Showing posts with label Trigana Air. Show all posts
Showing posts with label Trigana Air. Show all posts

Thursday, April 9, 2015

Pengalaman Naik ATR 72 - 600 Kalstar

ATR 72-600 Kalstar Aviation (Dok. Pribadi)
3 hari sudah di Ketapang, dan siang tadi saatnya balik ke Pontianak. Nggak pakai Trigana Air tapi naik Kalstar. Sama-sama pakai pesawat ATR 72 namun beda seri. Trigana pakai ATR 72 - 200 kalau Kalstar pakai versi terbarunya ATR 72 -600 sama seperti yang dipakai Garuda Indonesia rute Balkikpapan -Pontianak

Pesawat yang kami tumpangi delay sekitar 45 menit. Kalstar dari Semarang baru mendarat pukul 15.22 WIB padahal seharusnya kami sudah take off pukul 14.45 WIB. Untungnya ruang tunggu Bandara Rahadi Oesman cukup lengang dan sejuk sehingga lumayan nyaman.

Uniknya meskipun tercantum nomor kursi di boarding pass kita, namun sistem tempat duduk di Kalstar siapa yang cepat masuk, dia bisa bebas milih tempat duduk. Jadilah kami buru-buru menuju boarding gate ketika petugas mengumumkan boarding. Untunglah aku bisa dapat kursi nomor 2 dari depan dan di samping jendela, puaslah aku potret sana-sini pemandangan di bawah sepanjang perjalanan. Cantik sekali ketika take off meninggalkan Ketapang ada pelangi melengkung setengah lingkaran sampai ke laut.

Perjalanan ditempuh 33 menit dengan ketinggian terbang sampai 10.500 kaki. Kabinnya persis sekali seperti ATR yang dipakai Garuda. Dengan ruang bagasi kabin yang lebih luas daripada milik Trigana Air, kondisi yang masih baru, dan yang paling penting suara mesin baling-balingnya nggak terlalu kencang berbeda halnya dengan Trigana.

Take Off dan landing berjalan mulus. Tapi sayangnya selama perjalanan tidak diberi minuman sama sekali, apalagi snack, haha.... namanya saja budget flight. Aku nggak sempat mencoba fasilitas toiletnya. Pramugarinya lumayan ramah, nggak sejutek pramugari Trigana yang sebelumnya kutumpangi.

Overall naik ATR 72-600 Kalstar cukup nyaman, cuma delaynya itu lho, tapi masih bisa ditolerir lah. So pilih mana, kalau mau ke Ketapang dari Pontianak naik Trigana Air atau Kalstar?

Wednesday, April 8, 2015

Pengalaman Naik ATR 72 Trigana Air

Trigana Air ATR 72 (Dok. Pribadi)

Akhir-akhir ini kok kebetulan sering naik ATR ya. Akhir tahun lalu naik ATR Kalstar dari Tarakan ke Nunukan. Akhir Maret kemarin naik ATR 72 Garuda Indonesia dari Balikpapan ke Pontianak. Nah kemarin selasa kebetulan ke Ketapang naik ATR 72 Trigana Air.

Ini kali pertama aku naik Trigana Air. Jadwal keberangkatan pukul 8.15 WIB, namun anehnya counter check in di Bandara Supadio Pontianak baru dibuka pukul 7 pagi, nggak peduli bawa bagasi atau nggak. Mending kalau antreannya teratur, lha ini banyak penumpang yang menyerobot langsung ke depan, dan herannya petugas Trigana Air tetap melayaninya dengan ekspresi wajah yang seolah hal itu biasa aja.

Tibalah setelah antre selama 20 menit, barulah tibalah giliran kami untuk check in. Tiket yang kami beli dari agen travel ternyata sudah include airport tax. Namun, kami ada kelebihan bagasi lebih dari 22kg berhubung kami bertiga dan jatah bagasi per orang hanya 10 kg, sedangkan bawaan kami 52 kg. Jadilah kena charge sebesar Rp7000/kg, dengan toital charge Rp154.000, termasuk murah lah.

Ok, kami pun langsung menuju ruang tunggu di lantai 1. Ternyata pesawat delay sekitar 30 menit. Akhirnya tibalah saat boarding, kami pun dibawa dengan shuttle bus menuju apron parkir pesawat. Maklum lah nggak bisa pakai garbarata, lha wong pesawat kecil.

Seperti biasanya pesawat jenis ATR 72, kami masuk melalui pintu belakang, sedangkan pintu depan digunakan untuk pintu masuk bagasi. Kesan saat pertama kali masuk pesawat adalah pesawat yang sudah jadul dengan AC yang agak panas, "pantesan aja, muka-muka pramugarinya berkilau-kilau, o ternyata karena panas to!", pikirku saat itu.

Aku duduk kebetulan di nomor 3B (lorong) Pesawat ini tentunya berkapasitas 70 orang dengan 2 awak kabin. Susunan seatnya 2-2, dimulai dari nomor 1 di paling depan. Pintu darurat pun terdapat di samping kursi nomor satu.
Tapi aku nggak sempat mencoba toilet di Trigana Air ini, apakah sebersih toilet di Garuda Indonesia dengan jenis pesawat yang sama.
Kebetulan teman kantorku yang duduk di sebelahku baru pertama kali itu naik ATR 72 dan merasa kurang nyaman agak menakutkan, ditambah lagi pas landing terkesan menukik dan mendadak alias nggak smooth dengan goncangan yang relatif keras. Mungkin masih pilot baru, hehe.... Padahal saat aku naik Garuda Indonesia yang memakai pesawat sejenis (tapi lebih baru) mulus banget saat take off maupun landing.

Kalau pakai Garuda mendapatkan snack dan minuman yang bisa milih, di Trigana Air cuma diberikan Teh Sosro Kotak tanpa snack. "Wah enak banget ya pramugarinya, nggak perlu repot-repot menyajikan makanan", celetukku pada teman di sebelahku.

Sekitar 30 menit di udara, sampailah kami di bandara Rahadi Usman Ketapang. Bandara kecil di sebuah Kabupaten di ujung paing selatan Provinsi Kalimantan Barat. Lumayan sepi bandaranya, tapi yang kusuka bukan fasilitasnya melainkan bagasiku cepat diturunkan ke conveyor belt.

Akhirnya bisa ke Ketapang juga yang terkenal dengan Batu Kecubungnya.... Naik ATR 72, siapa takut???