Saturday, May 19, 2018

Tips Mudah Praktis Mencegah Kucing Buang Kotoran (Berak) Sembarangan di Pekarangan Rumah

Pasti sangat menjengkelkan menemukan kotoran kucing di pekarangan kita, apalagi kalau sampai terinjak, behhhh..... baunya minta ampunnn....! Sampai bosan aku membersihkan kotoran kucing yang seperti nggak ada habis-habisnya. Kubersihkan dengan kusiram air, sampai kututup dengan pasir, terus saja kucing-kucing tetangga sukanya eek di pekarangan rumahku. Mungkin kucing-kucing itu suka eek di pekarangan rumahku karena banyak rumputnya. Kebetulan rumahku berada di hook jadi masih ada lahan sisa yang lumayan luas, sehingga membuat kucing-kucing itu leluasa dan 'nyaman' untuk buang hajatnya! Pekarangan rumahku jadi lokasi favorit kucing-kucing untuk buang hajat! Gawat!

Akhirnya kejengkelanku terhadap kucing yang eek sembarangan di pekaranganku ada solusinya. Ketika ngobrol-ngobrol dengan teman kantor, mereka memberiku saran agar menempatkan botol-botol bekas air mineral yang diisi air untuk ditempatkan di lokasi yang sering jadi lokasi favorit kucing untuk eek. Kutanya alasannya, ternyata katanya kucing itu malu untuk buang hajat jika terlihat kucing lain. Nah dengan menempatkan botol berisi air, maka kucing akan melihat dirinya di botol seperti layaknya bercermin, dan menganggapnya itu kucing lain, sehingga mengurungkan niatnya untuk buang hajat.

Cukup logis juga ya..... akhirnya kucoba di rumah, ternyata benar di lokasi yang biasanya jadi tempat kucing eek tidak ada lagi kotoran kucing. Namun, ternyata kotorannya berpindah tidak jauh dari lokasi. Akhirnya tidak hanya satu botol yang kupasang melainkan banyak botol, sehingga sampai hari ini tidak ada lagi kucing yang eek sembarangan. Solusi yang cukup ampuh, mudah, praktis, dan tentunya sangat murah....! Videonya bisa dilihat di bawah ini.


Tuesday, April 24, 2018

Pengalaman Menginap di Ibis Styles Bandung

Sekitar pertengahan bulan Februari lalu, saya teman-teman kantor tugas di Bandung. Kebetulan kami sudah dibookingkan kamar oleh kantor di Hotel Ibis Styles yang berlokasi di jalan legendaris di jantung Kota bandung yaitu jalan Braga, berseberangan dengan Museum Asia Afrika.

Tidak ada yang terlalu istimewa dengan hotel ini kecuali lokasinya yang premium di jalan utama kota Bandung berdekatan dengan Jalan Asia Afrika dan hanya beberapa menit berjalan kaki menuju alun-alun kota Bandung.

Kesan pertama ketika masuk hotel ini adalah simpel. Hotel ini mungkin segmen utamanya adalah para pebisnis. Lobinya cukup simpel dengan ornamen modern yang tidak begitu mencolok. Bangunannya lebih dari sepuluh lantai, aku agak lupa berapa lantai tepatnya. Kebetulan aku mendapat kamar di lantai yang cukup tinggi yang mendapat pemandangan cukup bagus sisi Bandung bagian utara.

Memasuki kamar, kujumpai ruang yang tidak begitu luas, berisikan dua single bed, karena aku sekamar dengan teman kantor. Namun, yang cukup membuatku kaget dan tidak nyaman adalah kamar mandinya yang hanya dipisahkan dengan partisi kaca buram. Kondisi yang membuatku tidak nyaman, karena meskipun dipartisi kaca buram, namun siluet tubuh akan tetap terlihat dan tentunya malu lah dilihat teman, meskipun sama-sama cowok. Jadi solusinya ketika itu, saat mandi kumatikan lampu kamar mandi sehingga tidak nampak siluet tubuhku, haha....... Cocoknya buat pasangan yang lagi honeymoon! Mungkin kalau di luar negeri nggak masalah seperti itu, tapi ini kan Indonesia Bung, budaya timurnya masih kental, semoga pihak manajemen hotel bisa mengevaluasinya.

Untuk menu sarapan pagi, sudah cukup variatif meskipun tidak bisa dikatakan yang terbaik di kelasnya. Untuk fasilitas kamarnya sendiri standar seperti hotel di kelasnya. Catatanku cuma di partisi kamar mandinya.....


