Showing posts with label BSD. Show all posts
Showing posts with label BSD. Show all posts

Monday, October 21, 2019

Opor Ayam Kampung Maknyus Bu Arjun Khas Pati di BSD

Cuma warung kaki lima biasa yang terletak di mulut gang kampung Lengkong yang tersembunyi tertutup oleh megahnya kawasan BSD. Terletak di Jalan Boulevard Utara, warung yang pemiliknya bernama Bu Arjun ini menawarkan berbagai masakan khas Jawa. Opor Ayam kampung menjadi menu andalan di sini, selain itu ada nasi gandul khas Pati, Rica-rica bebek, pecel, jangan tewel (sayur nangka muda), dll.

Biasanya buka mulai sekitar pukul 7.30, meskipun kadangkala juga lebih siangan. Opor ayam di sini menjadi menu favoritku mengingat tekstur ayam kampung yang lebih kenyal dan rasa gurihnya yang mantap membuatku selalu melahap habis nasi atau lontong yang disajikan bersama opor ayam dengan porsi yang cukup banyak.



Opor ayam dengan taburan bawang goreng di atasnya menjadikan masakan ini semakin menggoda. Nasi gandul dan rica-rica bebek yang tak kalah enak juga tidak kalah menggoyang lidah. Harga Opor ayam seporsi cuma Rp20 ribu saja, sudah kenyang dan puas banget.....


Friday, October 20, 2017

Main Ke Kantor Pusat PT Unilever Indonesia Tbk di BSD

Graha Unilever BSD
Setiap kali aku ke Aeon Mall pasti lewat depan gedung yang bentuknya unik dan membuatku penasaran. Bukan gedung jangkung, melainkan gedung yang hanya terdiri mungkin kira-kira 5 lantai. Meskipun hanya terdiri dari 5 lantai, gedung itu cukup ikonik dengan fasad depannya yang didominasi kaca dan baja terkesan modern elegan.

Nggak heran gedung itu sangat bagus, ternyata Gedung baru Kantor Pusat PT Unilever Indonesia Tbk. Jadi Unilever mulai tahun ini telah mengalihkan semua operasi kantor pusatnya dari Jakarta Pusat ke kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Tangerang.

Dari dulu aku penasaran melihat secara langsung bagaimana isi dari dalam kantor pusat Unilever Indonesia itu, yang selama ini interiornya hanya bisa kulihat di youtube dari vlog-vlog para Youtuber. Dari kesanku melihatnya di Youtube, Interior dan fasilitas gedung ini sangat bagus. Ada semacam atrium dengan ceiling-nya yang cetar seperti halnya di mal-mal, mungkin malah lebih bagus. Di Atrium utama ada tangga besar yang menurutku menjadi point of interest dari Atrium ini yang bisa difungsikan juga sebagai Tribun 'penonton' ketika digelar acara di atriumnya. Keberadaan Gym, Salon, Kafetaria, Ruang entertainment (nonton ataupun nge-game) pun ada, bahkan ruang untuk pijat juga ada. Sangat lengkap ditambah lagi ada Magnum Cafe dan semacam toko yang memanjang barang-barang produksi dari Unilever yang bisa dibeli oleh pegawainya ataupun tamu.

Nah, hari Rabu kemarin aku berkesempatan main ke Gedung Unilever. Kebetulan ada acara RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Luar Biasa dari PT Unilever Indonesia Tbk, dan aku saat itu menemani kakakku yang mewakili perusahaannya sebagai salah satu pemegang saham Unilever. Kebetulan saat itu aku sedang tidak pegang saham Unilever, jadi aku jadi pendamping kakakku saja, hehe....

Datang ke Unilever pakai Vespa, kami masuk melalui pintu barat dan tas rangsel kami pun diperiksa oleh satpam dengan metal detector. Kami pun langsung diarahkan parkir di tempat parkir terbuka di sisi barat gedung. Cuaca saat itu terik banget, dan buru-buru kami menuju ruang RUPS di pintu masuk utama gedung di sebelah timur. Kami diarahkan melalui pedestrian berkanopi dari kaca bening yang terlihat modern elegan, tapi tidak mampu melindungi kepalaku dari sengatan Sang Matahari.

