Showing posts with label Customer Service. Show all posts
Showing posts with label Customer Service. Show all posts

Thursday, August 4, 2022

Pengalaman Cancel Order Online IKEA

Lagi-lagi berubah pikiran, haduh..... penyakit kambuhan ketika belanja online buru-buru. Lagi-lagi karena belanja di IKEA. beberapa hari lalu saya beli rollerblind yang jenis blackout di melalui aplikasi mobile IKEA. Kebetulan saya beli yang ukuran 80x195 cm sebanyak 5 buah dengan warna coklat.

Nah, tiba-tiba saya merasa kurang sreg dengan warna yang sudah saya pilih. Akhirnya saya memutuskan untuk meng-cancel order saya meskipun sudah saya bayar. Saya putuskan untuk menghubungi nomor layanan pelanggan IKEA  021-29853900. Sebenarnya kita juga bisa menghubungi via email: cs@IKEA.co.id ataupun melalui WA: 081113002242.

Si admin cs menanyakan nomor order kita dan dicek status barang kita. Akhirnya bisa dibatalkan dan kita pun akan mendapatkan konfirmasi melalui email yang terdaftar. Cukup mudah, cepat, tidak bertele-tele ditanyakan alasan. Untuk dana akan dikembalikan sesuai dengan metode pembayaran yang kita gunakan. Kalau kita transfer atau debit yang akan dikreditkan kembali ke rekening kita, tapi kalau kita menggunakan kartu kredit maka limit kita akan dikembalikan dalam beberapa hari kerja.

Cukup mudah, cepat, dan solutif!

Wednesday, September 27, 2017

Mudahnya Menguhubungi Customer Service BCA

Tadi siang aku mengalami kejadian yang kurang mengenakkan. Bagaimana tidak, ketika aku ke kasir Gramedia di Kawasan Boulevard Bintaro, aku minta kepada si kasir untuk men top up kartu Flazz BCA-ku. Sebelumnya aku mencoba top up di ATM BCA yang ada di toko gramedia, tapi sayangnya ATM BCA yang disitu tidak bisa digunakan untuk top up Flazz, jadilah ketika aku ke kasir kuminta sekalian si kasir untuk men-top up Flazz-ku menggunakan kartu paspor BCA-ku.

Nah, ternyata berkali-kali dicoba, tetap saja gagal, tapi sebelum aku meninggalkan kasir, kucoba cek saldo rekening BCA-ku via internet banking, dan ternyata rekeningku sudah kedebet, arghhhh....!

Aku pun spontan protes sama si kasir. Si Kasir yang nampaknya baru itu pun segera 'minta tolong' ke teman seniornya. Setelah dicek ternyata transaksinya gagal. Si Mbak Senior, menjelaskan kalau kejadian seperti ini disebut transaksi menggantung, dan biasanya kalau pakai BCA dalam kurun waktu 24 jam, dana kita akan kembali ke rekening.

Sesampainya di rumah kucek kembali saldo rekening BCA-ku ternyata masih seperti saldo yang terakhir kulihat, yaitu sudah kedebet Rp100 ribu. Masih penasaran dengan kejadian itu, aku pun langsung berusaha menelpon Hotline BCA di 1500888. Kucoba-berkali-kali menelpon 1500888 gagal terus. Akhirnya kucoba kasih kode area (021) 1500888 dan ternyata bisa, langsung dijawab oleh mesin IVR. Nah, si IVR menjelaskan angka-angka berapa saja yang sekiranya harus dipencet untuk mengatasi masing-masing topik permasalahan. Misalnya kita diminta untuk memencet angka 1 untuk pertanyaan seputar layanan perbankan, dan seterusnya sampai angka 0 jika kita ingin berbicara dengan customer service.

Kupencetlah angka 0, karena menurutku jawaban dari CS akan lebih komplit dan pas. Diikuti pula memasukkan nomor rekening kita diakhiri tanda bintang.si IVR lagi-lagi menjawab kalau semua CS sedang melayani pelanggan lain, dan kalau aku tidak keberatan menunggu diminta untuk memencet angka 1. Kebetulan CS yang menanggapiku orangnya cukup ramah dan responsif. Nadif kalau nggak salah nama CS itu. Si Nadif menanyakan tentang keluhanku.

Kujelaskan kasusku di atas tadi, dan dia pun dengan cepat tanggap merespon dengan mengecek di sistemnya apakah transaksiku berhasil atau tidak berhasil. Setelah dilakukan pencocokan data profil nasabah, akhirnya dia bisa membuka sistem dan terlihat bahwa transaksiku memang terbukti ada dan ternyata dinyatakan gagal karena koneksi terputus. Dia memberitahuku, hal tersebut tidak masalah, nanti keesokan paginya akan dikreditkan kembali ke rekeningku.

Aku percaya-percaya saja sih, masak bank sebesar BCA tidak konsisten. Aku kira nggak mungkin, karena berisiko sekali terhadap citra perusahaan. Ya semoga besok pagi uangku Rp100rb kembali dikreditkan lagi ke rekeningku, kan itu nominal yang cukup lumayan bagiku. Kalau untuk konglomerat mungkin nilai segitu bagaikan nilai sebuah permen kali ya, hehe.....