Tuesday, January 23, 2018

Pengalaman Menggunakan OVO

OVO, agak asing memang kedengarannya bagi orang awam, tetap bagi 'penggemar' dompet digital, layanan milik Lippo ini mulai mengepakkan sayapnya. Banyaknya raksasa dompet digital yang beroperasi di Indonesia seperti Tcash, Gopay, dkk tidak membuat gentar OVO untuk terus menggenjot jumlah penggunanya. Berbagai promo pun digeber oleh OVO yang terafiliasi dengan Lippo Group ini.

Sebagai bagian dari Lippo Group, OVO dengan mudah bisa digunakan di berbagai unit bisnis Lippo, diantara Matahari department store, mataharimall.com, First Media, dan masih banyak lagi lainnya. Tidak hanya di unit bisnis Lippo, OVO juga bisa digunakan untuk berbelanja di berbagai merchant lainnya.

Aku sendiri baru memanfaatkan OVO ketika ada promo pembayaran tagihan First MEdia dapat cashback 30%, jadilah kucoba pakai OVO untuk pertama kalinya saat itu. OVO mempunyai cara verifikasi yang unik, saat pertama membuka aplikasinya kita diminta untuk fingerprint scanner, kemudian memasukkan PIN, hal ini mungkin dilakukan untuk keamanan yang berlapis. Nah, sekarang saatnya untuk top up isi dompet digital ini. Ada beberapa metode yang tersedia, menggunakan top up melalui ATM, NOBU ATM, Merchant, dan Kartu Debit. Secara pribadi aku belum pernah mengisi melalui ATM, NOBU ATM, ataupun merchant. Aku  baru pernah mencoba mengisinya memakai kartu debit. Dalam hal pengisian melalui kartu debit, OVO baru didukung oleh kartu dari Bank Mandiri, CIMB Niaga, Bank Mega, Permata, dan BTPN. Seingat saya pengisian melalui kartu debit ini tidak terkena biaya, sama seperti melalui ATM bank Nobu. Kalau melalui merchant mungkin dikenakan charge, tapi tidak sebesar menggunakan ATM biasa.

Dalam aplikasi OVO ada menu DEALS yang berisikan berbagai macam promo yang sedang berlangsung. Kita juga bisa melakukan pembelian pulsa atau transfer uang. Namun, fiturnya belum selengkap dompet digital lainnya yang sudah bisa dipakai bayar berbagai tagihan, token listrik, sampai dengan mencairkan saldonya melalui ATM.

Modal dasar yang kuat yang sudah dimiliki OVO dengan sokongan dari Lippo Group harusnya bisa menjadikan OVO berkembang lebih pesat. kalau soal keamanan saya rasa tidak perlu diragukan lagi. Cuma catatan saya: OVO perlu semakin memperluas berbagai macam alternatif pengisian ulang saldo OVO, selanjutnya semakin banyak kerja sama dengan berbagai maca merchant, serta memperbanyak pula fitur-fitur pembayaran/pembelian yang bisa dilakukan dengan OVO.

Friday, January 19, 2018

Apply Kartu Kredit BCA Dapat Voucher Blibli Rp500 ribu!

Beberapa hari lalu aku mendapat SMS dari BCA yang berisikan kode voucher belanja di Blibli.com dengan nilai yang lumayan gede, Rp500 ribu! Sebenarnya aku tidak terlalu terkejut dapat voucher itu, karena aku sebelumnya dapat informasi tentang bonus voucher tersebut ketika pengajuan kartu kredit BCA.

Ketika aku mengajukan kartu kredit BCA secara online, kulihat ada iming-iming yang tercantum di halaman yang berisikan pilihan kartu berupa voucher Rp500 ribu bagi pengajuan kartu yang diterima sampai dengan tanggal 31 Desember 2017 dengan syarat telah melakukan transaksi minimal 1 kali dalam satu bulan. Nah, ketika pengajuanku disetujui dan telah dikirimkan kartu kreditnya ke alamatku, aku segera mengaktivasi kartu kreditnya dengan menelpon CS BCA. Dalam kesempatan itu pula, aku coba bertanya tentang promo voucher tersebut. Namun jawaban yang kudapatkan, si CS nggak tahu program tersebut. Anehnya, ketika kedua kalinya aku telepon CS untuk mengaktivasi kartu keduaku, kutanyakan hal serupa, dengan harapan CS yang berbeda akan memberikan jawaban yang berbeda, tetapi hasilnya juga nihil, sama-sama nggak tahu program itu.

Pada bulan Desember 2017, aku melakukan banyak transaksi dengan kartu kredit BCA-ku dengan harapan akan mendapatkan voucher tersebut, eh ternyata sampai awal tahun nggak dapat-dapat. Ya sudahlah, mungkin program bonus voucher itu ada syarat-syarat tertentu lagi. Sudah tidak berharap, eh malah tiba-tiba beberapa saat setelah saya melakukan transaksi pembelian tiket pesawat dengan kartu kredit BCA VISA Batman, ada sms masuk yang ternyata berisikan voucher Blibli.com yang bisa digunakan sampai tanggal 4 November 2018, asyiikkkkk....! Nggak kuduga sama sekali.