Berjalan sekitar 100 meter kami pun sampai di depan Lobby Utama. Sebelum masuk, barang bawaan kami harus masuk ke scanner seperti yang di bandara-bandara itu. Usai registrasi dan diberi tanda pengenal, kami pun masuk ke ruang RUPS yang ternyata tidak melewati Atrium utama. Ruangannya berada di sisi depan sebelah kanan dari Lobby utama, padahal aku pengen liat bagaimana ambience dari Atrium Unilever yang kayaknya keren itu. Dari kejauhan aku cuma liat tangganya yang ikonik itu.

Sebelum RUPS dimulai ditayangkan peraturan umum mengenai tata cara yang harus dipatuhi setiap pegawai ataupun tamu yang berada di lingkungan gedung Unilever demi terciptanya keamanan, kenyamanan dan keselamatan seluruh orang yang ada di kawasan Gedung Unilever. Menurutku tayangan itu cukup bagus dan patut ditiru institusi-institusi lainnya. Terlihat sangat profesional.

RUPS cuma berlangsung sekitar 30 menit, kami pun segera pulang dengan membawa souvenir RUPS, tak lupa kusempatkan berfoto di tulisan Unilever di depan Lobby. Aku kira usai RUPS ada sesi office Tour, eh ternyata tidak..... huh... sudah panas-panas ke situ, eh malah nggak kesampaian liat-liat isi gedungnya. Yo wis lah...mungkin lain kali, dasar Wong Ndeso pengen liat gedung keren dibela-belain panas-panasan, haha......

Usai ngambil Vespa, kami pun meluncur keluar meninggalkan Kantor 'Terkeren' se Indonesia itu dengan perasaan kurang puas. Sebelum benar-benar meninggalkan kompleks Unilever, kami harus melewati pemeriksaan petugas di pintu keluar parkir, si Satpam meminta kami membuka bagasi Vespa. Sesuatu yang aneh dilakukan ketika meninggalkan suatu gedung. Kalau mau masuk diperiksa gitu wajarlah karena untuk menjaga dari kemungkinan terorisme dsb, tapi kalau mau keluar diperiksa juga, itu menurutku kebangetan, kekhawatiran yang berlebihan dan cenderung fobia dan kurang menghormati terhadap tamu, itu saja yang merusak kesanku terhadap Kantor Unilever. Entah itu diberlakukan kepada semua tamu termasuk yang pakai mobil atau yang pakai motor saja, atau malah cuma terhadap orang-orang yang dicurigai saja? Mosok ya aku ngutil pot bunga di Gedung Unilever, kan nggak banget to.... Memang sih bagasi Vespaku itu lumayan besar tapi disitu cuma ada tas berisikan Souvenir RUPS tadi, hah.... sangat merepotkan. Aku tidak menyalahkan si Satpam, toh dia cuma menjalankan SOP, yang kusayangkan SOP pemeriksaan saat keluar itu menurutku nggak wajar, kecurigaan yang berlebihan, dan memberikan kesan yang kurang sopan terhadap tamu. Semoga pihak manajemen segera meninjau ulang SOP yang nggak banget itu....

Thursday, October 19, 2017

Konsep Baru Grapari Telkomsel Grha Telkom BSD

Mengisi Layar Sentuh untuk dapat nomor antrean di Lobby Grapari Telkomsel BSD
Hari Rabu kemarin, sebelum kami ke acara RUPS Luar Biasa PT Unilever Tbk di Graha Unilever BSD, kami mampir dulu ke Grapari Telkomsel tepatnya di Grha Telkom BSD. Ini baru pertama kali aku ke Grapari BSD, sebelumnya seringnya aku ke Grapari Telkomsel yang berada di dalam Mall Bintaro Xchange.

Sebenarnya yang mau ke Grapari adalah kakakku yang mau mengurus langganan kartu halonya, tetapi mumpung di grapari sekalian saja aku upgrade layanan Tcash basic service milikku menjadi Tcash Full Service biar bisa berbagi uang dengan pengguna Tcash lainya ataupun ke rekening bank dan juga tarik tunai melalui ATM. Oiya saldo maksimum Tcash basic hanya Rp1 juta seperti halnya emoney dari berbagai bank, sedangkan yang full service bisa sampai Rp10 juta. Selain itu fiturnya sama saja.

