Tuesday, March 3, 2015

Akhirnya Aku Kecewa Dengan Pelayanan Bank Mandiri (Part 2)

Melanjutkan uneg-uneg saya kemarin tentang pelayanan Bank Mandiri, ternyata pengalaman saya hari ini ke kantor cabang Bank Mandiri 'berhasil' memperpanjang kisah di blog ini.

Sepertinya emosiku sudah lenyap hari ini. Bukan karena terpuaskan oleh pelayanan mandiri, namun karena aku sudah memprediksi jawaban kompalinku. Ya, pagi ini kurang dari pukul 8 WITa, aku sudah berada di luar kantor cabang Bank Mandiri di komplek Ruko Balikpapan Baru. sesampainya di sana sudah riuh sekitar 10-an orang antre mau masuk ke pintu bank yang belum dibuka oleh Satpam. Tidak sampai lima menit kumenunggu, akhirnya pintu bank yang cukup sempit itu dibuka. Para pengantre pun tidak sabar untuk masuk. Ada yang langsung ke teller di lantai 2, ataupun mengambil nomor antrean Customer Service (CS) di lantai 1. Aku sendiri mendapat antrean nomor 8 di costumer service.

Kududuk, di sofa kecil yang disediakan, sesekali kusandarkan kepalaku di tiang beto samping sofa karena serasa lama sekali kumenunggu, padahal cuma nomor 8 lho! Sekitar 40 menit kumenunggu akhirnya nomor antreanku dipanggil. Aku dipaggil di meja costumer service nomor 2 dan dilayani mbak-mbak yang kuintip nama di deskplate-nya bernama Mbak Multi. Mbaknya mempersilakan aku untuk duduk seraya menjabat tangan ku dan bertanya namaku.

Kujelaskanlah semua komplainku mengenai rekening yang terdebet di mesin ATM padahal tidak keluar uangnya. dan kujelaskan pula bahwa aku telah menghubungi call center 14000 untuk membuat pelaporan dan disarankan menghubungi kantor cabang Mandiri terdekat. Kemudian si Mbak CS meminta aku menunjukkan KTP, Buku Tabungan, dan Kartu ATM untuk difotokopi dan dibuatkan pelaporannya ke kantor Pusat Bank Mandiri.

"Kira-kira, berapa lama Mbak bisa kembali uang saya?", tanyaku dengan tanpa semangat.

"Kurang lebih 3-5 hari kerja Pak!", jawabnya singkat

"Loh, kok lama sekali!"

"Iya pak, soalnya harus dibuka dulu record-nya, dan nanti kalau pengaduan kembali setelah 14 hari kerja."

"Sungguh merepotkan ya....!", jawabku singkat seolah pasrah, padahal aku biasanya menggebu-nggebu jika komplain, tapi tadi pagi aku sedang nggak mood untuk berdebat ataupun berteriak-teriak.

Dalam kesempatan itu mumpung masih di CS, aku pun melaporkan perihal ecash Mandiriku yang diblokir. Mbak CS dengan sigap mulai mengecek di komputernya. Ternyata hasilnya Nihil juga. kemarin saat aku telpon call center 14000 perihal ecash harus dibuka blokirnya di kantor cabank terdekat, eh sudah datang ke kantornya, tenyata Mbak CS-nya juga nggak tahu kenapa ecash-ku terblokir. Dia pun mencoba menghubungi Pihak Kantor Pusat yang melayani ecash, namun tidak bisa dihubungi, dan si Mbak CS memberikan penjelasan jika nanti akan dibantu proses pembukaan blokir rekening ecashnya dan akan diinformasikan kepadaku. Menurutku itu sih jawaban normatif, toh sampai tulisan ini aku buat juga belum ada konfirmasi tentang pembukaan blokir rekening ecash-ku. Ya sudah lah....

Aku menyesalkan banget pelayanan mandiri. Mengapa kesalahan sistem ATM yang merugikan costumer, proses komplainnya memakan waktu berhari-hari. Bagaimana jika si costumer itu butuh uangnya kembali cepat saat itu juga karena untuk kebutuhan darurat. Hal-hal seperti itu harus  diperhatikan oleh petinggi-petinggi bank Mandiri yang membuat kebijakan ataupun SOP. jangan sampai karena kesalahan Bank, si costumer lah yang sengsara dibuatnya.

Aku sendiri sebenarnya butuh sekali dengan uang itu, karena harus buat bayar cicilan ini itu. yang segera jatuh tempo. Tapi apa lacur, aku bukan nasabah prioritas yang hanya bisa komplain dan dilayani dengan SOP yang benar-benar sudah usang dan sangat merugikan costumer baik dari segi waktu, tenaga , dan biaya.

Coba aku tunggu 3-5 hari ini, apakah cerita di blog ini akan berlanjut???

Update: Baca Akhirnya Bank Mandiri Mengembalikan Uangku


1 comment:

  1. Senasib dong mas, e-cash saya juga diblokir & suruh ke kantor cabang
    untung duitnya cuma sisa 500 rupiah, kayanya males ngurusnya juga

    ReplyDelete