Showing posts with label IKEA. Show all posts
Showing posts with label IKEA. Show all posts

Thursday, August 4, 2022

Pengalaman Cancel Order Online IKEA

Lagi-lagi berubah pikiran, haduh..... penyakit kambuhan ketika belanja online buru-buru. Lagi-lagi karena belanja di IKEA. beberapa hari lalu saya beli rollerblind yang jenis blackout di melalui aplikasi mobile IKEA. Kebetulan saya beli yang ukuran 80x195 cm sebanyak 5 buah dengan warna coklat.

Nah, tiba-tiba saya merasa kurang sreg dengan warna yang sudah saya pilih. Akhirnya saya memutuskan untuk meng-cancel order saya meskipun sudah saya bayar. Saya putuskan untuk menghubungi nomor layanan pelanggan IKEA  021-29853900. Sebenarnya kita juga bisa menghubungi via email: cs@IKEA.co.id ataupun melalui WA: 081113002242.

Si admin cs menanyakan nomor order kita dan dicek status barang kita. Akhirnya bisa dibatalkan dan kita pun akan mendapatkan konfirmasi melalui email yang terdaftar. Cukup mudah, cepat, tidak bertele-tele ditanyakan alasan. Untuk dana akan dikembalikan sesuai dengan metode pembayaran yang kita gunakan. Kalau kita transfer atau debit yang akan dikreditkan kembali ke rekening kita, tapi kalau kita menggunakan kartu kredit maka limit kita akan dikembalikan dalam beberapa hari kerja.

Cukup mudah, cepat, dan solutif!

Pengalaman Retur Barang Ke IKEA

Jalan-jalan di IKEA memang bisa bikin kalap, apalagi kalau lagi tanggal muda, haha.....! Saking kalapnya,  kita kadang tidak berpikir panjang ketika membeli barang. Nah, seringkali sesampainya di rumah, kita menyesal terlalu banyak beli barang ataupun berubah pikiran terhadap barang yang kita beli, misalnya terkait warna, desain, dll. Hal tersebut membuat kita ingin mengembalikan barang (retur) untuk mendapatkan uang kita kembali ataupun kita berkeinginan untuk menukar barang yang sudah kita beli.

Jika kita mengalami hal tersebut usai berbelanja di IKEA, kita tidak perlu terlalu risau. IKEA memberikan jaminan pengembalian barang sampai dengan 90 hari sejak tanggal pembelian. Nah, itulah yang pernah saya alami sekitar satu setengah tahun lalu. Ketika saya mau mengisi furnitur rumah baru, mainlah saya ke IKEA. Tanpa ada rencana sebelumnya saya membeli lemari, meja dan kursi makan. Nah, untuk lemari dan meja tidak menjadi masalah. Yang menjadi problem bagi saya adalah kursi makannya. Setelah saya lihat-lihat kembali di katalog online IKEA, ternyata ada model kursi makan yang lebih cakep menurut preferensi saya, dan penyelesn memilih model itupun membuncah. Namun, saat itu saya teringat terkait IKEA mempunyai kebijakan retur barang. Langsung lah saya googling....

Setelah googling, akhirnya aku lumayan lega karena barangku bisa di retur. Pilihan retur saat itu bisa langsung dibawa ke toko, ke pickup point atau dikirimkan melalui paket. Saat itu saya memilih mengembalikan dengan membawa langsung barang saya ke toko IKEA Alam Sutra.

Di IKEA Alam Sutra saya membawa kursi makan yang ingin saya kembalikan yang masih dalam keadaan terbungkus rapi, belum saya buka sama sekali. Saya menuju meja pengembalian barang di dekat customer service satu lantai dengan kasir. Setelah petugas mengecek kondisi barang saya, saya dikasih voucher senilai total harga barang yang saya kembalikan. Sebenarnya saya juga bisa untuk minta uang saya dikembalikan lagi ke metode pembayaran yang saya pakai, saat itu saya pakai metode pembayaran kartu kredit. Namun, pengembalian limit kartu kredit perlu waktu beberapa hari kerja, sehingga saya memilih diganti voucher saat itu agar bisa gunakan langsung untuk berbelanja lagi saat itu. Lain halnya jika saya tidak mau belanja lagi saat itu, saya pasti memilih untuk pengembalian limit kartu kredit saya.

Kemudahan layanan pengembalian barang yang diberikan oleh IKEA ini sangat membantu dan membuat customer IKEA semakin puas tidak hanya dengan kualitas barang IKEA melainkan dengan layanan pasca jualnya. Hal inilah yang perlu dicontoh toko-toko ritel lainnya di Indonesia.