Di sini aku tidak membahas keunggulan Tcash beserta fitur-fiturnya melainkan aku lebih tertarik membahas tentang konsep baru pelayanan Grapari Telkomsel yang baru kurasakan di Grapari BSD ini. Ketika memasuki lobi Grapari BSD, kita langsung siap dihadapkan pada mesin dengan layar sentuh lebarnya semacam alat pencetak nomor antrean dengan fitur yang jauh lebih canggih. Jadi di layar sentuh alat tadi kita diminta memasukkan nomor HP (telkomsel) kita, kemudian ada petugas yang menanyakan maksud keperluan kita dan akan menekan menu pelayanan yang sekiranya relevan dengan keperluan kita. Si petugas juga meminta kita untuk menghadap kamera yang berada di pojok kiri atas  mesin untuk difoto. Setelah itu kita akan mendapatkan notifikasi nomor antrean yang  akan langsung dikirimkan nomor HP kita.

Sambil menunggu antrean, kita diminta masuk ke ruang tunggu. Di sinilah kebaruan itu berawal. Kesanku terhadap ruang tunggu atau ruang pelayanan pelanggan ini benar-benar menarik perhatian. Dengan dominasi warna merah, dengan layout minimalis modern, dengan banyak sofa dan meja-meja yang terkesan santai layaknya di Lounge, dengan perempuan-perempuan berpakaian merah yang mondar-mandir membawa laptop, ada pula yang sedang melayani pelanggan terlihat dari  mimik wajah mereka yang sepertinya sedang mekakukan pembicaraan hangat.

Duduklah kami di sofa yang kosong. Kami memperhatikan sekeliling, banyak monitor yang dipasang menunjukkan nomor-nomor antrean yang sedang dilayani. Kami perhatikan ternyata nanti customer service-nya akan berkeliling mencari kita sambil melihat foto kita  pada laptop yang mereka bawa kesana-kemari, yang direkam alat pencetak antrean saat kita datang tadi. Tidak menunggu terlalu lama kakakku akhirnya dipanggil, dan sesaat kemudian pun aku juga dipanggil. Kami pun duduk di sofa yang sekiranya kosong. Dengan hangat dan ramah, mbak-mbak CS-nya melayaniku dengan sabar dan tentunya profesional. Sekiranya sekitar 25 menit mereka melayaniku dengan bolak-balik ke back office untuk memfotokopi KTP, mengambil formulir yang harus kutandatangani, dan keperluankuakhirnya terselesaikan dengan munculnya notifikasi SMS kalau akun Tcash-ku sudah sukses berubah ke layanan full service.

Sangat bagus konsep pelayanan terbaru dari Grapari BSD ini. Pelanggan jadinya tidak merasa menunggu dalam antrean yang penuh kebosanan seperti dulu. Bahkan CS-nya yang akan mencari kita, bukan layaknya pelayanan konvensional dimana kita yang menghampiri CS-nya. Dengan layout ruangan yang bagus, hangat, santai dan good interior appearance semakin membuat kita betah berlama-lama di situ.

Oiya kalau mau ke Grapari Telkomsel BSD, jangan keliru masuk ke Gedung yang ada tulisannya Telkomsel gede, tetapi masuklah ke Gedung yang bernama Grha Telkom yang letaknya berseberangan dengan Gedung Telkomsel.


Wednesday, September 13, 2017

Lulu Hypermarket and Department Store BSD (First Impression)

Kantong Belanja Lulu
"LULU" mendengar kata ini mungkin akan berkonotasi sesuatu yang imut, mungil, lucu. Tapi Lulu yang satu ini bukan nama anak kecil ataupun sebuah mainan, melainkan sebuah pasar swalayan terbaru yang ada di BSD.

Menempati Gedung tersendiri di Kompleks Q-Big Mall BSD, pasar swalayan asal Timur Tengah ini, tepatnya dari Uni Emirat Arab membuka gerainya yang kedua di Indonesia pada tanggal 6 September 2017 pekan lalu. Pembukaan Lulu Hypermarket dan Department Store ini mendapat antusiasme yang tinggi dari masyarakat sekitar BSD, tentunya dengan harapan mereka mendapatkan diskon yang gede saat momen pembukaan.

Tidak berkesempatan untuk datang di pembukaan Lulu, akhirnya minggu ini aku berkesempatan untuk main ke Lulu BSD, memuaskan rasa penasaranku terhadap supermarket asal negeri Arab ini. Kebetulan Lulu BSD ini lumayan cukup dekat dari rumah, jadi cukup sekitar 10 - 15 menit sudah sampai.