Biasanya voucher-voucher semacam itu ada syarat ketentuannya yang seringkali mempersulit kita. Namun, setelah kugoogling, voucher Blibli dari kartu kredit BCA ternyata bisa digunakan untuk belanja minimal Rp550 ribu dengan menggunakan kartu kredit BCA. Akhirnya barusan tadi siang kupakai voucher itu untuk beli Office 365 Personal, refill pisau cukur Gillete, dan pepsodent dengan nominal Rp550 ribu lebih dikit. KUmasukkan voucher itu, dan ternyata benar bisa, dan aku pun hanya membayar senilai Rp50 ribu lebih dikit. Super Lumayan......!

Baca juga: Lika-Liku Pengajuan Kartu Kredit BCA

Thursday, January 11, 2018

Lika-Liku Pengajuan Kartu Kredit BCA

Sudah punya banyak kartu kredit kok masih aja pengen ngajuin kartu kredit baru! hal itulah yang kulakukan. Saat ini aku punya empat kartu kredit yang aktif dari Mandiri, CIMB Niaga, dan BNI. Nah, beberapa bulan lalu aku mengajukan kartu kredit BCA, belum afdol kayaknya kalau belum punya kartu kredit BCA, haha......

Aku sudah pernah beberapa kali mengajukan kartu kredit BCA, tapi semuanya berakhir tanpa kejelasan status, alias gagal. Entahlah kenapa, padahal sudah kulengkapi semua persyaratan, BI checking-ku juga bersih, pendapatan juga Alhamdulillah tidak masalah, aku juga sudah lama punya rekening BCA. Aku sempat berpikir, "Ada calon nasabah potensial kok disia-siakan, aneh BCA ini!"

Menurut beberapa temanku memang mengajukan kartu kredit BCA tidak semudah mengajukan kartu kredit lain. Nah, akhirnya beberapa bulan lalu aku iseng-iseng mengajukan aplikasi online melalui situs resmi layanan aplikasi kartu kredit BCA di eform.klikbca.com/applycc. Kulengkapi kolom isian, kulampirkan secara online beberapa dokumen yang diperlukan, dan terakhir aku diminta mencetak sebuah form untuk kutandatangani dan dikirimkan balik ke BCA.

Progress pengajuan kartu kredit juga bisa kita pantau di situs tersebut. Dalam proses verifikasinya aku ditelpon oleh petugas BCA untuk mengkonfirmasi beberapa dataku. Beberapa minggu kemudian, aku ditelpon lagi oleh pihak kartu kredit BCA, bahwa akan ada kurir yang membawa form yang harus kutandatangani, mungkin karena form yang kucetak yang seharusnya kutandatangani dan  kukirim balik ke BCA tidak kunjung kukirim, akhirnya mereka berinisiatif untuk mengirimkan kurir untuk langsung mendatangiku. Diinfokan pula, aku diminta untuk melampirkan pula surat keterangan penghasilan. Namun, karena aku tidak punya surat keterangan penghasilan, dan males minta ke bagian keuangan, aku pun hanya melampirkan screenshoot mutasi transaksi di rekening bankku terkait dengan payroll-ku yang menunjukkan gaji dan tunjangan bulanan yang aku terima, dan ternyata mereka mau menerimanya.

Beberapa minggu kemudian aku mendapatkan SMS bahwa pengajuan kartu kreditku diterima, dan kartuku akan segera dikirimkan maksimal dalam 7 hari kerja. Tidak sampai 7 hari kerja, kartu kredit BCA sudah kuterima. Aku apply untuk dua jenis kartu kredit yaitu BCA Everyday card dan BCA VISA Batman. Kartu ternyata tidak dikirimkan bersamaan. Yang dikirimkan terlebih dahulu adalah kartu BCA Everyday, dan yang VISA Batman dikirimkan beberapa hari kemudian. Hal itu sempat membuatku resah, jangan-jangan yang kartu VISA Batman tercecer entah dimana, atau pihak BCA lupa mengirimkannya. Namun, setelah kukonfirmasi ke Halo BCA ternyata memang VISA Batman akan dikirimkan terpisah beberapa hari kemudian.

Oiya, untuk satu tahun pertama ternyata ada promo gratis biaya tahunan. Namun, untuk tahun-tahun selanjutnya kalau kita ingin dihapuskan biaya tahunannya, kita perlu menelpon ke costumer service kartu kredit BCA.

Baca juga: Apply Kartu Kredit BCA Dapat Voucher Blibli Rp500 ribu!