Monday, October 9, 2017

Transport dari Bandara Soetta ke Serpong

Tadi malam sekitar pukul 19.04 WIB aku landing di Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng. Usai mengambil bagasi, waktu menunjukkan sekitar pukul 19.30. Bergegas kutinggalkan area kedatangan menuju shelter Bus di Terminal 2F.

Tidak seperti biasanya ketika tiba di Soetta yang langsung memesan taksi online semacam Uber ataupun Grab dan Go Car, kemarin malam kuputuskan untuk naik bus DAMRI saja menuju rumahku di daerah Serpong. Beberapa tempo lalu semakin lama saja menemukan taksi online yang mau dibayar dengan kartu kredit, berkali-kali pernah orderku ditolak. Aku juga maklum karena para sopir taksi online itu, ketika pembayarannya menggunakan kartu kredit harus menunggu pencairan dananya selama beberapa hari atau bahkan lebih dari seminggu, padahal mereka juga rakyat kecil yang harus nalangin dulu beli bensin atau untuk keperluan hidup sehari-hari, makanya mereka lebih senang jika si penumpang membayarnya dengan uang tunai. Pembayaran dengan uang elektronik penyedia aplikasi semacam Grabpay, GoPay juga seringkali ditolak oleh driver taksi online bandara, apalagi kalau si pelanggan menggunakan kode voucher diskon, bakal siap-siap nggak dapat driver meskipun order diulang beberapa kali.

Nah, karena kejadian-kejadian itu, aku sekarang di Soetta agak males kalau pakai taksi online, dan akhirnya kembali lagi ke DAMRI. Kebetulan untuk jurusan Serpong ada bus DAMRI tujuan WTC Serpong, jadi destinasi terakhir adalah Mal WTC Serpong di Jalan raya Serpong.

Sebenarnya disamping bus DAMRI ada pula angkutan lain untuk menuju Serpong yaitu travel Xtrans yang dulu sering kutumpangi, tapi karena tadi malam jadwal yang paling dekat adalah pukul 20.30 dan waktu yang kuperkirakan untuk menuju Serpong lebih lama daripada jika naik DAMRI, maka kuurungkan niatku naik Xtrans. 

Mengapa bisa lebih cepat naik DAMRI daripada Xtrans untuk menuju Serpong, hal itu dikarenakan jika kita naik Xtrans maka rutenya adalah melalui jalur Perimeter kemudian melalui Kota Tangerang, tembus jalan raya Serpong, dan di beberapa ruas jalan kita akan mengalami kemacetan. Sebaliknya jika kita naik DAMRI jurusan WTC Serpong, kita akan langsung lewat Tol Bandara, nyambung tol JORR kemudian nyambung lagi Tol Tangerang, dan keluar di pintu tol Alam Sutra. Alhasil dari Bandara ke WTC Serpong hanya sekitar 30 menit, itu saja jalannya sudah santai. DAMRI ini juga banyak dimanfaatkan oleh warga Graha Raya yang letaknya bersebelahan dengan Alam Sutra dengan turun di Giant Alam Sutra.

Sebenarnya naik Travel Xtrans juga ada kelebihannya meskipun tarifnya sedikit lebih mahal daripada DAMRI (mungkin selisih Rp10 ribu). Xtrans bisa masuk sampai kawasan BSD, mampir di agen Xtrans di Ruko-ruko kawasan ITC BSD, bisa lewat juga Mal Teraskota ataupun Giant BSD, sebelum masuk tol  menuju Bintaro. Dulu ketika naik Xtrans aku sering turun di Teraskota atau di halte bus seberang Giant Bintaro.

Tarif Damri Bandara memang cukup murah, cuma Rp40ribu saja. Coba bandingkan jika kita naik taksi konvensional ataupun taksi online yang harus bayar tol yang tidak murah tentunya. Cukup ngirit, hehe..... 

Sesampainya di WTC Serpong segera kupesan Gojek dengan tujuan ke rumahku dekat dengan kantor Walikota Tangsel di daerah Serua, Tangsel. Cuma Rp11 ribu kalau pakai Gopay atau Rp15 ribu jika bayar tunai dengan jarak tempuh lebih dari 9 km. Coba kubandingkan jika aku pakai taksi online rata-rata habis sekitar Rp130 ribu (termasuk tol) atau kalau pakai taksi konvensional bisa habis sekitar Rp200rb. Lumayan ekonomis to.....

1 comment:

  1. Anonymous8:29 AM GMT+7

    Mau tanya gan, damri (dari bandara) apa ada jurusan ke bsd? Kalo ada, enak naik damri apa xtrans ya? Xtrans dari bandara ke bsd lewat rute mana ya? Maaf sebelumnya banyak tanya.

    ReplyDelete