Berlokasi di komplek Q-Big Mall BSD, bersama dengan Informa, Ace Hardware ataupun Mitra 10, Lulu menempati ruang yang cukup luas, mungkin merupakan tenant terluas di kompleks Q-Big. Berlokasi di tempat yang strategis berada di Jalan Boulevard Barat BSD yang menghubungkan BSD dengan Gading Serpong, Paramount, dan Summarecon Serpong tentunya menjadikan keuntungan tersendiri bagi Lulu. Q-Big tidak pelit perkara lahan parkir, baik itu motor ataupun roda empat sepengamatanku cukup terakomodir, dengan luas parkiran yang lebih dari cukup.

Aneka Bunga Plastik
Saat pertama kali masuk ke Lulu, kesan pertama yang muncul adalah sama seperti hypermarket lainnya, tetapi ada yang membedakannya. Nuansa Timur Tengah dan Islam sungguh terasa. Kalau hypermarket lain ada didalamnya sering diperdengarkan lagu-lagu sebagai backsound yang membuat suasana belanja menjadi tidak sunyi. Uniknya di Lulu saat itu, bukannya aku mendengar lagu-lagu barat atau pop dalam negeri, melainkan backsound-nya adalah orang yang sedang mengaji seperti yang kadangkala diperdengarkan di supermarket-supermarket saat bulan ramadan. Bagusnya lagi, saat waktu Azan, juga diperdengarkan suara azan.

Aneka kacang-kacangan, coklat, dan permen

Sayur dan Buah-buahan segar

Aneka Jamur segar dan awetan
Ketika aku kesana, ternyata masih masa promosi atas pembukaan gerai di Q-Big Mall itu, jadi harga-harga barang yang ditawarkan banyak yang miring alias lebih murah dari supermarket lainnya, meskipun masih ada juga harganya yang mirip, sama ataupun lebih mahal dari tempat lain. Saat itu aku memutuskan beli Handuk yang lumayan cukup murah, T-Shirt beli satu gratis satu, buah-buahan yang harganya relatif murah tapi terlihat cukup segar, pasta gigi dan sabun mandi cair juga banyak promonya, sampai dengan tepung bumbu instan buy one get one, haha......

Berbagai macam produk elektronik, pakaian, sepatu, sandal dengan berbagai macam merek juga dijual di situ. iPhone, iPad, Macbook dan berbagai macam gadget dari merek lain pun ditawarkan di Lulu. Daging sapi, kerbau, ayam potong, ayam kampung juga cukup lengkap dan terlihat fresh. Begitupula dengan sayur dan buah-buahan yang cukup banyak variannya dalam kondisi yang masih fresh. Yang menarik perhatianku di Lulu BSD adalah kounter beraneka ragam kacang yang ditempatkan di toples-toples besar, berbagai macam permen kiloan yang antreanya saat itu cukup banyak.
Antrean di Kasir tidak banyak

Nah, biasanya setelah belanja yang membuat kita jengkel adalah antre di kasir, apalagi kalau yang antre barang belanjaannya sangat banyak. Di Lulu yang saat itu cukup rama, ternyata tidak ada antrean yang signifikan paling banter paling cuma 3 orang per kasir. Kebetulan saat itu aku malah nggak usah antre karena ada kasir yang kosong. Mengapa pembeli banyak tapi tidak perlu antre? jawabannya karena jumlah kasirnya yang cukup banyak dan sebagian besar dibuka. Beda halnya dengan banyak supermarket di mal-mal yang jumlah kasirnya cukup banyak, tapi tidak dibuka semua sehingga antreannya bisa-bisa saat peak time sampai hampir 1 jam. Oiya, tas belanjaan Lulu ternyata motifnya seperti pelangi yang warna-warni.

Suasana Lulu Department Store QBig BSD bisa dilihat di video di bawah ini:



Secara umum pengalaman berbelanja di Lulu untuk pertama kalinya cukup memuaskan plus yang paling penting cukup dekat dengan rumah, hehe....

Saturday, December 19, 2015

Ke Bandara Naik Xtrans

Nomor Reservasi Tiket Xtrans di Jakarta dan Bandung
Rumahku yang berada di wilayah Kota tangerang Selatan lumayan jauh dari Bandara Soekarno-Hatta. Sekitar 40 km jaraknya jika melalui Tol Serpong-Ulujami, nyambung Tol JORR dan Tol Bandara. Jarak yang begitu jauh tentunya cukup banyak biaya yang perlu dikeluarkan terutama jika menggunakan taksi. Bisa lebih dari 170 ribu belum termasuk biaya tol yang kalau nggak salah nominal totalnya Rp30.500, so kalau mau ke bandara naik taksi ya siap-siap saja minimal uang Rp200ribu.
-
Nah, Minggu kemarin saat aku mau balik ke Pontianak aku agak bingung mau naik pakai moda transportasi apa. Untuk taksi, kupikir-pikir terlalu mahal, sayang rasanya kalau sekedar buat ongkos taksi, mending untuk traktir temen, haha.....