Kesimpulanku, kemudahan nasabah dalam menghubungi CS di BCA sudah berjalan cukup bagus dan layak diadopsi oleh perbankan lainnya. Karena semakin mudah dihubungi, maka nasabah akan semakin merasa dekat dengan si Bank. Bisnis perbankan adalah bisnis jasa yang tentunya harus mengutamakan kepuasan pelanggan, termasuk kepuasan dalam menghubungi CS-nya.

Gampang-gampang Susah Menghubungi Customer Service Digibank

Setelah sekitar 2 minggu menggunakan aplikasi Digibank by DBS, aku mengalami beberapa kendala salah satu diantaranya adalah transfer online yang tidak bisa ke Bank Mandiri Syariah, padahal ke Bank lain ok ok aja. Kondisi tersebut, sedikit menggangguku dan membuatku penasaran. Apa ada bug di aplikasi digibank-nya, apa memang tidak support untuk transfer online ke Bank Mandiri Syariah, atau ada faktor lain. Nah, untuk mengobati rasa penasaranku, kuhubungilah customer service Digibank yang memang hanya bisa dihubungi melalui aplikasi.

Sebenarnya digibank menyediakan fitur "Tanya Virtual Assistant" yang mana, si asisten virtual alias mesin atau suatu program komputer yang menjawab pertanyaan kita dengan-standar-standar jawaban yang sudah disetting sebelumnya. Tentunya aku tidak puas dengan virtual assistant itu, apalagi seringkali jawabannya agak melenceng jauh dari apa yang kita tanyakan. Jadi tidak ada cara lain harus berbicara dengan Customer Service (CS) yang manusia beneran.

Aplikasi Digibank memang tidak mencantumkan nomor telepon CS yang sewaktu-waktu dapat kita hubungi, melainkan mereka hanya menyediakan fitur Live Chat dengan Customer Service. Lalu, gimana cara mengakses Live Chat, kan tidak kelihatan fitur itu di aplikasi digibank? Caranya cukup mudah, kita akses fitur "Tanya Virtual Assistant", alih-alih kita ketik keluhan kita, yang seharusnya kita ketik agar bisa berhubungan dengan CS-nya langsung adalah kata "Live Chat". Nanti ada proses loading , dan akan muncuk opsi "Chat dengan Agen Kami". Kita klik opsi chat dengan agen, kita tunggu nanti kalau tersambung, akan ada agen yang menyapa kita melalui live chat dan bertanya apa pertanyaan atau keluhan kita. Cukup mudah danpraktis sekali.

Ternyata pengalaman sekali mengakses Live Chat yang sangat mengesankan, belum terulang lagi pada kesempatan berikutnya. Beberapa hari kemudian ketika aku mengalami masalah transfer online ke bank mandiri syariah, dan aku butuh bantuan customer service digibank untuk menjawab pertanyaanku atau memberikan solusinya, eh ternyata tidak ada agen yang merespon, alias di aplikasi bahwa si agen semuanya sedang sibuk, dan di aplikasi ada pesan kalau mereka akan segera menghubungi kita dalam jangka waktu 1x24 jam. Tapi selama berhari-hari tidak ada yang menghubungi saya.

Baru siang ini (saat saya sedang menulis artikel ini), setelah beberapa hari saya coba live chat, akhirnya berhasil juga chat dengan salah satu customer service digibank. Saya menanyakan tentang keluhan tidak bisa transfer ke Mandiri Syariah, dan si CS menyarankan saya untuk mengirim screenshot yang tampil di aplikasi ke alamat email: DBSICustomerCentre@dbs.com.

Satu keluhan lumayan dapat tanggapan. Nah, keluhan berikutnya adalah mengenai cash reward pembukaan rekening yang di website digibank dijanjikan maksimal 5 hari, ternyata tadi saya mendapat jawaban dari CS akan diproses dalam 21 hari kerja sejak pembukaan rekening, haha..... ya sudah lah. Ngalamat cashback-cashback yang lain seperti cashback belanja di Bukalapak ataupun cashback top up gojek juga bisa molor juga, hehe.... tapi nggak masalah itu yang penting masih gratis transfer ke bank lain.

Oiya.... ada yang aneh saat aku live chat, terutama ketika aku mengetik chat-nya. Saat aku mengetik tulisanku tidak muncul di layar HP, alias kosong, jadi agak ragu ketika klik tombol send, karena ragu sudah benar atau tidak ya ketikan kita, takutnya salah ketik, baru ketahuan ketikan kita saat kita 'send'. Mungkin ini salah satu bug aplikasi digibank yang harus diperbaiki oleh tim IT-nya, tapi kurang tahu juga kalau di IOS mengalami maslaah serupa nggak ya.

Meskipun masih ada kekurangan minor disana-sini, aku patut mengacungi jempol dengan digibank bu DBS ini yang menawarkan pengalaman baru dalam layanan perbankan di Indonesia. Ayo Bank-bank BUMN jangan mau kalah dong sama DBS, buat juga dong digital bank seperti Digibank yang fiturnya banyak memanjakan nasabahnya.