Friday, September 29, 2017

Makan di IKEA Food Court

Stiker di meja yang mengharuskan kita membersihkan meja usai makan
Belanja Furnitur atau sekedar jalan-jalan di IKEA memang memanjakan para customer-nya. Lokasi yang strategis di kawasan Alam Sutra samping jalan Tol Jakarta-Tangerang menjadikan IKEA muadah diakses dari berbagai sudut Jabodetabek. Area parkir yang cukup luas dan representatif menambah kenyamanan berbelanja. Nah, ada satu lagi yang menurutku semakin membuat nyaman berbeanja di IKEA adalah food court-nya.

Capek usai muter-muter di ruang pamer produk, kita akan langsung menemui Food Court yang lumayan luas. Nggak semacam food court di mal-mal, food court-nya IKEA dikelola langsung oleh IKEA alias yang jualan makanan dan minuman IKEA sendiri, tidak tenant-tenant penyewa.

Memang tidak banyak variasi makanan yang ditawarkan di situ. Yang khas IKEA tentunya bola-bola daging dengan kentang tumbuk dan kacang polong yang diberi garnish bendera Swedia di atasnya. Ada juga Bola-bola daging ayam. Pas saya kesana kebetulan ada menu baru Sate ayam. Adapula Cream Soup dan satu jenis lagi soup yang jernih encer berisikan semacam dimsum udang dan kuah kaldu bening (lupa namanya....).

Bola-Bola Daging Khas IKEA
Nah saat itu,aku penasaran dengan bola daging khas IKEA yang katanya enak itu, maka kupesanlah satu porsi bola daging seharga Rp40 ribu, berisikan 8 bola daging. Aku pesan juga sate ayam seharga Rp20 ribu dan soft drink seharga Rp7000 (gratis top up sepuasnya).

Menu Sate Ayam

Menu Soup Kuah Bening berisikan semacam dimsum isi udang
Ternyata ada tata cara yang khas di food court IKEA yang membedakannya dengan food court lain. Pertama-tama yang harus kita lakukan adalah mengambil troli untuk tempat makanan kita. Sambil mendorong troli, kita sambil antre untuk memesan makanan. Sebelum kita memesan sebaiknya sudah tahu dulu makanan apa saja yang dijual agar pesannya tidak terlalu lama, nggak enak sama antrean di belakang kita kalau lama-lama tanya saat pesan makanan.

Rak Piring dan Gelas Kotor
Sesampainya di depan display makanan, si pelayan sudah siap untuk mengambilkan makanan yang kita pesan. Dia langsung mengambilkan makanan yang kita pesan karena semuanya sudah siap saji. Kita taruh piring berisi makanan di troli sambil terus berjalan dan memesan berbagai makanan yang dilayani oleh beberapa pelayan. Untuk Soup kita bisa mengambil sendiri, begitu pula dengan jumlah tusuk sate yang kita  ambil, satu tusuk satenya Rp5000, sedangkan untuk cream soup ataupun soup kuah bening dibanderol seharga Rp15 ribu. Oiya untuk Nasi Putih Rp5000,-. Nah terakhir kita tinggal ambil gelas kosong untuk soft drink atau kita bisa milih cangkir kosong untuk minuman panas (teh/kopi) yang masing-masing seharga Rp7000,-. Saat membayar, si kasir akan melihat troli kita berisi makanan apa saja berikut dengan gelas yang kita ambil. Usai membayar kita baru bisa mengambil minuman yang gelasnya sudah kita ambil tadi.

Meja dan tempat duduk tersedia cukup banyak dan menurutku cukup nyaman. Uniknya lagi di situ, di meja terpampang stiker kalau abis makan, piring dan peralatan makan lainnya diminta untuk membereskannya dan menaruhnya di lemari piring kotor yang ada di sekitar tempat makan. Self Service.... mungkin terasa aneh ya bagi orang Indonesia, karena kalau di warung-warung ataupun di restoran, kita biasa meninggalkan begitu saja piring kotor, haha......

Kesimpulanku, food court di IKEA cukup nyaman dan representative. Meskipun menu makanannya kurang variatif, tapi cukup terjaga kualitas dan citarasanya. Harganya juga cukup terjangkau..... Oiya ada satu lagi yang kurekomendasikan adalah Kue Egg tart semacam Pie Telur susu yang rasanya mantap, apalagi pas disajikan hangat, lembut sekali rasanya dipadu dengan roti luarnya yang renyah gurih. Ehmmmm....... Egg tart itu bisa kita beli di Kasir Utama selepas kita beli barang-barang perabot rumah tangga, bukan di area food court.