Sebenarnya pengen lagi mencoba taksi Uber, namun karena keberadaannya sangat jarang di sekitar perumahanku, akhirnya kubookinglah travel Xtrans jurusan bandara yang berangkat dari kawasan BSD, tepatnya di kompleks Ruko Golden Road Sektor VII Blok S No. 119 BSD City (021-53154871) atau mudahnya di ruko-ruko samping ITC BSD. Tapi kubooking bukan melalui nomor telepon pool Xtrans BSD melainkan ke nomor telepon reservasi Xtrans di nomor (021-3150555). Cukup telepon saja, dan kita akan ditanya mau berangkat ke mana melalui pool xtrans mana. Untuk pembayaran nanti dilakukan langsung di pool keberangkatan yang kita pilih. Untuk ke bandara dari BSD cuma Rp50ribu, murah to... Oiya masing-masing pool keberangkatan tidak melayani reservasi melalui telepon, tapi sekarang sudah melayani pemesanan dengan datang ke pool-nya langsung

Selain melalui Pool Xtrans BSD, aku juga sering naik melalui pool Xtrans Bintaro yang terletak di Bintaro Trade Center (BTC), Sektor VII, Ruko Blok D2 No.15 Area Food Court (021-7450303). Hampir sama sih jaraknya antara pool BSD dan Bintaro dari rumahku, tapi karena kondisi jalan menuju pool BSD yang lebih lebar dan lancar, maka sering kupilih berangkat melalui BSD.

Keberangkatan Xtrans jurusan Bandara dari BSD maupun Bintaro setiap 30 menit sekali. Perjalanan ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam dengan kondisi jalan ramai lancar. Rute yang ditempuh tidak melalui Tol, jadi sangat rawan jika sewaktu-waktu ketemu macet di jalan. Baru-baru ini Xtrans punya layanan travel ke bandara yang melalui jalan Tol sehingga lebih cepat namun juga tarifnya lebih mahal.


Friday, May 29, 2015

Pengalaman Naik Travel Xtrans dari Bandara Soetta (Cengkareng)

Biasanya kalau ke Jakarta, dari Cengkareng aku naik Taksi sampai ke rumahku di Sarua, Tangsel.  Nah, Sabtu minggu lalu kebetulan aku ke Jakarta, dan karena masih pagi dan tidak terburu-buru, kucobalah naik Xtrans dari Bandara.

Keluar dari Terminal 2F, aku langsung berjalan belok ke arah kiri menuju halte Bus Damri. Yah kira-kira jalan 150 meter lah dari pintu keluar terminal 2F. Nah, di halte Bus Damri itu juga terdapat loket-loket Travel seperti Xtrans dan Cipaganti. Tanpa basa-basi kubeli tiket tujuan Bintaro seharga Rp50ribu. Coba bandingkan dengan ongkos taksi yang rata-rata habis 200-an ribu sampai persis depan rumahku.

Terlanjur kubeli tiket jurusan Bintaro, ternyata setelah kupikir-pikir dari rumahku lebih dekat jika aku turun di BSD. Xtrans jurusan Bintaro akan melewati daerah BSD dulu sebelum ke Bintaro. Jika di BSD akan berhenti di kawasan ITC, dan kalau ke Bintaro akan berhenti di kawasan Bintaro Trade Center (BTC), tempat pool Xtrans.

Tidak sampai setengah jam aku menunggu, travelnya sudah datang. Mobil Elf berkapasitas 9 penumpang plus satu sopir. Cukup luas mobilnya dan kursinya pun nggak terlalu sempit, dengan ruang kaki yang cukup luas.

Rencana-nya kalau aku berhenti di BSD akan turun di sebelum pintu masuk Tol BSD dekat Jalan Ciater, ternyata setelah kutanya tidak lewat daerah situ, jadilah aku kepikiran untuk berhenti ke Teraskota. Sambil nunggu jemputan kakakku, kan bisa nge-mall dulu, haha....

Total waktu dari Bandara sampai BSD kurang lebih satu jam, kalau ke Bintaro tinggal tambah saja sekitar 20 menit kalau tidak macet.

Naik Travel dari Bandara memang solusi lebih murah, asal destinasi kita masuk dalam rutenya, haha.....