikan insentif kepada driver motornya, karena mereka harus mampu merekrut banyak driver motor agar layanannya mudah ditemukan pelanggan.

Oiya, untuk metode pembayarannya pun sangat beragam mulai dari kartu kredit, debit ataupun dibayar secara tunai. Wah cocok banget tuh.....  berharap UBER dan layanan sejenisnya segera dilegalkan oleh pemerintah yang pada akhirnya masyarakatlah yang diuntungkan, hehe.....

Sunday, April 3, 2016

Pengalaman Pertama Mencoba GoJek

Usai dari acara di kawasan Jl Purnawarman Kebayoran Baru, sore itu aku bermaksud untuk menuju ke Hotel Amaris Panglima Polim, Blok M. Sehari sebelumnya aku sudah beli voucher hotel di Traveloka. Nah, daripada naik taksi, aku pilih pakai ojek online, dan kebetulan memang aku penasaran pengen naik GoJek.

Sebelumnya aku sudah mencoba Grab Bike, kali ini aku mau nyoba Gojek, dan nggak seperti Grab Bike kemarin yang kasih voucher gratisan, kali ini Gojek lagi nggak ada promo untuk pengguna pertama. Kuutak-atik aplikasi Gojek agak lama, dan belum berhasil juga order karena tidak berhasil menemukan kolom pengisian tujuan, eh tak tahunya karena kesalahanku belum menggeser halaman awal ke bawah, so nggak ketemu-ketemu kolom tujuannya yang tentunya nggak bisa orderlah.

Sebelum klik order ternyata ada estimasi tarifnya menuju Hotel Amaris Panglima Polim yaitu senilai Rp17ribu. Nah, sebelum kuklik order, iseng kubuka aplikasi Grab Bike, dan ternyata untuk tujuan yang sama tarifnya Rp15ribu, so lebih murah Grab Bike Rp2000. Tapi tetap saja kupilih GoJek karena niat awalnya mau nyobain GoJek, dan kalaupun aku naik Grab Bike juga nanti drivernya kubayar Rp20ribu nggak Rp15ribu, sama seperti yang kuberikan ke driver Gojek yang seharusnya kubayar Rp17ribu tapi kubayar Rp20ribu, ya tambah tips sedikit lah, hehe.... Ternyata bener apa yang diomongkan Pak Husain si driver Grab Bike dulu yang bilang kalau tarif Grab Bike lebih murah dari GoJek.

Keesokan paginya tanggal 22 Maret 2016 ketika ada demo besar-besaran sopir taksi di Jakarta, aku lagi-lagi pesan GoJek ke kawasan Purnawarman Kebayoran Baru. Si driver GoJek yang datang nggak pakai jaket ataupun helm GoJek karena riskan banyak demo sopir taksi.

Secara umum antara Grab Bike dan GoJek hampir sama pelayanannya, tapi yang kurasakan untuk aplikasinya menurutku lebih user friendly Grab Bike dibanding GoJek. Ayo GoJek jangan sampai kalah dengan aplikasi negeri jiran....!